CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Intelektual Kembali Jadi Korban UU Penistaan Agama
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeacfa2b8408855cd430243/intelektual-kembali-jadi-korban-uu-penistaan-agama

Intelektual Kembali Jadi Korban UU Penistaan Agama

Seorang professor sebuah universitas Pakistan dibui karena dianggap menistakan Islam. Namun pegiat HAM yakin dakwaan tersebut cacat hukum dan menambah panjang daftar politisasi agama untuk membungkam suara-suara kritis

Sajid Soomro, Guru Besar Sastra Sindhi di Universitas Shah Abdul Latif di Khairpur, Pakistan, ditangkap polisi 10 Juni silam atas dakwaan penistaan agama. Dia sejak lama dikenal kritis terhadap pemerintah dan ulama berpengaruh Pakistan. 
“Sajid menulis secara kritis terhadap madrasah, keyakinan agama, konsep surga dan Poligami. Dia juga mengritik Pakistan. Sebab itu dia didakwa dengan Undang-undang terkait,” kata Hakim Ali Kalhoro, seorang perwira kepolisian lokal. 
Namun sejumlah organisasi Hak Asasi Manusia dan politisi oposisi bersuara miring terkait dakwaan penistaan agama yang diajukan dalam kasus Soomro. Kuasa hukumnya, Fayaz Khamisani juga meyakini dakwaan tersebut bersifat cacat hukum. 

Membungkam suara kritis 
Asad Butt, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, meyakini professor sastra itu dihukum karena menyuarakan pandangan yang tidak disukai pemerintah Islamabad. 
“Dia menghadiri pemakaman seorang tokoh nasionalis Sindhi dan ini tidak diterima dengan baik oleh lingkaran kekuasaan yang mungkin ingin memberi pelajaran terhadapnya,” kata Asad. 
“Kami yakin jika seseorang memiliki pandangan politik yang berbeda, maka dia harusnya diajak berdialog. Tapi menggunakan pasal penistaan agama untuk membungkam suara kritis bisa menjadi bencana,” imbuhnya lagi. 

Hal senada diungkapkan bekas Ketua Umum Partai Nasional, Hasil Bizenjo. Pria yang kini duduk di Senat Pakistan itu menyesalkan “dakwaan penistaan agama terhadap intelektual atau penulis. Kita seharusnya bisa lebih sabar menghadapi pandangan yang berbeda. Kasus ini memicu ketakutan di kalangan akademisi untuk menggalang debat yang sehat.” 

Dukungan bagi Sajid juga disuarakan Arfana Mallah, professor lain di Universitas Sindh. Dia mengimbau masyarakat memrotes penangkapan Sajid, meski kemudian menerima ancaman pembunuhan.  

Letusan separatisme dan kekerasan sektarian 
Sindh adalah salah satu dari empat provinsi di Pakistan. Kawasan ini menampung kota terbesar, Karachi, dan dikenal lewat kebudayaannya yang banyak dipengaruhi tradisi Sufisme.  Sindh juga mencatat populasi Hindu terbesar di Pakistan dan juga Syiah. 
Selama 15 tahun terakhir, pengajian-pengajian kaum ultra konservatif tumbuh bak jamur dan mengancam kehidupan harmonis antarumat di Sindh. Sajid Soomro berulangkali mengritisi perkembangan ini dan menyalahkan Islamabad atas kebangkitan kaum ekstremis di Pakistan. 
Pada Februari 2017, Islamic State (ISIS) melancarkan serangan bunuh diri terhadap sebuah kuil Sufi di kota Sehwan di Sindh. Serangan yang menewaskan 72 orang itu merupakan aksi teror paling mematikan oleh ISIS di Pakistan. 
Namun geliat ekstremisme tidak hanya berhenti pada aksi terror. Media-media lokal melaporkan maraknya praktik Islamisasi paksa terhadap perempuan Hindu di Sindh. Akibatnya keluarga-keluarga beragama Hindu di provinsi selatan itu melarikan diri ke India. 
Sebagai reaksi Kongres Dunia Sindhi (WSC), mendesak kantor Komisioner Tinggi untuk HAM PBB agar membantu menghentikan praktik Islamisasi paksa terhadap perempuan anggota kelompok minoritas.  

Tidak heran jika desakan separatis kelompok nasionalis Sindhi yang menuntut kemerdekaan dari Pakistan kian menggema. Meski demikian narasi separatisme di Sindhi tidak mendapat banyak dukungan warga. Diyakini, Sajid Soomro bersimpati pada gerakan tersebut. 



Balas dendam pribadi atas nama agama 
UU Penistaan Agama di Pakistan lahir dari rahim kolonialisme Inggris yang kemudian diadopsi oleh pemerintahan junta militer di bawah Jendral Zia ul-Haq pada 1977 dan 1988. Legislasi tersebut mengancam hukuman mati bagi mereka yang menistakan Nabi Muhammad atau Al-Quran.  
Sejak saat itu ratusan warga dipenjara lantaran dianggap melawan agama. Sejauh ini Pakistan belum mengeksekusi mati narapidana penistaan agama. Kebanyakan vonis mati dikoreksi menjadi hukuman penjara dalam proses banding di instansi yang lebih tinggi.  
Pegiat hukum sejak lama menuntut amandemen Undang-undang kontroversial tersebut. Klaim para aktivis ini berangkat dari fenomena muram, yakni maraknya penggunaan hukum penistaan agama untuk menyelesaikan urusan pribadi antarwarga atau sebagai tindak balas dendam pribadi. 
Studi yang digalang Mahkamah Hukum Internasional (ICJ) di Belanda pada 2015 silam mengungkap lebih dari 80% vonis pengadilan terkait UU Penistaan Agama digugurkan dalam proses banding, lantaran munculnya bukti baru atau kesaksian palsu berdasarkan “niat balas dendam pribadi atau politik.” 
Laporan ICJ juga mengungkap 702 dakwaan penistaan agama terhadap minoritas di Pakistan. Jumlah tersebut mewakili 52% dari semua kasus penistaan agama. Beberapa bulan silam, seorang guru beragama Hindu diseret ke penjara lantaran didakwa menghina Islam. 
Kasus Asia Bibi sejauh ini masih yang paling mencolok. Gadis Pakistan beragama Kristen itu divonis mati pada 2010 usai dituduh menghina Nabi Muhammad. Vonisnya digugurkan Mahkamah Agung lantaran “keraguan pada kesaksian” penggugat. 
Akibatnya kaum garis keras berdemonstrasi di seluruh negeri menuntut nyawa Asia Bibi. Dia kemudian melarikan diri ke Kanada dan membangun kehidupan dengan identitas baru. Kaum Islamis Pakistan sudah berjanji akan mencarinya di manapun dia bersembunyi. 

https://www.dw.com/id/intelektual-ke...ma/a-53842801

ya akhi

ternyata ga hanya indonesia
tapi seluruh dunia
doyan menistakan islam

emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
loe klo gak suka islam mending bikin agama dlsendiri deh gue gk masalah drpada loe nyenggol umat islam 😂
profile-picture
profile-picture
gpfan dan jangan.lupa memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Bertanya aja bisa kena penistaan apalagi mengkripikemoticon-Leh Uga
profile-picture
gpfan memberi reputasi
kok sedikit2 ternistakan ? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
gpfan memberi reputasi
“Sajid menulis secara kritis terhadap madrasah, keyakinan agama, konsep surga dan Poligami. Dia juga mengritik Pakistan. Sebab itu dia didakwa dengan Undang-undang terkait,” kata Hakim Ali Kalhoro, seorang perwira kepolisian lokal.


ini belum kilafuck loh !

tidak bisa dibayangkan kalau kilafuck diterapkan !
profile-picture
auditor.kaskus memberi reputasi
kaum baperan emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan gpfan memberi reputasi
Jrit.. Di pakistan..
agamanya gampang ternista

sedangkan umat laen dianggap binatang

kan jancuk emoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 4 lainnya memberi reputasi
kafir saking gobloknya ga bisa menempatkan trit pada tempatnya....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
insecure emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 3 lainnya memberi reputasi
Sama kayak ibnu sina, khawarizmi, dan para pendahulu donk nasibnya
emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 2 lainnya memberi reputasi
Pasal penistaan agama itu memang senjata yang sangat ampuh yang di guakan mayoritas untuk membungkam orang yang tidak di sukai.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 3 lainnya memberi reputasi
Maka gelar ke-nabi-an Muhammad dan klaim bahwa Allah sebagai satu2nya Tuhan yang ada, akan semakin dipertanyakan dunia emoticon-Berduka (S)

Logikanya, semakin kamu dilarang untuk mengkritik artinya di situlah kamu sedang diperbudak otoritas tertentu,
sehingga orang lain di luar lingkungan tsb akan semakin iseng untuk mencari tahu kebenaran sosok otoritas tersebut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 2 lainnya memberi reputasi
pakistan apanya parung?
Dilarang berpikir ya akhi..
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan LionMAH0Heart memberi reputasi
agama sebelah ya?hmhmm gak heran lah kalau mreka merasa terniskatan terus, padahal hidup di negara mayoritas agamanya🤣.

mungkin uda keturunan nya kali giti merasa jadi korban terus2an.

mungkin juga strategi marketing biar makin banyak org yg ikut baca syahadat kalo kena kasus penistaan🤣.

gak mau di nistakan tapi sering nistakan agama orang lain, bahkan di koran nya pun menistakan kepercayaan agama lain.

beda dengan kitab2 hindu, buddha dan kristen. swmua jelas mwngajarkan pada kasih dan kebaikan, tidak ada mengajarkan menista agama lain🤣.

dah lah gk mw lbj panjang nti di serang kambing berjenggot takutttt aku😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 3 lainnya memberi reputasi
pakistan sudah dijajah oleh Indo
ISLAMPHOBIA

"Sebuah istilah tidak masuk akal untuk membungkam kritik terhadap islam"
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan LionMAH0Heart memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
anak bungsu baperan. gak kaget
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan LionMAH0Heart memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di