CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ronny Bugis Jadi Justice Collaborator Setelah Mengaku Dosa ke Pendeta, Layak Bebas
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee962f2337f935782279ab0/ronny-bugis-jadi-justice-collaborator-setelah-mengaku-dosa-ke-pendeta-layak-bebas

Ronny Bugis Jadi Justice Collaborator Setelah Mengaku Dosa ke Pendeta, Layak Bebas

Ronny Bugis Jadi Justice Collaborator Setelah Mengaku Dosa ke Pendeta, Layak Bebas

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkapkan hasil temuan fakta-fakta persidangan perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Menurut dia, MAKI telah menelusuri beberapa pihak yang mengetahui proses penanganan perkara penyiraman terhadap Novel Baswedan, yang diduga dilakukan terdakwa Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.
"Atas peristiwa tersebut, semestinya beban hukuman hanya diberikan kepada Rahmat Kadir jika dinyatakan bersalah."

• Novel Baswedan: Saya Dikerjai Biar Tambah Jengkel, Menyerang Secara Psikologis

"Dan hakim dapat memutus penjara di atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).
Penelusuran ini dilakukan dengan metode pola detektif swasta yang diusahakan mengacu pola di negara-negara maju seperti Amerika Serikat.
"Tujuan penelusuran ini dilakukan untuk menjadi Amicus Curiae (sahabat keadilan), dalam rangka mencari keadilan bagi korban atau pelaku berdasarkan bukti-buki yang dihadirkan dalam persidangan," tuturnya.

Dia menjelaskan, peran Ronny Bugis sekadar diajak mengantar jamu kepada keluarga Rahmat Kadir.
Sehingga, perannya hanya sebagai pengantar tanpa tahu tujuan dan sama sekali tidak mengetahui perencanaan termasuk akibatnya.
Dia menilai Ronny Bugis faktor utama terungkapnya perkara penyiraman Novel Baswedan.

• DAFTAR 28 Kebijakan Jokowi yang Terkesan Otoriter Versi YLBHI, dari Perppu Ormas Hingga Omnibus Law

Karena, dia telah melakukan pengakuan dosa kepada pendeta atas perannya telah mengantar Rahmat Kadir, meskipun tidak tahu rencana, tujuan, dan akibat dari ajakan Rahmat Kadir.

"Ronny Bugis justru berfungsi sebagai justice collaborator atas terungkapnya peristiwa dan pelaku penyiraman Novel Baswedan," ujarnya
Sementara, dia mengungkap, Rahmat Kadir sebagai pelaku utama dan sudah seharusnya divonis hukuman maksimal.

• Beberkan Isi Perbincangannya dengan Jokowi, Adian Napitupulu: Presiden Tidak Marah

Apabila mengacu hal yang memberatkan, Rahmat Kadir selaku penegak hukum seharusnya melindungi warga negara termasuk Novel Baswedan.
"Rahmat Kadir telah memperdaya dengan cara berbohong kepada Ronny Bugis untuk mengantar jamu kepada famili Rahmat Kadir."
"Sehingga Ronny Bugis bersedia mengantar tanpa mengetahui rencana, tujuan, dan akibatnya," ulasnya.
Sebelumnya, Ronny Bugis, terdakwa penganiaya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

• Dua Penganiayanya Cuma Dituntut Setahun Bui, Novel Baswedan: Rasanya Ingin Katakan Terserah

Dia terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum menguraikan peran Ronny Bugis membantu terdakwa lainnya, yaitu Rahmat Kadir Mahulete, untuk melakukan penyiraman air keras kepada Novel Baswedan di Jalan Deposito Blok T No 10 RT 003 RW 010, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada Sabtu 8 April 2017, Ronny Bugis meminjamkan sepeda motor Yamaha Mio GT miliknya kepada Rahmat Kadir, untuk mengamati kompleks perumahan tempat tinggal Novel Baswedan.

Pada Minggu 9 April 2017, Rahmat Kadir kembali meminjam sepeda motor Ronny Bugis untuk kembali mempelajari rute masuk dan keluar kompleks perumahan tempat tinggal Novel Baswedan.
Pada Selasa 11 April 2017, Rahmat Kadir meminta Ronny mengantarkannya ke Kelapa Gading Jakarta Utara.

Rahmat Kadir membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (Mug) kaleng motif loreng hijau terbungkus plastik warna hitam.

Ronny Bugis menggunakan sepeda motor miliknya mengantarkan Rahmat Kadir ke kediaman Novel Baswedan.
Berdasarkan arahan Rahmat Kadir itu, Ronny Bugis mengendarai sepeda motornya pelan-pelan.

"(Ronny Bugis) seharusnya mencegah Rahmat Kadir," kata Jaksa.
Perbuatan menyiramkan cairan asam sulfat itu mengakibatkan mengalami luka berat.
Yakni, mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.


Hal ini sebagaimana VISUM ET REPERTUM Nomor: 03/VER/RSMKKG/IV/2017 tertanggal 24 April 2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga.
Jaksa menjelaskan, berdasarkan alat bukti yang dimiliki, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, dan keterangan terdakwa, mempunyai ketersesuaian satu sama lain.
Sehingga, membentuk suatu kronologi perbuatan penganiayaan.

"Membentuk rangkaian kejadian yaitu menerangkan dan membenarkan adanya kejadian yang dilakukan terdakwa."
"Kami menyimpulkan fakta dari keterangan saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti," kata dia.
Fakta perbuatan dalam pemeriksaan di persidangan sesuai dengan unsur tindak pidana yang didakwakan.

"Penganiayaan berat dengan perencanaan terlebih dahulu."
"Terdakwa tidak pernah memikirkan melakukan tindak penganiayaan berat, tetapi ingin memberi pelajaran namun berakibat di luar dugaan," ujarnya.
Selama persidangan, Jaksa mengungkapkan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, yaitu telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatan, terdakwa bersikap kooperatif, dan terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun.
Sementara, Rahmat Kadir Mahulete, terdakwa lainnya, juga dituntut hukuman 1 tahun penjara.
Perbuatan penganiayaan itu dilakukan bersama-sama dengan Ronny Bugis, rekan Rahmat Kadir di institusi Polri.

Rahmat Kadir terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.
"Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa Rahmat Kadir Mahulete terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama-sama penganiayaan mengakibatkan luka berat.
"(Menghukum) Tindak pidana terhadap Rahmat Kadir Mahulete 1 tahun dan terdakwa tetap ditahan," kata Tim Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat tuntutan.

Di persidangan itu, terungkap alasan Rahmat Kadir Mahulette melakukan tindak penganiayaan kepada penyidik KPK Novel Baswedan.
Jaksa memandang Rahmat Kadir bermaksud menyerang dan menimbulkan luka berat kepada Novel Baswedan karena ingin memberikan pelajaran.
Hal ini setelah Novel Baswedan dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Rahmat Kadir berupaya mencari dan akhirnya menemukan alamat Novel Baswedan dari internet.
Rahmat Kadir selama dua hari berturut-turut pada 8-9 April 2017, melakukan pemantauan ke kediaman Novel Baswedan.
Untuk memantau kediaman Novel Baswedan, dia meminjam sepeda motor rekannya sesama anggota Polri, yaitu Ronny Bugis.

Pada Senin 10 April 2019, Rahmat Kadir pergi ke pul Angkutan Mobil Gegana Polri mencari cairan asam sulfat (H2SO4).
Dan saat itu terdakwa mendapatkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam botol berwarna merah berada di bawah salah satu mobil yang terparkir di tempat tersebut.
Lalu, terdakwa membawa cairan itu ke tempat tinggalnya, kemudian menuangkan ke dalam mug kaleng motif loreng hijau.

Kemudian, menambahkannya dengan air, menutupnya, membungkus, dan mengikatnya menggunakan plastik berwarna hitam.
Pada Selasa 11 April pagi, Rahmat Kadir pergi menemui Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok sambil membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (mug) kaleng motif loreng hijau terbungkus plastik warna hitam.
Lalu, meminta mengantarkannya ke daerah Kelapa Gading Jakarta Utara.

• RINCIAN Gaji Pimpinan KPK, Ketua Kantongi Rp 123.938.500, Kini Sedang Dibahas untuk Naik Lagi

Setiba di tempat tujuan, Rahmat Kadir, menyampaikan kepada Ronny Bugis akan memberikan pelajaran kepada seseorang.
Dia meminta Ronny Bugis mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel Baswedan, sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Berdasarkan arahan Rahmat Kadir tersebut, Ronny Bugis mengendarai sepeda motor pelan-pelan.

Ketika posisinya berada di atas motor dan sejajar dengan Novel Baswedan, Rahmat Kadir langsung menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) tersebut ke bagian kepala dan badan Novel Baswedan.
"Semua unsur Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP seperti didakwaan subsider terbukti, sehingga tidak perlu dibuktikan."
"Semua unsur dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan."
"Semua unsur tindak pidana sebagaimana dakwaan subsider meyakinkan ada hubungan persesuaian antara fakta perbuatan," papar Jaksa. (*)

sumber berita

Setuju , layak dibebaskan karena sudah melakukan pengakuan dosa & pertobatan apalagi sudah membantu penyelidikan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kris10.news
Bebaskan sekarang juga
alhamduleluyaemoticon-Maaf Agan
wartawan bodrek buat judul klik bait dengan bumbu favorit kadrun emoticon-Jempol

meskipun ane tidak setuju dibebaskan karena sudah jelas2 merencanakan pelanggaran hukum meskipun tidak tahu tujuan dan sasarannya



Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkapkan hasil temuan fakta-fakta persidangan perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Menurut dia, MAKI telah menelusuri beberapa pihak yang mengetahui proses penanganan perkara penyiraman terhadap Novel Baswedan, yang diduga dilakukan terdakwa Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.
"Atas peristiwa tersebut, semestinya beban hukuman hanya diberikan kepada Rahmat Kadir jika dinyatakan bersalah."




Sehingga, perannya hanya sebagai pengantar tanpa tahu tujuan dan sama sekali tidak mengetahui perencanaan termasuk akibatnya.
Dia menilai Ronny Bugis faktor utama terungkapnya perkara penyiraman Novel Baswedan.



Karena, dia telah melakukan pengakuan dosa kepada pendeta atas perannya telah mengantar Rahmat Kadir, meskipun tidak tahu rencana, tujuan, dan akibat dari ajakan Rahmat Kadir.

"Ronny Bugis justru berfungsi sebagai justice collaborator atas terungkapnya peristiwa dan pelaku penyiraman Novel Baswedan," ujarnya
Sementara, dia mengungkap, Rahmat Kadir sebagai pelaku utama dan sudah seharusnya divonis hukuman maksimal.



"Terdakwa tidak pernah memikirkan melakukan tindak penganiayaan berat, tetapi ingin memberi pelajaran namun berakibat di luar dugaan," ujarnya.
Menurut saya cukup 1 kata: K0NT0L
Quote:


Tetep Auto tebus ye kan? emoticon-Wkwkwk
Lihat 7 balasan
Auto tebus pokok nya deh
emoticon-Ngakak
[mention]shu_suiko[/mention]

kalo dosa kristen mesti tobat juga apa guna nya yesus di salib dan di gebukin buat nebus dosa manusia?kan cukup tobat aja ga usah anak tuhan akting di gebukin emoticon-Ngakak

zina harus tobat juga?terus di salib buat nebus dosa apa? emoticon-Malu
Diubah oleh tuandorna
Lihat 1 balasan
Su asu justice collaborator kok buron sampe 2 tahun.
Ane taunya sih ngaku dosa itu ke Tuhan bukan ke pendeta. Mungkin maksudnya konselling
@tokai.sword

suka tak suka itu lah watak agama samawi.....kristen masuk neraka karena kafir...muslim masuk neraka karena g percaya yesus...bahkan lebih sadis bayi2 karena ga di baptis atas nama jesus masuk neraka
JUSTICE COLLABORATOR = TUKANG CEPU ?
emoticon-Matabelo


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di