CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
MAYAT (cerita bersambung)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee6d0b7facb95439402245b/mayat-cerita-bersambung

MAYAT (cerita bersambung)

MAYAT (cerita bersambung)

PART 1

Malam begitu pekat, hujan gerimis membuat jalan setapak tertutup kabut tipis, seorang pria dengan seragam security berlari kencang melintasi hutan, wajahnya tampak pucat, sesekali dia tersandung akar pepohonan yang merambat lalu terjatuh, setiap terjatuh dia berusaha bangun dan berlari kembali menuju jalan raya terdekat, dengan segenap tenaga yang tersisa akhirnya dia tahu bahwa tujuanya sudah dekat, dia melihat lampu mobil dari jauh yang akan segera melintas di jalan itu, dia percepat larinya seolah tak ada apapun difikirannya selain menghentikan mobil dan segera pergi dari tempat itu. Akan tetapi ...

Braaaaaag...mobil yang diharapkan bisa membawanya pergi menabraknya dengan sangat kencang, tubuhnya terlempar jauh lalu jatuh ketanah dengan kepala membentur aspal yang dingin dan lembab.

....

Kriiing .... kriiiing ....

Detektif Markus baru saja selesai mandi saat menerima panggilan telfon di meja kerjanya, diseberang sana terdengar suara Ronald, anak buahnya yang meminta detektif Markus untuk segera datang.

"Ya...aku akan segera kesana." Jawab Markus.

Setengah jam kemudian Detektif Markus telah tiba di RS kota, Ronald segera menyambutnya di lobby RS.

Ronald: "saya tidak bermaksud mengganggu anda mengingat anda sebenarnya sedang mengambil cuti."

Markus: "ada apa?"

Ronald: "kami masih belum yakin pak, bagaimana denga Bela" Sedikit berbasa basi menanyakan anak gadis Markus.

Markus: "Bela baik-baik saja, ada situasi apa sampai kau menelfonku malam-malam."

Ronald: "ada seorang pria tertabrak dan koma." Mari saya antar ke kamarnya.

Markus: "ceritakan informasi apa saja yang kamu ketahui." Sambil menatap pria setengah baya yang tak sadarkan diri dengan badan penuh luka.

Ronald: "namanya Adrian, dia mengalami cedera kepala dan patah tulang rusuk yang mengakibatkan koma, dokter sudah menanganinya namun tidak bisa memastikan kapan dia sadar. Si supir yang menabraknya bilang korban berlari kencang ke tengah jalan sampai dia tak bisa lagi menghindar lalu menabraknya."

Markus: "alkohol dalam darah?"

Ronald: "negatif, kita hanya punya jejak kakinya di hutan, dia seperti melarikan diri dari sesuatu."

Markus: "melarikan diri dari apa? Dari siapa? Mengapa malam-malam dia pergi ke hutan?

Ronald: "dia bekerja di lab forensik kepolisian di pinggir kota dan akses ke jalan raya umum hanya jalan kecil dan hutan. Malam itu dia bertugas jaga malam."

...

Tanpa menunggu pagi kedua detektif segera menuju TKP yang berjarak 30km dari RS pusat kota. TKP itu bukan tempat asing buat mereka, malah hampir semua kasus data dan informasi forensik mereka dapatkan dari sana.

Setibanya di tempat mereka disambut polisi daerah bernama Sersan Tina juga Richard penanggung jawab Lab. Sersan Tina membeberkan hasil investigasi sementaranya pada Markus dan Ronald.

Tina: "Adrian meninggalkan pos jaganya pukul 8.30 malam, dia pergi lewat belakang dan kabur ke hutan, sebelumnya dia mendengar alarm berbunyi di ruang pendingin. Yang kita punya hanya panggilan telefon, dia menelefon sebelum kabur dengan nada cemas dan takut meminta mobil patroli segera datang tanpa menjelaskan apa yang terjadi lalu menutup telefon, saat petugas menelefon balik tidak diangkat karena dia sudah kabur."

Ronald: "kenapa kabur?"

Tina: "kami tidak tahu."

Markus: "apa ada orang lain disini malam itu?"

Tina: "Lab ini tutup jam 5 sore, jadi Adrian satu-satunya orang disini."

Markus: "jadi kita benar benar tidak tahu apa yang terjadi?"

Tina: "satu satu nya hal yang membuat penjaga takut dan panik adalah sesuatu yang mempermainkan kita, menurut informasi dari Pak Richard ada satu mayat yang hilang."

Mereka berempat segera menuju ke ruangan pendingin dimana mayat yang hilang itu sebelumnya ditempatkan.

Tina: "mayat seorang wanita bernama Maria Sylvana, penyebab kematian serangan jantung, otopsi ditunda."

Markus: "siapa yang menandatangani sertifikat kematianya?"

Richard: "dr.Lidya, kami baru saja menghubunginya."

Markus segera memeriksa lemari mayat yang kosong dan hanya berisi gelang nama mayat, lalu dia mulai memperhatikan sekeliling ruangan dan matanya tertuju pada kamera dipojok ruangan.
Richard segera membawa mereka ke ruangan cctv untuk melihat rekaman apa saja yang mereka dapatkan.

Tina: "sirkuit kameranya terputus, semua kamera mati, hanya satu yang hidup yaitu kamera di pos penjaga."

Satu satunya rekaman yang ada adalah di tempat Adrian jaga malam itu, terlihat Adrian terkejut mendengar alarm dari lantai 2 berbunyi kemudian pergi memastikan semuanya aman, 15 menit kemudian dia sudah kembali setengah berlari seperti ketakutan, menghubungi petugas lalu kabur ke hutan.

Ronald: "semua kamera mati, hanya satu yang tersisa, mengapa?"

Markus: "ada sesuatu yang membuat penjaga lari, kecuali kita percaya ada mayat berjalan, berarti ada seseorang yang mencuri mayat itu, aku mau gedung ini dijaga, hutannya juga, tolong handle itu Tina. Richard tolong jelaskan tentang mayat itu."

Richard: "nama suami wanita itu Alex Rolland, direktur farmatech salah satu pabrik obat terbesar kota ini, dia memiliki saham di beberapa lab farmasi yang sedang berkembang, dia juga punya bisnis sampingan lain dengan 2 saudara perempuannya Luna dan Gloria Rolland mereka tidak memiliki anak, menurut laporan dia baru saja kembali dari perjalanan bisnis dari New York."

Markus: "benar-benar wanita yang luar biasa."

Bersambung ...


Pic: https://www.google.com/amp/news.raky...com/amp/151357





profile-picture
profile-picture
profile-picture
gajah_gendut dan 7 lainnya memberi reputasi
muantabbb...lanjutttt
profile-picture
profile-picture
Lovembers dan indrag057 memberi reputasi
Bentar bentar, itu Bela akan ada hubungannya dengan Adrian, gak?
profile-picture
profile-picture
Lovembers dan indrag057 memberi reputasi
Mejeng di page one sambil nunggu update..
profile-picture
Lovembers memberi reputasi
Bangun tenda dlu gan..
profile-picture
Lovembers memberi reputasi
nitip sendal. wkkw jdulny ngagetin
profile-picture
profile-picture
Lovembers dan indrag057 memberi reputasi

PART 2

Luna dan Gloria Rolland sedang menonton video pernikahan adik mereka, tampak mereka berdua sangat kehilangan ipar yang sangat perhatian dan tampak sempurna dimata mereka.

Luna: "Kita pulang dulu, besok kesini lagi sambil membicarakan rencana pemakaman, coba kamu keatas pamit ke Alex."

Gloria: "Baik kak, aku akan pamitan sambil lihat keadaanya."

Sementara itu di lantai dua Alex sedang terbaring diatas ranjangnya.

Gloria: "Alex, kita pulang dulu ya, nanti hubungi kita kalau ada apa-apa."

Alex: "Aku mau istirahat."

Gloria mencium kening Alex sebelum meninggalkanya. Ketika Mobil Gloria meninggalkan halaman rumah, tanpa mereka sadari, Alex mengamatinya dari jendela kamar sambil sesekali matanya melihat jam tangan, Alex benar-benar gelisah malam itu, sesaat setelah kedua kakaknya pergi, Alex pergi ke garasi lalu mengeluarkan motor besarnya, memacu dengan kecepatan penuh keluar meninggalkan rumahnya juga.

Setelah sampai di sebuah apartemen, Alex bergegas memasuki lift menuju lantai 10, sepertinya Alex sering ke tempat itu, dengan tidak sabar Alex mengetuk kamar no 6. Seorang wanita muda bernama Thalia membukakan pintunya. Alex segera menerobos masuk ke dalam.

Thalia: "Mau apa Kamu kesini?"

Alex: "Aku sudah tidak tahan."

Thalia: "Seharusnya kau menelfonku."

Alex: "Percayalah, tidak ada yang melihatku."

Thalia: "Apa ada yang salah?"

Alex tidak menjawab, hanya memeluk Thalia lalu menciumnya penuh rindu.

Thalia: "Apa semuanya baik-baik saja?"

Alex: "Ya...ya, semuanya sudah selesai kukerjakan, aku melakukan semuanya demi kamu, yang aku mau sekarang cuma hidup bersamamu."

Tiba-tiba handphone Alex berbunyi.

Alex: "Ya ini Alex, dengan siapa saya bicara?"

Markus: "Kami dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa mayat istri bapak menghilang, dan kami sangat mengharapkan kehadiran bapak disini untuk penyelidikan."

Alex: "Apa maksudmu menghilang? Itu tidak mungkin, saya segera bersiap dan beramgkat kesana."

Alex menutup telefon sambil berusaha meredakan emosinya yang tidak karuan saat ini.

Thalia: "Siapa yang menelfon?"

Alex: "Polisi, memberitahu mayat Maria hilang."

Thalia: "Apa? Kamu yakin Maria sudah mati?"

Alex: "Tentu saja, aku yakin sudah melakukan rencana itu dengan baik, Maria sudah mati."

Thalia: "Bararti ada yang mengambil mayatnya."

Alex: "Aku tidak tahu tapi aku harus pergi agar polisi yakin aku tidak terlibat."

Thalia: "Baiklah, hati-hati sayang."

Tidak lama kemudian, dengan mengendarai motor Alex tiba di TKP dan menjumpai Markus dan Ronald.

Alex: "Sebenarnya apa yang terjadi disini?"

Markus: "Dugaan awal kami, ada yang mengambil mayatnya."

Alex: "Bagaimana bisa, bukankah tempat ini dalam penjagaan 24 jam?"

Ronald: "Justru yang terjadi pada penjaga sepertinya dia melihat sesuatu yang menakutkan yang berhubungan dengan hilangnya mayat istri anda, sayangnya dia sekarang tidak bisa dimintai keterangan setelah tertabrak mobil dan koma."

Seorang petugas polisi mengetuk ruangan tempat mereka bertiga berbicara, mengabarkan Dr. Lidya sudah tiba di tempat.

Markus: "Kita tinggal sebentar, nanti kita teruskan obrolannya."

Alex: "Baik."

Tampak diseberang ruangan Markus dan Ronald sedang berbicara dengan dokter Lidya, Alex tidak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan karena jaraknya 20m an dari ruanganya, sementara itu tangannya sibuk memijit ponsel menghubungi Thalia.

Alex: "Kenapa tidak langsung diangkat?"

Thalia: "Maaf, aku pikir HP mu dipegang polisi."

Alex: "Mereka tidak mengambil HP ku, mayatnya belum ketemu, aku mau kau melakukan sesuatu untukku, ada saksi seorang penjaga bernama Adrian yang melihat kejadianya, sekarang dia koma di RS kota, aku mau kau memeriksanya kesana, sementara aku belum bisa keluar dari sini."

Thalia: "Apa kau ditahan?"

Alex: "Tidak, aku hanya ditanyai, aku tidak bisa lama sayang, nanti ku telfon lagi."

Setelah menutup telefon, Alex segera membersihkan semua riwayat panggilan di HP nya, dia tidak sadar Markus sudah berdiri dipintu mengabarkan kalau team forensik ingin bertemu dengan Alex.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gajah_gendut dan 3 lainnya memberi reputasi
film the body ya gan. ane udh nonton, seru pilem nya
profile-picture
Lovembers memberi reputasi
lanjuuttttt bosss
profile-picture
profile-picture
Lovembers dan indrag057 memberi reputasi

PART 3

Di ruangan forensik Alex mulai diberi beberapa pertanyaan oleh dr.Lidya.

dr.Lidya: "Dalam pernyataanmu dinyatakan istrimu pulang dari LA kemarin pagi, benarkah?"

Alex: "Perjalanan bisnis."

dr.Lidya: "Kudengar dia takut terbang."

Alex: "Dia sudah menjalani sejumlah terapi, kenapa?"

dr.Lidya: "Ketegangan selama perjalanan bisa mengakibatkan serangan jantung, karena kami tidak menemukan adanya riwayat gangguan kardiovaskular"

Alex: "Aku tidak tahu, kau ahlinya."

dr.Lidya: "Itu harus dibuktikan dengan otopsi, ada gejala skizophernia?"

Alex: "Tidak."

dr.Lidya: "Parkinson?"

Alex: "Tidak ada."

dr.Lidya: "Epilepsi?"

Alex: "Semua ada pada berkas medisnya."

dr.Lidya: "Dokter tidak tinggal bersamanya, anda ya tinggal bersama."

Alex: "Aku tidak tahu apa hubunganya dengan hilangnya istriku."

dr.Lidya: "Saya hanya menjelaskan teori atas apa yang terjadi."

Alex: "Apa?"

dr.Lidya: "Katalepsia."

Alex: "Maksudnya apa?"

dr.Alex: "Baik tuan nanti dilanjut sekarang tuan boleh menunggu diluar sementara kami bertiga berembug."

Alex pergi meninggalkan ruangan, Markus dan Ronald tidak sabar meminta keterangan lanjutan dari dr.Lidya.

Markus: "Menurut dokter mungkinkah jika mayat itu bukanlah mayat?"

dr.Lidya: "Aku yang memeriksa dan mendaftarkan kematianya."

Ronald: "Tidak masuk akal jika mayat itu hidup kembali, kalau memang benar hidup lagi, kenapa tidak meminta pertolongan? kenapa menghilang?"

Markus: "Ronald benar, lebih logis jika ada yang mengambil mayatnya, pertanyaanya adalah, kenapa mayatnya diambil?"

dr.Lidya: "Ada satu prinsip dalam forensik medis bahwa setiap kematian disebabkan terbunuh kecuali ada bukti selain itu, terhentinya jantung bisa dikarenakan ketegangan yang extrim atau karena pengaruh zat tertentu, tapi semuanya harus dibuktikan dengan otopsi."

Markus: "Tidak ada mayat, tidak ada otopsi."

Mereka sejenak terdiam lalu sama-sama melihat Alex yang berdiri diluar ruangan.

dr.Lidya: "Apa yang kau pikirkan saat berbicara dengan suaminya?"

Markus: "Dia berbicara tentang istrinya tanpa ragu, istriku meninggal beberapa tahun lalu dan aku masih sering membicarakanya seolah dia masih hidup."

dr.Lidya: "Sudah lama sekali Markus, berhentilah menyalahkan diri sendiri atas kematian Maya, kasihan anakmu."

Markus: "Maaf, aku hanya merasa pernah ada di posisinya."

Ronald: "Akan kucari semua info apapun tentang Alex."

Alex tidak sabar menunggu mereka, dia ingin sekali pulang ke tempat Thalia, tapi kemudian tiba-tiba lampu padam, dan Alex mendengar suara lemari mayat terbuka di sebelah ruangan, perlahan dia menuju kamar mayat untuk meyakinkan asal suara tersebut.

Di dalam kamar mayat dia menemukan laci bekas mayat istrinya terbuka, dia melihat kotak barang-barang pribadi istrinya, ada sebuah bros mahal hadiah ulang tahun darinya, kalung berlian yang istrinya beli saat pergi ke Perancis, juga cincin pernikahan mereka. Tp ada satu benda yang membuat dia hampir mati berdiri yaitu ampul suntikan bertuliskan TH-16 seketika bayangan Alex kembali ke hari dimana Maria meninggal.

~Hari itu Maria pulang dari LA mengurus bisnis, dia tampak lelah sehabis perjalanan panjang dan tampaknya ingin berendam berlama-lama diatas bathtub bermandikan aromatherapy favoritnya, di ruang keluarga Alex menuangkan Wine terbaik dan termahal kesukaan istrinya kemudian meneteskan beberapa tetes TH-16 ke gelas yang akan dia berikan ke istrinya, Alex tahu Maria tidak akan menolak meminumnya, apalagi saat keadaan yang melelahkanya seperti ini. Alex kemudian menghampiri lalu membangunkan Maria yang tertidur di bathtub dan memberikan gelas wine

Maria: "Terima kasih sayang, bagaimana denganmu?"

Alex: "Aku baik-baik saja."

Maria: "Maksudku bagaimana perjalanan bisnismu dari New York, malam ini aku ingin merayakan keberhasilan perjalanan bisnis kita dan .." Maria berhenti sejenak "atas kepulanganku."

Alex mencium bibir istrinya, Maria membalas dengan ciuman penuh rindu tapi tampaknya Alex terburu buru dan tidak membalas ciuman istrinya.

Alex: "Kamu tidak mau bersulang untuk merayakanya?"

Maria: "Tidak, aku mau yang lain ... kita tidak bertemu selama 3 minggu Alex."

Alex: "Lab menelefon ku, aku ada jadwal rapat."

Maria: "Kau direkturnya, terserah kau mau apa, tidak ada yang bisa memecatmu." Maria terdiam lalu senyum. "Hanya aku yang bisa memecatmu."

Alex: "Kau tahu sesuatu? Aku tidak suka lawakan seperti ini, aku bekerja keras dan aku menerima sesuatu yang aku kerjakan dengan sungguh-sungguh."

Maria: "Aku tahu, itu makanya kau disini, bukan mengajar di kelas."

Alex: "Aku tidak mau bertengkar, sampai jumpa nanti."

Alex segera keluar dari kamar mandi demi menghindari pertengkaran dengan Maria, akan tetapi dari balik pintu penghubung ke kamarnya dengan gelisah dia memastikan Maria meminum wine nya, setelah yakin Maria meminum habis wine itu, dia berjalan menuju lemari pakaian hendak memakai pakaian kerjanya.
Alex masih memakai dasi di depan kaca besar dikamarnya saat Maria tiba-tiba masuk kamar dan menelfon.

Maria: "Hallo Kristina, beritahu mereka kalau Alex tidak ikut rapat, dan sepertinya dia tidak akan datang lagi ke Lab, siapkan surat pemecatannya."
"Ya...ya..ya tentu saja saya yakin, ini perusahaanku, dan aku yang memutuskan, terima kasih."

Alex: "Maria, apa yang kamu lakukan?"

Maria: "Nanti itu kita bahas siang, pagi ini kamu milikku."

Wajah Alex berubah kesal campur marah dengan keputusan yang diambil istrinya, akan tetapi dia tidak bisa menyangkal bahwa memang dia hanya bekerja di perusahaan milik Maria.
Tiba-tiba Maria tertawa keras sekali,

Maria: "Kenapa wajahmu seperti anak kecil yang direbut mainanya sayang? Aku tidak benar-benar menelfon Kristina, aku hanya bercanda, nanti malam kita pergi makan malam, telfon saja jam berapa kamu selesai." Kata Maria sambil tidak berhenti tertawa, kemudian memeluk Alex yang masih memasang muka tegang.~

Alex masih menatap botol TH-16 di kamar mayat, dia berfikir kenapa obat yang dia pake meracuni Maria ada disini, kemudian listrik sudah menyala kembali, Markus dan Roland tiba-tiba masuk.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan indrag057 memberi reputasi
lanjut sist, keren ceritanya. dah berasa kaya baca novelnya agatha crysthie
profile-picture
Lovembers memberi reputasi

PART 4

Markus dan Ronald kebingungan mendapati Alex sedang di kamar mayat, untuk apa dia disana pada saat lampu padam tadi.

Markus: "Tuan Alex, kenapa anda meninggalkan kantor? Apa yang anda lakukan disini?"

Alex: "Tadi saya hanya mendengarkan suara suara dan coba memastikan." Sahut Alex sambil berusaha menyembunyikan kegugupanya atas botol TH-16 yang kini ada disaku celananya.

Markus: "Tadi sekring listriknya sempat putus dan kami sudah memperbaikinya."

Ronald: "Semua barang pribadi dari mayat ada diloker, kenapa kunci loker mayat istri anda rusak dan kotaknya diluar? Kalau melihat catatanya harusnya HP istri anda disini dan sekarang hilang."

Alex: "Saya tidak tahu apa-apa dan tidak menyentuh apa-apa, untuk apa saya mengambil hp istri saya?"

Markus: "Maaf Tuan, kami harus menggeledah anda untuk memastikan." Sambil menyuruh Alex merapatkan badannya di dinding untuk diperiksa.

Markus menemukan botol TH-16 yang disimpan disaku celana Alex, dia segera mempertanyakan tentang botol ampul itu pada Alex.

Markus: "Benda apa ini?"

Alex: "Saya hanya memungutnya dan berniat untuk membuangnya."

Markus: "Oh ya? Ada segel lab mu tertera disini."

Alex: "Produk kami ada ratusan di tempat seperti ini, kalian bisa cek."

Markus: "Apa kegunaan TH-16 itu?"

Alex: "Itu ... Itu racun." Jawab Alex sedikit panik.

Markus: "Racun jenis apa?"

Alex: "Sa..saya tidak tahu, kami meneliti ratusan jenis racun."

Markus: "Apa kegunaan racun ini?"

Alex: "Bisa untuk apa saja, ma...maaf saya bukan ahlinya."

Sementara Markus mencecari Alex dengan pertanyaan pertanyaan tentang TH-16, tiba-tiba handphone Alex berbunyi. Thalia menelfon Alex, Alex tidak mengangkat telfonnya, Markus dan Ronald semakin heran.

Markus: "Mengapa telfonya tidak diangkat?"

Alex: "Itu adik saya yang menelfon, mungkin menghawatirkan keadaan saya."

Markus: "Kalau begitu angkat saja."

Alex akhirnya mengangkat telfonya agar Markus dan Ronald tidak curiga.

*Thalia: "Alex, aku di RS kota, aku sudah menemukan kamar penjaga, kini dia masih dalam perawatan dan koma."

Alex: "Ya Luna, aku baik-baik saja, terima kasih." Alex lalu menutup telfonnya.

Alex: "Kapan saya bisa pulang?" Alex bertanya pada Markus dan Ronald.

Markus: "Kami masih harus memberi anda beberapa pertanyaan."

Alex: "Saya ingin ke kamar mandi dulu, boleh saya tau dimana letak kamar mandi."

Ronald kemudian mengantarkan Alex ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Alex sengaja memilih toilet yang jauh dari pintu lalu menelfon Thalia.

Alex: "Hallo sayang, aku tidak bisa lama, informasi apa yang kamu dapatkan disana?"

Thalia: "Informasi yang aku dapat sama persis seperti yang sudah kamu dapat, nama penjaganya Adrian dan dia datang ke RS dalam keadaan koma setelah tertabrak mobil."

Alex: "Sepertinya ada yang tahu selain kita."

Thalia: "Apakah polisi sudah mengetahuinya?"

Alex: "Tidak, ada yang membuka loker dan mengambil Hp Maria, mungkinkah kamu tidak sengaja bercerita ke orang lain?"

Thalia: "Aku tidak sebodoh itu Alex, kamu yang tiap hari hidup dengan Maria, mungkin kamu tidak sengaja mengigau atau bagaimana?"

Alex: "Tidak mungkin, aku sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, polisi menemukan botol TH-16 yang aku dapatkan di barang pribadi Maria, sekarang yang harus kita lakukan memastikan dan menemukan Maria."

Thalia: "Baik sayang, hati-hati ... Aku mencintaimu."

Alex: "Aku mencintaimu juga sayang."

Alex menghampiri wastafel untuk mencuci muka, dia fikir mungkin itu sedikit mengurangi ketegangan di wajahnya, saat bercermin dia melihat sebuah surat yang disimpan di jendela toilet yang letaknya diseberang cermin wastafel, surat apa itu, Alex berbalik hendak mengambil surat dibelakang surat dia membaca tulisan "Aku tetap mengingatmu meski terpejam." Alex kemudian membukanya, isi surat itu adalah undangan makan malam untuk dua orang di restoran termahal, undangan yang sama yang Alex baca saat dia pulang kerja di hari kematian Maria, undangan itu Maria letakkan tepat di meja depan pintu masuk rumahnya. Waktu itu ketika Alex pulang, terdengar lagu sedih terputar di rumahnya ternyata Maria sudah bersiap dengan gaun pestanya turun dari kamarnya di lantai dua menghampiri Alex.

~
Maria: "Aku fikir kamu akan pulang cepat sayang, jangan bilang padaku kau lupa makan malamnya."

Alex: "Ada sedikit masalah di Lab."

Maria: "Aku menelfon Kristina, dia bilang kamu tidak ada di Lab dari siang."

Alex: "Aku mengurus sampel-sampel Lab di perusahaan rekanan yang bermasalah."

Maria: "Aku juga menelfonmu dan tidak kau angkat."

Alex: "Telfonya aku tinggal dimobil sayang, aku akan mandi dulu dan bersiap biar kita tidak terlambat makan malamnya." Kata Alex sambil menaiki tangga menuju kamarnya.

Maria: "Itu tidak mudah." Maria berhenti sejenak. "Menerima bahwa aku tidak muda lagi."

Alex: "Kita semua akan menua, tidak perlu kau khawatirkan sayang." Alex berbalik menghampiri istrinya.

Maria: "Tapi kau yang mulai pulang telat."

Alex: "Sudahlah sayang, kamu kenapa?"

Maria: "Tidak apa-apa, lagunya membuatku memikirkan tentang kita, aku tidak mau kehilanganmu Alex, tolong katakan itu hanya lagu, kamu tidak akan meninggalkan aku."

Alex: "Itu hanya lagu sayang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Alex menghampiri Maria dan menciumnya."

Mata Alex terbuka dan sadar masih berada di toilet. Dari jauh dia mendengar suara orang berjalan menghampiri, ternyata Ronald sudah masuk kamar mandi, Alex kaget bukan main, surat itu terjatuh ke kloset saat Ronald mengetuk pintu toilet.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan indrag057 memberi reputasi
akhirnya, update yg ditunggu2 datang juga. thank's sist. ditunggu update selanjutnya
profile-picture
Lovembers memberi reputasi
Lihat 1 balasan
amiiiinnnn, semoga saja sistemoticon-Jempol
profile-picture
Lovembers memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di