CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI APAKAH HARUS MENGGUNAKAN KURIKULUM BARU
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eef5c53b840882f9d7cfeff/menghadapi-revolusi-industri-apakah-harus-menggunakan-kurikulum-baru

MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI APAKAH HARUS MENGGUNAKAN KURIKULUM BARU

MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI APAKAH HARUS MENGGUNAKAN KURIKULUM BARU

ALWI HILIR S.kom.M.pd.i
founder of Indonesian educational innovation institutions dan anggota IAE (Indonesia aproach educational)
______________________________________________________

Untuk maju, sebuah negara tentu harus melakukan perubahan di berbagai bidang. Apalagi saat ini, ketika Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 di mana persaingan kian ketat.

Salah satu perubahan itu bisa terbentuk dengan perbaikan sumber daya manusia. Demi menciptakan hal tersebut, Jababeka Group bekerjasama dengan Glasgow University dan President University menggelar seminar bertajuk "The Future of Global Higher Education”.

Seminar ini digelar demi meneruskan misi Presiden Joko Widodo yang meluncurkan "MAKING INDONESIA 4.0". Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memasuki era revolusi industri 4.0 sebagaimana yang belakangan digembar-gemborkan

Menghadapi revolusi industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini.

"Negara perlu merubah tiga hal dari sisi edukasi," ujar Darmono. Yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya, sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang anak. Terakhir, institusi pendidikan tinggi seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang Pemerintah, lanjut Darmono, perlu memberikan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak, misalnya dengan menyediakan teknologi yang mumpuni.

Konsep 'KKN' di zaman sekarang adalah komunikasi, kolaborasi, dan networking. "Bukan kolusi, korupsi, dan nepotisme," kata Darmono.

Dalam kesempatan yang Vice International Chancellor President Universiy, Profesor Scott Younger mengatakan bahwa teknologi akan selalu berubah. "Mungkin selanjutnya ada revolusi terbaru lagi," kata dia.

Gelaran ini diharapkan menjadi bekal pada sistem terbaru dalam dunia pendidikan sehingga terbentuk sumber daya andal yang dimiliki Indonesia.
Diubah oleh alwihilir23


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di