CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Belanja di Mal? Dokter Reisa: Resiko Terlalu Tinggi, Jika Anda Ragu, Jangan Lakukan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef16806a2d19565896fbb18/belanja-di-mal-dokter-reisa-resiko-terlalu-tinggi-jika-anda-ragu-jangan-lakukan

Belanja di Mal? Dokter Reisa: Resiko Terlalu Tinggi, Jika Anda Ragu, Jangan Lakukan

Belanja di Mal? Dokter Reisa: Resiko Terlalu Tinggi, Jika Anda Ragu, Jangan Lakukan

INDUSTRY.CO.ID - Jakarta - Dokter Reisa Broto Asmoro Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mengatakan pihak pengelola, maupun pengunjung pusat perbelanjaan harus menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari pembatasan jumlah pengunjung, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di semua pintu masuk pusat pembelanjaan dan aturan mengenai jam operasional, jam buka dan tutupnya mal sesuai keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 382 tahun 2020.

"Jika, ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu diatas 37,3 derajat Celcius, maka pengunjung tidak diperkenankan masuk. Jika, pengunjung tidak memakai masker, maka tidak diperbolehkan masuk juga," tegas Dokter Reisa beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dikatakannya, pada saat memeriksa suhu para pengunjung, petugas wajib menggunakan masker dan pelindung wajah, atau face shield dan harus didampingi oleh petugas keamanan.

Kemudian, jarak antar etalase, antrean kasir, tangga eskalator dan lift juga harus diatur dengan batas minimal adalah satu meter.

"Jarak saat mengantri dengan memberi penanda di lantai minimal satu meter, seperti di pintu masuk kasir, dan juga lift, dan juga eskalator, dan membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam lift dengan membuat penanda pada lantai lift," jelas Dokter Reisa.

Selanjutnya, masing-masing pengelola harus menerapkan pengaturan model transportasi untuk mencegah terjadinya kerumunan dan mengoptimalkan ruang terbuka serta agar tidak terjadi kerumunan.

Selain itu, Dokter Reisa juga mengatakan bahwa pengelola wajib memberikan informasi tentang larangan masuk bagi kerja dan pengunjung yang memiliki gejala yang merujuk pada COVID-19.

"Pengelola diminta memberikan informasi tentang larangan masuk bagi kerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan atau sesak nafas, atau punya riwayat kontak dengan orang yang terkena COVID-19," jelasnya.

"Bagi kita yang terpaksa dan penting sekali harus ke mal, tolong perhatikan. Pastikan kita dalam kondisi yang sehat, jika mengalami gejala seperti yang tadi sudah saya jelaskan, tetaplah berada di rumah, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan, apabila kondisi berlanjut," imbuh Dokter Reisa.

Bagi para pengunjung, Dokter Reisa juga menyarankan untuk selalu memakai masker dalam perjalanan ke dan dari mal dan selama berada di pusat perbelanjaan sejenisnya.

"Sering-sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik, atau gunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh area wajah, seperti di mata, hidung, dan mulut, apalagi kalau belum cuci tangan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain," jelasnya.

Apabila kemudian pusat pembelanjaan mal, atau pertokoan padat dengan aktivitas manusia, Dokter Reisa tidak menyarankan pengunjung memasuki area dalam kondisi tersebut.

"Jangan dipaksakan. Cari alternatif tempat lain atau pilih opsi belanja online, atau secara daring," terangnya.

Selain itu, baik bagi para pedagang, pekerjaan, maupun pengunjung juga diminta agar tidak membawa sekelompok yang rentan, seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta, atau penyandang disabilitas yang terlibat ke dalam pusat pembelajaan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa protokol kesehatan tersebut diterbitkan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 untuk memfasilitasi masyarakat yang beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19, namun dengan mulai beradaptasi pada Kebiasaan Baru.

Kendati protokol kesehatan telah diterbitkan, namun Dokter Reisa tetap mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja di tengah pandemi COVID-19.

"Apabila, resikonya terlalu tinggi, dan Anda ragu, jangan lakukan. Tetaplah tinggal di rumah dan cari alternatif lain berbelanja," pungkas Dokter Reisa.

Baca Selengkapnya:

https://www.industry.co.id/read/6889...jangan-lakukan
Belanja di Mal? Dokter Reisa: Resiko Terlalu Tinggi, Jika Anda Ragu, Jangan Lakukan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
smersh64 dan 5 lainnya memberi reputasi
Siap bu dokter
Nanti malem aku suntik ya biar sembuh dari coronces
profile-picture
37sanchi memberi reputasi
Nah kan pembodohan lagi emoticon-Hammer
Quote:


Wah..... emoticon-Matabelo

Keluarga Rai.... terus bertambah jumlahnya. emoticon-Wkwkwk emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
smersh64 dan 3 lainnya memberi reputasi
Kalau yang cara ibadahnya sampai muka kena lantai, lalu mengusap wajah, tangan kena mata hidung mulut resiko jauh lebih rendah, soalnya kebal. Cuci tangan air ga pakai sabun, tetap kebal.

Oops...

Belanja online itu ga bisa pilih barang. Tau2 dapat barang lama hampir expired. Tapi banyak promonya ya.
beli di online aja
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di