CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Trump Ajukan Gugatan untuk Cegah Buku Kontroversial John Bolton Terbit
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeec53428c9914ce0606232/trump-ajukan-gugatan-untuk-cegah-buku-kontroversial-john-bolton-terbit

Trump Ajukan Gugatan untuk Cegah Buku Kontroversial John Bolton Terbit

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan gugatan hukum untuk mencegah penerbitan buku mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Buku memoar itu berisi gambaran dari orang dalam soal Gedung Putih di masa kepemimpinan Trump.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2020), Departemen Kehakiman AS mengajukan gugatan hukum terhadap Bolton ke pengadilan federal di Washington DC pada Selasa (16/6) waktu setempat.

Dalam gugatannya, Departemen Kehakiman AS berargumen bahwa penerbitan buku berjudul 'The Room Where It Happened: A White House Memoir' itu berisiko 'membahayakan keamanan nasional' melalui pengungkapan informasi rahasia yang diakses Bolton selama 17 bulan menjabat di Gedung Putih.

Gugatan itu menyebut Bolton gagal untuk membuat naskahnya diperiksa, yang berarti buku ini merupakan 'pelanggaran yang jelas dari kesepakatan yang dia tandatangani sebagai syarat untuk pekerjaannya dan sebagai syarat untuk mendapatkan akses ke informasi yang sangat rahasia'.
Baca juga:
Isi Buku Heboh John Bolton: Trump Minta Bantuan China hingga Soal Uighur

Buku tersebut dijadwalkan terbit pada 23 Juni mendatang. Bolton yang dipecat Trump dari jabatannya sebagai Penasihat Keamanan Nasional AS pada September 2019 ini, menuduh Trump melakukan serangkaian pelanggaran yang bisa dimakzulkan, selain menekan Ukraina untuk menyelidiki rival politiknya atau capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Ini adalah buku yang Donald Trump tidak ingin Anda baca," sebut penerbit Simon & Schuster dalam pernyataannya.

Pemerintahan Trump menyebut Bolton melakukan pelanggaran aturan kerahasiaan mendasar, setelah dia menolak untuk menunggu Dewan Keamanan Nasional (NSC) untuk memeriksa naskah bukunya, seperti yang diwajibkan. Dokumen pengadilan menyebut NSC mendapati 'sejumlah besar informasi rahasia yang telah dimintakan kepada Tergugat (Bolton-red) untuk dihilangkan'.

"Tergugat tampaknya menjadi tidak puas dengan kecepatan tinjauan NSC," demikian bunyi dokumen pengadilan tersebut.

https://news.detik.com/internasional...-bolton-terbit


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di