CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Intelektual Pakistan Kembali Jadi Korban UU Penistaan Agama
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eeac36982d495319a114df0/intelektual-pakistan-kembali-jadi-korban-uu-penistaan-agama

Intelektual Pakistan Kembali Jadi Korban UU Penistaan Agama

Intelektual Pakistan Kembali Jadi Korban UU Penistaan Agama

Seorang professor sebuah universitas Pakistan dibui karena dianggap menistakan Islam. Namun pegiat HAM yakin dakwaan tersebut cacat hukum dan menambah panjang daftar politisasi agama untuk membungkam suara-suara kritis

Sajid Soomro, Guru Besar Sastra Sindhi di Universitas Shah Abdul Latif di Khairpur, Pakistan, ditangkap polisi 10 Juni silam atas dakwaan penistaan agama. Dia sejak lama dikenal kritis terhadap pemerintah dan ulama berpengaruh Pakistan.

“Sajid menulis secara kritis terhadap madrasah, keyakinan agama, konsep surga dan Poligami. Dia juga mengritik Pakistan. Sebab itu dia didakwa dengan Undang-undang terkait,” kata Hakim Ali Kalhoro, seorang perwira kepolisian lokal.

Namun sejumlah organisasi Hak Asasi Manusia dan politisi oposisi bersuara miring terkait dakwaan penistaan agama yang diajukan dalam kasus Soomro. Kuasa hukumnya, Fayaz Khamisani juga meyakini dakwaan tersebut bersifat cacat hukum.

Membungkam suara kritis

Asad Butt, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, meyakini professor sastra itu dihukum karena menyuarakan pandangan yang tidak disukai pemerintah Islamabad.

“Dia menghadiri pemakaman seorang tokoh nasionalis Sindhi dan ini tidak diterima dengan baik oleh lingkaran kekuasaan yang mungkin ingin memberi pelajaran terhadapnya,” kata Asad.

“Kami yakin jika seseorang memiliki pandangan politik yang berbeda, maka dia harusnya diajak berdialog. Tapi menggunakan pasal penistaan agama untuk membungkam suara kritis bisa menjadi bencana,” imbuhnya lagi.

Hal senada diungkapkan bekas Ketua Umum Partai Nasional, Hasil Bizenjo. Pria yang kini duduk di Senat Pakistan itu menyesalkan “dakwaan penistaan agama terhadap intelektual atau penulis. Kita seharusnya bisa lebih sabar menghadapi pandangan yang berbeda. Kasus ini memicu ketakutan di kalangan akademisi untuk menggalang debat yang sehat.”

Dukungan bagi Sajid juga disuarakan Arfana Mallah, professor lain di Universitas Sindh. Dia mengimbau masyarakat memrotes penangkapan Sajid, meski kemudian menerima ancaman pembunuhan.

Letusan separatisme dan kekerasan sektarian

Sindh adalah salah satu dari empat provinsi di Pakistan. Kawasan ini menampung kota terbesar, Karachi, dan dikenal lewat kebudayaannya yang banyak dipengaruhi tradisi Sufisme. Sindh juga mencatat populasi Hindu terbesar di Pakistan dan juga Syiah.

Selama 15 tahun terakhir, pengajian-pengajian kaum ultra konservatif tumbuh bak jamur dan mengancam kehidupan harmonis antarumat di Sindh. Sajid Soomro berulangkali mengritisi perkembangan ini dan menyalahkan Islamabad atas kebangkitan kaum ekstremis di Pakistan.

Pada Februari 2017, Islamic State (ISIS) melancarkan serangan bunuh diri terhadap sebuah kuil Sufi di kota Sehwan di Sindh. Serangan yang menewaskan 72 orang itu merupakan aksi teror paling mematikan oleh ISIS di Pakistan.

Namun geliat ekstremisme tidak hanya berhenti pada aksi terror. Media-media lokal melaporkan maraknya praktik Islamisasi paksa terhadap perempuan Hindu di Sindh. Akibatnya keluarga-keluarga beragama Hindu di provinsi selatan itu melarikan diri ke India.

Sebagai reaksi Kongres Dunia Sindhi (WSC), mendesak kantor Komisioner Tinggi untuk HAM PBB agar membantu menghentikan praktik Islamisasi paksa terhadap perempuan anggota kelompok minoritas.

Balas dendam pribadi atas nama agama

UU Penistaan Agama di Pakistan lahir dari rahim kolonialisme Inggris yang kemudian diadopsi oleh pemerintahan junta militer di bawah Jendral Zia ul-Haq pada 1977 dan 1988. Legislasi tersebut mengancam hukuman mati bagi mereka yang menistakan Nabi Muhammad atau Al-Quran.

Sejak saat itu ratusan warga dipenjara lantaran dianggap melawan agama. Sejauh ini Pakistan belum mengeksekusi mati narapidana penistaan agama. Kebanyakan vonis mati dikoreksi menjadi hukuman penjara dalam proses banding di instansi yang lebih tinggi.

Pegiat hukum sejak lama menuntut amandemen Undang-undang kontroversial tersebut. Klaim para aktivis ini berangkat dari fenomena muram, yakni maraknya penggunaan hukum penistaan agama untuk menyelesaikan urusan pribadi antarwarga atau sebagai tindak balas dendam pribadi.

Studi yang digalang Mahkamah Hukum Internasional (ICJ) di Belanda pada 2015 silam mengungkap lebih dari 80% vonis pengadilan terkait UU Penistaan Agama digugurkan dalam proses banding, lantaran munculnya bukti baru atau kesaksian palsu berdasarkan “niat balas dendam pribadi atau politik.”

Laporan ICJ juga mengungkap 702 dakwaan penistaan agama terhadap minoritas di Pakistan. Jumlah tersebut mewakili 52% dari semua kasus penistaan agama. Beberapa bulan silam, seorang guru beragama Hindu diseret ke penjara lantaran didakwa menghina Islam.

Kasus Asia Bibi sejauh ini masih yang paling mencolok. Gadis Pakistan beragama Kristen itu divonis mati pada 2010 usai dituduh menghina Nabi Muhammad. Vonisnya digugurkan Mahkamah Agung lantaran “keraguan pada kesaksian” penggugat.

Akibatnya kaum garis keras berdemonstrasi di seluruh negeri menuntut nyawa Asia Bibi. Dia kemudian melarikan diri ke Kanada dan membangun kehidupan dengan identitas baru. Kaum Islamis Pakistan sudah berjanji akan mencarinya di manapun dia bersembunyi.

https://www.dw.com/id/intelektual-pa...ama/a-53842801


makin habis intelektual2 dan ilmuwan2 pakistan di habisi oleh agama ini.
entah ini ilmuwan2 keberapa yg dihabisi karena pemikiran kritisnya terhadap agama ini


tidak heran agama ini sejak jaman nabi dan khilafah2, selalu menjadi negara pecundang dan terbelakang,
karena ilmuwan2 atau orang2 pintar yg mengetahui aib agama ini,
akan dibungkam atau dihabisi mereka dgn hukum agama mereka agar aib agama mereka selalu tertutupi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NecroTorture dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh upkaswer
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh KS06
shit hole country emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S) emoticon-Najis (S)
profile-picture
reita96 memberi reputasi
sesuatu yang pasti eslammmmmmmm itu sampah
profile-picture
d70103000 memberi reputasi
Banyak barbar nya ini Pakistan, pembunuh governor Punjab yg belain Asia bibi aja sampe dibikinin masjid emoticon-Entahlah
Pakistan? Gak heran mah.. hellhole itu negara emoticon-Leh Uga

semua negara mayoritas agama ini, pasti membutuhkan UU penistaan agama untuk menutupi aib agama mereka


karena tanpa UU ini, aib agama mereka akan terumbar habis di masyarakat



hanya agama yg memilikiki aib yg butuh UU untuk menutupi aib
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oxcyte dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh shut.out
Dinegara islam dipenjara ratusan orang karena penistaan agama islam?
Kok bisa?
emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oxcyte dan 2 lainnya memberi reputasi
agama yg lebih otoriter dari system firaun sekalipun emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
greedaon dan LionMAH0Heart memberi reputasi
Wah kena lagi satu orang pintar di negara ini
Habis deh nanti orang2 pintar nya
emoticon-Ngakak
profile-picture
LionMAH0Heart memberi reputasi
musuh umat bertambah setelah wahyudi dan masroni

internet adalah musuh umat juga
profile-picture
profile-picture
greedaon dan LionMAH0Heart memberi reputasi
Kalo gak salah ingat

Kaum Intelek(Lupa mazhab apa emoticon-Stick Out Tongue) yang membawa Islam Maju pada Era Keemasaan di babat abis.

Hingga akhirnya di pecundangin balik sama kaum salib yang habis mendapatkan Pencerahan emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
oxcyte dan LionMAH0Heart memberi reputasi
Elu lebih pecundang TS.. Bacot aja pake kloningan
yg waras ngalah aje bre
daripada ilang pala

kurang damai apalagi coba

emoticon-Ngakak
profile-picture
greedaon memberi reputasi
keegoisan kadrun pakistan 11 12 ama di negara ini ternyata emoticon-Leh Uga
Makanya anak2, itulah akibat dari mendanai Taliban. Mereka akhirnya juga terpengaruh juga kan ?. Dan gobloknya di UK malah menerima orang2 macam begini. Makanya saya cuma berharap gelombang Atheisme segera menghampiri ideologi Islam sehingga memulai Proses Reformasi diikuti dengan "Enlightment". Ya minimal perang dulu lah 30 tahun.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
beenana dan 2 lainnya memberi reputasi
Kalau Indonesia tidak ingin berada dalam situasi yang serupa dengan di Pakistan ini, pasal-pasal penistaan agama itu harus dihapuskan. Aturan yang sudah terang benderang selalu berat sebelah karena penilaiannya sangat subyektif. Pasal-pasal ini lebih banyak dipakai untuk menekan pihak minoritas oleh mayoritas.
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
saint dan agama di tengah wabah seperti ini malah akan menimbulkan fitnah
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Gak heran banyak cwe2 Pakistan yang kabur dari tuh negara. emoticon-Big Grin
Mending keluar dah, biar jadi homo semua cwo disono. emoticon-Ngakak
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
bingung baca komen TS , benerin dulu sono
Quote:




bingung bagian mananya gan ?

yg lain ga bingung, kok agan bingung sendiri ?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di