CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Mahluk Bermata Satu Dari Balik Cermin
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee66fb6c342bb521115d890/mahluk-bermata-satu-dari-balik-cermin

Mahluk Bermata Satu Dari Balik Cermin

Mahluk Bermata Satu Dari Balik CerminHallo Agan Dan Sista
Kembali lagi dengan thread ane, 

Sepenggal kisah, Hidup menjadi Indah
salam semangat ya!


Hari mulai beranjak petang, matahari sudah mulai berlari ke upuk barat. Di atas  awan sekawanan burung berputar putar, seperti sedang mencari tempat hinggap. 
suara pengajian terdengar dari toa, mengiringi aktifitas santri. Sebagai tanda saatnya mereka keluar dari kamar masing-masing menuju surau.

Hari itu, dua puluh tahun silam. Pesantren belum memiliki surau dalam lingkungan pondok pesantren. Santri akhirnya berduyun-duyun pergi ke surau diluar komlek.
dengan pakain yang serba putih, sorban di pundak kanan. sungguh kebahagian bagi orang tua yang melihat mereka.

kedisiplinan, jadi ciri khas para santri. Jangan sampai sekali-kali melanggar kalau tidak ingin kepalanya menjadi tak memiliki rambut alias botak. Semua harus keluar untuk melaksanakan solat magrib berjamaah. 

Malam jumat, malam yang istimewa. Malam yang ditunggu-tunggu. Banyak ke istimawaan,  itu pasti. Tapi bukan itu. Mereka bisa menikmati makan sepotong daging ayam atau daging rendang itulah yang mereka siap siap ambil langkah seribu berlari kencang setelah berdzikir di masjid.

Sepotong daging ayam, bagai segelas air di tengah gurun. atau gadis primadona sma yang diperebutkan sang pencari cinta. okelah. Semua menjadi istimewa dikala sesuatu itu tak lagi sering dihadapan kita. Mungkin itulah kenapa kadang tidak menghargai sesuatu, bisa jadi sesuatu itu yang selalu ada di hadapan.

Adzan berkumandang, hening. tidak  ada santri yang lalu lalang kecuali dua  pengurus yang mendapat giliran tugas. Ia akan memeriksa setiap kamar. Dan tiga santri yang bertugas jaga, untuk menjaga segala kemungkinan. 

Herman dan Sakha, keduanya pengurus yang bertugas. Satu per satu mereka membuka kamar. 

"Sepertinya semua santri ke masjid?" Ucap Herman. Tangan kanannya mendorong pintu kamar asrama.

" Kosong" Jawab Sakha. Sambil melirik ke arah dalam asrama. Kosong. 
" Coba Masuk, jangan jangan ada di balik lemari atau mengumpat ditumpukan kasur.

Nihil, semua yang menjadi potensi. ya, ada saja tempat yang jadi tempat persembunyian. Diluar nalar. Ini masalah makan besar. Saat nya pesta. Waktunya makan enak, kadang ada saja yang mengumpat. Ada saja tempat favorite . Itu semua demi mendapatkan sang idola.

Deretan kamar telah diperiksa, Sakha dan Herman tiba di Kamar paling pojok. 
Mereka melihat seseorang terbaring dengan terselimutkan kain. 

" kenapa kamu Fir, ko tidak pergi ke Masjid!" Tanya Herman.
"Sakit Kak" ucap firdaus dengan mulut yang bergetar. Badan nya ikut menggigil.

Sakha menempelkan telapak tangan kedahinya. 
" Hemm, ngk panas ko!" ucap Sakha sambil melirik Herman. 
" Yakin sakit kamu, mulai kapan?" tanya Herman penasaran.
"Iya, kak" Jawab FIrdaus Singkat. Sementara Badanya terus menggigil seperti kedingingan.
"Baik kalau gitu, nanti diambilkan nasi dan lauknya oleh petugas jaga" 
" Makasih kak" 

Kedua pengurus akhirnya pergi meninggalkan Firdaus sendirian untuk memeriksa kamar berikutnya.  Keduanya memberi keringanan untuk tetap tidur walau di hati keduanya tidak yakin kalau Firdaus memang betul-betul sakit. 

Pemeriksaan dilanjutkan ke kamar sebelah, sambil menuju kamar mereka tak hentinya membahas keganjilan yang dilakukan Firdaus, apakah pura-pura atau betul betul sakit.

"Tolooong...tolooong...tolooong"...
Teriakan itu terdengar dari kamar sebelah. Tempat Firdaus tinggal. Gerakan kaki seperti orang yang sedang berlari lari, terdengar begitu kencang. Ditambah alas kamar yang masih menggunakan dipan kayu.

Lolongan minta tolong tidak berhenti, begitu pula bunyi kaki yang berputar-putar begitu terdengar jelas.

Herman dan Sakha langsung menuju kesebelah. Begitu mau masuk mereka melihat Firdaus berlari kencang, seperti ketakutan. Firdaus berputar-putar diantara deretan lemari seperti sedang towaf.

Herman langsung menghadang dan menangkapnya. Dipeluk.

" Hai sadar, ada apa?"
Dengan nafas yang tersegal-segal, sambil teriak. ia menunjuk ke arah lemari kaca yang ada disudut kamar.

"Astagfirulloh" Teriak Herman. Kaget.
 Jelas sekali, ia melihat sesosok lelaki dalam cermin lemari.
Kepala lelaki itu hancur, mata sebelah kanan  menggantung di dada. sementara sebelah kiri hanyalah rongga kosong. Tidak ada bola mata menepel.  Pipi sebelah hancur, lidahnya menjulurke sebelah kanan. Darah menetes dari batok kepala.

Allahu Akbar.....
Allahu Akbar.....
Allahu Akbar.......

Seketika itu mahluk, entah siapa orang paruh baya itu menghilang. Ketiganya segera keluar.

Firdaus cerita kalau dirinya tadi tidak bisa keluar, karena tidak menemukan pintu. Ia melihat mahluk itu kakinya keluar dari kaca.






















































i








































profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 10 lainnya memberi reputasi
jika ada kesamaan nama, mohon maaf ini hanyalah fiksi.
profile-picture
masnukho memberi reputasi
misteri kadang selalu ada dimana saja, semoga mengandung hikmah...
profile-picture
masnukho memberi reputasi
dalam dunia saintis, cermin yang memantul berbagai sumber cahaya, juga bisa memberi efek bayangan pada gelombang cahaya yang rambatan nya disertai gelombang elektro magnetik. terhubung dengan ion (negatif-positif). setelah mendung awan sebab benturan ion yang menimbulkan petir maka nampaklah badai, mungkin kaskuser disini ada yang udah pernah liat pelangi di atas badai (awan hitam). saya pernah. atau mungkin hanya halusinasi saya.

sebab pada umumnya pelangi muncul setelah badai hujan reda.

pelangi ini yang tersusun dari lapisan warna, terbiaskan pada pantulan cahaya. sama seperti penampakkan wujud makhluk astral pada cermin.

hanya opini pribadi, menurut paham saya🙏🙇
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krisna.BPR.Arta dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Mungkin ilustrasi makhluknya seperti ini ya, gan
Spoiler for Makhluk Bermata Satu:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
masnukho dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Ane sih gak fokus ke cerita hantunya, cuma kangen suasanan pondoknya aja😅
profile-picture
putrateratai.7 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kalau mata satu, gue belum pernah lihat

tapi kalau "makhluk" bermata tiga berkaki satu, sering lihat

itu tuh, lampu lalu lintas
profile-picture
kangbubun17 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Saat magrib, kadang segala mahluk astral memenuhi dimensi ruang manusia..


sehingga orang tua dulu melarang kita untuk berpergian atau biarkan anda sendiri. dalam ruang.


ini versi ane sih gansis. yang pernah dapat dokrin dari orang tua dulu.
Lanjut gan

Nyimak sambil ngopi
profile-picture
kangbubun17 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Yang terpenting kita harus selalu dekat dekat sang maha pencipta gan 🙏, segala sesuatu yg menggangu kita pasti akan di hilangkan 🙏
profile-picture
kangbubun17 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
titip bakyak Gan... ane goreng ubi dulu xixi emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan kangbubun17 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
#masih _misteri

kejadian ini masih ketika TS, berkelana menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di wilayah Bogor.

25 tahun silam, saat aliran sungai cikaniki masih begitu sangat mempesonakan. suasana embun pagi begitu menggigilkan tulang-tulang.

senja itu, Ts hendak mengambil wudu. karean waktu magrib segera tiba. Tapi berhubung hendak buang air kecil, akhirnya ambil antrian dulu untuk masuk ke kamar kecil. Ngantri sudah menjadi kebiasaan di lingkungan pondok. Dapat antrian terakhir.

waktu terus berjalan, ..santri sedikit demi sedikit meninggalkan tempat wudu.antrian mulai berkurang.

Ane akhirnya mendapat giliran juga masuk.

"waduh, ko ngk ada gayung ?" Tanyaku dalam hati.

Bak dalam kamar mandi membentuk panjang, yang hanya sekat pada tempat bagian ruang nya saja. sementara baknya membentuk panjang menebus kesebelah.
ya . Jadi kalau meletakkan gayung di dalam bak, siap siap terbawa kesebelah.

"asik, sebelah masih ada yang mandi" pikirku. begitu mendengar guyuran air seperti sedang ada yang mandi.

"maaf, pinjam gayungnya sebentar!" pintaku ke sebelah kamar.

...tidak ada jawaban.

"Hemm... pelit banget sih nih orang" teriakku dalam hati.

"pinjam gayung nya" dengan nada lebih tinggi. setengah memaksa.

Diam..., tidak ada jawaban. tapi suara itu terdengar jelas. kalau sebelah sedang menumpahkan airnya ke badan.

Tak ada sautan, TS mulai kesal. Dengan nada yang tinggi, memaksa.

"Hai bisa ngk pinjam gayungnya? pelit banget sih lo" Dengan kepala menjorok ke arah kamar mandi sebelah.

wooow... mata ini bekelalak. Disebelah itu tidak ada seorang pun. Hanya gayung yang terbang. Sementara di bawahnya hanya ada potongan badan tanpa kepala.


ampunn, langsung saja Ts ...lari keluar.

xixixi...







GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di