CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1a15bf4d69568662705ef/orang-tua-siswa-desak-anies-hapus-aturan-usia-ppdb-jakarta

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta
Ratusan orang tua siswa mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah syarat usia dalam PPDB jenjang SMP/SMA, di Balai Kota Jakarta, Selasa (23/6). (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)


Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan orang tua yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (GEPRAK) menggelar aksi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020, di Balai Kota Jakarta.
Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghapus aturan usia pada PPDB DKI Jakarta lantaran khawatir anak-anaknya tak lolos masuk SMP dan SMA negeri yang dituju.

Gunawan (56), salah satu orang tua yang ikut aksi mengaku anaknya hendak masuk SMA. Saat ini usia anaknya masih 14 tahun. Ia khawatir anaknya itu tak diterima karena umur masih di bawah ketentuan.

"Masalahnya gini (anak saya dengan usianya) waktu SD keterima negeri, SMP keterima negeri, masa sekarang nggak keterima? Kalau memang enggak boleh dari awal lah," kata Gunawan kepada CNNIndonesia.com, di depan Balai Kota Jakarta, Selasa (23/6).

Gunawan mengaku sudah kecewa dengan kebijakan pemerintah yang meniadakan ujian nasional 2020 karena pandemi virus corona. Ia bercerita anaknya sudah mengikuti bimbingan belajar hingga pendalaman materi di sekolah.

Rasa kecewa itu kemudian semakin menjadi ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan usia sebagai faktor peringkat seleksi PPDB. Ia khawatir anaknya tak bisa sekolah jika tidak lolos karena usia.

Gunawan mengatakan tak mungkin memasukkan anaknya ke sekolah swasta karena kendala biaya. Ia menyebut anaknya sejak SD sudah masuk sekolah negeri karena alasan bebas biaya.

"Uangnya dari mana? Anies mau kasih? Nadiem mau kasih? Kalau mau saya rela," ujarnya.

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta
Foto: CNN Indonesia/ Feybien ramayanti
Gerombolan orang tua yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (GEPRAK) menyemut di depan Balai Kota Jakarta menyuarakan kritik soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020

Senada, Nining (46) juga khawatir anaknya yang masih berusia 15 tahun tak lolos PPDB karena usia yang masih muda. Terlebih jika disandingkan dengan peserta PPDB yang usianya jauh lebih tua, mulai 16 tahun sampai 20 tahun.

"Katanya untuk pemerataan, tapi mengorbankan banyak orang. (Kalau syaratnya dari) usia itu bukan cuma untuk orang miskin, orang kaya juga bisa lolos," katanya.

Nining mengatakan banyak orang tua bingung karena penerapan aturan usia dalam PPDB dilakukan di tengah jalan. Menurutnya, aturan tersebut seharusnya diterapkan mulai jenjang SD.

Sementara, Devy (38) mengaku anaknya tak lolos PPDB jalur Kartu Jakarta Pintar (KJP). Anaknya kini berusia 12 tahun dan akan masuk SMP. Namun, ia heran anaknya yang memiliki nilai rapor rata-rata 85 tak lolos.

"Anak saya nilai rapornya rata-rata 85, tapi kenapa enggak masuk? Saya rakyat miskin, saya pegang KJP," ujarnya.

Devy berpendapat kebijakan batas usia dalam PPDB jenjang SMP/SMA menihilkan usaha siswa dalam belajar di sekolah. Menurutnya, bakal banyak anak berprestasi yang tak bisa masuk sekolah negeri karena kalah dengan anak yang usianya jauh lebih tua.

Devy mengaku sudah tak mungkin dirinya menyekolahkan sang anak ke sekolah swasta. Ia mengatakan terkendala biaya di tengah pandemi virus corona.

Oleh karena itu, GEPRAK menuntut agar Anies mengganti kriteria usia sebagai parameter utama dalam seleksi PPDB. Selain itu memperbesar proporsi kuota PPDB jalur prestasi untuk memberikan peluang bagi siswa yang berusia muda.

Aturan soal penerimaan siswa berdasarkan kriteria usia tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Salah satu poin dalam surat keputusan itu yakni mengenai proses seleksi melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi. Dalam hal jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam zonasi maupun afirmasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengklaim kebijakan ini dilakukan untuk membantu masyarakat miskin yang kerap gugur di jalur zonasi karena tidak bisa bersaing secara akademik.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid mengatakan aturan usia pada Penerimaan Peserta Didik Baru sudah ada sejak 2017.

Menurutnya, Provinsi DKI Jakarta baru menetapkan aturan tersebut tahun ini karena UN ditiadakan akibat pandemi Covid-19. DKI Jakarta lantas memakai kategori usia sebagai salah satu kriteria pemeringkatan PPDB jalur zonasi.

Sumur: https://m.cnnindonesia.com/nasional/...a-ppdb-jakarta

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta

Ribet ya dunia pendidikan sekarang.
Jaman ane dulu ga ada zona2an,masuk sekolah negeri tergantung NEM nya,jd siswa berlomba2 untuk bisa masuk sekolah favorit/unggulan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
pdhl ortu skolahin anaknya cpt2 biar anknya biar bisa cpt balas jasa emoticon-Leh Uga eh emoticon-Shutup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Quote:


Jaman NEM itu namanya bkn zona, namanya rayon
Tp siswa bisa urus ajukan pindah rayon dgn aturan yg ane lupa..dulu ane mo pindah rayon tp ga jd
Lihat 1 balasan
Ternyata ada yg lebih ribet dari rayon.

emoticon-Leh Uga
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
sudah bener tuh.
kasian anak-anak, masih waktunya menikmati masa bermain, sudah disuruh mikir pelajaran ini itu demi keegoisan ortu, stress sendiri anaknya.
kayak buah yang dipaksa matang, busuknya pun lebih cepat
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
Lihat 8 balasan
makin ancur si dim2 emoticon-Leh Uga
Lihat 2 balasan
Quote:


Padahal faktor penentuan dari kemampuan ini (prestasi) ini penting agar siswa terpacu untuk belajar dengan baik, tetapi malah dihilangkan.

Alasannya demi pemerataan, pemerataaan bodohnya?

China bisa maju hingga ribuan tahun karena faktor meritokrasi Konfucianisme, di mana hanya para sarjana yg lulus Ujian Negara yg bisa diangkat menjadi pejabat. Sedangkan negara ini sepertinya membuang prestasi dan kemampuan seseorang untuk bekerja, malah diganti dengan kemampuan baca alquran dsb.... emoticon-Embarrassment

Gimana negara nggak makin mundur dan kalah dengan negara ASEAN lainnya? emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
PR menteri pendidikan yg gak pernah selesai emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
seharusnya kelas akselerasi diperbanyak. supaya anak yang lebih cerdas nggak bosan pelajarannya diulang2i terus.

selain akselerasi 3 tahun jadi 2 tahun, sebaiknya ada sekolah khusus super akselerasi 3 tahun jadi 1 tahun.

selama ini anak-anak cerdas yang bosan sekolah karena pelajarannya diulang2i terus, memilih homeschooling supaya bisa menyingkat dari 3 tahun jadi 1 tahun atau kurang, tapi akibat homeschooling adalah pergaulan kurang terasah karena tidak ke sekolah.


anak ini nggak akan diterima di sekolah negeri di indonesia

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kampret.strez
D DKI aturanya bisa beda gitu ya sama pusat???

Emang boleh ya???

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan bhumbhazta memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Profesor
PhD
Mantan Mendikbud
Kurang apa coba...
Ente orangtua lulus S1 aja untung2an
Lha kok mau mengkritik kebijakan dr seorang yg jauh lebih pandai dilihat dr sudut manapun dibanding kalian
profile-picture
profile-picture
localsecurity dan bhumbhazta memberi reputasi
Diubah oleh xrm
masuk swasta aja lah kalo gak mau ribet.

PPDB itu bertujuan agar yg tua diutamakan, bukan berati yg muda gak diterima.
karena kan ada beberapa jalur penerimaan.

JALUR PENERIMAAN DI DKI JAKARTA :
- AFIRMASI
- INKLUSI
- PRESTASI
- ZONASI
- PRESTASI AKADEMIK LUAR DKI
- PINDAH TUGAS
- ANAK NAKES COVID19


boleh nyinyir tapi tetap OTAK dipake MIKIR
profile-picture
profile-picture
essholl dan uratkumbang memberi reputasi
Diubah oleh BIKErs.LiFe
Lihat 1 balasan
Kelas akselerasi biar cepet dapet ijazah kah? emoticon-Leh Uga



Boleh kelas akselerasi diperbanyak, tapi kualitasnya ditingkatkan, jangan asal cepat lulus aja
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
Selanjutnya berarti akselerasi bakal sepi
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
mang enak... makan tuh seiman

temen gue akhirnya mindahin anaknya ke SMA daerah.
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan uratkumbang memberi reputasi
Padahal kebijakan tahun ini menurut saya sangat bagus dan cukup adil, berusaha inovatif memang butuh gebrakan.
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
sementara bocah di bawah 10 tahun sudah jadi sarjana..... emoticon-Ngacir


profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
masukan yang bagus bagi para pemangku kebijakan
profile-picture
profile-picture
darwinsilb dan uratkumbang memberi reputasi
Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta
.....itu usaha yg sia2
emoticon-Nyepi

kalo karena Aturan Usia PPDB ,Orang Tua Siswa Desak Hapus Anis dari Jakarta
di jamin viral
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan uratkumbang memberi reputasi
ga kelar2 ini hal2 kek begini... cuman pada minta tapi ga direspon ya sama aja...
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan uratkumbang memberi reputasi
sekolah negeri jangan ada unggulan, kalau perlu mutunya cukup pas2an aja jadi cuma orang menengah bawah yang mau masuk ke sekolah negeri. ini berlaku dari SD sampai PT.
dari pada sekarang dibuat unggulan, ujung2nya orang2 berada yang masuk sekolah negeri, yang menengah ke bawah terpaksa membayar lebih mahal ke sekolah swasta yang mutunya lebih jelek atau putus sekolah.
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di