CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Saya Tdk Mencelakai Siapapun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eecb85b2637726eac3b5d13/ahmad-dhani-bandingkan-kasusnya-dengan-novel-baswedan-saya-tdk-mencelakai-siapapun

Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Saya Tdk Mencelakai Siapapun

Musisi Ahmad Dhani membandingkan kasus yang pernah dialaminya dengan kasus yang sedang ramai dibicarakan saat ini, yakni kasus Novel Baswedan.


Dilansir TribunWow.com, Ahmad Dhani mengatakan bahwa kasus yang dialami oleh penyidik senior KPK, Novel Baswedan bisa dikatakan lebih berat dibandingkan dengan kasus dirinya.


Ahmad Dhani mengatakan bahwa saat itu dirinya mendapatkan tuntutan dua tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian.



Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani dalam tayangan Youtube Video Legend, Kamis (18/6/2020). Dirinya memberikan tanggapannya terkait kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. (Youtube/Video Legend)


• Punya Pengalaman Pernah di Bui, Ahmad Dhani Sebut JPU Kasus Novel Baswedan Hanyalah sebagai Pion


Menurutnya, dalam kasusnya tersebut tidak disertai tindakan yang mengarah ke satu pihak atau bahkan sampai melukai.



"Misalnya saya kan cuman ngetweet siapa saja penista agama adalah baji**** yang perlu dilu**** mukanya," ujar Ahmad Dhani.


"Itu dituntut dua tahun, padahal saya tidak mencelakai siapapun, saya tidak merugikan siapapaun, baik material maupaun immateriil," jelasnya.


Sebaliknya, dalam kasus Novel Baswedan dilakukan berupa tindakan yang brutal dengan penyiraman air keras, yang Kemudian berdampak pada kerusakan mata korban.


Namun para terdakwa hanya dituntut satu tahun penjara.

Menurutnya, kondisi tersebut jelas jauh dari kata keadilan.


"Lalu ini disiram air keras, matanya buta Novel Baswedan, dituntut cuman satu tahun," terangnya.


Ahmad Dhani lantas berpandangan bahwa ada ketidakberesan dalam peradilan kasus Novel Baswedan.


Dirinya menilai tuntutan satu tahun yang diberikan kepada terdakwa karena memang jaksa paham bahwa bukan mereka yang seharusnya mempertanggungjawabkan.

Atau bisa dikatakan bukan kedua terdakwa tersebut yang menjadi pelaku penyiraman kepada Novel Baswedan.


"Tapi menurut saya memang mungkin ini disengaja karena mungkin jaksa sendiri tahu bahwa yang menyiram Novel Baswedan bukanlah para terdakwa," kata Ahmad Dhani.



"Jadi kejaksaan ingin memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa ini bukan pelakunya," imbuhnya.

Menurutnya, jika memang ada investigasi partikelir maka bisa membuka tabir dari semua persoalan kasus Novel Baswedan.


Ia menilai banyak kejanggalan yang diperlihatkan dalam penanganan kasus tersebut, mulai dari penyidikan hingga peradilan.


Termasuk tidak ada keseriusan dari para penegak hukum.


"Jadi kalau misalnya ada investigasi partikelir saya yakin pelaku terdakwa ini bisa mengaku bahwa mereka bukan para pelakunya," kata Ahmad Dhani.


"Dugaan kuat saya karena itu tadi tuntutan jaksa satu tahun itu memang memperlihatkan bahwa ini cuman main-main aja," pungkasnya.

https://wow.tribunnews.com/2020/06/1...papun?page=all

Biar nurani yg menjawab
profile-picture
profile-picture
profile-picture
primawidhie dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gmc.yukon
Jaksanya fans boy 212. Wajib di usut. Memang sengaja buat gaduh spy org2 goblok dan cacat otak menyerang pemerintah
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lu mencelakai diri sendiri botak.
Wajib dongo emoticon-Smilie
profile-picture
DoDoLanDoDoL memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Tuntutan cuma setahun sengaja untuk membuat gaduh targetnya menyudutkan pemerintah dari rekam jejak jpu sudah ketahuan dia dari golongan mana
provokasi yg lain biar meludahi pendukung ahok masa dibilang ga mencelakai. Jelas2 kasus SARA etnis tionghoa disudutkan. botak dodol blom tobat juga..
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Diubah oleh ikardus
Investigasi partikelir kalo ga pake manusia 6 juta dolar juga percuma
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
anak ente jg ngebantai gak dipenjara emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan pheeroni memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Dalam hal ini gw setuju sama dhani
Lihat YouTube nya Ahmad Dhani itu viewer nya banyak,rata2 mayoritas komennya positif,yang jadi narasumber di YouTube itu ada berbagai kalangan bahkan beda agama dan China..sampai ada acara latihan menembak bersama TNI,mungkin yg dislike itu kaskuser di atas..
Lihat 1 balasan
Hadapi dengan senyuman. emoticon-Smilie
Yang fiktif aja kena ancaman 10 tahun, malah yang nonfiktif, yang nyata, yang real, yang faktual cuman kena 1 tahun. Dunia macam apa ini.

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
"Tapi menurut saya memang mungkin ini disengaja karena mungkin jaksa sendiri tahu bahwa yang menyiram Novel Baswedan bukanlah para terdakwa," kata Ahmad Dhani.


"Jadi kejaksaan ingin memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa ini bukan pelakunya," imbuhnya.

Memberikan sinyal dengan taruhan reputasi penegak hukum jd makin busuk?
MULIA SEKALI emoticon-Embarrassment
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Elu mencelakai hati para cebong2 emoticon-Leh Uga
Daripada ikut2an komentar mending ente selesaikan dulu tanggung jawab ente ngebayarin pendidikan anak2 korban yg dibunuh sama si Dul
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Saya Tdk Mencelakai Siapapun

Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Saya Tdk Mencelakai Siapapun

Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Saya Tdk Mencelakai Siapapun
Kapan muji wowok lagi dul??emoticon-Ngakak
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
bongkar tuch fedrik dananya dapet drmn aja, suapannya banyak harusnya
Bener banget gan, ada yg janggal dengan kasusnya novel Baswedan ini 🙏 ia mencelakai seseorang yg bahkan sampe buta tapi pelakunya hanya kena 1thn penjara 🤧


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di