CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menag Rilis Kebijakan Keringanan UKT untuk Mahasiswa Kampus Keagamaan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee82506f4d6957ce6246f41/menag-rilis-kebijakan-keringanan-ukt-untuk-mahasiswa-kampus-keagamaan

Menag Rilis Kebijakan Keringanan UKT untuk Mahasiswa Kampus Keagamaan


Menag Rilis Kebijakan Keringanan UKT untuk Mahasiswa Kampus Keagamaan
Menteri Agama (Menag) di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama memberikan keringanan uang kuliah tunggal ( UKT) pada mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang terdampak Covid-19.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Keringanan UKT pada PTKN atas Dampak Bencana Wabah Covid-19. KMA ini ditandatangani Menteri Agama Fachrul Razi pada 12 Juni 2020. Plt Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan, KMA tersebut terbit merespons dampak pandemi Covid-19 terhadap mahasiswa PTKN, khususnya dampak ekonomi.

"KMA ini juga terbit untuk meringankan beban mahasiswa, orangtua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai dan untuk memastikan kelancaran pembayaran UKT," kata Kamaruddin melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (15/6/2020).

 Menurut Kamaruddin, ada tiga skema keringanan UKT yang diberikan kepada mahasiswa PTKN. Ketiganya yaitu pengurangan UKT, perpanjangan waktu pembayaran UKT, atau angsuran UKT bagi mahasiswa PTKN yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Keringanan tersebut, kata Kamaruddin, dapat diberikan apabila mahasiswa mampu menunjukkan bukti atau keterangan yang sah bahwa status orangtua atau wali mereka terdampak Covid-19.

Status yang dimaksud misalnya, orangtua meninggal dunia, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), mengalami kerugian usaha atau dinyatakan pailit, mengalami penutupan tempat usaha, serta menurun pendapatannya secara signifikan. "Permohonan Keringanan UKT dilaksanakan dengan sistem dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring)," ucap Kamariddin.

Melalui KMA ini Menteri Agama memberikan mandat kepada Rektor atau Ketua PTKN untuk menetapkan mekanisme pelaksanaan keringanan UKT. Rektor atau Ketua PTKN juga dapat bermitra atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu pembiayaan UKT mahasiswa.

"Rektor/Ketua PTKN harus melaporkan pelaksanaan keringanan UKT kepada Direktur Jenderal paling lambat pada akhir semester berjalan," ujar Kamaruddin. Baca juga: Pemerintah Diminta Perintahkan Perguruan Tinggi Kurangi atau Bebaskan UKT Adapun kebijakan keringanan UKT berlaku untuk semester gasal tahun akademik 2020-2021. Kemenag akan terus mengevaluasi dan memantau jalannya kebijakan ini. Kemenag berharap, diberlakukannya kebijakan keringanan UKT dapat menekan angka putus kuliah akibat kesulitan ekonomi di masa pandemi. “Dengan begitu, keringanan ini diharapkan dapat meminimalisir angka putus kuliah mahasiswa pada PTKN,” kata Kamaruddin.

sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/06/15/19581901/menag-rilis-kebijakan-keringanan-ukt-untuk-mahasiswa-kampus-keagamaan?page=all.

menteri satu agama apa menteri semua agama nih?? emoticon-Traveller
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
sembarangan fitnah kemenang....guru sekolah minggu juga dapet tunjangan milyaran keleus dari kemenag emoticon-Malu

MEDIA CENTER, Palangka Raya –
Perhatian Pemerintah Kota Palangka
Raya kepada guru yang mengajar pada
sekolah Minggu cukup besar. Bentuk
kepedulian kepada guru semua agama
ini diperlihatkan dengan pemberian
tunjangan yang cukup besar pula.
Awalnya Pemerintah Kota Palangka
Raya hanya memberikan insentif
Rp250 ribu per bulan kepada para
guru sekolah Minggu, namun sudah
beberapa tahun terakhir ini
insentifnya telah dinaikan menjadi
Rp400 ribu per bulan.

Tentunya dengan besarnya perhatian
Pemerintah Kota Palangka Raya
kepada para guru sekolah Minggu ini
sangat diapresiasi sekali oleh
Kementerian Agama (Kemenag) Kota
Palangka Raya, Baihaqi.
“Saya ucapkan terima kasih dan
penghargaan kepada Walikota
Palangka Raya beserta jajarannya dan
DPRD yang mendukung para guru
non PNS, sehingga mereka bisa
mencerdaskan anak bangsa melalui
bahasa agama,” ucap Baihaqi, Kamis
(4/1/2017).
Menurut Baihaqi tahun ini ada 750
guru yang mengajar sekolah Minggu
yang dapat insentif Rp400 ribu per
bulan. Mereka ini merupakan guru
agama Islam, Kristen, Katolik, dan
lainnya.
Insentif ini diberikan untuk
menambah pengasilan mereka.
Hanya saja pemberian insentif dari
Pemerintah Kota Palangka Raya ini
tidak secara terus menerus diberikan
kepada seorang guru agama, namun
harus digilir kepada guru lainnya.
Misalnya tahun ini guru A dapat
insentif, maka tahun berikutnya tidak
dapat.
Kebijakan ini diterapkan, karena
menurut Baihaqi untuk memberikan
pemerataan insentif kepada para guru
non PNS. Sebab di Kota Palangka
Raya ini ada sekitar 1.600-an guru
sekolah Minggu, tapi yang dapat
insentif baru 750 guru.
Baihaqi menambahkan, selain insentif
kepada guru sekolah Minggu,
Pemerintah Kota Palangka Raya juga
memberikan beasiswa kepada lulusan
pondok pesantren yang kuliah
dibidang kesehatan dengan total
Rp3,3 miliar. (MC. Isen Mulang)

jangan kebanyakan mewek maka nya...baca berita emoticon-Leh Uga


https://mediacenter.palangkaraya.go.id/tunjangan-guru-sekolah-minggu-naik-menjadi-rp400-ribu/
Lihat 1 balasan
Polewali (Inmas Polman) Bupati
Polewali Mandar diwakili Asisten II
Bupati Hj. Sakinah, S.Sos, M.Si
didampingi Ka. Kankemenag Polman
Drs. H. Muliadi Rasyid, M.Pd. dan Ka.
Bag. Kesra Pemkab Polewali Mandar
Drs. Hasbi Hannan, M.Si.
bersilaturrahmi dengan para Pendeta
dan Guru Sekolah Minggu sekaligus
menyerahkan insentif kepada 129
orang dari kalangan Pendeta dan
Guru Sekolah Minggu
, Senin
02/12/2019.
Penyerahan insentif oleh Pemerintah
Kab. Polewali Mandar kepada para
Pendeta dan Guru Sekolah Minggu ini
berlangsung di Aula Al Ikhlas Kantor
Kementerian Agama Kab. Polewali
Mandar. Pemberian insentif ini
menjadi agenda Pemkab Polman yang
rutin dilakukan setiap tahun sejak
Periode Pertama hingga periode
Kedua kepemimpinan Bupati Polewali
Mandar H. Andi Ibrahim Masdar.
Para Pendeta dan Guru Sekolah
Minggu ini masing-masing menerima
Insentif dari Bupati Polman yang
diserahkan Asisten II Bupati Polewali
Mandar sebesar Rp. 1.320.000,-.
Total insentif yang diserahkan oleh
Pemkab Polewali Mandar kepada para
Pendeta dan Guru Sekolah Minggu
sebesar Rp. 170.280.000,-
Ka. Kankemenag dalam sambutannya
menyampaikan apresiasi dan terima
kasih kepada Pemerintah Kabupaten
Polewali Mandar yang begitu peduli
pada sektor pengembangan kualitas
keagamaan dan pendidikan
keagamaan (Kristen) di Gereja-gereja
yang ada di Polewali Mandar.

Menurutnya, sejauh ini kerukunan
antar umat beragama di Kabupaten
Polewali Mandar berjalan cukup
harmonis, aman dan damai. Ini semua
berkat perhatian dan kepedulian dari
Pemerintah Kab. Polewali Mandar
yang senantiasa menjaga dan
menjalin komunikasi serta kordinasi
yang baik antar para Pemuka Agama
dan Tokoh Masyarakat di Polewali
Mandar.
Demikian juga berbagai upaya dan
program dalam memantapkan dan
menguatkan keharmonisan serta
kerukunan umat beragama itu
senantiasa dijalankan Pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar
khususnya di masa kepemimpinan H.
Andi Ibrahim Masdar, imbuhnya.
Asisten II Bupati Polewali Mandar
dalam sambutannya meminta para
Pendeta dan Guru Sekolah Minggu
yang menerima insentif hari ini untuk
tidak melihat seberapa besar jumlah
insentif yang diterimanya tersebut.
Jumlah itu mungkin sedikit, namun
semua ini tidak lain adalah bentuk
perhatian dan kepedulian Pemerintah
Polewali Mandar pada pengembangan
dan pembangunan sektor keagamaan
khususnya dalam penguatan
pendidikan keagamaan di lingkungan
gereja.
Hj. Sakinah, S.Sos, M.Si. mewakili
Bupati Polman juga mengajak para
Pemuka Agama, Pendeta serta Guru-
guru Sekolah Minggu untuk terus
bersinergi dengan Pemerintah dalam
menjaga keharmonisan dan
kerukunan antar umat beragama di
Kab. Polewali Mandar, sembari
berharap penguatan sektor
keagamaan di Polewali Mandar akan
semakin lebih baik di masa-masa
yang akan datang.
Usai peosesi sambutan dilanjutkan
penyerahan insentif dari Pemerintah
Kab. Polewali Mandar kepada 43
Pendeta dan 86 Guru Sekolah
Minggu. Total penerima insentif
sebanyak 129 orang. Penyerahan
insentif yang berlangsung di Aula Al
Ikhlas Kantor Kementerian Agama
Kab. Polewali Mandar ini juga dihadiri
Ka. Subbag Agama Alimuddin Hasan,
S.Ag. dan Penyelenggara Kristen
Sonny Kurniawan, SE. didampingi
sejumlah jajaran
/ JFU. (Ahmad F.)


https://kemenagpolman.id/berita/deta...sekolah-minggu
Diubah oleh tuandorna
maka nya ts punya kuota internet jangan nonton bokep n coli melulu...banyak baca biar ga kudet kalo di kemenag ada seksi bimas kristen nya emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Kep. Dirjen No. 92/2019 Tentang
Juknis Pemberian Insentif Guru Non
PNS Di Lingk. Ditjen Bimas Kristen
Kep. Dirjen No. 92 Tahun 2019
Tentang Juknis Pemberian Insentif
Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil
Di Lingkungan Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Kristen
« kembali ke Semua Produk Hukum
Berita Terpopuler
Gambar
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN
Tarutung
Dibaca: 3841 kali
Gambar
Seleksi Nasional PMB Tahun
Akademik 2019/2020
Dibaca: 3602 kali
Gambar
Info Penting!!!
Dibaca: 3374 kali
Gambar
Menteri Agama Melantik Sejumlah
Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1688 kali
Gambar
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran
CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali


DITJEN BIMAS KRISTEN
Ini adalah website resmi Direktorat
Jenderal Bimbingan Masyarakat
Kristen Kementerian Agama Republik
Indonesia



https://bimaskristen.kemenag.go.id/p...s-kristen.html

emoticon-Traveller
Diubah oleh tuandorna
Alhamdulillah, kebijakan yang baik
kok cuma jurusan agama?
emang jurusan lain gak babak belur oleh UKT ?
rezim taik


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di