CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Mari Mengenal Proses Pembuatan Garam Tradisional diKlungkung, Bali
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee65fcaa2d1953158213802/mari-mengenal-proses-pembuatan-garam-tradisional-diklungkung-bali

Mari Mengenal Proses Pembuatan Garam Tradisional diKlungkung, Bali

Mari Mengenal Proses Pembuatan Garam Tradisional diKlungkung, Bali

Selamat Pagi sobat semua,
Kali ini saya akan membahas seputar Garam.Hmmmm....pasti semuanya pada Garam itu seperti apa? warnanya seperti apa? dan rasanya seperti apa?
Sedit kita mengenal pengertian Garam, Garam merupakan senyawa ionik yang tersusun dari ion Positif & ion Negatif, kedua senyawa ini, membentuk semacem senyawa netral, secara keseluruhan Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
Hari ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat pembuatan Garam Tradisonal yang berlokasi diKlungkung, Bali.Banyak cerita, pengalaman, wawasan yang saya dapatkan selama berada di lokasi pembuatan garam tradisonal ini, tidak hanya mengetahui, bagaimana proses sehingga terbentuknya suatu garam. Namun yang menarik disini adalah, sesosok petani garam yang membuat saya jadi terharu, sekaligus bangga meliaht seorang yang sudah usia, namun semangatnya luar biasa dalam membangun dan berjuang untuk kelangsungan hidup.
Saya: Selamat pagi bapak,
Bapak: Selamat pagi juga,
Saya: Begini pak, sayang ingin sekali melihat proses pembuatan Garam secara langsung, Aapakah bapak berkenan?
Bapak: Tentu saja dengan senang hati
Saya sanang sekali bisa di sambut dengan senyuman yang lapang, dan sapaan yang begitu lembut dari seorang petani garam, satu persatu tempat ditunjukkan ke saya, mulai dari, mengambil air laut sebagai bahan dasar Garamnya, lalu bagaimana menyiramnaya di tengah hamparan pasir untuk dijemur diterik matahari. Sungguh pengalaman saya yang begitu berharga dan berkesan.
Usianya boleh renta, tenaganya masih muda. Ia beliau adalah seorang bapak yang berjuang untuk bertahan hidup, dari susahnya mencari penghidupan yang tepat bagi seorang yang sudah usia. Perlahan beliu mengajak saya memikul sebuah benda yang terbuat dari pelepah Pohon sepertinya pelepah pohon pinang, kemudian dibentuk menyerupai wadah yang berpungsi menampung air laut. Wadah tersebut berisi air laut yang kemudian saya siramkan hamparan pasir yang terbentang, proses ini, bisa dilakukan beberapa kali.
Selanjutnya pasir yang sudah disiram air laut akan menggumpal, dan di ambil lalu ditampung disebuah wadah yang besar, setelah itu lalu disiram dengan air laut, hingga mengeluarkan air lagi untuk ditampung, nah iar ini yang akan menjadi benih murni dari garam, setelah itu baru air murni garam ini di ambil dan dijemur di terik sinar matahari,menariknya disini air muni garam tidak di jemur menggunakan ember atau plastik, melainkan dari batang pohon kelapa yang dibelah hingga menyerupai cekungan yang selanjutnya bisa menampung benih air garam tersebut.
Butuh proses beberapa hari untuk memanen garam tradisional ini, tergantung seberapa teriknya matahari hingga membuat benih air garam menggumpal hingga menyerupai kristal yang menggumpal. itulah garam yang kita konsumsi sehari-hari sebagai pelengkap bumbu dapur.
Setelah selsai di kasih penjelasan dan cara mengerjakannya, saya pun mendekati beliu, ingin rasanya mendengar curhatan beliu tentang menjadi seorang petani garam tradisional.Kamipun ngobrol berdua.Beliupun membuka cerita tentang kehipannya, keluarganya, bahkan orang sekelilingnya. Menjadi orang biasa memang tak seperti orang yang luar biasa dari segi pendapatan.Namun disini kita bisa mengambil pelajaran kerasnya kehidupan yang mengajak kita untuk selalu berpikir positif dan bekerja keras.
Hidup harus berjalan, hidup memang ahrus untuk di jalani, kerasnya kehidupan bukanlah sesuatu yang menjadi halangan untuk menjadi manusia yang ingin hidup. Melawan rasa ego, melawan rasa gengsi,adalah sesuatu yang menjadikan diri kita 10 langkah untuk lebih maju. Namun terkadang manusia hanya selalu merasa kurang dan tak mau melihat kekuranganya. Padahal jika kita mau melihat kekurangan kita, tentunya banyak hal yang ingin kita ubah untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Tuhan tidak melihat apa yang kita punya, namun Tuhan ingin melihat seberapa besar akal pikiran yang bisa kita gunakan untuk menjadi orang baik dimataNya.
Semoga pesan diatas bisa membawa kita menjadi orang yang bisa menjadi diri sendiri, untuk selalu bisa berbagi dan bekerja keras.
Salam...





profile-picture
profile-picture
profile-picture
wigun667 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dhani300
pengenalan cara membut garam, keren


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di