CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sentil yang Nyinyir, Luhut Beberkan Alasan RI Butuh China
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef16055337f933d655493a6/sentil-yang-nyinyir-luhut-beberkan-alasan-ri-butuh-china

Sentil yang Nyinyir, Luhut Beberkan Alasan RI Butuh China

Sentil yang Nyinyir, Luhut Beberkan Alasan RI Butuh ChinaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho

Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab 'nyinyiran' pihak-pihak tertentu yang mempertanyakan kedekatan Indonesia dengan China. Luhut menjelaskan alasan Indonesia tidak bisa menolak keberadaan China karena punya peran yang cukup besar di pasar global.

"Dampak COVID-19 ini ada dampak di Tiongkok, kita nyinyir lihat Tiongkok. Tiongkok itu 18% mengontrol ekonomi dunia. Kita suka tidak suka saya harus sampaikan, kita nggak bisa ignore keberadaan dia. Nah ini punya dampak, apalagi jarak kita dekat dengan dia," terang Luhut dalam rapat bersama Banggar DPR RI, Senayan, Senin (22/6/2020).

Meski begitu, pemerintah Indonesia tetap memberi syarat ketat bagi kerja sama dan investasi yang masuk dari China. Setidaknya ada lima syarat wajib yang harus dipenuhi China bila ingin membangun kerja sama dengan Indonesia.

"Dengan Tiongkok saya pikir investasi terus meningkat. Dan mereka memenuhi kriteria yang kita berikan. Jadi tidak ada tidak. Ada lima kriteria untuk masuk ke Indonesia. Satu, dia harus bawa teknologi, dua dia harus teknologi transfer, tiga dia harus added value, keempat dia harus melakukan B2B dari tiap itu, kelima dia harus menggunakan tenaga kerja kita sebanyak mungkin," tegasnya.


Namun, Luhut mengakui masih harus menyerap tenaga kerja asing khususnya untuk bidang-bidang tertentu.

"Tapi dalam konteks ini karena kita tidak punya engineer yang cukup dalam teknologi. Sekarang ini kita punya pegawai Indonesia itu 92%, ada juga 8% asing dari Tiongkok ada juga dari Prancis," sambungnya.


Tak hanya dengan China, Luhut memastikan, Indonesia juga menjalin kerja sama serupa dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah. 

Contohnya dengan Abu Dhabi, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, negara tersebut menggelontorkan hampir US$ 25 miliar untuk investasi di sini.

"Kita memelihara balance of power antara Timur Tengah, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), dan sekarang pemerintahan Presiden Joko Widodo, hubungan kita dengan tiga-tiga ini, saya boleh katakan sangat baik. Ketika dengan Abu Dhabi untuk pertama kali ada masuk investasi yang masuk hampir US$ 25 miliar sepanjang sejarah republik dan itu semua on going," paparnya.


sumber: https://finance.detik.com/berita-eko...-butuh-china/2

suka suka kau lah pung emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novitasari94 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Yg dinynyirin itu kan yg tidak sesuai prosedur spt masuk tanpa izin yg sah dll
profile-picture
profile-picture
spetanaz dan dumpsys memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Cina lokal jg kita butuh bos emoticon-Big Grin
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
mentri perwakilan menlen
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 3 lainnya memberi reputasi
Kenapa harus CN sih, ada UK, US, EU, RUS kenapa kiblatnya xi jinping.....
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan reid2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
seluruh dunia butuh china, itu fakta

yg membedakan, cuma kadar gengsinya
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan spetanaz memberi reputasi
prime minister opung luhut has spokenemoticon-Ngakak
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
setuju Pung, azas manfaat dari negara2 besar
RI butuh china, sebagaimana RI juga butuh negara negara lain. tapi jangan sampe bergantung pada china.
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Sentil yang Nyinyir, Luhut Beberkan Alasan RI Butuh China
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
guru gw pernah bilang walaupun kita dijajah jepang namun klau ditanya mana yg harus kita percaya...orang china atau jepang guru gw selalu megang orang jepang...klau diliat dari kejadian beberapa tahun kebelakang sampai saat ini ane baru tau kenapa....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Mau ngemeng apa


Negara negara arab juga kerjsama dgn china

Kdrun kadrun asu kan pengennya kerjasama dgn mamarikaemoticon-Hammer2
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Memang lebih realistis kerjasama sama cina, daripada mengharap pribumi indonesia,
mimpinya cuma jadi pns,
Koar-koar indonesia jangan masukin tka cina,
Tapi disuruh buka pabrik sendiri katanya modal gede, disuruh kredit ke bank katanya riba,
Tiap hari postingannya "rejeki sudah ada yang ngatur"
Kalau hidup susah tinggal teriak SALAH JOKOWI!!
Lalu demo pake sorban putih di monas,

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dadatunabakar
Jgn lupa bilang ke menlen jangkrik boss.
emoticon-Leh Uga
Bool jinpig sungguh manisnya luar biasa di lidah lord buldozer
semua saling membutuhkan
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi
Maklumin ajah
Mungkin dia bisa ngatjeng bila lihat mukanya xi jinping
Dan bisa crots kalau liat bool nya TKA menlen lg berak di trotoar
emoticon-Ngakak
profile-picture
reid2 memberi reputasi
baik transfer teknologi matamu, itu kita bayar rekanan kerja dari Cina memang harga murah kualitas cukup baik, tapi bonus sama pekerja mereka yang menyusahkan, kemudian manual book dan buku kerja SOP bahasa Cina, untuk PLTU Batubara teknologi apanya? Barang sudah ketinggalan jaman daya kecil, cost operasional gede, MATAMU
Lihat 3 balasan
Lampu senter dirumah buatan China..
kerjasaaamaa sama ngarapp kitaa dapattt apaa..????


apakahh cuma dapat handphone berbahasaa ngarapp.??

handphonenya pun dari cina... hadehh....

kurmaaa kalii yaa
Triak2 anti aseng, demo sana sini. Difoto divideo disebarin via medsos.

Tpi gadget yg dipake merk Xiomi, vivo, oppo.
Pathetic...emoticon-Hammer2
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di