CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nasib Nahas Hooq hingga iflix, Penantang Netflix yang Keok
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee73a9e5cf6c42b59776760/nasib-nahas-hooq-hingga-iflix-penantang-netflix-yang-keok

Nasib Nahas Hooq hingga iflix, Penantang Netflix yang Keok

 Nasib Nahas Hooq hingga iflix, Penantang Netflix yang Keok

Jakarta, CNBC Indonesia - Popularitas startup video on demand lagi naik daun. Bermula dari Netflix, kini bermunculan pemain baru di industri ini seperti GoPlay, Hooq dan Iflix. Dalam perkembangannya nasib ketiga startup ini berbeda jauh.

GoPlay adalah penyedia jasa video on demand milik Gojek. Pesaing Netflix ini baru saja mengumumkan putaran pendanaan indepdenden pertama yang dipimpin oleh ZWC Partners dan Golden Gate Ventures.

Tidak disebutkan berapa jumlah dana yang disuntikkan namun, kucuran modal ini menunjukkan kepercayaan investor akan potensi industri hibuaran on-demand di Indonesia.

"Kami melihat potensi besar yang belum dapat terpenuhi oleh industri bioskop, dan kami bekerja keras untuk dapat menutup kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan terhadap konten berkualitas melalui teknologi," kata CEO GoPlay Edy Sulistyo, seperti dikutip Senin (15/6/2020).
Pilihan Redaksi

Studi Terbaru, Vaksin China Hasilkan Antibodi Penawar Corona
Soal Penanganan Covid-19, Putin: Rusia Lebih Sukses dari AS
Jika OVO & DANA Merger, Mampu Jegal GoPay-Facebook-WhatsApp?

GoPlay beda nasib dengan Hooq. Penyedia jasa video on demand milik Singtel ini hanya berusia lima tahun. Pada investornya di belakangnya cukup mentereng. Dari Singtel (Raja telekomunikasi Singapura), Warner Bros Entertaiment dan Sony Pictures.

Pemegang saham memutuskan untuk menutup HOOQ karena bisnis tidak dapat bertumbuh untuk menutupi biaya operasional. "Sejak perusahaan ini berdiri, lima tahun lalu, terjadi perubahan struktural siginifikan di pasar video over-the-top (OTT) dan lanskap kompetisinya," ujar Hooq dalam pernyataan resminya.

Masalah juga melanda startup yang dijuluki Netflix Asia Tenggara, Iflix. Startup yang berkantor pusat di Malaysia ini terancam bangkrut karena kehabisan uang tunai dan utang yang menggunung.

Berdasarkan sumber internal Iflix kepada Deal Street Asia yang dilansir dari Nikkei, pada 2018, perusahaan mencatatkan rugi US$158,1 juta. Ini karena aksi bakar uang yang mencapai US$25,5 juta, yang menghasilkan liabilitas (kewajiban) US$ 68,6 juta.

Pada September 2019, perusahaan diperkirakan hanya akan cukup untuk overhead perusahaan dan administrasi yang sedang berlangsung hingga 30 November 2019. Cadangan kas Iflix pun tinggal US$ 12,7 juta.

Sejak saat itu, Iflix belum mengumumkan pendaanan tambahan. Iflix berencana IPO pada 31 Juli 2020 senilai US$47,5 juta namun belum jelas. Alhasil perusahaan akan dijual kepada investor untuk menutupi utang-utangnya.

link


Sejak saat itu, Iflix belum mengumumkan pendaanan tambahan. Iflix berencana IPO pada 31 Juli 2020 senilai US$47,5 juta namun belum jelas. Alhasil perusahaan akan dijual kepada investor untuk menutupi utang-utangnya.
profile-picture
profile-picture
nona212 dan trimusketeers memberi reputasi
telkom sok sokan nolak netflix.
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
akankah senasib dengan hooq, tapi kalau lihat kontennya sih ya gitu gitu aja
paling benci Hooq, nempel ke quota telkomsel soalnya
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan qavir memberi reputasi
mau nantang netflix sampe netflix di blokir masih kalah saing juga sama netflix emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
qavir dan areszzjay memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kalo dikasih bokep, pasti laris.
Minim dr cebong cebong
profile-picture
profile-picture
iupis.manis dan areszzjay memberi reputasi
Lihat 1 balasan
beda kelas, beda umur
Netflix dilawan emoticon-Ngakak
kalau gua sih langganannya sama piratebay
Jawaban nya anak smp juga tau. Gak perlu konsultan2, jawabnmya mudah.
1. Film netflix itu premier alias pertama kali tayang alias baru. Sgnkan iflix dll itu macam sewa film di toko. Netflix ibarat nonton di bioskop. Intinya iflix dll gak punya keberanian invest ke film2 terbaru. Apalagi gandeng pembuat2 film agar film tv series mereka pertama kali muncul di aplikasi mereka. Ciri kas perusahaan indonesia, gak mau ambil resiko. Maunya yg pasti2 sj, maunya pasang film yg sudah populer. Kan tolol, telat, org sdh pada nonton duluan. Contoh, Apa coba masang avenger 1, di tahun ini?? Kan tolol.

Syarat sukses cuma 3:
1. Film terbaru setidaknya beda 1 hari penayangan dgn sub bahasa macam viu.
2. Film yg hanya ada ekslusive di aplikasi mereka.
3. Fitur pembayaran via rekening. Netflix saat ini hanya via credit card.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 4 lainnya memberi reputasi
Masih setia pake lk21 emoticon-Blue Guy Smile (S)






































emoticon-Hammer (S)
i watching movie the pirate wayemoticon-Belgia
hooq bangkrut trus kuota bundling telkompret nya gimana, pindah ke iflik kah
Ya pada gak ada konten milik sendiri.
beda iflix dan hooq sama lk21 yg gratisan apa?

netflix beda kelas kali,film2 mereka byk yg ori nongol di netflix duluan,dan byk yg sukses bagus bagus filmnya hasil kerjasama dengan PH dan sutradara terkenal

profile-picture
hantumasam memberi reputasi
 Nasib Nahas Hooq hingga iflix, Penantang Netflix yang Keok

Sa pake hbo emoticon-Recommended Seller
sabar menunggu di gudang movie 21emoticon-Embarrassment
telkomsel tetep aja gandeng HOOQ ... krn disana ada inves singtel ... emoticon-Traveller
Hooq itu lambat. Buffer terus, sub sering salah, buffernya lambat, kualitas ampas, ui jelek

Wajar bubar
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan qavir memberi reputasi
Gue belom langganan Netflix, karena masih doyan nonton di bioskopemoticon-Ngacir.
Yang dilarang di Indo bakalan laku. Digratisin malah ogah emoticon-Big Grin
emoticon-Wkwkwk Iflix isinya filem jadul semua mana rating rendah alias kbnyk film ampas.
Inves buat nayangin film Indo terbaru/bagus-bagus msh kurang, koleksinya malah film komedi gaje dg judul absurd.

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di