CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Dunia Kerja & Profesi /
Pengalaman bekerja di VADS Yogyakarta project Shopee.. Menyesal ?! sangat iya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eee0e1c88b3cb432d6e6b6d/pengalaman-bekerja-di-vads-yogyakarta-project-shopee-menyesal--sangat-iya

Pengalaman bekerja di VADS Yogyakarta project Shopee.. Menyesal ?! sangat iya

(Cerita Mantan Karyawan VADS 10 hari sebelum habis masa kontrak terkena termination Tiba tiba dan tanpa kejelasan )


              Baik Kak, di saat satu bulan sebelum habis kontrak saya dengan PT VADS Project  Agent Chat CS Shopee. awalmula saya bekerja di Vads degan project tersebut pada Tanggal 28 Juni 2019, Langsung ke cerita ya. kurang lebih Satu bulan sebelum saya habis kontrak tepatnya pada Tanggal 1 Mei 2020 Ibu saya meninggal dan saya Telefon Team leader saya untuk meminta izin tidak bekerja  dan saat ini di izinkan dan saya tidak menyangka di beri waktu 2 hari. Ternyata dari semua itu Produktivitas kasus yang saya tangani kurang karena saya di beri cuti kematian ibu saya 2 hari dan ada beberapa kasus yang saya tangani terkena penilaian buruk yang menyebabkan saya terkena PIP karena di hitung dari presentase Produktivitas yang saya tangani terlalu rendah (biasanya total / Target produktivitas di hitung setip minggunya dan tidak melihat apakah di minggu tersebut diberikan cuti atau tidak). untuk taget produktivitas yang harus di penuhi adalah 90 Kasus dan jika belum mencapai target tidak bisa Oflline atau berhenti bekerja.  dari kasus yang saya terkena penilaian buruk saja ajukan banding dan dari pihak Shopee tidak pernah memberikan anulir banding saya, dan kembali lagi semua itu karena persentase penilaian buruk yang saya tangani dari total  produktivitas kurang karena saya di beri cuti 2 hari. kemudian saya bilang ke Team leader saya, yang intinya jika memang sampai terjadi seperti ini kemarin tidak usah lah di berikan cuti 2 hari, satu hari saja cukup. Lalu jika terkena PIP tersebut saya diberikan remidial untuk kasus yang saya tangani selama 2 minggu kedepan dan di hitung dalam Produktivitas kasus yang tinggi (setiap harinya di target 90 Kasus yang di tangani). pada tanggal 28 Mei 2020 saya menanyakan terkait PIP saya Lolos atau Tidak, dan Team leader saya menjawab 2 Kali Lolos dan Totalnya adalah 2 Banding 450 Kasus (2 itu adalah kasus yang terkena penilaian buruk). Setelah itu Team leader saya telfon, menanyakan ingin perpanjang kontrak atau tidak, saya jawab iya karena memang cicilan barang saya masih banyak. Team leader saya juga bercerita Tolong di jaga performanya jika kamu ingin lanjut tanda tangan kontrak dia menjelaskan jika Produktivitas saya selalu baik dan nilai sampling QA saya baik maka saya akan di promosikan naik jabatan, saya jawab Okelah.

              Cerita selanjutnya berawal di awal bulan Juni sebelum Kontrak saya habis. pada awal Juni 2020 tepatnya pada tanggal  5, 6, 7 Saya diberikan cuti oleh PT VADS saya merasa bingung (saya Takut terkena PIP kembali). Pada  awal minggu tersebut memang saya Duty 2 hari saja karena pda tangal 1 dan 3 Juni 2020  saya di berikan OFF. Saya merasa takut jika Terkena PIP kembali karena sudah pasti produktivitas kasus yang saya tangani kurang karena saya Duty 2 hari saja. Saya telfon dan menanyakan ke Team leader saya di minggu sebelumnya jika saya cuti saya yakin terkena PIP karena produktivitas kasus yang saya tangani bakal kurang banyak maka saya meminta ke team leader saya untuk 2 hari tersebut di berikan pekerjaan lain yaitu mengisi Mandatory Field atau apa, namun dengan santainya Team leader saya bilang jika tidak masalah dia menjamin aman dan akan di pantau. setelah pada hari sabtu Tanggal 6 Juni sampling penilaian buruk keluar dan benar saya terkena PIP kembali karena total kasus yang saya tangani kurang dari target persentase. Lalu saya ajukan anulir ke Shopee jika ada 2 kasus yang saya tangani terkena penilaian buruk tersebut. memang untuk 1 kasus yang saya tangani benar salah saya, namun untuk kasus yang ke dua saya informasikan sesuai dengan Back End Shopee dan sistem Back End tersebut belum update maka saya yang disalahkan dan tetap anulir tersebut tidak diterima. Lalu saya menanyakan ke Team leader saya bawasanya jika ingin di minggu tersebut tidak ingin  terkena PIP maka saya harus Duty dan menambah Total kasus kembali, Oke di hari cuty kedua saya saya gunakan untuk Duty agar kasus yang saya tangan bisa melampaui target. Pada tanggal 12 Juni memang benar saya terkena PIP dan harus melakukan tanda tangan untuk proses tersebut. PIP tersebut di hitung sebagai SP 1 dan saya di berikan keterangan PIP untuk tanda tangan terkait SP 1 tersebut. Lalu di minggu tersebut saya diberikan Nilai Zero toleran atau 0 Karena saya di anggap Rude Chat karena saya memberikan kata Sabarrr degan r 3 kali. namun semua tersebut tidak bisa saya ajukan anulir karena dari Team leader saya tidak menginformasikan ke saya terlambat pada Hari Jumat Sore ( anulir tiap minggu bisa di ajukan maksimal jam 3 Sore). Saya di infokan terkait proses tersebut tidak bisa perpanjang kontrak kembali karena proses anulir dianggap tidak bisa oleh team leader saya. menurut saya itu hal yang sangat sepele karena dari user yang saya chat tidak marah.  oleh karena itu saya sesalkan karena kejadian tersebut dari Vads anggap sebagai SP 2 dan yang saya bingungkan sebelumnya tidak diberikan informasi bahwa itu SP 2 dan tidak ada tanda tangan terkait SP 2 tersebut. saya masih sabar.

               Pada Tanggal 15 Juni 2020 tepatnya saat saya selesai Duty pada jam 3 sore saya di telfon oleh atasan saya yaitu SPV dan Team Leader saya menjelaskan bahwa tanggal 12 Juni 2020 ada satu Kasus  penilaian buruk user ke saya yaitu untuk kendala pengajuan pengembalian dana karena dari user tersebut belum menerima pesanan. saya edukasi user tersebut untuk bersabar dan menjelaskan semuanya karena kendala tersebut dilakukan pengecekan oleh tim Shopee. karena memang user tersebut tidak sabar karena sebelum dia chat ke saya dengan agent Chat lainya dia di putus secara tiba tiba. lalu user tersebut masuk ke saya dengan  marah mencari agent sebelumnya. saya coba terus jelaskan dan saya ajakin bercanda karena di Shopee di tuntut untuk berbicara chat seperti teman yang mereka sebut Peace Full Friend. dia menanyakan terkait SOP terus menerus dan saya jawab dan jelaskan secara SOP Shopee. saya jelaskan terkait SOP tersebut lebih dari 2 kali dan saya anggap seperti untuk mengajak bercanda karena niat saya chat seperti teman maka saya jawab dengan kata “SOP ayam ya Kak, Iya Kak biar tidak sepaneng ya Kak” saya berani chat seperti itu karena Shopee sudah mengiyakan jika berbicara di chat seperti teman. Lalu saya terus jawab dan jelaskan sampai chat tersebut satu jam dengan user itu. Lalu dari Vads dan Shopee mengaggap chat tersebut Rude Chat.

             Setalah kendala itu saya coba  jelaskan ke SPV saya tiba tiba masuk Manager saya untuk berbicara dengan saya. saya sedang  mencoba menjelaskan ke mereka semua dan langsung dipotong, diangaplah itu kesalahan yang fatal dan di situ tanpa saya jelaskan panjang mereka langsung meberikan saya SP 3 dan tidak ada surat juga untuk saya tanda tangani Terkait SP 3 . okelah saya  terima semua itu Karena memang Posisi saya sebagai anak agent atau Karyawan terendah. Dengan pemberian SP 3 tersebut menurut saya tidak baik karena dilakukan saat proses melalui Google hangout atau lebih tepatnya seperti teiefon dan tanpa ada tatap muka atau video call.  dan yang jelas TIDAK ADA SURAT  menyurat  mengenai dari SP 1, 2, dan  3 yang saya tanda tangani di hadapan mereka !

                Terkait dengan masalah tersebut saya masih belum terima, pada Tanggal 17 Juni 2020 saya mencoba melakukan chat dengan User Shopee yang sebelumnya saya berikan guyonan terkait SOP tersebut. saya chat untuk meminta maaf terkait guyonan tersebut dan meminta doa agar segera mendapat pekerjaan lainnya. Ternyata user tersebut tidak marah terkait dengan guyonan yang saya berikan namun dia kecewa saat chat menunggu antrian lebih dari 100 dan saat menjelaskan kendala di putus oleh agent sebelumnya. beliau juga menyesalkan terkait penanganan Shopee yang sagat lamban. Oke baik akan saya jelaskan untuk sistem penangan yang ada di Shopee. jika ada kendala terkait dengan Shopee maka kita sebagai CS tidak bisa langsung bisa menyelesaikan kendala tersebut namun hanya bisa edukasi dan teruskan ke Tim terkait Shopee yang menangani kendala. Tim terkait tersebut banyak Divisi dan yang jelas masih harus menunggu antrian untuk penyelesaiannya karena proses penyelesaian dari tim terkait Shopee sangat lama yang mengakibatkan user semakin marah karena kendala kendala tidak selesai. menurut penjelasan user yang saya tangkap, beliau tidak marah mengenai chat yang saya lakukan namun mereka marah karena sistem Shopee yang sangat lama pengerjaan kendala tersebut.

           Dari semua itu yang saya sesalkan adalah tidak adanya kejelasan terkait dengan SP dan tidak ada anulir jika produktivitas kurang dan persentase penilaian buruk lebih dari 2 walaupun di minggu tersebut cuti.  Mereka anggap saya dan agent Lainya seperti Robot Chat yang kerjanya selama 9 jam dan 1 jam untuk istirahat panjang dan 30 menit untuk istirahat pendek. saya bekerja disana seperti robot karena di tuntut untuk menangani Chat secara bersamaan 4 Chat masuk belum lagi jika saat mengisi riwayat kasus di teriakin oleh RTFM untuk segera close chat yang sudah di isi riwayat kasus. setiap chat yang sudah di close akan masuk terus menerus. Dan itulah mata memandang PC atau Laptop secara terus menerus dan seperti memperkerjakan robot. seperti yang saya jelaskan sebelumnya juga untuk setiap agent wajib menyelesaikan 90 kasus masuk, dan jika belum ada 90 maka tetap disuruh duty.

 

profile-picture
delia.adel memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di