CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Proses Penukaran Koin Kreator Ada Perubahan Cek Infonya di Sini Gan!
Home / REGIONAL / All / ... / Batam /
[COC Reg. Batam] Cerita Unik Pendatang Baru di Batam, Kaget Ditilang Polisi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee706ffa727682d5b18d6ac/coc-reg-batam-cerita-unik-pendatang-baru-di-batam-kaget-ditilang-polisi

[COC Reg. Batam] Cerita Unik Pendatang Baru di Batam, Kaget Ditilang Polisi

Quote:


Hai GanSis!! Bagusnya thread ini saya kasih judul Ketika Orang Medan ke Batam. Tapi agar bersifat umum, maka menjadi Cerita pendatang baru di Batam.

Oke, saya ini sebenarnya belum pernah sekalipun keluar dari Sumatera Utara. Apalagi ke Batam. Tapi saudara dan teman saya cukup banyak yang sudah ke Batam. Dan ternyata cerita pengalaman merantau di sana menarik dan seru. Ada yang kaget ditilang elektronik, pertama kali lihat sawah dan sampai nikah sama orang Batam.

Inilah sedikit cerita unik dan menarik pendatang baru di Batam

Gak ada petugas, tau-tau datang surat tilang

Quote:


Saat belum banyak yang tahu tentang tilang elektronik. Tapi ternyata di Batam sudah mulai diterapkan. Saya cek di berita, sejak 2017 di daerah Barelang sudah diterapkan E-Tilang.

Tapi cerita ini berdasarkan pengalaman saudara yang baru tinggal di Batam. Gak begitu detail sih waktu dan tempat kejadiannya alias saya lupa. Jadi saat itu dia naik motor disana, jalanan sepi dan gak ada polisi. Dikiranya suasananya mendukung nih untuk terobos lampu lalu lintas.

Dan semuanya baik-baik saja sampai datang surat tilang ke rumah beserta bukti pelanggaran lalu lintas. Terkejut dong ya, ini polisinya tahu darimana. Maklum ya..

Tapi untuk sekarang rasanya kita gak heran lagi sama aturan tilang elektronik. Karena sudah banyak wilayah di Indonesia yang sudah menerapkan aturan serupa.

Pelajaran penting nih GanSis untuk mengenal aturan di daerah baru termasuk di Batam. Dan paling penting, dimanapun GanSis berada tetap tertib berlalu lintas.

Barang-barang murah, tapi cuma boleh bawa sedikit

Quote:


Dari saudara saya yang di Batam, sering cerita barang-barang Batam harganya murah. Jauh dibawah pasaran. Rahasia umum ya kalau yang ini.

Reaksi warga +62 seperti saya pasti langsung minta titip beli. Tapi gak semudah itu Ferguso. Kita mungkin bisa saja beli barang favorit dengan harga sangat murah di Batam. Namun gak bisa semudah itu dibawa pulang atau keluar dari Batam. Jika cuma sedikit bisa, tapi kalau banyak gak boleh. Dikiranya nanti untuk dijual-belikan.

Ingat ya, negara ini butuh pemasukan dari pajak. Lu kira cuma ngandelin harta warisan raja-raja.

Pulang-pulang jadi sering bahasa Jawa

Saudara saya baru pulang kampung dari Batam, saya pikir bakal kebawa bahasa Melayu atau Inggris (internasional) karena dekat Singapura. Haha apa hubungannya.

Tapi saudara saya tersebut malah jadi lebih luwes berbahasa Jawa. Secara teman kerjanya dari Jawa. Dan kami meski tinggal di Sumatera, tapi orang Jawa.

Maaf ini bukan bermaksud bawa-bawa soal suku. Jadi ini gambaran sedikit tentang Batam. Bahwa kondisi masyarakatnya yang cukup heterogen. Jumlah pendatangnya banyak. Termasuk orang Jawa yang merantau juga banyak disana.

Keheranan melihat sawah

Saya baru tahu bahwa di Batam tidak memiliki banyak area persawahan. Saat ada seorang saudara yang memang asli Batam berkunjung ke Binjai. Keheranan melihat sawah. Macam gak pernah melihatnya. Ya memang belum pernah lihat katanya. Begitupun ketika melihat becak. Heran juga.

Setelah browsing, memang di Batam langka area persawahan. Tapi kalau disana banyaknya hasil perikanan. Ikan segar sampai jadi kerupuk juga ada banyak. Oia, kerupuk ikan dari sana beda banget sama yang dibeli disini-sini. Disana ikannya terasa banget.

Jadi gitu GanSis sekilas tentang Batam dari sisi pendatang baru. Ya mesti saya belum pernah kesana, tapi secara saya ini KEPO. Jadi sedikit banyaknya paham. Cerita ini berdasarkan dari pengalaman orang-orang yang saya tanyai. Sangat mungkin bisa berbeda dengan pengalaman yang kamu miliki.

Dan ada cerita menarik lainnya tentang Batam. Jadi buat kalian yang dikota-kota besar. Jika nanti ada sanak saudara maupun teman dari Batam datang ke kota kalian. Alangkah baiknya jangan terlalu banggakan gedung pencakar langit di kota kalian pada mereka. Apalagi sampai ngatain mereka "kaget lihat gedung yang tinggi". Karena beberapa (mungkin umumnya) orang Batam sudah biasa nyebrang ke Singapura. Ya kamu pahamilah, mending kamu pamer persawahan saja sama mereka atau ajak naik gunung.

Oleh Rianda Prayoga (Twitter @riandaprayoga)
Binjai, 15 Juni 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akunflo dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riandyoga


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di