CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Digempur-Impor-Industri-Garmen-Terkapar-Kemenperin?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee83fbc88b3cb189c317afd/digempur-impor-industri-garmen-terkapar-kemenperin

Digempur-Impor-Industri-Garmen-Terkapar-Kemenperin?

Digempur-Impor-Industri-Garmen-Terkapar-Kemenperin?

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penerapan tindakan pengamanan atau safeguard pasar garmen merupakan salah satu upaya darurat untuk melindungi industri garmen nasional dari gempuran produk impor yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. 

“Kemenperin akan memberikan perlindungan melalui penerapan safeguard bagi industri garmen. Safeguard ini kami usulkan karena terjadi peningkatan impor di sektor ini dalam tiga tahun terakhir,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih kepada Industry.co.id beberapa saat lalu. 

Menurut Gati, dari data BPS yang didapat, pada periode 2017-2019, angka impor produk garmen mencapai USD2,38 Miliar. 

“Tingginya angka impor di sektor ini merupakan hal yang harus disikapi secara serius oleh Kemenperin. Impor yang tinggi ini dapat menutup potensi pasar dalam negeri karena produk-produk impor tersebut harganya relatif murah,” ungkap Gati.

Dirjen IKMA menjelaskan, kebijakan safeguard tidak hanya melindungi industri garmen dari masuknya produk impor, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor potensial tersebut. 

“Perlindungan terhadap industri garmen harus segera dilakukan, mengingat kontribusi sektor tersebut kepada PDB cukup besar hingga mencapai 5,4 persen pada tahun 2019,” tegasnya.

Gati juga mengungkapkan, pemberlakuan safeguard memerlukan langkah sinergi antara pemerintah dengan asosiasi dan pelaku usaha garmen. 

“Kita harus susun dan dukung bersama. Pemerintah, asosiasi dan dunia usaha akan bergandengan tangan untuk mewujudkan safeguard tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kemenperin sedang mematangkan kebijakan safeguard tersebut sebelum nantinya diajukan ke Komite Perlindungan Perdagangan Indonesia (KPPI) di Kementerian Perdagangan,” paparnya.

Dasar hukum penerapan safeguard adalah Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan. 

“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengajukan kebijakan safeguard. Dengan begitu setelah Covid-19 berakhir dan kondisi kembali normal, safeguard sudah bisa dijalankan,” pungkas Gati.

Sebelumnya Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melakukan penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan jumlah impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya terhitung mulai 10 Juni 2020. 

Hal ini dilakukan setelah mendapat permohonan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang mewakili industri dalam negeri penghasil komoditas tersebut pada 5 Juni 2020 lalu.

"Dari bukti awal permohonan yang diajukan API, KPPI menemukan adanya lonjakan jumlah impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya. Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri sebagai akibat lonjakan impor tersebut," ujar Ketua KPPI Mardjoko pekan lau mrlalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id. 

Mardjoko melanjutkan, kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada 2017--2019. 

Indikator tersebut, antara lain penurunan keuntungan secara terus menerus akibat menurunnya volume produksi dan volume penjualan domestik, meningkatnya volume persediaan akhir atau jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya kapasitas terpakai, berkurangnya jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

https://www.industry.co.id/read/6842...par-kemenperin
profile-picture
nona212 memberi reputasi
Tak apa...perusahaan garmen di indonesiah produknya juga diekspor breemoticon-Leh Uga
profile-picture
angga_nero memberi reputasi
hahaha, makan dah tuh dumping. salah sendiri ngga proteksi industri dalam negeri.
profile-picture
angga_nero memberi reputasi
ternyata benar apa yang dikatakan Lo Keng Hong beberapa tahun lalu
harga produk garmen lokal kurang bersaing sih..apalagi finished goods nya..
makanya buyer luar negeri ga order lagi di indo ..order ke pabrik di viet bangladesh india deelel..
n kosumsi lokal jg penuhan misal di pull n bear yg imported goods daripada manzone yg lokal punya.
impor tinggi, ekspor juga tinggi klo garment mah emoticon-Ngakak

Quote:

masa, pabrik kawasan berikat disini selama pandemi ini malah ga brenti 3 shift. ini new normal malah banyalk rekrut karyawan baru.. ga percaya, liat koridor subang sama majalengka emoticon-Ngakak


bagi bagi lah, bangla juga butuh duit emoticon-Big Grin
Diubah oleh chibiyabi
Cuma tau indorama pabrik tekstil dan plastik emoticon-Big Grin
Ts nubitol gak kasih komen

Gw kenal orang exportir garmen adem adem aja noh di pik.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di