- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Pesawat AU Jatuh, Pemerintah Diminta Alokasikan Anggaran untuk Pemeliharaan


TS
747.400
Pesawat AU Jatuh, Pemerintah Diminta Alokasikan Anggaran untuk Pemeliharaan
JAKARTA - Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengalokasikan anggaran untuk melakukan pemeliharaan terhadap alutsista.
Hal ini terkait dengan insiden jatuhnya Pesawat TNI Angkatan Udara (AU) di Kampar, Riau, beberapa waktu lalu.
"Maka yang masuk akal adalah tetap mengalokasikan anggaran yang proporsional dan memadai untuk pemeliharaan, sehingga armada selalu dalam kondisi prima dan siap siaga," kata Khairul kepada Okezone, Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Menurut Khairul, dalam pembangunan pertahanan, Indonesia memiliki yang namanya Rencana Strategis (Renstra) yang disusun untuk memenuhi kekuatan pokok minimum (MEF).
Khairul menjelaskan, peremajaan alutsista dibahas dalam kerangka ini dan jenis yang jatuh ini termasuk yang sudah direncanakan akan diganti.
"Masalahnya rencana-rencana itu punya prioritas yang timeline-nya kerap kali harus disesuaikan kemampuan negara dalam penyediaan anggaran belanja maupun proses negosiasinya, sehingga realisasinya juga belum tentu sesuai rencana," tutur Khairul.
Oleh sebab itu, kata Khairul, apabila sementara belum peremajaan, hal yang paling solutif bisa dilakukan adalah mengalokasikan anggaran untuk memastikan alutsista dapat digunakan dengan maksimal.
"Nah, sepanjang peremajaan belum terwujud dan alutsista tersebut masih harus digunakan," tutur Khairul.
https://nasional.okezone.com/amp/202...k-pemeliharaan
Ini jumlah anggaran militer tiap negara:
China: 2.500 Triliun
Indonesia: 107 Triliun
Amerika Serikat: 11.000 Triliun
Singapura: 145 Triliun
Padahal singapura itu negara kecil banget, kok bisa anggaran militernya lebih besar dari Indonesia ya
Hal ini terkait dengan insiden jatuhnya Pesawat TNI Angkatan Udara (AU) di Kampar, Riau, beberapa waktu lalu.
"Maka yang masuk akal adalah tetap mengalokasikan anggaran yang proporsional dan memadai untuk pemeliharaan, sehingga armada selalu dalam kondisi prima dan siap siaga," kata Khairul kepada Okezone, Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Menurut Khairul, dalam pembangunan pertahanan, Indonesia memiliki yang namanya Rencana Strategis (Renstra) yang disusun untuk memenuhi kekuatan pokok minimum (MEF).
Khairul menjelaskan, peremajaan alutsista dibahas dalam kerangka ini dan jenis yang jatuh ini termasuk yang sudah direncanakan akan diganti.
"Masalahnya rencana-rencana itu punya prioritas yang timeline-nya kerap kali harus disesuaikan kemampuan negara dalam penyediaan anggaran belanja maupun proses negosiasinya, sehingga realisasinya juga belum tentu sesuai rencana," tutur Khairul.
Oleh sebab itu, kata Khairul, apabila sementara belum peremajaan, hal yang paling solutif bisa dilakukan adalah mengalokasikan anggaran untuk memastikan alutsista dapat digunakan dengan maksimal.
"Nah, sepanjang peremajaan belum terwujud dan alutsista tersebut masih harus digunakan," tutur Khairul.
https://nasional.okezone.com/amp/202...k-pemeliharaan
Ini jumlah anggaran militer tiap negara:
China: 2.500 Triliun
Indonesia: 107 Triliun
Amerika Serikat: 11.000 Triliun
Singapura: 145 Triliun
Padahal singapura itu negara kecil banget, kok bisa anggaran militernya lebih besar dari Indonesia ya





scorpiolama dan nona212 memberi reputasi
2
853
32


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan