CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Sebuah Surat: "Lupakanlah Aku, Biarkan Rinduku yang Mengingatmu"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee5b906facb953f0339f772/sebuah-surat-quotlupakanlah-aku-biarkan-rinduku-yang-mengingatmuquot

Sebuah Surat: "Lupakanlah Aku, Biarkan Rinduku yang Mengingatmu"

Jika kau suruh aku 'tuk menyerah,
maka lillah-ku menepis semua hujjah-ku tuk lelah.
 
Tidakkah kau tau?
yang ku takutkan bukanlah penantian abadiku demi mengharap balas,
ataupun menanti hari, di mana tangan kita bisa saling menemukan, berikatan, katamu..
Tidakkah kau tau?
Semesta adalah rumah, dan aku bertamu kepadanya, sebagaimana ia adalah rumah.. aku mencoba hadir dibenaknya sebagai tamu, lalu kucoba tanya pada diri ini:
Akankah ia menjamu-ku sebagai tamu yang istimewa? Akankah senyum-sapa nya akan hadir menyambutku dari pengembaraan lama-ku mencari cinta sejati?
Harus kau ketahui, sang pemilik rumah memiliki aturan dan etika yang berlaku, kau tidak bisa semata-mata nyelondong masuk ke rumahnya tanpa meletakkan sepatumu di rak seharusnya!
 
Perasaan ini sudah kuungkapkan padanya,
sebagai lelaki patutlah aku bertanggung jawab atas  pernyataan ini.
Karena itu,
tak lagi ragamu yang dibingkai dengan seulas wajah manis yang membuatku teringat padamu,
atau senyum yang tersungging di bibirmu yang seolah membuat semua lelaki terpana hingga kehilangan cinta pertamanya.. yang mampu membuat seseorang rela meluka hatinya untuk merindumu.. yang seseorang itu adalah aku
 
Kamu adalah kamu,
kusayangi kamu beserta kehadiran dan apa yang ada terikat denganmu.
Cinta ini tak lagi buta, karena ia telah membuahkan kasih sayang, dan kasih sayang mampu melihat segalanya.
 
Aku tak lagi berharap ia menyeka air mataku saat aku menangis bersama sang rindu,
Ku-insafi kembali,
Ia hanyalah titipan dari tuhan, titipan yang tuhan hadirkan untukku agar dia sadar bahwa dia tidak sendiri,
karena bersamaku dan doaku untuknya,
akan selalu menemaninya dalam dua air mata.. tangis dan tawa
 
Tidakkah kau tahu?
Bukan sedihku jika ia tiba-tiba menggandeng tangan seorang lelaki yang kelak akan menemaninya dalam kebahagiaan abadi.
Walau kutahu tangan yang halus itu, tangan yang suatu saat kehalusan dan kelembutannya akan mengelus suami dan anak-anaknya kelak.. tak akan pernah jadi milikku,
karena telah ada seseorang yang lebih baik dariku telah bertamu kepadanya, tamu yang membawa kabar baik di hari itu.
 
Biar kau sudah menjamu lelaki itu dengan ikatan istimewa, 
Biar kau tahu juga! aku akan menjamu kembali lelaki itu dengan ikatan sahabat.

Tidakkah kau tahu?
Yang aku takuti adalah ketika kasih sayang-ku tak mampu lagi menyelimuti dan melindungimu dari udara dingin, dari gelap malam yang mengelus lembut kepalamu saat kau sedang tertidur lelap,
yaitu ketika tak ada lagi arti-arti cinta dariku untuknya terpatri di hati, Ketika Tuhan mencabut rasa itu dari-ku..
 
Biarlah rasa ini abadi, biarlah rindu ini berada di antara hitam dan putih. Hitam tintaku yang kelak akan menuliskan kisahmu di atas kertas putih yang suci.
 
Sentuhat hangat mampu mengeringkan air mata, katanya.. karena itu biarlah air mata rindu ini menjadi tintaku untuk menulis kisahku di atas lembaran baru.. di mana tidak tertoreh lagi nama "kita" di dalamnya. Terima kasih wahai inspirasi abadiku emoticon-Smilie


profile-picture
profile-picture
profile-picture
thedreamcrusher dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh penyair.kembara
pernah satu kali aku ingin pergi dan berlari sejauh mungkin dari hatinya yang sudah terlampau dalam melekat di antara urat nadiku

namun

tetap saja mataku tidak ingin melepaskan apa yang sudah mencapai kenyamanan dalam kisah secangkit kopi hitam dengan jahe sebagai penghias rasa

sampai detik ini
dia
tak tergantikan
walau dunia memberikan banyak warna
yang paling pelanggi

duhai kau sosok di antara mimpiku
kembalilah bertandang masuk
menjadi tamu dalam wedang hitam paling murni
agar pahitnya tidak mengembang menjadi kemanisan akibat obsesi penciptaan rasa

emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan penyair.kembara memberi reputasi
Quote:


dibalik bayang-bayang sang kekasih kepada sang pemilik hatinya
rindu miliknya bersemai
sedang rindu milikku berbenam di dasar luka
kita sama-sama merindu, namun berbeda
rindunya adalah penantian
rinduku adalah rasa yang menunggu tuk disembuhkan

tapi, lagi lagi

berbincang dengan seseorang yang lain disana
seorang sang penggila kopi
dan bersama aku si penggemar fanatik akan wedang teh
kita menyuguhkan cerita baru di atas meja itu

kini
...
waktu
telah kembali bersama ragam warna
yang menyulam kehidupan monokrom dengan torehan tinta baru

kopi dan wedang teh
membingkai senyum di bibir kita
membekas bayang pelangi di lidah kita untuk berbincang tentang rasa
yang membungkus waktu dengan rima kata

tak ingin mimpi ini berakhir
biarlah kita berseteru dalam kata
biarlah emosi berkecamuk dalam setiap bait
kusambut kau bagai tamu besar dalam semesta benakku
kemurnian rasa pada secangkir kopi hitam telah tersaji di atas meja untuk kembali kau nikmati bersama obrolanmu untuk kudengar sepanjang waktu

profile-picture
profile-picture
delia.adel dan putrateratai.7 memberi reputasi
Quote:


Demikian rasa. Aku ingin melayang
Kepada satu ketentuan ajang
Yang paling di sentralisasi
Olah wahana
Dan aku muak kepada penantian yang terlampau air mata


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di