CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Negara Asia Tenggara Mulai Tak Percaya China
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee84c9df4d6957fb41de416/negara-asia-tenggara-mulai-tak-percaya-china

Negara Asia Tenggara Mulai Tak Percaya China

Banyak dari negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina, tak mempercayai niat China dalam memberikan pinjaman terkait inisiatif ambisius Presiden Xi Jinping, Belt and Road alias Jalur Sutra Baru. Mereka pada umumnya khawatir terjatuh dalam jebakan utang tak berkesudahan, dan cemas bahwa China akan meningkatkan pengaruhnya di kawasan itu.

Negara-negara Asia Tenggara, di antara beberapa penerima manfaat terbesar dari investasi China, tidak mempercayai Beijing dan percaya bahwa pemerintah mereka harus berhati-hati ketika bernegosiasi tentang Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road) unggulan Presiden China Xi Jinping.

Jatuh ke dalam perangkap utang yang tidak berkesudahan adalah kekhawatiran dari 70 persen responden yang tidak sepenuhnya percaya pada inisiatif China.

Survei yang dirilis Senin (7/1) oleh ISEAS-Yusof Ishak Institute, mensurvei 1.008 responden dari sepuluh negara dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang diambil dari pemerintah, komunitas akademik dan bisnis, masyarakat sipil dan media.

Ketidakpercayaan dan dorongan untuk berhati-hati ini terasa paling kuat di Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Mayoritas negara Asia Tenggara percaya minat China yang meningkat pada daerah itu akan menempatkan wilayah itu di bawah pengaruh China yang terlalu besar, dan berisiko jatuh ke dalam jebakan utang abadi, yang pada akhirnya akan merugikan mereka dalam jangka panjang.

Mereka melihat inisiatif itu sebagai alat untuk mengendalikan mereka di Asia, demi keuntungan China sendiri, dengan kurang dari satu dari 10 negara melihat China sebagai “kekuatan yang ramah dan baik hati,” dan hampir setengahnya mengatakan Beijing memiliki “niat untuk mengubah Asia Tenggara untuk masuk dalam lingkaran pengaruhnya.”

Sebuah laporan tahun 2018 menemukan Malaysia telah menjadi penerima manfaat terbesar dari diplomasi keuangan raksasa ekonomi di kawasan Asia Timur Pasifik selama 16 tahun. Selama periode ini, Beijing menghabiskan sekitar $48 miliar untuk diplomasi keuangan di wilayah tersebut.

Sejak menjabat, perdana menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, telah membatalkan proyek Belt and Road senilai $22 miliar di negara itu, termasuk jalur East Coast Rail, dan dua jaringan pipa gas alam. Utang negara yang melonjak disebut sebagai alasannya.

Mahathir mengatakan pada Agustus Malaysia tidak bisa membayar kembali uang itu dan menuduh China menjalankan “versi baru kolonialisme.”

Burma (Myanmar) juga berupaya mengurangi proyek pelabuhan senilai $7 miliar di negara bagian Rakhine yang bermasalah, lagi-lagi karena dikhawatirkan melibatkan terlalu banyak utang bagi negara untuk membayar. Mencapai kompromi, keduanya menandatangani perjanjian pada bulan November untuk melanjutkan proyek dengan pengurangan biaya $1,3 miliar pada tahap awal.

Sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh NeverSayGG
Thailand, Laos, Myanmar progres rel kereta cepat OBOR uda progres kok dari taun2 kmrn, tiang2 beton udah kokoh berdiri emoticon-Big Grin

Malaysianya aja yg lagi kere krisis ga bisa lanjut, pake alibi jebakan utang segala

IMF noh jauh lebih parah, plg demen liat kliennya krisis

China jauh lebih mending Utangnya jelas untuk mega infrastruktur, investasi jangka panjang untuk keuntungan bersama




btw Berita basi januari + no sumber
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan diamondchest memberi reputasi
Lihat 1 balasan
profile-picture
profile-picture
Veritonix dan soljin7 memberi reputasi
Diubah oleh romanxe
Lihat 8 balasan
investasi antar negara sepertinya beda tipis ama utang piutang ya?
Lihat 1 balasan
Sapa yg mau percaya ma kang tipuk emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
Stephen.cau dan soljin7 memberi reputasi
dalangnya sudah pasti adalah amerika
amerika itu sewot kalah pengaruhnya pada china
jadi terus berusaha adu domba ,fitnah china ini itu

Semakin banyak negara,di dunia termasuk sekutu-sekutu amerika di Eropa bergabung dalam Inisiatif Sabuk & Jalan (  One Belt One Road ) yang diprakarsai oleh China .

amerika menuding proyek-proyek ini lebih menguntungkan China  dan menciptakan resiko jebakan utang bagi negara-negara berkembang  
https://www.voaindonesia.com/a/sekut...-/4895361.html

Negara Asia Tenggara Mulai Tak Percaya China
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
kalau di level rakyat bawah itu ada KUR BRI, Danamon Simpan Pinjam, Bank Kecamatan, Koperasi Syariah, Koperasi Rentenir yang hutang 1 juta dapatnya 900rb tiap dua hari sekali ngangsur 100 ribu dikalikan 12 kali ngangsur.

Pinjaman Mengleng kalau diibaratkan masuk yg pinjaman koperasi itu. Mending nggak usah minjam dari Mengleng.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di