CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemerintah Tambah Utang Baru Lagi Rp 35,58 Triliun, Jatuh Tempo Sampai 30 Tahun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeb31f1f4d69516a4073fb1/pemerintah-tambah-utang-baru-lagi-rp-3558-triliun-jatuh-tempo-sampai-30-tahun

Pemerintah Tambah Utang Baru Lagi Rp 35,58 Triliun, Jatuh Tempo Sampai 30 Tahun

 Pemerintah Tambah Utang Baru Lagi Rp 35,58 Triliun, Jatuh Tempo Sampai 30 Tahun

TRIBUNTERNATE.COM - Setelah banyak mengurangi utang luar negeri, Pemerintah Indonesia gencar menambah utang lagi.

Terbaru, pemerintah menambah utang di luar negeri sebesar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,58 triliun dengan kurs rupiah 14.234 per dollar Amerika Serikat pada data JISDOR Bank Indonesia Kamis 18 Juni 2020.

Utang pemerintah Indonesia ini memiliki tenor atau jatuh tempo yang panjang, sehingga setoran pajak dari anak cucu kita yang berkewajiban melunasinya.

Utang Pemerintah Indonesia ini berupa sukuk global di pasar internasional dengan denominasi US Dollar dalam format - 144A/Reg S Trust Certificate sebesar US$ 2,5 miliar.

• Rizal Ramli Batal Hadiri Debat Lawan Luhut soal Utang Luar Negeri: Itu Mah Ngawur, Sepihak

Sukuk ini diterbitkan dalam tenor 5 tahun sebesar US$ 750 juta, 10 tahun sebesar US$ 1 miliar, dan tenor 30 tahun sebesar US$ 750 juta dengan akad Wakalah.

Berdasarkan keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, utang pemerintah Indonesia berupa sukuk global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, dan akan dicatatkan dalam Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing).

Untuk setelmennya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2020 mendatang.

Adapun imbal hasil (yield) yang ditawarkan adalah sebesar 2,30% untuk tenor 5 tahun, 2,80% untuk tenor 10 tahun, dan 3,80% untuk tenor 30 tahun.

Setiap serinya juga telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

• Utang Pemerintah Tambah Besar gara-gara Pandemi Covid-19, Bagaimana Cara Pelunasannya?

"Di tengah kondisi pasar yang masih sangat volatile, penerbitan sukuk global kali ini mendapatkan respons yang sangat baik dari para investor global dan lokal. Bahkan menghasilkan orderbook sebesar US$ 16.66 miliar atau sebesar hampir 6,7 kali di atas target Pemerintah, yaitu senilai US$ 2.5 miliar," tulis DJPPR dalam keterangan resminya, Rabu (17/6).


Secara khusus, penerbitan sukuk global ini menggunakan struktur akad Wakalah yang telah mendapatkan opini syariah dari DSN MUI maupun dari International Islamic Scholars.


Namun, utang pemerintah Indonesia terbaru ini juga harus mendapat apresiasi. Setidaknya ada empat capaian penting dari penerbitan sukuk global ini.

1. Pencapaian kupon terendah untuk tenor 5 dan 10 tahun bagi penerbitan sukuk global.
2. Merupakan penerbitan sukuk global Indonesia pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah dalam penerbitan sukuk di pasar keuangan global.
3. Penerbitan sukuk global tenor 30 tahun ini merupakan yang terbesar di Asia. Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap pemerintah Indonesia masih tinggi.
4. Pengalami oversubscribe sebesar 6,7 kali. Adapun dengan besarnya orderbook, maka pemerintah dapat menekan harga sampai dengan 70 basis poin (bps) dari harga penawaran awal dan di bawah indikatif fair value.



Asal investor

Underlying asset yang digunakan dalam penerbitan sukuk ini berupa Barang Milik Negara (BMN) termasuk tanah dan bangunan dengan porsi 51%, serta proyek Pemerintah tahun 2020 dengan porsi 49%.

Transaksi ini pun mendapatkan permintaan luar biasa dari investor global yang qualified dan beragam, dapat memperkokoh pasar sukuk yang semakin dalam, serta menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap Indonesia.

Apabila dilihat lebih lanjut, distribusi investor untuk tenor 5 tahun ini didominasi oleh investor syariah dari Timur Tengah dan Malaysia dengan porsi sebesar 32%, investor Indonesia dengan porsi 5%, investor Asia (kecuali Indonesia) dengan porsi 40%, investor Amerika Serikat 12%, serta investor Eropa dengan porsi 11% .

Untuk distribusi tenor 10 tahun rinciannya adalah, sebesar 31% terdiri atas investor syariah, 5% investor Indonesia, 34% investor Asia (kecuali Indonesia), 18% investor Amerika Serikat dan 12% investor Eropa.

Sementara untuk tenor 30 tahun, distribusinya adalah sebesar 10% untuk investor syariah, 5% investor Indonesia, 44% investor Asia (kecuali Indonesia), 8% investor Amerika Serikat, dan 33% investor Eropa.

Sebagai informasi, yang berperan sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners dalam penerbitan sukuk ini adalah BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered.

Kemudian yang bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor adalah BNP Paribas dan HSBC.

Sementara yang bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

link


3. Penerbitan sukuk global tenor 30 tahun ini merupakan yang terbesar di Asia. Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap pemerintah Indonesia masih tinggi.
Diubah oleh perojolan13
emoticon-Wakaka
Saya harap dana hutangnya seluruhnya dipakai untuk negara dan masyarakat, dan bukan untuk dipakai oleh penjabat korup...




Kalimat diatas adalah mitos
profile-picture
buron.warteg memberi reputasi
Yang penting transparan, detail penggunaannya
2,5 milyar dikit utk ukuran negara

Buat apa ya? Pasti buat nombok BUMN dan uang jajan relawan

Beni Sedang digarap kapster salon untuk beli coca cola @diperkosa.tuyul emoticon-Takut
Mantappp emoticon-Recommended Seller
rezim anti utang lagi ngutang....





emoticon-Wkwkwk



trit sepi cebong taik....
profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Diubah oleh sidempur
Seperti rumah tangga, dagangan tekor mulu, untuk nutup biaya kebutuhan keluarga maka si bapak ngutang lagi.
Bapaknya bilang bangga masih dipercaya bisa ngutang lagi.
profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Bersiap pindah gila 30 tahun ++ anak cucu dipalakin negara buat bayar utang


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di