CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Cerita Pejalan Domestik /
Pendakian pertama ke gunung Andong by GMBL_NAKED
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee7f447facb9553be03c9f0/pendakian-pertama-ke-gunung-andong-by-gmblnaked

Pendakian pertama ke gunung Andong by GMBL_NAKED


*Sudut pandang cerita adalah Jojo. Ya, ane sendiri.

Bulan agustus 2019.

     Siang hari di suatu pabrik kota Semarang. Ane masih berstatus sebagai pegawai di perusahaan orang asing gan "yang sangat terkenal dan bonafit" di sekitar kota Semarang.

     Ketika itu ane masih kerja seperti biasa bersama rekan kerja ane yang bernama Agus, kami satu tempat. Lebih tepatnya cuma ada kami berdua ditempat itu. Gak ada angin ga ada hujan Agus ini tiba2 ngajakin ane mendaki gunung. Ane yang seorang travel addictsecara reflek meng-iya-kan ajakannya dong dan obrolan seputar gunung pun dimulai...

*Jo=Jojo, Ag=Agus

Jo : "Mau naik kemana emang, Gus?"

Ag : "Yang pendek2 aja dulu, ga pernah mendaki juga"

Jo : "Hmm. Gunung yg pendek ya ke Andong. Cocok buat pemula kek kita"

Ag : "Ohh yawes ayo"

Jo : "Kapan?"

Ag : "Carilah tanggal merah"

Jo : "Bentar biar sy lihatnya"

(Buka tanggalan di hp)

Jo : "Warnanya hitam semua, Gus"

Ag : "Ahh karepmu!"

     Singkat cerita, kami sudah menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pendakian nih. Namun sepertinya kurang seru kalau cuma kami berdua saja. Akhirnya ane ajaklah 2 teman ane yang berbeda devisi namanya Mardhi & Firda yang akrab kami panggil Gembel atau mbaMbel atau Mbel saja. (Firda adalah pencetus nama grub WA GMBL_NAKED, tapi pada saat itu belum ada grubnya) Jadilah kami berempat yang akan melakukan pendakian kecil nanti. Seiring waktu berlalu, kadang2 sepulang kerja kami kumpul rapat kecil2an diwarkop depan pabrik sembari nyruput es kopi & membahas persiapan2 apa saja yang harus dibawa, bagaimana perjalanannya nanti, dsb.

     Nah sebelum hari H, mbaMbel mengkonfirmasi kalau dia mau ajak 1 temennya yg bernama Anu buat jadi temen cewenya. Awalnya ane ga setuju karena sejujurnya ane ga suka naik gunung rame2. Tapi tiba2 ada suatu cahaya dari langit yg menyinari tubuh ane, gan, emoticon-Belomulai dari ujung rambut kepala sampai ujung rambut kaki, & ngebuat pikiran ane bisa mengerti dan akhirnyapun ane setujuin emoticon-Kagets. Tapi hal itu membuat jumlah pendaki kami menjadi ganjil, & ini tidak bisa dibiarkan. Summoning card active!! Ane menscan semua daftar teman yang ada diotak ane yang sekiranya suka outbond & yang lagi nganggur. Lalu otak jenius ane ini terpikirkan seseorang yang cocok banget sama kriteria tersebut namanya Feri, dia orang Indonesia timur, yang sedang liburan kuliah, sekaligus cocok buat jadi porter dadakan.. ehehe emoticon-Wink. Setelah ane kontak, Feri pun setuju untuk join. Jadi totalnya sekarang 6 orang & semuanya masih pemula. emoticon-Cool

     Lumayan lupa apa2 saja yang dibawa, yang jelas kami membawa 3 tenda 2p, SB utk masing2, kamera & kompor modal pinjam teman, pasokan makanan & minuman secukupnya, obat-obatan, dan gak ada dari kami yang bawa tas keril bawanya tas sekolah semua.
---- SKIP ----

     Hari H pun tiba. Kami kumpul di rumahnya Mardhi di daerah Boja, Kami saling berkenalan, basa-basi bentar dan akhirnya kami berangkat. Perjalanan kami menggunakan sepeda motor pribadi masing2. Dari Boja kami motoran lewat pasar Sumowono menuju Grabag, kemudian dari situ kami meminta petunjuk tuan GPS yang maha tahu segala tempat. Sebelum sampai basecamp topinya Feri hilang, entah jatuh atau dicolong emoticon-Kagets. Malam hari sekitar pukul 7 kami sampai di basecamp Taruna Jaya Giri, dusun Sawit & sumpah tempatnya rame sekali emoticon-Frown. Ane sama si Mardhi mengantri di loket registrasi, sementara yg lain menjalankan ibadah sholat. Harga tiket saat itu 15.000 kalau tidak salah. Setelah itu kami berkumpul di depan masjid & langsung dimulailah langkah2 pendakian pertama.

Spoiler for Antri loket registrasi:





     Jalannya sudah diupgrade jalan setapak oleh pengelola sampai ke gapura bertuliskan 'Pendakian Gunung Andong'. Dari situ semua masih baik2 saja, sampai ditengah2 tanjakan Mbel dan Anu mulai merasakan mual dan mereka pun muntah, kami berhenti & beristirahat lumayan lama di sebuah pos. Dikondisi seperti ini otak jenius ane berpikir "ni gunung rame banget, kira2 masih ada tempat ga ya buat bangun 3 tenda sekaligus?". Akhirnya kami berembuk & memutuskan untuk membagi 2 kelompok. Ane, Agus & Feri meneruskan perjalanan sampai ke camp area yang letaknya ada dipuncak gunung sekalian menyiapkan tenda siap pakai, sedangkan Mardhi dibelakang bersama ciwi2. Dari sini perjalanan hanya ada kami bertiga. Walaupun terhitung gunung yang pendek tapi pendakian malam itu cukup melelahkan.

Spoiler for Gapura 'Pendakian Gunung Andong':


     Kami bertiga berjalan berurutan, Feri ada dibelakang, Agus di tengah & ane didepan tapi agak jauh kedepan. Dikegelapan ane berjalan, saat itu gak ada pendaki lain didekat ane jadi hanya ada lampu senter ane yang menerangi jalan. Sampai akhirnya ane menemui pertigaan jalan yang keduanya ane lihat bisa dilewati. Karena saat itu ane cuma sendiri, akhirnya ane putusin buat nunggu Agus dan Feri dulu daripada kesasar. Sekitar 3 menit kemudian ane melihat ada sepasang sorot lampu senter menerangi jalan, ane kira itu si Agus sama Feri tapi ternyata bukan. Mereka sepasang kekasih yang juga sedang mendaki. Mereka jalan lalu berhenti & istirahat di dekat ane karena sepertinya cewenya kecapekan. Karena Agus & Feri tidak juga kelihatan, akhirnya ane tanya sama Romeo & Juliet disini. "Permisi mas, ini jalannya ke kiri atau ke kanan ya?" dia menoleh melihat ane menembus kacamatanya dan menjawab "ohh ini ke kiri mas", "Oke. Sudah pernah kesini sebelumnya mas?" ane tanya. "Sudah mas. Cuma ini cewe saya baru pertama mendaki" "hmmm", lalu dia cerita klau pertigaan ini sebenarnya bekas longsor. Ane cukup kaget mendengarnya karena bekas longsor ini dimata ane tampak seperti pertigaan jalan. Sesaat kemudian mereka berpamitan & lanjut jalan meninggalkan ane sendiri dikegelapan hutan. Baru setelah itu Feri & Agus muncul dengan langkah2 kecil mereka. Akhirnya kami bareng2 lagi naiknya. Sebelum sampai camp area, kami dikagetkan dgn suara seperti logam dibanting2, sampai kami bertiga keheranan "suara apa itu bro? kyak orang ngamuk" "lah kagak tahu". Lalu beberapa meter kedepan baru kami tahu kalau itu suara atap 'seng' sebuah pos kumuh yang tertiup angin kencang. Buset! sampai kek begitu bunyinya..
     Akhirnya kami bertiga sampai ke camp area, dan benar adanya disini rame sekali hampir tidak ada lahan cukup untuk membangun 3 tenda. Ane bilang ke Agus "Gus ayo Gus cari tempat", Agus tanpa basa-basi langsung clingak-clinguk mencari tempat. Feri dan ane juga sama. Disaat kami bertiga hampir kehilangan harapan, ada suara seorang pendaki lain "mas, mau bangun tenda berapa orang?" sontak ane jabawab dong "2 orang mas, tapi ada 3 tenda", "oh bisa mas disini saja" sambil dia menunjuk sebilah tanah. Menurut pengamatan ane ini sih masih kurang, tapi daripada ga dapat tempat mending disini sajalah. Dikeluarkanlah tenda dari tas sekolah yang kami bawa dan mulai dibangun tenda pertama. Pendaki yang tadi juga ikut menolong. “Solid banget ni orangnya” pikir ane, gan. Tak lama tenda pertama pun berdiri, lanjut ke tenda ke-2. Done! Lanjut ke tenda ke-3. Kali ini lahannya benar2 kurang & miring. Sempat terpikir untuk memisahkan diri dan mencari tempat lain. Tapi sebelum hal itu terjadi ada seorang petugas dr gunung Andong yang menghampiri kami & membantu menata posisi tenda sehingga cukup untuk dibangun 1 tenda lagi. Sekarang semua tenda sudah berdiri, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman2 yg sudah membantu. Terima kasih teman siapapun dirimu emoticon-Add Friend (S). Tugas selesai. Feri ane suruh mencari Mardhi & ciwi2, tidak lama kemudian mereka bertemu sekitar warung dan bersatu kembali bersama2 dekat tenda.

Spoiler for Padat merayap:



     Suasana dipuncak gunung Andong saat itu cukup berangin & gelap, sampai kami harus memasak didalam tenda. Anu dan Mbel yang sudah kembali sehat sekarang bertugas memasak mie instan, sedang para pria asik memakan cemilan kacang diluar tenda. Di depan tenda, kami menikmati view samar2 bayangan gunung Merbabu yang tertutup kabut tipis. Sembari menunggu mie instan matang Mardhi bercerita ketika dia masih ada dibawah bersama para ciwi. “Tadi pas ada dibawah si Mbel & Anu kan mereka muntah lagi, istirahatlah kami duduk di tanah. Terus ada grub pendaki dari Jakarta, mereka ngelihat & nawarin jahe anget buat ngobati mual katanya”, ane menjawab “Ohh.. lha terus mereka dimana sekarang?”, “Masih jalan dibelakang kyaknya”, “Bejo banget kalau begitu. Mereka dari Jakarta pastinya harus betul2 dipersiapkan segala sesuatunya. Gak kyak kita” “Ahahaha ya iyalah”. Sembari makan mie instan buatan chef Gembel obrolan & candaa kamipun terus berlanjut hingga larut malam, sampai tibalah waktu kami istirahat. Saat itu ane berada satu tenda dengan Feri, dia tidur tanpa menggunakan SB yang ternyata SBnya malah dipakai bantalan sama Agus di tenda sebelah. Agus sendiri tidur cuma memakai sarung tipis. Tapi walaupun begitu Feri tetap bisa tidur lelap, malah ane yg gak bisa tidur gan karena tanah tenda ane yang miring ngebuat posisi ane kurang nyaman. Rasanya kyak kudu melorot kesamping terus gitu, gak nyaman pokonya.

Spoiler for Bayangan gunung Merbabu:

Spoiler for Ane tidur nyamping biar gak melorot:


     Pagi-pagi buta ane terbangun dan mendengar suara orang diluar tenda, ane keluar tenda dan mendapati si Mardhi berdiri ada diluar tenda. Pemandangan waktu itu masih gelap semua, walaupun langitnya cerah dan banyak sekali bintang namun dibawah hanya terlihat lampu2 rumah warga. Karena ane pikir masih malem dan dingin banget akhirnya ane putusin untuk tidur lagi. Kehangatan yang ane dapatkan dari SB pinjaman ini membuat ane cepat tidur bahkan diposisi tidur ane yang sama sekali tidak kondusif. Beberapa waktu berlalu ane terbangun mendengar suara orang lagi, tapi yang ini ada lebih banyak suara. Ane bangun & keluar tenda, ternyata memang sudah ada banyak orang keluar tenda saat itu. Mereka semua bersiap2 menyambut datangnya sunrise yang menjadi strike disetiap pendakian. Ane langsung buru2 cari kamera pinjaman temen ane & bersiap membuat dokumentasi yang menakjubkan di gunung Andong ini.

Spoiler for Pagi buta bersama bintang2:


     Pagi itu kami awali dengan memandangi sang mentari yg secara perlahan menunjukan sinarnya. Ini bukan kali pertama ane melihat sunrise di puncak gunung gan. Tapi menurut ane mau berapa kalipun, melihat sunrise dan sunset di puncak gunung akan selalu tampak indah dan mengagumkan emoticon-2 Jempol. Walaupun tidak semua orang mampu mengabadikannya dengan benar. emoticon-Cape d... (S)

Spoiler for Sunrise di Andong:


     Perlahan situasi dan suasana sekitar mulai ramai dipadati orang2 yang berlalu-lalang menuju ke puncak tertinggi gn Andong yang ada tulisan ‘Andong Peak’ & ada bendera Indonesia di atasnya. Tentulah kami juga mau kesana demi eksistensi, sementara menunggu orang2 turun kami menikmati momen2 ini dengan berfoto2 didekat tenda. Untung saja Mardhi kepikiran untuk pinjam kamera DSLR milik temannya jadi kami tak perlu takut dengan hasil foto yang jelek. (Itu tergantung photographernya ya gan emoticon-Big Grin) Seenggaknya gak jelek semua lah fotonya ahahaha. Setelah kondisi dirasa sudah agak lega, kami langsung menuju Andong Peak bersama-sama. Sesampainya di Andong Peak tanpa banyak cingcong kamipun mengeluarkan semua skill modelingandalan kami masing2 secara maksimal emoticon-Cool. Sekitar 1 jam kami ada disana & sudah ada beribu2 foto tercipta di kamera DSLR ataupun kamera hp. Setelah itu kami lanjut turun menuju ketenda lagi, makan dan minum, istirahat & ngobrol2 sebentar disambung sesi merapikan barang dan menggulung tenda. Tenda ane sempat mau kebawa angin gan, karena saat itu sudah banyak yang turun jadi camp area terlihat kosong. Alhasil angin gunung bebas berhembus meniup tenda2 yang masih berdiri. Ohh ya Jangan lupa sampah dibawa turun kembali ya gaess.

Spoiler for Foto bersama di sekitar tenda:

Spoiler for Andong Peak:

Spoiler for Beres-beres:


     Setelah semua beres kami sempatkan buat berfoto bersama dulu untuk yang terkhir kalinya sebelum meninggalkan gunung Andong ini. Cekrekk.,.,. Jalur turun yang kami ambil berbeda dengan jalur mendaki kemarin gan. Ane ambil jalur ini karena terlihat sepi & cukup aman untuk dilewati para ciwi. Karena semuanya setuju, akhirnya kami lewat jalur sempit nan curam itu. Tapi entah kenapa di perjalanan turun ini kami semua terlihat hepi2 aja sepertinya, padahal disisi kanan jalur terllihat jurang yang sangat dalam & mematikan gan ckckck emoticon-Kagets. Ditengah2 perjalanan kami mendapati ada camp area berukuran kecil & ada jg tenda yang masih berdiri disana. Hmm ya untuk sekedar info aja kalau disini jg ada camp area-nya. Waktu demi waktu berlalu akhirnya kami sampai juga di basecamp. Istirahat sebentar di gazebo bambu sekitar 10 menit, baru kami bergegas mengambil motor & melakukan perjalan pulang.

Spoiler for Foto bersama terakhir:

Spoiler for Happy:


     Singkat cerita kami sampai di Semarang. Mampir dulu dirumahnya Mardhi guna mendinginkan bokong kami yang pedes krn duduk dimotor sambil kebut2an, sampai ane hampir aja ketebrak motor lain dari arah depan ckckck . Karena benar rasa kantuk membuat kita hilang fokus saat berkendara. Asli..emoticon-Hammer

     Kami istirahat di rumah Mardi bukan karena tidak sengaja ya tapi karena dia adalah juragan peyek, pastilah banyak sekali makanan disana wkwk emoticon-Big Grinlumayan bisa ngirit, selain itu juga adem rumahnya enak buat tiduran dilantai. Kami mengobrol panjang lebar seputar pendakian yang baru saja kami lakukan dan mereview hasil foto2 tadi. Setelah bahan bakar diisi penuh kamipun saling berpamitan & berpisah untuk pulang kerumah masing2.

Spoiler for Rumah makan:


END.


Quote:



Yang terpenting dari sebuah pendakian adalah persiapan yg matang dan pengetahuan agan2 sekalian. Jangan sampai ngasal, harus disiapkan bener2 kalau mau sampai ke puncak, jaga kesopanan serta jaga kebersihan, terakhir jangan lupa berdoa kepada Tuhan. OKAYY!! emoticon-Jempol

B O N U S
#Berikut ada video sederhana hasil dokumentasinya. Silahken di play. emoticon-Malu (S)

Spoiler for Video dokumentasi pendakian Andong 2019:




--------
MAAF SEKALI ceritanya tidak lengkap gan karena memori diotak ane penuh jadi agak sulit buat mengingat emoticon-Sorry
--------

*NB: Sebenarnya ini bukan kali pertama ane mendaki. Sebelumnya sudah pernah ke gunung Ungaran sekitar tahun 2015 dan gunung Slamet tahun 2017.



Quote:



TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA 

GOD BLESS AGAN2 SEMUA
emoticon-Angkat Beer



profile-picture
nona212 memberi reputasi
PertamaX gan ,semangat terus buat hobi travelingnyaa
profile-picture
knightyott memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Night viewnya superrrr cool gila calming banget scenerynyaaaa hmmmm kapan bisa wisata alam lagi gannn 🥺
profile-picture
knightyott memberi reputasi
Lihat 1 balasan
itu sunrise'a mataharinya d bawah kita y.. haha.. keren.. klo liat lgsg lebih mantap lg.. ane pernah summit mau niKmati sunrise malah miss d.. jd'a liat matahari jadi.. haha
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di