CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penistaan Agama Itu Bernama “Ketuhanan yang Berkebudayaan”
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eef5a5b365c4f65c03afa83/penistaan-agama-itu-bernama-ketuhanan-yang-berkebudayaan

Penistaan Agama Itu Bernama “Ketuhanan yang Berkebudayaan”

ACEHSATU.COM – Perdebatan panas publik terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila dalam pekan ini nyaris tak terdengar lagi. Ntah media tidak mempublikasikanya atau kah rakyat kini semakin sadar. Siapa yang sedang mereka hadapi.
Ada yang sangat menarik perhatian saya membaca tulisan bergizi wartawan senior Asyari Usman. Dimulai pada judul yang diangkat. “PDIP Tidak Bisa Lagi dalam Urusan Pancasila.” Partai berlambang kepala Banteng itu tidak bisa dipercaya lagi sebagai tempat untuk menitipkan Pancasila.

Asyari memberikan sebuah argumen yang sangat kuat untuk menunjukkan pembuktiannya bahwa Pancasila betul-betul tidak akan aman ditangan PDIP. Khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui konsep Trisila yang diusung oleh PDIP. Sila tersebut dilecehkan menjadi “ketuhanan yang berkebudayaan”. Sebuah konsep yang sangat bertentangan dengan akidah Islam.
Konsep Trisila kemudian terkristalisasi dalam Ekasila hingga Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi ketuhanan yang berkebudayaan. Bukan hanya pelecehan terhadap ajaran Tuhan. Bahkan dapat dikategorikan sebagai sikap penistaan terhadap agama.
Dalam konsep Islam, Tuhan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam. Islam menitikberatkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid). Bukan Tuhan berkebudayaan.
Selama ini khususnya umat Islam tidak lengah dengan sepak terjang PDIP. Partai besukan Megawati sangat alergi dan gerah dengan soal agama. Elit partai tidak suka dengan konsep Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi semangat membangun bangsa dan negara. Tak heran bila ada kesempatan mereka ingin menukarkan sila pertama itu.
Umat Islam mencatat. Berkumpulnya generasi baru eks Partai Komunis Indonesia (PKI) di bawah bendera PDIP menjadi motor melecehkan Pancasila. Sebab PKI sejak dulu anti Pancasila. Lebih jelasnya anti Tuhan.
Meskipun pemerintah menunda lanjutan pembahasan RUU HIP. Tetapi umat Islam tetap konsisten menolak seluruhnya RUU ini. Umat Islam sepakat dengan Asyari Usman. PDIP tidak bisa lagi dapat dipercaya sebagai pengawal Pancasila. (*)


https://acehsatu.com/penistaan-agama...berkebudayaan/

Monggooo



Percayakah antum kalau Tuhan/ajaran Tuhan bisa di nistakan?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gaygene
Halaman 1 dari 2
Penistaan Agama Itu Bernama “Ketuhanan yang Berkebudayaan”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wolfzmus dan 5 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Agama tuh gak bisa lepas sama yg namanya budaya. Ambil contoh islam, pakaian tertutup dianggap budaya islam kan? Ada agama Buddha, budaya makan vegetarian itu berawal dari para biksu di kuil. Jadi klo ketuhanan yang berkebudayaan bukan penistaan sih, krn dri agama, bisa berkembang jadi budayaemoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
harsontol dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
diskusi ga mau.... bisanya nolakk...hahaa....
semaunya sendiri.. ada kilapahh diem ajeee...kek gitu kah yg disebutt pancasilais.?


lucuu...


lanjutttkan HIP.....


profile-picture
profile-picture
profile-picture
harsontol dan 10 lainnya memberi reputasi
jaman krg die bikin aturan
giliran rakyat ga tau aturannye die
lgsng kena sangsi
profile-picture
profile-picture
entop dan rizaradri memberi reputasi
serius "wartawan senior" ngasih justifikasi "pembubaran" salah satu partai politik tertua di indonesia cuma berdasarkan argumen kalau ketuhanan yang berkebudayaan itu menurut dia gak sesuai dengan unsur-unsur islam?
emoticon-Cool
berarti islam dan budaya gak bisa berjalan beriringan? terus yang dilakuin sama sunan kalijaga itu dulu apa? musyrik?

Quote:


dulu ane punya temen yang demen banget kilafah, agak susah kalo ngajak mereka diskusi soalnya begitu terpojok mereka punya konsep dasar "kalo ente bukan kelompok kami, ente otomatis salah" udah gitu, jadi buat mereka udah gak ada alasan buat berdiskusi sama manusia yang udah jelas salah, kilafah itu taken for granted
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh joesatriyono
Perlu dicari siapa yg ngomporin masalah ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 3 lainnya memberi reputasi
tees minta mulus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 2 lainnya memberi reputasi
Belajar bedain dulu antara ketuhanan sama tuhan emoticon-Blue Guy Smile (S)















































emoticon-raining
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan 6 lainnya memberi reputasi
akidah yang mana
sanggah dengan fiqih atau hadis
ni politisi jualan agama ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Tunjukan kemanusiaan aja lah. Kalau ada kemanusiaan pasti ada Tuhan di dalam diri dia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Penistaan Agama Itu Bernama “Ketuhanan yang Berkebudayaan”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wolfzmus dan 2 lainnya memberi reputasi
jelas ada yg tersinggung... karena merasa gak punya budayaemoticon-Big Grin

yg ada malah suka menghancurkan kebudayaan orangemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Terus kadrun mau ngapain? Mau ngerusuh? Mau ngejarah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bhumbhazta dan 3 lainnya memberi reputasi
PENDANGKALAN AGAMA DAN BUDAYA -

Bangsa Indonesia sedang mengalami gegar budaya (culture shock) dan pendangkalan agama. Budaya Arab puritan diadopsi sebagai aksesori agama dan mengubahnya menjadi "budaya kita".
Budaya baru yang dangkal!

Di Indonesia saat ini, orang orang yang merasa beragama - dengan baju agamanya - tak ragu menindas orang lain, berperilaku bengis represif, enteng mengkafir-kafirkan orang. Meminggirkan kaum minoritas, sesama bangsa Indonesia. Merusak keragaman dan kesatuan.

Di Indonesia saat ini, dakwah dakwah keagamaan lebih banyak membahas omong kosong yang tidak terkait dengan masalah pokok bangsa ini, yaitu korupsi, kolusi, nepotisme dan intoleransi. Juga radikalisme. Bahkan ikut menyuburkannya!

Setiap tahun jumlah rumah ibadah bertambah dan warga yang berangkat ke tanah suci terus bertambah, naik peminatnya. Mereka yang bergelar haji juga bertambah. Tapi indeks korupsi dan kolusi tidak menurun karenanya. Gak ngaruh! Bangsa Indonesia belum benar benar menjadi bangsa yang soleh - melainkan baru sekadar "kelihatan soleh"

Beragama menjadi satu hal. Dan mempraktikan nilai agama menjadi hal lain. Mengaji, ya, dan pergi haji, ya. Korupsi dan kolusi juga, ya. Pakai hijab iya, menyebar hoax, iya juga.

Dakwah dakwah keagamaan di Indonesia saat ini tidak relevan dengan kehidupan sehari hari dan rujukan praktis kemasyarakatan yang berlaku, tapi hanya mengurus yang remeh temeh dan tidak substansif - tak jauh dari urusan poligami dan kelamin - membawa kita kembali ke peradaban rendah masa lalu. Mundur berabad abad!

Ibadah ibadah agama menjadi kegiatan mekanis dan pertunjukan panggung hiburan yang dangkal. Bukan penghayatan spiritual!

Dalam memandang sudut keIndonesiaan apa keuntungan kita berpenampilan keArab araban?!
Bangsa kita dapat apa dengan meniru niru budaya Arab?! Pakai gamis, hijab dan niqab? Jenggotan. Menghitamkan jidat?! Dapat apa?!
Apa Tuhan hanya menerima kita dan memasukkan ke surga kalau kita meniru niru Arab dan menjadi ke Arab Araban?!
Sengaja dalam hal ini saya tekankan Indonesia dan keIndonesiaan!
Dimana kita lahir dan tumbuh. Tumpah darah kita. Karena kita budaya besar - Budaya Nusantara!

Di Indonesia, saat ini - hal yang paling meresahkan dari maraknya pendangkalan agama saat ini adalah usaha intensif menghapus tradisi dan budaya lokal, warisan leluhur yang merusak keIndonesiaan!


PEMAHAMAN agama yang instan, dangkal, sangat rawan terhadap penyimpangan. Sebab, agama saat ini juga telah menjadi komoditas dan kepentingan tertentu. Alat politik.
Dalam meraih kekuasaan, agama tidak dijadikan sumber nilai. Tapi alat pembenar dari ambisi pribadi dan kelompok.

Supriyanto Martosuwito


Penistaan Agama Itu Bernama “Ketuhanan yang Berkebudayaan”


akhirnya ulernya muncul juga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fandicamel
Lihat 5 balasan
PDIP tau pasarnya memang bukan org2 konservativ,jdi di benci sama mereka ya ga mslh wong dri dulu memang bukan pangsa pasarnya,malah pdip smakin merangkul non islam dan mengambil suara sebagian islam abangan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 4 lainnya memberi reputasi
Ketuhanan dan tuhan 2 hal yg berbeda, sudah terlihat ajaran import dari bangsa barbar berusaha menghapus budaya luhur nusantara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Butuh sosialisasi ttg makna mendalam enih, supaya ndak miskom. emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Agama mana yg dinistakan??emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Muter2...
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan entop memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di