CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Wanita Berdaya, tanpa meninggalkan kewajiban
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee9ebf6eaab25418b43ade0/wanita-berdaya-tanpa-meninggalkan-kewajiban

Wanita Berdaya, tanpa meninggalkan kewajiban

Berdaya bukan berarti tidak bergantung, berdaya bukan berarti menonjolkan diri dan merasa mayor di depan suami.
Menjadi wanita tak mudah dengan segala rutinitas yang mewajibkan diri untuk selalu berada di istananya.

Wanita adalah objek untuk dididik dan subyek untuk mendidik. Sebelum bertemu suami ia dididik oleh kedua orgtuanya, ketika Akad terucap maka ia akan dididik oleh suaminya. Saat melahirkan seorang buah hati, maka ia harus mendidiknya agar selalu bercahaya. Menerangi kehidupan dan seraya mentauhidkan sang Penciptanya.

Wanita harus berilmu, karena ia harus mendedikasikan diri sebgai tauladan di dalam keluarga. Begitu pula dengan suami.

Lelaki harus berdaya karena dayanya menegakkan keluarga untuk menjalani hari demi hari. Mewujudkan mimpi demi mimpi.

Lalu bagaimana apabila wanita juga ingin berdaya ?

Menikah seperti perbudaakan, kata seorang narasumber dalam kajian tablig akbar yang saya hadiri dulu.

Bagaimana bisa dikatakan seperti perbudakan, kata saya dalam hati menanggapi pernyataan tadi

Setelah menjalani pernikahan, maka hal itu terjawab

Bagi wanita yang biasa dengan kebebasan beraktifitas, apalagi jika orangtuanya memberi keleluasan ruang dan waktu untuk berekspresi dalam hal positif serta pekerjaan yang pernah mencukupi kebutuhan dirinya. Maka baginya menikah adalah gerbang menuju keterbatasan.

Keterbatasan untuk beraktifitas, keterbatasan untuk memperluas jaringan, dan keterbatasan waktu seperti sebelum menikah.

Pekerjaan rumah tangga menjadi momok yang harus dikerjakan, berat namun harus dijalankan. Malam hari harus melayani suami. Pagi hari harus bersiap menyiapkan sarapan, makan siang, makan malam dan seterusnya.

Saya kira inilah yang mungkin difikirkan oleh orang-orang western yang memilih untuk tidak menikah dan memilih kumpul kebo.

Islam adalah agama penuh rahmat bagi seluruh alam. Tiada hadirnya maka wanita enggan menjalani pernikahan.


Sabda rasulullah dalam hadisnya, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)
Maka ini adalah sebuah hadist penyegar untuk para muslimah. Menikah bukan perbudakan, menikah adalah tempat meraih ladang amal untuk di alam yang kekal nanti. Maka inilah yang dimaksudkan oleh ustadzah di atas.

Agama Pemimpin Keluarga

Memilih pemimpin keluarga yang baik perangai agamanya adalah satu hal yang harus dilakukan. Bagaimana bisa kita bermuamalah bersama sesorang yang kurang mengetahui perihal muamalah kepada Sang pencipta. Tidakkah kita mempunyai logika untuk berfikir.

Wanita diciptakan dengan selalu mengedepankan rasa, namun harus diseimbangi dengan logika. Bukankah begitu ?

Maka pilihlah ia, mintala ia pada Allah agar ia yang datang adalah sesorang yang berbudi baik dan mempunyai ghirah untuk selalu menerapkan syariat islam dalam kehidupannya.

Mengarungi Kehidupan di Jaman Milenial

menjadi sesorang yang dikatakan pantas untuk menikmati segala kenikmatan dari Allah adalah hal yang tidak mudah.

Yaa saya rasakan dan mengamatinya sendiri

Bagaimana tidak saya mengatakan bagitu.

Jaman Rasulullah, para sahabat begitu taat dan fokus menerapkan syariat agama islam sesuai dengan apa yang di ajarkan Rasul. Bertolabul ilmi tak pandang waktu. Bersemangat selalu di jalan Allah. Memberantas segala yang munkar, dan melakukan hal-hal yang Ma’ruf.

Jaman Sekarang, banyak orang memilih gadget canggih hingga ia lalai dari membaca kitab alquran, mengisi liburan dengan Tontonan yang banyak mengandung hal perusak otak, jari jemari yang sibuk berselancar mengakses internet dengan segala hal dari yang baik hingga buruk, digandrunginya game yang berisi petualangan para iblis oleh kaula muda hingga tua. Dimudahkannya para pelaku KPR Rumah, dengan berbagai opsi pilihan kredit yang berujung Riba.

Bagaimana bisa kita mengatakan pada diri kita bahwa kita pantas menikmati segala kenikmatan dariNYA jika kita tidak bisa mengendalikan diri dari segala hal yang munkar.

Pupuklah diri kita sendiri dari hal-hal yang bersifat marusak agar tidak mencemari hati dan iman kita.

Pilihlah ia, sosok pemimpin yang membawamu serta anak-anakmu untuk teguh akan ajaran dinnul Islam. Apapun rintangannya, Apapun Godaannya seorang pemimpin harus memilah mana yang baik untuk dirinya dan anggotanya sesuai syariat Agama islam.

Perempuan Berdaya

Ia yang tau makna kehidupan dalam pernikahan. Cinta yang ia jalani dalam mahligai pernikahannya adalah cinta segitiga. Allah berada di puncak, istri dan suami berada di kaki segitiga. Segala yang engkau lakukan pada suami mu adalah karena Allah maka pahala bagimu. Begitu juga dengan suami, segala hal baik yang suami lakukan pada engkau maka pahala baginya, dengan tulus dan ikhlas niat karena Allah subhanahu taala.

Perempuan berdaya adalah ia yang tau kemana keluarga akan dibawa. Model pendidikan apa yang akan diemban oleh anak-anaknya dan pendidikan seperti apa yang akan ia berikan pada anak-anaknya dari lahir hingga menjadi sosok yang dirindukan surga,

Perempuan berdaya, selalu meningkatkan kreatifitas. Ini mungkin menjadi PR tiap muslimah, dimana ia harus menjadi wanita yang berdaya dalam rumah tangga namun mempunyai energi untuk bisa menebar manfaat. Jiwa jiwa seperti ini adalah ia yang terbiasa dengan kegiatan sosial, mempunyai lini-lini pertemanan dan terbiasa tergerak membangun kreatifitas.

Peran suami sebagai teman hidup bahkan seumur hidupnya agaknya harus peduli dengan keinginan ini. Mendorong dan mensupport adalah peran penting yang terkadang kurang dipedulikan oleh sosok suami. Bukankah Adanya simbiosis yang saling membahagiakan adalah satu faktor terciptanya ekosistem yang seimbang.

Puisi takkan terbentuk tanpa adanya inspirasi, begitu juga dengan kreatfitas/ide usaha. Untuk keluarga sebuah kreatifitas tentunya ia harus mengandung profit. karena dengan profit dari bisnis yang di jalankan keinginan untuk dapat bersedekah dan menolong orang lain dapat terlaksana. Maka carilah... carilah sampai engkau dapatkan inspirasi itu. Olah, dan arungi tiap krikil krikil dengan penuh kebersamaan.

Salam Sakinah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kushina99 dan 2 lainnya memberi reputasi
tulisan yang menarik kak..keren dah isinya dah
profile-picture
Rainbow555 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bagus nih trit byk memberikan inspirasi.
profile-picture
union442 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Seorang Pria adalah pemimpin atas seorang Wanita dalam keluarganya.

Dimana sebagai seorang pemimpin dalam keluarga maka seorang Pria harus dapat membimbing pasangan Wanitanya.

Tapi bagaimana seorang Pria itu dapat membimbing pasangan Wanitanya, sementara pasangan Wanitanya tak pernah dapat percaya terhadapnya.

Dimana kadang banyak Wanita dengan pengetahuan yang dimilikinya selalu "merasa" lebih mengetahui dari pasangan Prianya.

Sehingga banyak Wanita yang tidak pernah dapat mempercayai pasangan Prianya hanya karena Wanitanya dengan pengetahuan yang dimilikinya "merasa" lebih mengetahui dari pasangan Prianya.

Bila memang seorang Wanita itu ingin dibimbing maka kosongkanlah dirinya (kosongkan pengetahuannya) dari semua yang dia "merasa" telah mengetahuinya dan percayalah pada pasangan Pria yang telah dipilihnya untuk membimbingnya.

Karena mereka yang dapat dibimbing hanyalah mereka yang tak mempunyai pengetahuan apa apa dan mereka yang percaya kepada yang membimbingnya.

Dimana orang yang tidak membawa/memiliki pengetahuan apa apa (tanpa pengetahuan), maka akan cenderung untuk dapat dibimbing karena tidak akan ada pertentangan.

Sedangkan orang yang membawa/memiliki pengetahuan, maka akan cenderung untuk tidak dapat dibimbing karena dia hanya akan mencari pembenaran atas pengetahuan yang telah dimilikinya, hingga bila dalam membimbingnya tidak sesuai dengan pengetahuan yang telah dimilikinya maka dia akan selalu menentang (akan ada pertentangan).

Jadi bila memang ingin diberdayakan, maka sebaiknya carilah sebaik baiknya pengetahuan yang dapat segera mengenali sebaik baiknya pasangan yang dapat dijadikan sebagai sebaik baiknya pemimpin/pembimbing.

Sebagaimana Ratu Balqis yang dengan pengetahuannya dapat segera mengenali Nabi Sulaiman sebagai sebaik baiknya pria yang dapat membimbingnya pada zamannya.

“Ya Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diriku sendiri. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”
profile-picture
union442 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Menginspirasi ❤️
Nice thread gan 👌 banyak hal² yang mengajarkan apa yg harus dilakukan sesudah nikah dan mau nikah 🙏


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di