CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Sarang Burung Walet Direkayasa, Novel: Itu Mengikat dan Harus Dilaksanakan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeb1cd00577a94c7a3890b3/kasus-sarang-burung-walet-direkayasa-novel-itu-mengikat-dan-harus-dilaksanakan

Kasus Sarang Burung Walet Direkayasa, Novel: Itu Mengikat dan Harus Dilaksanakan

Kasus Sarang Burung Walet Direkayasa, Novel: Itu Mengikat dan Harus Dilaksanakan

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan ia adalah korban rekayasa dalam kasus pencurian kasus sarang burung walet yang dituduhkan padanya.

Hal itu, kata dia, terlihat dari temuan dan rekomendasi Ombudsman terkait pelaporannya atas kasus tersebut.

"Benar. Korban rekayasa," kata Novel dalam acara Mata Najwa, Rabu (16/6/2020).

Menurut Novel, Ombudsman sudah memaparkan beberapa temuan terkait kasus sarang burung walet yang dituduhkan kepadanya.

Hasilnya, kata Novel, Ombudsman menyebut ada malaadministrasi dan rekayasa dalam kasus yang dituduhkan padanya.

"Ingat lho rekomendasi dari Ombudsman itu mengikat. Dan harus dilaksanakan, tidak dilaksanakan apa itu? Ombudsman mengatakan bahwa kurang lebihnya, alat bukti yang digunakan untuk mengriminalisasi diri saya itu adalah rekayasa dan manipulasi," ujarnya.

Ia melanjutkan, Ombudsman juga mengeluarkan rekomendasi pengusutan terhadap oknum yang melakukan rekayasa kasus tersebut.

Namun, rekomendasi tersebut tidak dijalankan oleh pihak yang dituju oleh Ombudsman.

"Masa iya orang sudah bekerja benar diserang, dikerjain, dikriminalisasi terus harus dihukum dengan perkara kriminalisasi? Kan kebalik," tuturnya.

"Harusnya yang melakukan kriminalisasi itu yang harus diusut. Jadi pola pemikiran ini yang menurut saya sengaja dibuat. Tadi saya katakan, upaya untuk memfitnah, mengolok-olok orang yang berjuang memberantasan korupsi itu terjadi terus terjadi menerus," ucap Novel Baswedan.

Diketahui, setidaknya terdapat beberapa poin temuan Ombudsman yang meyakini bahwa penyidikan Bareskrim terhadap Novel cacat hukum dan sengaja direkayasa.

Beberapa di antaranya pemalsuan Surat Keputusan Penghukuman Disiplin (SKPD) No Pol: SKPD/30/XI/2004/P3D tanggal 26 November 2004.

Selain itu, melakukan rekayasa dan manipulasi pengambilan proyektil anak peluru sebagai barang bukti dan berita acara laboratoris kriminalistik.

Kemudian, melakukan perbuatan melawan hukum dan wewenang dalam menggeledah badan, rumah, serta melakukan penyitaan barang yang tidak sesuai prosedur.

Atas dasar tersebut, Ombudsman memberikan rekomendasi bagi Polri, yang di antaranya, meminta Kapolri yang menjabat saat itu yakni Jenderal Badrodin Haiti untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyidikan kasus Novel.

Badrodin juga diminta untuk memimpin pemeriksaan ulang terhadap kasus Novel.

Sementara untuk Kejaksaan, Ombudsman memberikan rekomendasi agar Kejaksaan melakukan gelar perkara dan penelitian ulang terhadap berkas perkara penyidikan Novel.

Hal itu terkait sejumlah maladministrasi yang ditemukan dalam penyidikan Bareskrim terhadap kasus Novel.

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daroi dan 2 lainnya memberi reputasi
siapa coba d sini yang suka bawa2 kasus burungnya novel? lol
Lihat 1 balasan
Emang burungnya novel berkasus brai? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Maladministrasi penanganan dan pengumpulan barang bukti.
Emangnya 2004 ada kepentingan apa harus mengada-ada menjebaklo pel?

Ga jauh sama sepupunya suka merangkai kata
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akumidtorc dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aceng.fani dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Seng sabar mawon. Becik ketitik, olo ketoro.
profile-picture
daroi memberi reputasi
Diubah oleh 54m5u4d183
Lihat 4 balasan
begitu ya
keluarga baswedan emang suka merangkai kata-kata
mengikat secara moral, kalo gak melaksanakan ya gak bisa di penjara, emang keputusan pengadilan emoticon-Big Grin
ni orang penegak hukum kok bermain kata2 emoticon-Big Grin
kasus sarang burunng walet... kriminalisasi trnty.trs yg kmrn itu akal"an polisi doank.
Ombudsman mengatakan bahwa kurang lebihnya, alat bukti yang digunakan untuk mengriminalisasi diri saya itu adalah rekayasa dan manipulasi," ujarnya.


oh rekayasa kata ombudsman
berani serang ombudsman??

buzzerp pake data rekayasa
percaya pada keputusan hukum saat itu menguntungkan dirinya
tidak percaya pada keputusan hukum saat itu merugikan dirinya

emoticon-Kaskus Radio
kok banyak cebong
profile-picture
manandang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Buwung apa tuh oh buwung puyuh emoticon-Traveller




Batain ane bray emoticon-Bata (S)
profile-picture
jokovvi memberi reputasi
Coba dipertemukan aja korban nya si nopel. sama si nopel. bikin acara live di tipi.
Tatap muka langsung.
Lihat 1 balasan
ombudsman bukan pemutus perkara, jadi harusnya dibuktikan di pengadilan kalau nggak salah. tapi dia sendiri yang bawa2 SJW untuk cegah kasus ini masuk pengadilan sampai akhirnya daluwarsa, akan jadi beban yang selalu disinggung tiap kali namanya dibahas.
Lihat 2 balasan
Ya klau di rekayasa lanjutin aja kasusnya tgl buktikan itu rekayasa di persidangan
tak di sangka sangka ombudsman ternyata KADRUN emoticon-Marah emoticon-Blue Guy Bata (L)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di