CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kasus Novel Baswedan Hanya Kriminal Biasa, Jangan Dipolitisir dan Jangan Lebay!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee721e209b5ca4ba90e6741/kasus-novel-baswedan-hanya-kriminal-biasa-jangan-dipolitisir-dan-jangan-lebay

Kasus Novel Baswedan Hanya Kriminal Biasa, Jangan Dipolitisir dan Jangan Lebay!


Kasus Novel Baswedan Hanya Kriminal Biasa, Jangan Dipolitisir dan Jangan Lebay!


Belakangan ini, media sosial riuh dengan pemberitaan seputar kasus Novel Baswedan yang dikabarkan hanya dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Fedrik Adhar. Padahal, proses persidangan baru berlangsung di agenda tuntutan bukan agenda vonis. Namun lucunya, akun-akun oposisi seakan riang menyambut isu ini untuk dijadikan bahan politisir. Berbagai narasi pun digambarkan hingga akhirnya malah mengarah ke Presiden Jokowi lagi.
 
Aneh memang, padahal yang namanya kasus kriminal itu tidak hanya dialami oleh Novel Baswedan semata, ada ratusan kasus kriminal di Indonesia ini yang sebenarnya jauh lebih berat dari kasus Novel, tapi tidak diributkan seramai ini hingga dipolitisir dengan narasi tuduhan bahwa pemerintahan Jokowi telah mencederai keadilan.
 
Perlu diluruskan, bahwa tidak ada yang membenarkan perilaku penyiraman air keras ini kepada Novel Baswedan, perbuatan itu jelas melanggar hukum. Namun, perlu digaris bawahi, bahwa kasus yang menimpa Novel Baswedan semata-mata didasarkan pada dendam pribadi si pelaku dengan Novel, kita tidak tahu apa masalah diantara pelaku dengan Novel yang mereka anggap semena-mena di KPK, merasa berkuasa di KPK. Sehingga, agak lucu jika para oposisi malah "ikut campur" merasa sok tahu bahwa kasus ini menyangkut politik, padahal dibalik ini ada rentetan masalah yang sebenarnya disebabkan oleh Novel itu sendiri.
 
Terkait tuntutan jaksa yang dianggap ringan, wajar jika jaksa menuntut pelaku hanya dengan ancaman 1 tahun penjara, selain karena ini tindak pidana ringan, para pelaku juga dinilai kooperatif dan mengakui kesalahannya. Namun, mereka tidak menyangka, bahwa tindakan menyiram air keras yang sebenarnya tujuan mereka hanya badan saja, tidak sengaja malah mengenai wajah Novel. Tidak sengaja ya wajar, karena mereka dalam kondisi di kendaraan dan situasi panik (terburu-buru). Tuntutan inilah yang memicu keributan di media sosial.
 
Namun, menurut Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi, agak berlebihan jika para oposisi menyikapi kasus ini hingga seperti sengaja membuat trending topic di Twitter. Menurutnya, tuntutan satu tahun penjara tersebut justru membuktikan bahwa kasus yang menimpa Novel baswedan bukanlah kasus politik, melainkan tindakan kriminal biasa. Namun oleh para oposisi itu malah dipolitisir dan dilebih-lebihkan. Kendatipun begitu, Teddy tetap menganggap tindakan dua oknum polisi tersebut tidak bisa dibenarkan.
 
"Terbukti lagi ucapan gue, bahwa kasus Novel Baswedan bukan kasus politik, bukan kasus yang berhubungan dengan pekerjaannya di KPK. Jadi ini tindak pidana biasa seperti ribuan kasus lainnya. Jangan sampai diarahkan ke arah politik. Novel itu karyawan KPK, bukan pejuang," tulis Teddy di akun Twitternya, dikutip pada Sabtu (13/6/2020).
 
Sejalan dengan Teddy, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane justru memberi apresiasi pada jaksa yang menuntut 1 tahun penjara kepada terdakwa pelaku penyiraman kepada Novel Baswedan. Menurutnya, tuntutan Jaksa tersebut adalah bagian dari sikap Profesional dan Terpercaya (Promoter) aparat penegak hukum yang taat hukum dan memahami fakta fakta hukum yang ada.
 
“Kasus penyiraman novel adalah kasus penganiayaan yang tergolong ringan yang hendak dipolitisasi sebagai kasus besar dan luar biasa. Untungnya, aparatur kejaksaan tidak terprovokasi oleh ulah orang-orang yg tidak bertanggung jawab yang hendak mempolitisasi kasus itu,” ujar Neta S Pane melalui rilis tertulis.
 
Neta membandingkan dengan kasus penembakan pencuri sarang burung walet yang dilakukan oleh Novel Baswedan saat menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu tahun 2017 lalu. Namun, tidak ada oposisi atau aktivis HAM yang ribut saat itu. Padahal kasus itu justru lebih berat dibandingkan apa yang dialami oleh Novel saat ini.
 
“Anda bisa bayangkan, dimana hati nurani Anda karena Anda hanya ribut dalam kasus penganiayaan ringan, sementara Anda tak peduli dengan kasus pembunuhan yang melibatkan Novel, yang hingga kini keluarganya masih menuntut keadilan,” katanya.
 
Jadi tidak perlu lah kita terlalu "lebay" menyikapi kasus ini hingga dipolitisir. Atau jangan-jangan para oposisi ini sebenarnya tidak peduli dengan kasus Novel Baswedan, tapi lebih dari itu, mereka punya ambisi politik untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi, apalagi salah satu influencernya adalah Veronica Koman, si DPO Papua Merdeka dan provokator kerusuhan Papua, serta para akun oposisi yang dari dulu berambisi ingin menurunkan Jokowi. Jadi sudah ketebak lah arahnya kemana kan?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 3 lainnya memberi reputasi
Ane ga pernah ngikutin kasus ini karena ane gatau gimana kebenaran sebenar benarnya gimana, takutnya berasumsi sendiri malah menggiring opini orang, ya walaupun ane bukan public figure sih
harus nya di sidang ulang tentang kasus maling sarang burung wallet itu
dan juga kaya na air keras itu bahaya lhoo, agak ringan juga sih kalo cuma kena setahun
tapi ga tw deh... biarkan mereka yang bekerja dengan profesional
Kasus ini terlalu rumit sih, kita ngga bisa menilai cuma pake asumsi yang bermodalkan bacaan dari media doang sih


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di