CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Harimau Indonesia Siti Fadilah Supari
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee57a888d9b1718e40bff7c/mengenal-harimau-indonesia-siti-fadilah-supari

Mengenal Harimau Indonesia Siti Fadilah Supari

Mengenal Harimau Indonesia Siti Fadilah Supari

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 6 November 1949; adalah seorang dosen dan ahli jantung yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dari 25 Januari 2010 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Siti_Fadilah)

Siti Fadilah Supari adalah sosok wanita Indonesia yang berani melawan dunia demi kepentingan rakyatnya.

SITI FADILAH SUPARI MELAWAN WHO

Dalam satu kesempatan wawancara, Karni Ilyas memberi julukan padanya sebagai Harimau sang pemantik revolusi. Julukan ini disematkan atas perjuangan beliau semasa menjabat MENKES (2004-2009) menggagalkan pandemi Flu Burung dengan menggugat WHO ke PBB di Jenewa terkait penanganan wabah flu burung H5N1 pada 2005.

Pada tanggal 10 Agustus 2006, majalah The Economist London juga pernah menuliskan bahwa Siti Fadilah Supari adalah orang yang berhasil melawan pandemic dengan senjata transparansi. Terbukti sejak gugatannya untuk WHO dimenangkan PBB pandemik Flu burung lenyap.

Siti melawan WHO dengan cara tidak lagi mengirim strain virus ke WHO karena mengganggap WHO tidak transparan. Dia tak terima penanganan wabah harus mengikuti standar Global Influenza Surveillance Network (GSIN). Sebagai gantinya dia meneliti sendiri virus H5N1 dan memberikan sederetan data dan bukti ilmiah bahwa:
- flu burung tidak ditularkan dari manusia ke manusia seperti propaganda WHO.
- flu burung tidak memerlukan vaksin, karena vaksin hanya merupakan monopoli dagang pihak tertentu.
- flu burung tidak menular seperti yang di koar koarkan WHO.
Saat dia menggugat Global Influenza Surveillance Network (GISN)—sebuah lembaga di dalam WHO yang bertugas mengumpulkan virus flu dari seluruh dunia dibawah yurisdiksi Amerika Serikat. Dia mendapatkan dukungan dari 128 negara diantaranya Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Rusia, Italia, dan China ikut mendukung Indonesia. Hasilnya, Indonesia memenangkan pertarungan dan kedudukan kita menjadi negara terhormat saat itu.


BUKU YANG MENUAI KONTROVERSI

Perjuangan Siti Fadillah membongkar konspirasi yang terjadi di dunia kesehatan telah dia tuangkan dalam buku berjudul "Saatnya Dunia Berubah." (2008).
Pengakuan Siti Fadillah saat jatuh bangun memenangkan perang saat pandemi, dia tulis beserta data dan bukti bukti ilmiah yang konkret dalam bukunya. Tentu saja hal ini membuat WHO dan Amerika geram.

Dalam bukunya dia menyebutkan bahwa Flu Burung mungkin akan diperdagangkan sebagai vaksin atau alat tes diagnosa ataupun sebagai senjata Biologi, negara penyetor virus tidak pernah tahu. Kecurigaanya berdasarkan begitu tertutupnya data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO.
Lalu kemudian dia membaca jurnal artikel yang berjudul “Scientists split over sharing of H5N1 data” di koran Singapura, Straits Times edisi 27 Mei 2006. Dia terkejut karena tenyata data sequencing DNA H5N1 dari virus-virus yang disetorkan ke WHO hanya dikuasai ilmuwan di Los Alamos National Laboratory di New Mexico di bawah Kementerian Energi, Amerika Serikat. Di laboratorium inilah dirancang bom atom untuk mengebom Hiroshima di tahun 1945, tulis Siti.

Buku ini secara gamblang menentang sebuah aturan yg telah berjalan kurang lebih 50 thn karena dirasakanya sangat merugikan negara miskin dan berkembang yang harus berutang untuk membeli vaksin karena harga vaksin sangat tinggi dan hanya mampu terbeli negara negara maju.
Dengan kekuasaanya sebagai mentri kesehatan saat itu, ketimbang harus membeli vaksin yang mahal Siti Fadillah lebih memilih membiayai laboratorium di negara kita menguji sendiri virus tersebut dan hasilnya kemenangan atas gugatan pada WHO.

Sayangnya versi bahasa inggris dari buku setebal 182 halaman ini tiba-tiba ditarik peredaran tanpa penjelasan yang pasti.

PENJARA KARENA KASUS KORUPSI

"Saya tidak salah tetapi kalah", itu adalah kutipan pembicaraan Siti saat diwawancarai Dedy Corbuzer dalam chanel youtube nya.

Pada tahun 2017. Siti Fadillah dikenakan hukuman 4 tahun penjara atas tuduhan membantu tindakan korupsi pengadaan alkes yang dilakukan pejabat eselon 2 bawahannya sehingga negara mengalami kerugian 6 milyar.
Dia menjalani hukuman dari tahun 2017 sedangkan bawahanya tidak dikenai hukuman.

Akhir-akhir ini muncul sebuah petisi di situs change.org untuk pembebasan Siti Fadilah karena mengingat hukuman Siti Fadilah hanya tinggal 4 bulan sedangkan negara kita sedang membutuhkan sosok berani seperti dia untuk menangani pandemi novel covid19. Petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 40.000 warganet. Ajaibnya pada hari sabtu 18/4 30.000 tanda tangan di petisi tersebut hilang entah kemana.

Pengalaman dan keahlian Siti Fadilah menghadapi ancaman politik saat terjadi flu burung dan flu babi dirasakan dapat dimanfaatkan untuk pandemi covid19 saat ini, tidak hanya petisi. Pembebasan Siti Fadillah juga diajukan Lembaga kegawatdaruratan medis dan kebencanaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan Siti Fadillah, karena terbukti Indonesia berkali kali berhasil melewati pandemi dibawah kebijakan Siti Fadilah sebagai MENKES.

SURAT UNTUK PRESIDEN JOKOWI

Sumber: https://www.tagar.id/isi-surat-lengk...-dalam-penjara

Berikut isi surat lengkap, tulisan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dibuat di dalam penjara, Rumah Tahanan Pondok Bambu, 16 Mei 2020, yang kemudian viral, tersebar luas pada Kamis, 21 Mei 2020.

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.
Seperti yang kita saksikan seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita, bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .
Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekhawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini untuk memulai kehidupannya lagi.
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona. Di mana dia sangat yakin vaksin unggulannya akan siap 18 bulan ke depan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mngkin dia mengacu ketika spanish flu 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
Anthony Fauci mengatakan awas kalau ada negarayang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami perburukan penularan covid dan wabah akan lebih dahsyat lagi.
Sedangkan WHO menyatakan tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.
Dr David Nabarro seorang profesor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk covid 19. Ia mengatakan kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif untuk corona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya contohnya HIV AID, Dengue. Maka kita harus bisa hidup berdamai dengan corona.
Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dan kawan-kawan benar siap kita harus ingat ketika Ejikman melakukan sequencing virus strain Indonesia ternyata karakter virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negara yang sedang getol mengadakan uji coba vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia.
Kita harus hati-hati di sini, berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di Indonesia, maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif).
Kalau kita melihat negara China, Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah corona , dengan tanpa vaksin tapi menggunakan obattradisional.
China menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal, terus lockdown dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi sudah mulai bangkit kembali.
Tidak perlu heran karena China negara dengan azas otoritarian. Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini desicion making sangat efektif, komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala, sangat dibutuhkan.
Dan itu hampir tidak mungkin terjadi di negara-negara yang menganut azas demokrasi, yang selalu ada pro kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak.
China dengan jelas menunjukkan kepada duniabahwa dia bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua dengan virus yang berbeda pula.
Bisa tuh.
Di samping itu kalau kita mendengarkan Bill Gates dan kawan-kawan yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin dunia, mau tidak mau kita ya harus ikuti maunya mereka. Maka kita harus perpanjang PSBB, diam saja di rumah. Ekonomi kita akan nyungsep lebih dalam lagi sampai tahun 2021 berakhir?
Apakah itu yang kita pilih? Menunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok.
Berpikirlah saudaraku se-Tanah Air.
Ingat pendapat lain dari seorang expert  bernama Dr Nabarro yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti di atas, hidup berdamai dengan corona, tapi tetap waspada.
Kita harus berada di antara itu. 
Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri. Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari corona.
Sudah cukup kita diam di rumah, sudah cukup kita tidak bekerja normal, tidak sekolah seperti biasanya.
Sampai kapan kita harus mulai?
Pak Presiden sudah tiup peluit, memukul genderang untuk bergerak, tapi semoga aturan pemerintah tidak bertambah banyak. Misalnya boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak dan akhirnya yang bisa terbang sedikit . Dari segi ekonomi tidak menguntungkan.
Kalau mau melonggarkan PSBB itu ya longgarkan saja aturan-aturan yang sudah ada. Jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap.
Misalnya KRL tidak boleh jalan tadinya, oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100 % dulu, mungkin mulai dari 50 % terus 70 % dulu dan seterusnya. Ini sudah betul.
Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomor satu bangkit. Kalau ekonomi rakyat bangkit, pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety net-nya. Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi.
Kalau pergerakan warga dibatasi terus bagaimana ekonomi bisa hidup lagi? Yang harus diingat adalah pergerakan warga tidak menimbulkan penyebaran corona lebih buruk.
Kita harus berjalan di antara pilar yang seimbang, pergerakan warga dengan cara yang sehat, hati-hati harus pakai masker, jarak satu meter dengan lainnya, dan tidak bersentuhan, dan cuci tangan. Hidupkan lagi perilaku hidup bersih sehat. Ingat jangan terlalu takut, penularan corona hanya lewat droplet (WHO), mestinya dengan masker, cuci tangan, dan berjarak, sudah cukup.
Pihak pemerintah hendaknya menyediakan sarana swab test molecular base made in Indonesia berdasar virus strain Indonesia karena lebih valid. BPPT sudah siap, mudahkan rakyat menjangkaunya.
Siapkan pula primer untuk PCR di laboratorium, dengan basis virus strain Indonesia juga. Siapkan RS yang sudah ada menjadi lebih baik lagi, tingkatkan dan luaskan penelitian terapi plasma yang dirintis oleh Ejkman. Jadikan sebagai standar prosedur resmi untuk terapi penanganan corona di rumah sakit. Cukupkan ventilator dan dokter-dokter sudah lebih berpengalaman selama ini.
Jadi rakyat tenang harus sehat, boleh sakit tapi kalau sakit tidak akan mati (bisa sembuh).
Artinya sewaktu-waktu PSBB lagi tidak susah, anggap dinamika kehidupan, jangan jadi beban. Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: (rakyat maupun petugas)
Bangsa kita ini bangsa yang kuat menderita. Bangsa kita ini bangsa yang kaya sinar matahari, corona takut sinar matahari. Bangsa ini makan empon-empon, sejak lahir corona tidak suka empon-empon.
Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil. Ada penelitian di mana negara yang melaksanakan imunisasi BCG sejak lama, korban corona hanya 1/6 di banding dengan negara yang tidak pernah vaksinasi BCG.
Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi.
Kalau ekonomi menggeliat, kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu.
Bagaimana caranya Bangkit? Kita butuh revolusi berpikir.
1. Pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa kita harus memulihkan keadaan secepat kita bisa tanpa mengabaikan kesehatan.
2. Pemerintah dalam membuat kebijakan sebaiknya tidak memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara. Kalau rakyat lemah, ketahanan nasional juga lemah.
Saat ini sebagian dari mereka, tidak punya uang, tidak punya kerja. Bahkan untuk keperluan makan, sebagian dari mereka yang mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu.
Politicall will pemerintah untuk melindungi rakyatnya langsung sangat penting untuk memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.
3. Kalau rakyat percaya penuh kepada pemerintah, saya yakin untuk bangkit sekarangpun kita bisa, di sana kita menang.
4. Jangan takut. Hilangkan ketakutan, kecemasan yang tidak perlu terhadap corona. Apa yang ditakuti? Kita bisa melalui dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan.
Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan. Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020.
Yang jelas di dalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal lebih sedikit.
Kata WHO penularannya eksponensial tapi kalau kita lihat pada kasus pertama yang diumumkan Presiden waktu itu (ada dua orang perempuan). Setelah ditelusuri ODP-nya yang positif ketularan hanya dua orang dari 80 orang. Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama di ruangan itu.
Artinya hanya 2 dari 80 orang, tertular. Hitungan kasar penularannya hanya 2.5 %.
Sekarang kita punya kira-kira 269 ribu ODP, (di laporan harian Kemenkes). Kalau itu diperiksa semua, kita akan punya gambaran seperti apa penularannya.
Jadi tidak perlu takut, tapi tetap eling lan waspodo. Eling itu ingat masih dalam masa pandemi, dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol PSBB yang dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah.
Setelah kita yakin, eling lan waspodo, ayo kita bangkit untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial dan roda ekonomi.
Kata Xi Jinping, corona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan ini seperti perang dunia kedua.
Maka kita sekarang harus punya mindset perang -terhadap virus -terhadap ketakutan -terhadap keterpurukan -terhadap kebingungan .
Ingat, justru negara kita merdeka setelah perang dunia kedua. Maka dalam peperangan ini kita harus berani mengambil risiko untuk menang.
Ayo kita bangkit sekarang juga bangsa Indonesia, gerakkan warga dengan cara yang sehat dan aman, untuk gerakan pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri. Kita harus hidup yang lebih baik lagi.

Jakarta, 16 Mei 2020...
Rutan Pondok Bambu.



profile-picture
nona212 memberi reputasi
pertamax emoticon-Cool
Ada 1 lagi prestasinya bre....

KOROPSI
Situasinya sekarang beda sama jaman SF dulu. Mungkin bisa kontribusi bantu Indonesia bikin vaksin. Beliau yakin bgt Indo bisa katanya
Ane gatau fakta apa yang terjadi soal korupsi yang dilakukan beliau, tapi ane salut sama rekam jejaknya waktu ada flu burung itu


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di