CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal RUU HIP, Purnawirawan TNI-Polri Total Sepakat dengan Jokowi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeed4ae4601cf4cc3001f54/soal-ruu-hip-purnawirawan-tni-polri-total-sepakat-dengan-jokowi

Soal RUU HIP, Purnawirawan TNI-Polri Total Sepakat dengan Jokowi


Mereka berharap, pemerintah tidak menolerir setiap upaya destruksi terhadap keutuhan

Jumat , 19 Jun 2020, 19:55 WIB

Republika/Putra M. Akbar

Soal RUU HIP, Purnawirawan TNI-Polri Total Sepakat dengan Jokowi
Sekjen Forum Komunikasi Purnawirawan TNI/Polri Mayjen TNI (Purn) - Soekarno.

Rep: Ronggo Astungkoro Red: Agus Yulianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para purnawirawan TNI-Polri disebut secara prinsip setuju dengan pandangan Presiden Joko Widodo terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Salah satunya ialah tentang penegasan berlakunya TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

"Pertama kalaupun undang-undang tentang kelembagaan pembinaan ideologi negara atau ideologi pancasila itu ada, maka Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 supaya ditegaskan bahwa itu berlaku," ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, dalam keterangannya, Jumat (19/6).

Selain itu, kata Mahfud, para purnawirawan juga sepakat tentang Pancasila itu ialah yang yang ada dalam UUD 1945. Pancasila yang terdiri dari lima sila yang selama ini dipakai oleh bangsa Indonesia. Para purnawirawan juga berharap pemerintah terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mereka juga berharap, pemerintah tidak menolerir setiap upaya destruksi terhadap keutuhan Pancasila dari paham-paham yang mengancam. "Mereka ingin Pancasila tidak tercabik-cabik oleh paham yang merusak Pancasila, seperti liberalisme, komunisme, dan radikalisme," kata Mahfud.

Pertemuan di Istana Bogor tersebut, selain Mahfud MD, hadir pula Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Azis. Dari kalangan purnawirawan hadir di antaranya, Try Sutrisno, Agum Gumelar, Widjojo Sujono, Ade Supandi, Djoko Suyanto, Rais Abin, Sayidiman Suryohadiprojo, Saiful Sulun, Bambang Darmono, Kiki Syahnakri, Bambang Hendarso Dahuri.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri melihat dinamika kehidupan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial akhir-akhir ini berkembang sangat mengkhawatirkan. Kebebasan nyaris tanpa batas yang dibuka oleh liberalisme disebut menimbulkan turbulensi ideologis di kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kebebasan nyaris tanpa batas yang dibuka oleh liberalisme telah menimbulkan turbulensi ideologis yang luas dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi nasional," ujar Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri, Mayor Jenderal TNI (Purn) Soekarno, pada konferensi pers di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).

Dia menyebutkan, kelompok liberal kapitalis telah berhasil meminggirkan "roh" Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara lewat empat kali amandemen UUD 1945. Pancasila tergantikan dengan individualisme-liberalisme-kapitalisme.

"Kapital besar yang mereka miliki pada kenyataannya mampu mengendalikan dinamika sosial, politik, dan ekonomi," ucap dia.

Menurutnya, kondisi tersebut saat ini, beberapa di antaranya, ditandai oleh maraknya kegaduhan di dalam masyarakat terkait isu TKA China ditengah maraknya PHK selama pandemi Covid-19. Ditandai pula merebaknya isu kebangkitan PKI yang dimanfaatkan oleh kelompok radikal, sisa-sisa PKI, serta kelompok separatis Papua untuk lebih memperkeruh situasi.

Untuk itu, para purnawirawan TNI-Polri mengajak segenap komponen bangsa, khususnya kelompok elit, untuk fokus pada upaya memerangi Covid 19. Menurut mereka, kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas segalanya serta tidak memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan politik maupun ekonomi.

"Kepada aparat yang berwenang agar mengambil tindakan hukum secara tegas terhadap mereka yang melanggar," kata Soekarno.

Pihaknya juga mendesak MPR RI, DPR RI, dan pemerintah, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menegakkan tata kehidupan berdasarkan Pancasila secara murni dan konsekuen. Itu perlu dilakukan dalam kelidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Hal ini akan berhasil hanya melalui upaya konstitusional kaji ulang Perubahan UUD 1945," ujarnya.

Selain itu, Soekarno juga menyampaikan, saat ini kelompok radikal yang berpaham khilafahisme telah berhasil mempengaruhi berbagai lapisan masyarakat. Kelompok tersenut juga ia sebut telah membangun jaringan yang cukup luas.

"Dalam Muktamar Khilafah tahun 2013 di Gelora Bung Karno secara tegas menyatakan tidak setuju terhadap Pancasila, paham kebangsaan dan demokrasi," ungkap dia.

Karena itu, pihaknya juga mendesak pemerintah untuk membongkar tuntas, menghentikan, dan menindak berbagai bentuk kegiatan kelompok masyarakat yang menyebarkan paham kilafahisme tersebut. Menurut dia, kelompok tersebut saat ini telah memiliki basis di kampus-kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

"Kami juga mendesak pemerintah untuk membersihkan birokrat dari anasir-anasir kelompok radikal," katanya.


https://www.google.com/amp/s/m.repub.../amp/qc6bwz396
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Ruslan Buton udah sepakat belum? emoticon-Mad

Eh dia mah pecatan, pembunuh orang ding. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
reyhan.jauza dan gabener.edan memberi reputasi
memang khilafah yang justru lebih berbahaya, karena jelas dan secara terang terangan menolak Pancasila.
profile-picture
profile-picture
reyhan.jauza dan gabener.edan memberi reputasi
radikal di pe ka i kan saja
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Dia menyebutkan, kelompok liberal kapitalis telah berhasil meminggirkan "roh" Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara lewat empat kali amandemen UUD 1945. Pancasila tergantikan dengan individualisme-liberalisme-kapitalisme.

Yg mengamandemen UUD 45 kemaren pasti antek Asing..
siapa sih ini koordinator tukang amandemennya?
Lihat 2 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
"Kebebasan nyaris tanpa batas yang dibuka oleh liberalisme telah menimbulkan turbulensi ideologis yang luas dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi nasional," ujar Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri, Mayor Jenderal TNI (Purn) Soekarno, pada konferensi pers di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).


contohnya :

Soal RUU HIP, Purnawirawan TNI-Polri Total Sepakat dengan Jokowi

emoticon-Belgia
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Jendral yg pro kadrun koq ga d undang...

emoticon-Big Grin
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
akhirnya mereka sadar bahwa paham khilafah ada sumber penyakit lainnya di negeri ini...emoticon-Ngakak
Diubah oleh gabener.edan
"Kebebasan nyaris tanpa batas yang dibuka oleh liberalisme telah menimbulkan turbulensi ideologis yang luas dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi nasional," ujar Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri, Mayor Jenderal TNI (Purn) Soekarno, pada konferensi pers di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).

Jadi ingat eyang harto.

Tapi untung ada mui fpi pp nu banser dll yg nyeleding palanya pdip yg pura2 ngga sengaja melupakan tap mprs dalam hip
Apapun ideologinya gak bakal kecabik klo alat negara kuat, apa pemerintah uda menjalankan pancasila dgn benar emoticon-Big Grin
Lihat 2 balasan
Selain itu, kata Mahfud, para purnawirawan juga sepakat tentang Pancasila itu ialah yang yang ada dalam UUD 1945. Pancasila yang terdiri dari lima sila yang selama ini dipakai oleh bangsa Indonesia. Para purnawirawan juga berharap pemerintah terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

====

Ada dalam Mukadimah UUD1945 sebagai inti sari dari UUD1945 itu sendiri. Itulah sebabnya gak ada yang berani mengamandemen Mukadimah UUD1945.

Dan gw yakin elu2 semua gak hafal luar kepala Mukadimah UUD1945.

emoticon-Big Grin
Diubah oleh i.am.legend.
Pak SBY tak diundang Pak Presiden??
pancasila di kebiri dengan kilapah diem...

pancasilaa diperkuattt koar2 tidak setuju



hadehhhhhh.......
pemikiran pihak2 militer memang selalu main aman , okelah tpi.
tap MPR(S) itu ada & nggak pernah dicabut. masalahnya di 2020 ini, tap MPR sudah nggak masuk hirarki perundangan jadi nggak boleh masuk konsideran aturan termasuk UU.
@billyns

sudha saatnya tap tersebut dicabutt....

ini tantangan ke depan sudah beda sekali...

dan komunis juga gak bakal berkembang lagi...

karena era terbuka meruntuhkan itu semua...
Beritanya gak full hanya sampai kilafaisme

Padahal paragraf selanjutnya membahas komunisme diisi berita

Jangan di potong2, mirip kadrun ente
profile-picture
hantupuskom memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Momentum ini kalo terlewat nggak tau deh kapan bs muncul lagi, jd hrs dimanfaatkan sebaik2nya buat menutup perkembangan liar tafsir sesat thd Pancasila.

Contoh tafsir sesat Pancasila: agama X paling sesuai Sila Ke-1 sbb agama lain Tuhannya tidak Esa
Bodo amat gw libertarian
Quote:


Selama ini supremasi nya bernilai nol besar

emoticon-Bingung
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di