CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Joko Hartono Merasa Tak Bisa Bisa Diadili Dalam Kasus Korupsi Jiwasraya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef005f2facb957df11d7b42/joko-hartono-merasa-tak-bisa-bisa-diadili-dalam-kasus-korupsi-jiwasraya

Joko Hartono Merasa Tak Bisa Bisa Diadili Dalam Kasus Korupsi Jiwasraya

Joko Hartono Merasa Tak Bisa Bisa Diadili Dalam Kasus Korupsi Jiwasrayailustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Joko Hartono, salah satu terdakwa dalam pusaran kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya, membacakan eksepsi. Diwakili Kresna Hutauruk, tim kuasa hukumnya, Hartono meyakini bahwa jaksa tidak berwenang mengadilinya sebagai tindak pidana korupsi.

"Karena ini perkara a quo bukan merupakan tindak pidana korupsi," baca Kresna dalam eksepsi kliennya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/6).

Eksepsi juga melihat bahwa penanganan perkara Asuransi Jiwasraya syarat penyimpangan. Eksepsi menegaskan, ada pelanggaran hukum yang dialami Hartono sejak penyelidikan perkara dimulai.

Eksepsi menjelaskan, penyidikan perkara didasarkan pada Hasil Penyelidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan pada PT. Asuransi Jiwasraya. Kendati, diyakini Hartono, berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku, Kejaksaan Agung tidak diberi kewenangan untuk melakukan Penyelidikan di ranah tersebut.

"Telah terjadi salah kaprah sejak awal penanganan perkara ini.Bila dikaitkan dengan prinsip fruit of poisonous tree tindakan Kejaksaan tidak sah karena sejak semula diawali oleh perbuatan yang melawan hukum," yakin eksepsi Hartono.

Selain itu, Eksepsi juga menyinggung surat dakwaan Penuntut Umum yang dinyatakan tidak cermat dalam mengurai adanya perbuatan Hartono dalam memperkaya atau menguntungkan diri sendiri.

"Karena tidak ada uraian perbuatan Terdakwa memperkaya diri sendiri atau memperoleh keuntungan maka kepada Terdakwa tidak dapat diterapkan ketentuan Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," beber eksepsi.

Memperkuat hal tersebut, eksepsi menuliskan bahwa surat dakwaan, tidak ada penyebutan satupun harta benda terdakwa yang disita sebagaimana berkas perkara a quo yang diterima Terdakwa dari keuntungan kasus jiwasraya.

"Harta benda terdakwa disita tidak ada keterkaitan dan tidak ada hubungannya dengan perkara ini. Penyitaan atau perampasan terhadap harta benda Terdakwa dan keluarganya adalah tidak sah dan tidak berdasar," tegas eksepsi.

Mengakhiri eksepsi, bahwa surat dakwaan jaksa harus dibatalkan.Khususnya karena tidak menguraikan perbuatan atau peran terdakwa terkait pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Demikian surat dakwaan tidak jelas dalam menguraikan peran terdakwa dalam mengatur dan mengendalikan 13 (tiga belas) manajer investasi (MI), bagaimana, kapan, dengan cara apa, dan atas kesepakatan apa tidak jelas diuraikan. Semuanya hanya berdasarkan asumsi," tandas eksepsi Hartono.


Spoiler for Sumber:


profile-picture
profile-picture
nomorelies dan chisaa memberi reputasi
Pinter ngelas nih orang.
ada benarnya kok bukan korupsi cuma nyolong dana perusahaan emoticon-Wakaka:
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan Rasuna memberi reputasi
Resiko kerja di plat merah emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Tukang goreng saham nih
Wkwkw... Canggih nih orang ngelesnya...


emoticon-Ngakak emoticon-Toast emoticon-Ngakak
itulah kuhp hrs direvisi
celah2 sperti ini yg hrs di tutup
blm lg tunttan hukuman yg msh begt ringan
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan lupis.manis. memberi reputasi
cari pasal lain.
emoticon-Leh Uga
Pinter cara ngeles pengacaranya.
Yak..
Tidak terbukti..
emoticon-Leh Uga
profile-picture
LaSeixas memberi reputasi
tinggal perang bukti.
ya makanya di buktikan semoga hakim nya sebijaksana itu agar terungkap bagaimana sebenarnya kasus ini
peluang lolos nya ada tapi kecil
Bilang saja ga sengaja memperkaya diri...
nama joko itu gak dipercaya, nayatanya si joko memang ini berusaha ngibulin pemerintah eh mau ngibulin di pengadilan , coba pakai si ngibulin jadi jubir


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di