CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Moke Sebagai Minuman Penunjang Pariwisata
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eecfac6a2d19571b65587fc/moke-sebagai-minuman-penunjang-pariwisata

Moke Sebagai Minuman Penunjang Pariwisata

sekilas terdengar seperti sapaan kepada teman akrab di era sekarang.  Namun, nama ini adalah panggilan untuk sebuah dusun kecil yang terletak di desa Watugong. Bagi masyarakat Flores, saat mendengar nama ini mereka mengenalnya sebagai nama daerah penghasil moke, minuman yang dihasilkan dari hasil iris buah dan bunga pohon lontar yang kemudian diolah menjadi minuman khas tradisional.

Sebuah Negeri di Timur

Jauh dari pusat keramaian, desa Watugong sendiri merupakan salah satu desa yang membentang dari sebelah utara ke selatan Kecamatan Alok Timur dan terletak di pinggiran kota Maumere, Kabupaten Sikka. Secara geografis, sebagian besar wilayah ini merupakan dataran yang diselingi perbukitan dan lembah. Secara administratif, wilayah desa ini terdiri atas empat dusun, yaitu Dusun Brai, Dusun Teteng, Dusun Nataweru dan Dusun kloangkoja yang secara keseluruhan luas wilayahnya mencapai 10,27 km dan dihuni oleh sekitar 2.200 penduduk.



Dengan lokasi daerah dan kondisi geografis yang diselingi perbukitan dan lembah, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan hasil ladang dan perkebunan. Desa Watugong dikenal sebagai daerah endemis pohon lontar,  ada yang menyebutnya dengan pohon koli. Oleh karenanya banyak di antara warga yang mengandalkan hasil penyulingan pohon lontar yang banyak tumbuh di daerah ini untuk diolah menjadi moke yang nantinya dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Sebenarnya, pembuat moke hampir tersebar merata di Kabupaten Sikka. Namun, dusun Brai lebih dikenal karena sebagian besar penduduknya mengandalkan pencahariannya dari penyulingan dan pengolahan moke ini.

Namun demikian, hasil olahan moke masih terkendala dalam pemasaran. Selama ini, banyak pengrajin moke menjual langsung hasil olahannya ke pasar-pasar dalam bentuk yang beragam. Banyak diantaranya yang menjual dalam bentuk curah, ada yang sudah dikemas dalam dalam botol ataupun jerigen tanpa disertai pengolahan dan pengemasan lebih lanjut. Sebagai akibatnya, harga moke beragam dan tidak stabil tergantung dari kualitas moke yang dihasilkan serta pengemasannya. Kualitas moke pun masih tergantung pemrosesan yang dilakukan oleh pengrajin yang dilakukan dengan cara dan media yang berbeda. Terlebih pada musim tertentu, misalnya pada musim penghujan, karena bunga lontar yang menjadi media penghasil moke belum tumbuh, jumlah moke yang dihasilkan dapat berkurang serta kualitasnya turun karena kadar air yang tinggi, bercampur air hujan.

Sebuah Simbol Adat Bernama Moke

Salah satu kelompok masyarakat yang ada di Indonesia adalah kelompok Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sebagai kelompok etnis di Indonesia, sekaligus sebagai kelompok adat, mereka memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu ciri khas masyarakat NTT adalah kewajiban untuk mengkonsumsi Moke dalam setiap ritual adat yang dilangsungkan. Moke adalah salah sebuah simbol adat yang berfungsi sebagai pemersatu bagi masyarakat adat Nusa Tenggara Timur.



Moke adalah warisan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat Nusa Tenggara Timur; yang pada perkembangannya ia menjadi salah satu minuman tradisional. Sebagai minuman tradisional, minuman ini terbuat dari hasil penyulingan buah dan bunga pohon lontar dan enau yang proses pembuatannya dilakukan dengan cara yang masih sangat sederhana, dan masih tetap dengan cara yang sama hingga sekarang. Proses pembuatan Moke masih dilakukan di kebun-kebun masyarakat dengan menggunakan wadah-wadah tradisional seperti periuk tanah untuk memasaknya.

Dalam perkembangannya, Moke tidak saja hadir di setiap pesta adat atau pesta resmi; namun juga menjadi sajian wajib di setiap pesta. Pada perkembangannya, Moke kini diproduksi untuk konsumsi sehari-hari. Dengan kata lain, Moke sebagai satu jenis minuman khas masyarakat Nusa Tenggara Timur telah diproduksi dan diperdagangkan secara bebas untuk dikonsumsi oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. 

Legalitas Minuman Moke

Secara resmi Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui kebijakan yang tertuang pada peraturan yang lebih tinggi, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, Moke dikategorikan sebagai objek pemajuan kebudayaan yang berasal dari pengetahuan tradisional dan teknologi tradisional.

Bahkan pada tahun 2019 Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi meluncurkan produk bernama Sophia. Sophia berasal dari kata Sopi Asli, alias benar-benar sopi. Sedangkan Sopi sendiri merupakan sebuah produk turunan dari Moke yang memiliki kadar alkohol lebih tinggi.

Sumber: PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA  

NOMOR 47 TAHUN 2018  

Berdasarkan PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2018 sopi merupakan salah satu JENIS ATAU PRODUK MINUMAN BERALKOHOL YANG DAPAT DIIMPOR DAN DIPERDAGANGKAN DI DALAM NEGERI.

Tidak jauh dari pulau NTT, yakni Bali juga telah memberlakukan aturan yang sama. Yakni dengan memberi payung hukum untuk para petani arak melalui Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Aturan ini tentunya memberikan dampak positif untuk industri pariwisata.

Penunjang Pariwisata

Minuman beralkohol dapat menjadi salah satu komoditas untuk sektor pariwisata. Mengingat tingginya ketertarikan para wisatawan terhadap minuman jenis ini terutama untuk daerah-daerah yang memang dikenal memiliki minuman khas. Misalnya Sulawesi Utara dengan Cap Tikus nya, Bali dengan arak dan brem, serta NTT yang memiliki sopi dan moke.

Dengan peraturan daerah yang melindungi para pembuat minuman lokal, tentunya peredaran minuman khas daerah tersebut juga akan semakin terkontrol. Distribusi juga akan semakin baik dan tepat sasaran, mengingat selama masih beredar secara ilegal, minuman tersebut masih mampu diakses anak-anak dibawah umur. Tentunya ini bertentangan dengan sejumlah pasal KUHP misalnya Pasal 536 mengenai mabuk di jalan umum, Pasal 492 tentang mengganggu ketertiban, atau Pasal 300 menjual minuman atau memberikan minuman memabukkan pada anak-anak.

O emoticon-Ngacir
Lihat 2 balasan
tambahin gambar bre. biar kagak kusut bacanya emoticon-Smilie
Minuman-minuman keras itu emang bener-bener bisa menyatukan ya, ya walaupun emang ngga bener sih


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di