CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eec7bd2facb9537507e6182/ini-penjelasannya-mengapa-tidak-ada-negara-yang-membuang-sampah-di-segitiga-bermuda

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Pasti kita semua pernah berpikir bahwa Segitiga Bermuda menyimpan banyak misteri yang belum terungkap hingga sekarang. Banyaknya kapal dan pesawat yang tenggelam di sana bahkan belum ditemukan hingga sekarang.

Banyak isu yang beredar hal ini bukanlah misteri tetapi fenomena alam berupa adanya medan magnet yang menyebabkan navigasi penerbangan ataupun akuatik menjadi terganggu. Total ada 20 pesawat serta 50 kapal yang hilang tak berbekas di sana.

Sontak hal tersebut membuat kita bertanya-tanya, kalau memang Segitiga bermuda mampu melenyapkan objek hingga tak berbekas, mengapa kita tidak mengirimkan sampah kesana saja agar mengurangi penumpukan sampah dibumi ini yang tiap tahunnya mencapai 2,01 triliun ton sampah.

Penasaran mengapa konsep tersebut tidak dilakukan oleh satupun negara, yuk check thread berikut!


Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Pada dasarnya pemikiran atas Segitiga bermuda merupakan suatu tempat paling berbahaya di bumi karena mampu melenyapkan kapal dan pesawat adalah hal yang keliru. Mengapa? Karena dari berbagai lautan yang ada di dunia, segitiga bermuda bahkan tidak masuk 10 besar sebagai lautan berbahaya di dunia.

Hingga sekarang bahkan kondisi di segitiga bermuda sudah seperti perairan-perairan pada umumnya yaitu dilintasi banyak kapal dan pesawat. Pendapat bahwa adanya medan magnet yang kuat disana perlahan-lahan tidak terdengar lagi.

Segitiga bermuda menjadi terkenal karena boombastisnya pemberitaan dari suatu Media Amerika Serikat demi meraup keuntungan sebesar-besarnya dahulu kala.

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

WWF (World Wildlife Fund) Bahkan telah melakukan studi komprehensif di sana untuk menyimpulkan benarkah Segitiga Bermuda sangat berbahaya dan menyeramkan. Ternyata Segitiga Bermuda sungguh tidak berbahaya bahkan urutan 10 besar pun tidak masuk. WWF justru menyatakan Laut Cina Selatan yang berdekatan dengan Indonesia jauh lebih mengerikan dibanding Segitiga Bermuda.

Alasan mengenai adanya medan magnet yang kuat disana rupanya perlahan-lahan ditepis lewat berbagai macam studi lebih lanjut di sana. Kesimpulan dari studi menyimpulkan bahwa seringnya dilewati Badai dan Puting Beliung menyebabkan Segitiga Bermuda Berpotensi melenyapkan kapal dan pesawat ditambah kedalaman laut yang cukup dalam.

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Sama saja dengan badai & puting beliung yang terjadi di laut dunia dengan rata-rata kedalaman mencapai 3700 meter. Mampu melenyapkan Malaysia Airlines MH-370 yang tidak ditemukan sampai sekarang.

Walaupun studi sudah banyak dilakukan, Ilmuan sampai sekarang belum bisa menetapkan bahwa hilangnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda dikarenakan “Human Error” atau Fenomena Alam namun tidak ada yang menyimpulkan ke arah Anomali.

Tapi seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan. Jalur-jalur badai dengan mudahnya diprediksi lewat instrumentasi kelautan serta satelit yang mengirimkan status secara realtime. Sehingga Segitiga Bermuda kini tidak ada bedanya dengan lautan biasa dimana kapal dan pesawat melintas dengan aman.

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Traffic kapal peti kemas di Segitiga bermuda bahkan sudah masuk kategori “Heavy Traffic” atau sudah padat dilalui kapal-kapal. Karena pada dasarnya memang tidak ada hal yang misterius dari lautan tersebut. Melainkan hanya pemberitaan pada masa lampau yang begitu bombastis membuat Segitiga Bermuda seolah-olah sangat berbahaya.

Jadi kembali ke Topik, apakah membuang sampah di Segitiga Bermuda akan mengurangi penumpukan sampah. Jawabannya TIDAK, sebab Lautan ini hanya seperti lautan biasa, tidak ada anomali yang terjadi melainkan hanya ketidakmampuan teknologi masa lampau untuk memprediksi secara akurat bagian-bagian mana dari lautan Segitiga Bermuda yang sedang dilalui Badai dan Puting Beliung.

Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Membuang sampah di Segitiga Bermuda hanya memperparah kondisi ekosistem laut, dan lebih buruknya bisa membuat Pulau Sampah yang mengambang diatas lautan seperti “Pacific Great Garbage Patch” yang ada di Samudera Pasifik. Pulau Sampah tersebut sangat mencemari lautan karena secara aktif menyebarluaskan partikel-partikel mikroplastik ke berbagai daerah lautan.


Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda
Pacific Great Garbage Patch


Berdasarkan studi dari National Geographic. Total sampah di lautan sudah mencapai 5,25 Triliun ton. Belum lagi ditambah mikroplastik yang telah tenggelam mencapai 4 milyar ton tersebar di setiap 1 km persegi laut dalam. Plastik ini pada akhirnya akan masuk ke dalam tubuh organisme laut. Membuat ikan-ikan yang kita konsumsi bisa saja tercemar mikroplastik.


Ini Penjelasannya Mengapa Tidak Ada Negara yang Membuang Sampah di Segitiga Bermuda

Oalah ternyata itu toh penjelasannya mengapa tidak ada konsep untuk membuang sampah ke Segitiga Bermuda. Bila dipikir-pikir memang benar sih tidak ada yang misterius dari lautan tersebut. Hanya pemberitaan masa lampau saja yang membuat lautan tersebut seolah-olah mengerikan.

Pada akhirnya karena rasa penasaran manusia, penelitian demi penelitian dilakukan hingga akhirnya terungkap bahwa tidak ada yang misterius dari lautan tersebut. Sehingga menepiskan anggapan bahwa “Apa mungkin kita membuang sampah di Segitiga Bermuda saja karena Pesawat dan kapal saja bisa lenyap”.

Dibandingkan dengan kasus tenggelamnya kapal di Laut China Selatan yang mencapai 234 kapal lenyap dalam 1 dekade ini. Segitiga Bermuda sungguh tidak ada apa-apanya.


Sumber : Disini,Disini dan Disini







profile-picture
profile-picture
profile-picture
ekoontorjo dan 65 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dompetjadipeci
Halaman 1 dari 8
Reserved
profile-picture
fanya06 memberi reputasi
satulagiinfobermangpaat....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
buangnya pake jurus Kamui Mangekyo Sharingan punya Kakashi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
gw tau segitiga bermuda dari on the spot beserta kengeri kengeriannya smpe ke ddzal dazalnya dibawa bawa emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
segitiga mitos gan, benar saja buang sampah kesitu hanya memindahkan masalah sampah tempat lain kesitu. selain masalah pengangkutannya tapi juga masalah ekositem.

satu2 nya penyelesaian sampah adalah dengan menghilangkan sampah yaitu dari "asal" dan "mula" nya .
asal sampah adalah keinginan akan benda yang penggunaanya hanya sebentar atau berpotensi berlebihan yang kelak akan dibuang.
mula sampah adalah saat ketidak-butuhan/selesainya kebutuhan manusia akan suatu benda. saat benda sudah tidak lagi dibutuhkan satu pihak maka harus dicarikan pihak lain yang membutuhkan.

dari semua itu manusia yang peduli dan sadar akan manfaat setiap benda yang akan menjadi pembebas sampah.

tips ringan : kumpulkan semua kantong kresek yang kita bawa pulang dan berikan lagi ke abang sayur.

trims agan te-es emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gapatar dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
walaupun tempatnya angkter, mistis atau apapun itu, sebenarnya kan tidak dibenarkan juga kalau membuang sampah langsung ke alam, karena lambat laun itu akan mempengaruhi ekosistem yang ada dan juga dampak negatif nya pasti akan terasa oleh manusia, jadi mari kita sama-sama bijak dalam mengelola sampah yang dihasilkan ya serta biasakan buang sampah ditempatnya ya
*btw ane baru tahu kalau ternyata informasi tentang segitiga Bermuda itu ada pengaruh media juga ya, jadi kita masih mem-frame lokasi tersebut seperti sekarang ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
tumben baca trit beginian tapi ga ngebosenin.
jadi segitiga bermuda sebenernya b aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Jangan buang sampah sembarangan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Langsung teringat dosa dosa ane selama ini buang sampah, ternyata numpuknya disana ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
sampah masih jadi PR banget sih ya bagi seluruh umat dunia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
wah baru tau ana ,selama ini ternyata dibohongi,tuh suma laut biasa kagak ada dazal dazalan segala, dasar mamarika kontasefsi laminating remason
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ouw...gitu ya ternyata☺😂 baru tempe
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Segiempat bertua ada gak
profile-picture
profile-picture
radityadiva dan dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Aishhh req thread ane beneran di bikin in dong emoticon-Big Grin


I am so grateful fo it emoticon-Shakehand2
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Jangankan sampah, kapal juga bisa lenyap di segitiga bermuda ahahha
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 2 balasan
other dimension di segitiga bermuda cuma mitos bre
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sebenarnya kita itu di brainwash ga sih???

kita dipaksa untuk tidak menggunakan kantong kresek (penguraiannya tidak terlalu lama) tapi tanpa kita sadar semua produk yang kita beli itu pembungkusnya/kemasannya berbahan dasar plastik (yg notaben pengguraiannya lebih lama ketimbang kresek). Let's said bungkus kopi pesawat api, bungkus permen kismin, bungkus perlengkapan kebersihan diri (sabun dll), sampe kemasan minuman semuannya plastik. bahkan semua produk yang kita beli tiap hari kemasan atau bahan baku produk nya sendiri adalah plastik YANG PENGGURAIANNYA LEBIH SULIT KETIMBANG KANTONG KRESEK...

Jadi ane ngerasa gan bentuk "brainwash" nya itu adalah sebuah "Pembiasan Fakta". Di mana dengan menggemborkan program penggurangan penggunaan kantong kresek, pemerintah akan mendapatkan stigma positif dari masyarakat dengan label "go green" padahal sama sekali engga. Kebijakan yang dibuat cuma buat mengalihkan perhatian kita doang. BAHWA PENYUMBANG SAMPAH PLASTIK TERBESAR ITU ADALAH PABRIK-PABRIK YANG MEMPRODUKSI BARANG DENGAN KEMASAN PLASTIK BUKAN PENGGUNAAN MASYARAKAT AKAN KANTONG KRESEK.

Tapi btw kita juga harus sadar akan kurangnya kesadaran kita sendiri untuk buang sampah pada tempatnya. Karena berbicara SAMPAH maka kita harus menghilangkan ane dan ente bahlul, kita harus menghilangkan batas-batas wilayah juga karena SAMPAH adalah persoalan kita semua warga bumi kalo masih mau tetap tinggal dibumi.

Teringat salah satu dialog film Interstellar karya babeh Nolan, di mana salah satu nenek tua bilang begini
"Kau tak pernah menyangka, Tanah yang memberikanmu makanan akan berbalik dan menyerangmu dengan ganas seperti itu".
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomib dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
weh
di bahas juga ternyata? 😁😁👍👍
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kalo segitia berbulu bahhya gak?
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 2 balasan
dulu ada tuh film lawak holiwud yang ceritanya pengangguran jadi kaya berkat penemuan cairan yang bisa ngilangin sampah dalam sekejap
profile-picture
dompetjadipeci memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di