CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Korea Selatan Berusaha Membatalkan Aplikasi Jepang ke UNESCO
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef0ae73365c4f74d16d5413/korea-selatan-berusaha-membatalkan-aplikasi-jepang-ke-unesco

Korea Selatan Berusaha Membatalkan Aplikasi Jepang ke UNESCO



TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pihak Korea Selatan berusaha membatalkan aplikasi Jepang ke UNESCO mengenai warisan budaya dunia di 23 aset yang ada di Jepang termasuk Tambang Batubara Hashima di Kota Nagasaki, yang umumnya dikenal sebagai Gunkanjima.

"Kita telah dengan tulus menerima resolusi Komite Warisan Dunia dan mengimplementasikannya dengan itikad baik," ungkap Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, resolusi dan rekomendasi dengan tulus telah diterapkan termasuk langkah-langkah yang dijanjikan kepada pihak yang terkait.

"Kami ingin menahan diri mengomentari pers Korea. Berbagai langkah yang terinci dan benar sesuai permintaan UNESCO telah kami lakukan," tambah Suga.

Menurut pemberitaan pers Korea, pihak Korea Selatan akhir bulan ini akan mengirim surat keberatan ke pihak UNESCO yang meminta pembatalan pendaftaran dari pihak Jepang khususnya Gunkanjima.
Pulau Hashima atau Gunkanjima yang masih dipermasalahkan pihak Korea, sedang diajukan sebagai warisan budaya dunia oleh Jepang.
Pulau Hashima atau Gunkanjima yang masih dipermasalahkan pihak Korea, sedang diajukan sebagai warisan budaya dunia oleh Jepang. (Wikipedia)

Pihak Korea menganggap masalah pekerja Korea di saat Perang Dunia II di Gunkanjima belum dijelaskan secara rinci oleh pihak Jepang.

Pulau Hashima umumnya disebut Gunkanjima atau Pulau Kapal Perang adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki, sekitar 15 kilometer dari Kota Nagasaki.

Pulau ini berpenghuni antara tahun 1887 hingga 1974 sebagai fasilitas penambangan batu bara.

Baca: Tingkatkan Penjualan, Asosiasi Nelayan Jepang Bagi-bagi 400 Kilogram Ikan Gratis

Pada tahun 1890 perusahaan Mitsubishi membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batu bara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut.



Pada tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.

Jumlah penduduk pulau ini membengkak pada tahun 1959.
Pulau Hashima (Gunkanjima) di Nagasaki, tempat industrial zaman Meiji.
Pulau Hashima (Gunkanjima) di Nagasaki, tempat industrial zaman Meiji. (Mainichi)

Kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektar untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektar untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Ketika minyak bumi menggantikan batubara tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima.

Baca: Kemunculan Polisi Masker Menimbulkan Ketegangan di Kalangan Masyarakat Jepang

Pada tahun 1974, Mitsubishi, banyak mempekerjakan orang Korea saat Perang Dunia II, secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut.

"Warisan Revolusi Industri Meiji Jepang" yang terdiri dari 23 aset, termasuk Tambang Batubara Hashima di Kota Nagasaki, yang umumnya dikenal sebagai "Gunkanjima," terdaftar lima tahun lalu sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pulau Gunkanjima di Jepang
Pulau Gunkanjima di Jepang (JAPAN Forward)

Dengan pemikiran ini, pemerintah Jepang membuat resolusi yang mengharuskan untuk merespons sehingga Komite Warisan Dunia, yang memeriksa pendaftaran, dapat memahami seluruh sejarah, sehingga "Pusat Informasi Warisan Industri" yang menjelaskan sejarah pada waktu itu akhirnya dibuka untuk umum mulai tanggal 15 Juni 2020.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea telah menyatakan bahwa tidak ada pengumuman resmi, tetapi hal itu harus diperbaiki pada tahap awal.

Jepang akan mengambil langkah-langkah multilateral untuk memenuhi janjinya.




Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korea Selatan Berusaha Membatalkan Aplikasi Jepang ke UNESCO, https://www.tribunnews.com/internasi...unesco?page=2.

Editor: Dewi Agustina
klau gitu kita juga biss nuntut dong seperti itu ke belanda ama jepang... emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di