CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Hati-hati : Dari Guyonan ke Polisi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eedc3faaf7e933fab3165cc/hati-hati--dari-guyonan-ke-polisi

Hati-hati : Dari Guyonan ke Polisi

Hati-hati : Dari Guyonan ke Polisi
Kompas.com



Halo, selamat siang agan-agan semua😀, gimana nih kabarnya weekend ini? Ada yang udah keluar rumah bahkan di liburan ataukah masih stay di rumah rebahan kaya aku😅? Apapun yang udah kalian lakukan jangan lupa selalu jaga protokol kesehatan dan semoga kita sehat selalu serta pandemi ini cepat berakhir yeu😘.

Belum selesai kasus pandemi virus covid 19, masyarakat Indonesia kembali digegerkan oleh pemanggilan seorang warga Kepulauan Sula, Maluku Utara yang bernama Ismail Ahmad ke kantor polisi setempat. Pemanggilan itu bermula dari postingannya yang berisi sebuah guyonan tiga polisi jujur dari presiden ke-4 kita, K.H Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur yang telah diungkapkan beberapa tahun silam.

Isi guyonannya adalah

“hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.”

Gus Dur


Awal mulanya adalah seorang warga Kepulauan Salu, Maluku Utara bernama Ismail Ahmad mendapatkan sebuah artikel yang memuat guyonan Gus Dur ini dari laman pencarian google. Karena kata-kata tersebut menurutnya menarik, ia lalu memposting ke salah satu media sosialnya. Ia juga menjelaskan bahwa ia tidak mempunyai maksud apa-apa dan tidak berpikir kalau mereka tersinggung. Ungkapnya ketika di hubungi Kompas.com (18/62020).

Setelah pulang dari sholat Jum’at, Ismail mendapatkan pesan WhatsApp dari seorang sekda yang meminta postingannya itu dihapus. Ia lalu menghapus unggahan tersebut tanpa membaca komentar-komentar yang ada dalam postingannya.

Beberapa saat kemudian, sejumlah polisi mendatangi rumah Ismail. Ia dibawa ke kantor polisi setempat dengan alasan ingin dimintai keterangan.

"Sampai di kantor tanya alasan postingan itu dan saya cerita sesuai yang saya alami,” ujar Ismail.

Ismail lalu diperbolehkan pulang dengan status wajib lapor selama dua hari dan juga diminta meminta maaf. Setelah Ismail meminta maaf, ia tidak lagi berstatus wajib lapor.

Dari kejadian di atas, bisa diambil banyak pelajarannya gan. Walau kita hidup di negara demokrasi yang bebas mengeluarkan pendapat, kita juga harus hati-hati dalam berkata-kata. Apalagi jika sampai menggunggahnya di media sosial. Pemilihan katanya juga harus tepat agar nantinya tidak ada salah satu pihak yang merasa tersinggung dan mengakibatkan kejadian seperti di atas.

Bagi pak polisi, menurut saya alangkah baiknya tidak usah terlalu mempermasalahkan hal yang menurut saya hanya remahan doang. Masih banyak permasalahan di negara ini yang lebih penting. Toh, balik lagi ini hanya guyonan dan guyonan ini pun sudah beberapa tahun lalu yang diunggah lagi.

So, bijaklah dalam bertindak and Keep positive thinking.😍

Semangat negara +62💪



Sumber Kompas.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mayyarossa dan 2 lainnya memberi reputasi
Holla, salken semua

menurut kalian gimana?😅
profile-picture
novitasari94 memberi reputasi
Jujur aku miris sama persoalan-persoalan sepele yang sebenarnya bisa diatasi tanpa menyeret kasus hukum.
Seperti mencuri anak ayam tetangga. Atau mencuri kayu bakar dihutan.
Mereka sampe dipidana dan ditahan sekitar 3-6 bulan. Apakah itu tidak berlebihan?😅
Sementara para koruptor bebas berkeliaran dan berlibur ke luar negeri.
Kasusnya sebelum pandemik, ya.😂😅⛏️
profile-picture
kiyazm memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Bener banget gan, sekarang semua dipantau dari kelakukan Sampek cara bicara seseorang 🙏 kalau salah dikit bisa langsung kena undang² 🙏
profile-picture
kiyazm memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mantep nih kak threadnya
profile-picture
kiyazm memberi reputasi
Lihat 1 balasan
miris
profile-picture
kiyazm memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di