CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee98f112525c35e6c5572f0/fredrik-idestam-pendiri-nokia-lulusan-pertambangan

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan

Jakarta - Fredrik Knut Idestam lahir di Tyrvanto, Finlandia pada 28 Oktober 1838. Meski bergelar Insinyur dan master Pertambangan, ia malah memulai usaha dalam bidang produksi kertas.

Saat itu, Idestam ingin mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi seorang pegawai negeri di Board of Mines of the Grand Duchy of Finland (Dewan Pertambangan Agung Finlandia).


Ia melakukan studi lebih lanjut mengenai logam dasar di School of Mines (Bergakademie) di Freiberg, Saxony, Jerman pada 1863-1864, dan mendapat beasiswa Senat Finlandia. Kemudian, ia ditunjuk sebagai insinyur pertambangan di Dewan Pertambangan Finlandia.

Cita-cita masa depan Idestam berubah total ketika pada 1864, saat perjalanan pulang dari Freiberg melewati pegunungan Harz, Idestam mengunjungi sebuah pabrik kayu. Penemuan baru, sebuah pabrik yang memproduksi bahan baku kertas dari kayu.



Mendirikan Nokia

Tanaman yang dilihat Idestam sudah mencapai pada tahap di mana mampu memproduksi secara komersial. Proses dan peralatannya telah dikembangkan oleh pabrik pembuat kertas Heinrich Voelter.

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan
Pabrik kertas Nokia. (Foto: nokia5320.xtgem.com)

Idestam melihat peluang jika permintaan kertas meningkat pesat di sektor industri di Eropa dan Amerika Utara. Sementara, kenyataannya produksi tak bisa tumbuh karena kekurangan kain yang digunakan sebagai bahan baku, tak ada cara untuk meningkatkan pasokan.

Menurut dia, Voelter adalah solusi yang tepat sebagai bahan baku kertas. Dalam idenya, ia akan menggunakan persediaan bahan baku tidak terbatas di hutan Finlandia, didukung dengan air terjun yang bisa memberi energi untuk pabrik.


Benar saja, sesampainya di Finlandia, Idestam langsung memesan mesin yang dirancang oleh Voelter dari Jerman. Tidak lama, ia juga telah mengantongi izin operasi oleh Senat pada 12 Mei 1865, dan pabrik mulai produksi pada awal 1866.

Nama Nokia berasal dari sebuah komunitas yang ada di sungai Emakoski yang berada di negara Finlandia Selatan. Pabrik nokia sendiri didirikan di samping air terjun di Tampere pada tahun 1866.

Nokia Berkembang Pesat

Tingginya permintaan kertas menjadikan pabrik Nokia berkembang pesat. Kemudian pada 1871, Fredrik Idestam bersama Leo Mechelin memindahkan usahanya ke Kota Finlandia, dan resmi mendirikan perusahaan bernama Nokia Ltd.

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan
Pabrik Nokia. (Foto: Nokia.com)

Perusahaannya menjadi perusahaan kertas terbesar di Finlandia, dan berhasil menguasai Industri kertas serta ekspor kertas ke wilayah Eropa lainnya.

Pada 8 April 1916, Fredrik Idestam sebagai pendiri wafat dan meninggalkan perusahaan Nokia kepada penerusnya. Nokia Ltd terus berkembang menjadi perusahaan pembuat kertas terkemuka di daratan Eropa.

Kemudian, perusahaan Finnish Rubber Works yang bergerak di bidang Karet Mentah dan Finnish Cable Works yang bergerak di bidang Kabel dan Telegraf yang ada di Finlandia bergabung dengan Nokia.

Nokia Menjadi Produsen Telekomunikasi Dunia

Sejak dahulu negara Finlandia sangat tergantung pada hasil hutannya yaitu berupa kayu, seperti yang telah dikatakan oleh salah satu pihak Departemen Luar Negeri Finlandia, Jyrki Vesikansa, “Dulu kami hidup dari hutan, tetapi saat ini kami dapat menambahkan pada Nokia”.

Hingga tahun 1950, Chief Executive Officer (CEO) Nokia bernama Bjorn Westerlund kemudian meramalkan masa depan pertumbuhan beberapa sektor bubur kayu dan kertas akan terbatas. Sebagai gantinya, dibangun sebuah divisi elektronik di pabrik kabel Helsinki, dari sinilah cikal bakal mulai menjurus ke sektor seluler.

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan
Pabrik Nokia. (Foto: Youtube)

Selama 15 tahun Nokia elektronik mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Secara bertahap terbangun keterampilan substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat.

Tahun 1970-an Nokia dan pabrik pembuat televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon genggam (telepon seluler).

Produk Nokia

Pada awal 1981, Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di dunia. Sepanjang dekade 1980-an, NMT diperkenalkan ke sejumlah negara dan mendapat sambutan yang luar biasa.

Fredrik Idestam, Pendiri Nokia Lulusan Pertambangan
Produk Nokia. (Foto: Wikipedia)

Kini sebanyak 2.100 seri ponsel Nokia mendulang sukses. Target penjualan sebanyak 500 ribu unit berhasil diraih pada 1994. Dengan tenaga kerja sebanyak 54 ribu orang, produk Nokia terjual di 130 negara.

Nokia menjadi produsen ponsel terbesar di dunia. Pada tahun 1998, fokus Nokia pada telekomunikasi dan investasi awal dalam teknologi GSM telah membuat perusahaan menjadi pemimpin ponsel di dunia.

Pada tanggal 15 Agustus 2007, Nokia pusat melakukan recall terhadap baterai tipe BL-5C, salah satu baterai terpopuler untuk ponsel Nokia pada saat ini.

Nokia tak selamanya berjaya, pada awal tahun 2010, kerasnya persaingan produk ponsel dunia akhirnya membuat Nokia terus menerus mengalami kemunduran.

Pada tanggal 3 September 2013, Microsoft akan membeli unit bisnis perangkat dan layanan bisnis Nokia senilai 3,79 miliar euro (5 miliar dollar AS) dan 1,65 miliar euro (2,2 miliar dollar AS) untuk lisensi paten Nokia. .

Jika di total, Microsoft harus merogoh kocek 5,44 miliar euro (7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79 triliun) untuk rencananya mengakuisisi bisnis utama Nokia.

Nokia yang terus menerus mengalami kerugian hingga pada akhirnya tepat pada tanggal 25 April 2014. Nokia resmi diakuisisi oleh Microsoft yang kemudian mengakhiri kejayaan Nokia perusahaan yang dibangun oleh Fredrik Idestam dalam bisnis telepon selular selama 34 tahun.


Sumber:https://www.tagar.id/fredrik-idestam...n-pertambangan
profile-picture
vladdracul memberi reputasi
Sayangnya Nokia terlalu idealis, jadinya ga bisa mengikuti perkembangan teknologi sekarang


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di