CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Ilmu Marketing & Research /
Sun Zi Bingfa: Philosophy of War, Rangkuman (Chow Hou Wee:2006)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee62d84af7e933eb53621e4/sun-zi-bingfa-philosophy-of-war-rangkuman-chow-hou-wee2006

Sun Zi Bingfa: Philosophy of War, Rangkuman (Chow Hou Wee:2006)

SUN ZI BINGFA

Filsafat Militer Sun Zi


Rangkuman Sun Zi Art of War, dari tulisan Prof Chow-Hou Wee (2003)


Prakata

Prof Wee memaparkan bahwa Sun Zi Bingfa adalah seni militer yang fokus pada strategi dan metode, ketika pelaksanaan perang adalah satu satunya jalan terakhir yang harus diambil.


BAB I. Penilaian dan Perencanaan Terperinci

1. Sun Zi berkata : Pelaksanaan perang adalah masalah yang sangat penting bagi bangsa.

2. Ini menentukan keberlangsungan hidup atau kematian sebuah negara.

3. Ini adalah masalah hidup dan mati (dari rakyat dan penguasa mereka)

4. Ini harus dipelajari dan diperiksa dengan cermat.

5. Jadi, analisis dan pelajarilah lima faktor ini dengan teliti.

6. Bandingkan mereka dengan orang – orang musuh untuk memahami berbagai kondisi dan keadaan yang terus berubah (selama pertempuran) dan untuk menilai peluang kemenangan.

7. Kelima faktor itu adalah pengaruh moral, cuaca, dataran, sifat jendral, dan doktrin serta hukum.

8. Pengaruh moral mengacu pada tindakan dan kebijakan yang menyatukan rakyat dengan penguasa sehingga mereka sungguh – sungguh sepakat dan selaras satu sama lain.

9. Dengan demikian, rakyat akan siap untuk hidup bersama dan mati bagi sang penguasa tanpa perasaan takut terhadap bahaya.

10. Cuaca mengacu pada perubahan kontras antara malam dan siang hari, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas, dan perubahan musiman.

11. Dataran mengacu pada apakah rute yang akan diambil panjang atau pendek, apakah tanahnya berbahaya atau aman, lebar atau sempit dalam hubungannya dengan kelancaran pergerakan, dan apakah tanahnya akan menentukan kematian atau kelangsungan hidup (dari suatu pasukan).

12. Kualitas Jenderal dari seorang panglima mengacu pada kualitas kebijaksanaan, sifat dapat dipercaya, kemurahan hati, keberanian, dan disiplin.

13. Doktrin dan hukum mengacu pada organisasi dan kontrol, berbagai sistem dan prosedur manajemen, serta struktur perintah dan kontrol bagi penempatan sumber daya.

14. Setiap jendral harus mengetahui kelima faktor ini.

15. Orang yang mampu menguasai kelima faktor itu akan menang.

16. Orang – orang yang tidak memahami kelima faktor itu tidak akan menang.

17. Jadi dalam merencanakan, ada (tujuh) dimensi yang seorang jenderal harus analisis dan bandingkan dengan dimensi musuh. Dengan begitu, ia dapat memahami berbagai kondisi dan situasi yang berubah – ubah selama perang dan menilai segala peluang untuk menang.

18. Jadi, penguasa mana yang memiliki pengaruh moral yang lebih besar?

19. Jenderal mana yang lebih mampu dan memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih besar?

20. Pihak (pasukan) mana yang mampu memanfaatkan cuaca dan dataran secara lebih baik?

21. Pihak (pasukan) mana yang mampu melaksanakan dan menerapkan hukum dan perintah secara lebih efektif?

22. Pihak (pasukan) mana yang memiliki lebih banyak prajurit dan yang prajuritnya lebih kuat?

23. Pihak (pasukan) mana yang memiliki perwira dan orang – orang yang terlatih secara lebih baik?

24. Pihak (pasukan) mana yang lebih mendapatkan pencerahan dalam pemberian berbagai penghargaan dan hukuman?

25. Dari (tujuh) dimensi ini, saya akan mampu mendiagnosis dan meramalkan kemenangan dan kekalahan.

26. Jenderal yang menerapkan berbagai strategi dan rencana saya akan menang bila ia ditempatkan (untuk bertempur); ia harus dipertahankan.

27. Jenderal yang tidak menerapkan segala strategi dan rencana saya akan kalah bila ia ditempatkan (untuk bertempur); ia harus diganti.

28. Di samping menerapkan berbagai rencana dan strategi efektif yang sudah diajukan, sang jenderal harus menciptakan dan mengambil keuntungan dari berbagai keadaan yang berada di luar aturan yang biasa dalam pertempuran militer.

29. Menciptakan keadaan menuntut seseorang (jenderal) untuk bertindak secara menguntungkan sehingga dapat mengendalikan keseimbangan kekuatan.

30. Semua pertempuran didasarkan pada prinsip penipuan.

31. Jadi, bila anda mampu, berpura – puralah bahwa anda tidak mampu.

32. Ketika anda mampu menempatkan kekuatan prajurit anda, berpura – puralah anda tidak mampu melakukannya.

33. Ketika anda hampir mencapai tujuan anda, berpura – puralah anda masih jauh sekali; dan bila anda masih jauh sekali dari tujuan anda, berpura – puralah anda sudah dekat.

34. Ketika musuh rakus untuk mendapatkan keuntungan kecil, tawarkanlah umpan untuk memikatnya.

35. Ketika musuh berada dalam keadaan kacau balau dan berantakan, lancarkan serangan dan tangkaplah dia.

36. Ketika musuh kuat dan efektif, bersiaplah dengan sungguh – sungguh dan siap untuk menghadapinya.

37. Ketika musuh jauh lebih unggul dan sangat ganas, adalah lebih baik untuk menghindarinya.

38. Ketika musuh mudah dibuat marah, carilah jalan untuk menggusarkan dan menjengkelkannya.

39. Ketika musuh memandang rendah anda, hendaklah anda semakin mendorong kesombongannya.

40. Ketika musuh beristirahat dengan baik (segar), gunakanlah berbagai cara untuk membuatnya lelah.

41. Ketika musuh berada dalam keadaan rukun dan bersatu, gunakan berbagai cara untuk memecahbelahnya (dan pasukannya).

42. Seranglah musuh ketika ia tidak siap.

43. Bergeraklah, muncul dan seranglah daerah – daerah dimana musuh paling tidak memperkirakan kedatangan anda.

44. Ini adalah rahasia – rahasia dan prinsip – prinsip untuk memenangkan perang.

45. Namun, semua itu tidak dapat dibahas, diputuskan, dan juga tidak dapat diungkapkan sebelumnya.

46. Jadi orang – orang yang menjalankan perencanaan di kuil sebelum pecahnya perang akan menang jika berbagai rencana itu menyeluruh dan terinci.

47. Orang – orang yang melakukan perencanaan di kuil sebelum perang meletus tidak akan menang jika rencana itu tidak menyeluruh dan juga tidak terinci.

48. Dengan perencanaan yang menyeluruh dan terinci, seseorang dapat menang.

49. Dengan perencanaan yang kurang menyeluruh atau terinci, seseorang tidak dapat menang.

50. Betapa pastinya kekalahan bila seseorang tidak merencanakan sama sekali!

51. Dengan mengamati bagaimana perencanaan dilakukan, saya dapat meramalkan kemenangan dan kekalahan.
Diubah oleh aldojan
Yang menarik disini gan, yaitu sun tzu mengatakan tanpa perencanaan yang kurang menyeluruh atau terinci, seseorang tidak akan menang. Menurut ane banyak perusahaan - perusahaan yang perencanaan produk, sampai ke pemasaran nya tidak direncanakan secara terinci, sehingga alhasil produk kurang tembus dipasaran..


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di