CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee5b70082d49556cc1e63bb/kasus-novel-baswedan-tak-sengaja-sampai-tak-ada-saksi-baju-saya-digunting

Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting

Deretan Kejanggalan Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting

Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting

TRIBUNWOW.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membeberkan serangkaian kejanggalan yang terjadi dalam kasus penyiraman air keras pada wajahnya.

Sebelumnya anggota polisi pelaku penyiraman air keras, Rahmat Kadir, dituntut hukuman 1 tahun penjara pada Kamis (11/6/2020).

Tuntutan tersebut kemudian menuai sorotan publik serta dinilai janggal karena kejadian terjadi sangat lama, yakni pada 11 April 2017 dan proses pengusutan mencapai 3 tahun.

Dilansir TribunWow.com, Novel Baswedan sebagai korban menyebutkan kasus tersebut memang dirasa janggal.

Hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Sabtu (13/6/2020).

"Saya mulai sejak awal kedua terdakwa, yang waktu itu tersangka, ditangkap atau menyerahkan diri. Saya tidak tahu mana yang betul," kata Novel Baswedan saat dihubungi.

Awalnya ia bertanya alasan kedua orang ini ditangkap dan alat bukti yang mendasari.

Meskipun begitu, Novel tidak pernah mendapat jawaban.

"Saat itu saya bertanya kepada penyidik, apa alat bukti yang mendasari bahwa kedua orang itu adalah pelakunya?" ungkap Novel.

"Sampai kemudian perkara dilimpahkan ke penuntutan, saya tidak pernah mendapatkan jawaban soal itu," tuturnya.

Tidak hanya itu, penjelasan juga tidak didapat Novel Baswedan saat proses penuntutan.

"Begitu juga di proses penuntutan saya bertanya kepada jaksa penuntut, apa yang membuat jaksa penuntut yakin bahwa kedua orang ini adalah pelakunya?" katanya.

Fakta ini merupakan kejanggalan pertama yang dirasakan Novel sebagai korban.

Selain itu, ia menyebutkan saat sidang tidak ada saksi kunci yang dapat memberikan keterangan terhadap penyerangan itu.

"Kedua, ketika saya mengikuti proses sidang sebagai saksi, saya hadir di pengadilan. Ternyata saya ketahui dalam berkas perkara saksi-saksi penting tidak dimasukkan dalam berkas perkara," papar Novel.

"Saya kemudian dengan kuasa hukum menyampaikan kepada jaksa penuntut dengan harapan jaksa penuntut mau memasukkan saksi-saksi kunci yang mengetahui penyerangan kepada diri saya untuk dihadirkan dan didengarkan," jelasnya.

Meskipun permintaan itu telah disampaikan, tidak kunjung dilakukan juga oleh jaksa penuntut.

Fakta lain yang mencurigakan adalah adanya barang bukti yang hilang, seperti botol yang berisi air keras.

"Selain itu ada beberapa barang bukti yang hilang. Saya bisa katakan contohnya adalah botol yang dipakai untuk menuang ke suatu mug dan dipakai menyiram ke wajah saya," jelas Novel.

Selain itu, pakaian yang terkena air keras juga digunting sehingga bekasnya menjadi hilang.

"Saya juga tahu baju yang digunakan saya saat itu di bagian depannya digunting. Ketika digunting, tentunya apabila ada bekas air keras di sana menjadi hilang," tuturnya.

Saat itu pakaian tersebut digunting dengan alasan untuk sampel penyidikan.
Sebagai penyidik KPK, Novel membantah seharusnya pengambilan sampel tidak perlu menggunakan bagian sebesar itu.

Tidak hanya itu, pertanyaan jaksa kepada Novel saat sidang juga membuatnya merasa janggal.

"Saya ditanya oleh jaksa penuntut, 'Apabila saudara saksi menjadi penyidik, kemudian ada orang datang kepada penyidik mengakui suatu peristiwa atau berbuat pidana tertentu, diproses atau tidak?," kata Novel Baswedan.

"Hal itu aneh, karena saya saksi fakta tapi ditanya hal demikian."

Dalam persidangan, kedua terdakwa dituntut 1 tahun penjara dengan alasan tidak sengaja melukai mata Novel Baswedan.

Kedua pelaku, Rahmad Kadir Mahulette dan Rony Bugis, juga disebut memiliki dendam pribadi dan tidak ada sangkut-pautnya dengan jabatan korban sebagai penyidik KPK.

Dikutip dari Kompas.com, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mengecam hal tersebut.

"Argumentasi Jaksa yang menyatakan ketidaksengajaan pelaku untuk menyiram mata Novel sebagai dasar menuntut rendah merupakan penghinaan terhadap akal sehat," kata peneliti PSHK Giri Ahmad Taufik, Jumat (12/6/2020).

Sumur:https://wow.tribunnews.com/amp/2020/06/14/deretan-kejanggalan-kasus-novel-baswedan-tak-sengaja-sampai-tak-ada-saksi-baju-saya-digunting?page=3

Het Komentaar: Hmmm... kinda conspiratiorial.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 10 lainnya memberi reputasi
Yah siapapun presidennya.. Indon akan tetep gitu..
Bedanya yg ini dibela mati2an.. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cosmoflip dan 5 lainnya memberi reputasi
hukum indonesia cacat?
timpang?
itu kan da dari dulu?

masih ingat kasus meliana?
apa ga cacat hukum?
gimana suaranya?

mari kita flash back

Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting

atau barisan defender?
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting

ini mah kasus BIASA SAJA
memang seperti itu kok
gw si balasnya dengan kata MAMPUS


saat minoritas mendapat ketidakadilan, mereka diam sampai injak
giliran pihak mereka mendapat ketidakadilan
mewek berharap suara pembelaan?

mendukung mereka ga ada bedanya dengan
berharap keadilan hanya ada di PIHAK MEREKA
sedangkan segala ketidakadilan dibiarkan di pihak minoritas

semoga kasus seperti ini makin bnyk terjadi di pihak nasbung

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pasti2periode
Lihat 7 balasan
Penuh kejanggalan. emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sasasasasasasas dan 8 lainnya memberi reputasi
kasus yang sengaja di paksa selesai biar tabliban kapeka diam ga da alasan buat teriak lagiemoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Aneh sih emang sidangnya. Patut diduga ada main2 nih emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Lha goblog aja kl berharap pengadilan oleh manusia bisa adil. Biarkan org2 itu menuai kelak apa yg ditaburnya selama hidup di dunia. Dipikirnya bakal hidup selamanya gt? Ini berlaku jg buat si novel ya, jangan dikira dia suci ga pernah melakukan kesalahan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
dikira orang pada bodoh semuanya emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Lah NB kan dari coklat juga, tau lah cara mainnya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
seng sabar, ikhlas dan mengalah aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Tuhan aja nih msh ada yg bilang gak adil
Apalagi mengharap keadilan dr manusia....
Ngimpiii emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Kasus Novel Baswedan, 'Tak Sengaja' sampai Tak Ada Saksi: Baju Saya Digunting
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Sejak jaman cicak vs buaya siapa yg g tau, kpk dibredel semua ketuanya dijegal. Para penunggu gedung pantat, pemerintah, polisi, maupun pemilik PT partai kompak pura2 buta. emoticon-Travelleremoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
ini msh zaman orde baru ya? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
entop dan rizaradri memberi reputasi
kl mslh pk ahok lihat dulu saksi yg beratin...... dr mn barisan dia.... hrs dendam kaliam am pak maruf krn mau jd saksi ahli......
profile-picture
profile-picture
entop dan rizaradri memberi reputasi
Kalo kata RG, jaksa penuntut umum dungu

Btw, miranda gultom yang diseret ama kpk dulu juga ga ada bukti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cosmoflip dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh suromenggolo
Ini kasus Yudikatif. Yang salah tetep Jokowi emoticon-Big Grin
profile-picture
entop memberi reputasi
Ga puas sm JPU, bae2in Jaksa Agung Muda Bagian Pengawasan dong.. emoticon-Embarrassment Kerjain balik
profile-picture
entop memberi reputasi
Simpel aja sih...

Yg gak keliatan bisa berarti 2 hal...
emoticon-Leh Uga
Beneran terjadi ato tidak...
Yang ini mungkin ga sengaja juga.

Quote:


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di