CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Oh, Ternyata Ini Biang Kerok Bengkaknya Tagihan Listrik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee4da7cc820840a3b149b32/oh-ternyata-ini-biang-kerok-bengkaknya-tagihan-listrik

Oh, Ternyata Ini Biang Kerok Bengkaknya Tagihan Listrik

Jakarta - Belakangan ini pelanggan PLN menyoroti tagihan listrik tiba-tiba bengkak. Menteri BUMN Erick Thohir pun buka-bukaan mengenai penyebab tagihan listrik bengkak.

Oh, Ternyata Ini Biang Kerok Bengkaknya Tagihan Listrik

"Isu yang sekarang lagi hot 'kok tiba-tiba tagihan naik'. Kan bukan naik. Yang tadinya bulanan, karena kemarin ada COVID-19 ya tidak tertagihkan, dia baru ditagihkan pada bulan yang bisa ditagihkan. Jadi kayaknya 'wah' padahal itu tagihan berapa bulan dijadikan satu," kata dia di kantornya, Jumat (12/6/2020).

Namun, lanjut dia, PLN sudah mengumumkan bahwa pelanggan bisa mencicil tagihan listriknya.

"Nah memang kan kita biasa kalau nggak ditagih lupa, pas ditagih marah. Padahal kita nggak melihat break down-nya. Tetapi apapun, kemarin PLN sudah bikin announcement bisa dicicil," jelasnya.

PT PLN (Persero) belum lama ini merilis skema penghitungan tagihan listrik. Hal ini bertujuan untuk melindungi pelanggan rumah tangga yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni.

Dengan skema tersebut, pelanggan yang tagihan listriknya melonjak akan mendapat relaksasi pembayaran. Pelanggan hanya perlu membayar tagihan sebesar bulan lalu ditambah 40% dari kenaikan tagihan listrik bulan Juni ini, lalu sisanya dibagi rata dalam 3 bulan ke depan. Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi beban pelanggan yang tagihan listriknya meningkat tajam.

"Jika tagihan listrik bulan Mei dihitung dengan rata-rata 3 bulan dan listrik bulan Juni meningkat minimal 20%, maka konsumen berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan sebesar bulan lalu ditambah 40% kenaikan bulan ini. Sisanya 60% dibayar 3 bulan selanjutnya," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril dalam Konferensi Pers bertajuk Tagihan Rekening Listrik Pascabayar, Sabtu (6/6/2020).

Dalam dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN, tagihan rekening bulanannya dihitung dari rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Pada saat itu, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata tersebut. Namun, bulan ini, pembayarannya bisa dicicil.

SUMBER
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
percaya?
ane gak nge'gas ya,.
maksud ane,ente² percaya gak?
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ah itu kan alibi . gue make 3phase 10500 sama 16000 dan tiap bulan di cek sama petugas . naik juga kok . malah yg 16000 naik 50% . padahal pemakaian sama aja sama bulan sebelumnya . orang mesinnya masih sama . ngak hanya gue yg ngalamin .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jeffm12 dan 2 lainnya memberi reputasi
Saya melihat negara berbisnis dgn rakyat dan saya melihat rakyat pada posisi yv gak bisa menawar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jeffm12 dan 2 lainnya memberi reputasi
ayo basser cebong
majuuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kelthuzad.lich dan 2 lainnya memberi reputasi
Yg masalah kl rumah kosong. Atau kelebihan penvatatan

Berikutnya kena minimum dan meteran di tagihan tetap
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Buat yg gk percaya
Ya coba aja 1 hari ente habis brp meterannya
Ambil hari yg ente bnyk pakenya
Kaliin deh 30
Itu kisaran maksimal tagihan ente

Ane pernah byr tgl 12 bln feb
Nah di tagihannya adl utk periode Jan dan Feb jd trasa 2x tagihan sbulan
Ekspektasi ane sih utk Jan aja ya
Krn JT tgl 20 dan feb blm sls



profile-picture
profile-picture
profile-picture
urban21 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Mungkin kapasitor pada banyak yg rusak. Dan pelanggan abai dengan hal ini. Jadi semua salah pelanggan
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Biang kerok mah ini atuh:

ujung2nya naek lagi dah..makin pusing aja
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Mmg aslinya segitu bukan naik emoticon-Big Grin
Hoax PLN main main Cari pemasukan tambahan dasar BUMN anjing emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan jeffm12 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Apa iyaaa ?
pln sudah sangat berpengalaman dalam hal perkadalan tagihan koboi, bukan pertama kali kok, dan selalu bebas tidak bisa dituntut.
bedanya kali ini terblowup karena pada iseng di rumah karena wabah + medsos.
tapi bisa dipastikan akan berlalu begitu saja.emoticon-Traveller
profile-picture
checkedusername memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Si thohir bukannya investigasi, malah jd buzzernya PLN.

Oh, Ternyata Ini Biang Kerok Bengkaknya Tagihan Listrik
Diubah oleh entecavir
Ya cek aja sendiri di meteran kwh masing2, 3 bulan lalu brp kwh, bulan ini brp kwh, selisihnya bagi 3, kaliin tarif TDL masing2. Simpel kan.
tegangan listrik naik/turun ngaruh gak sih ke konsumsi watt ?

gw punya rumah kosong ditinggal di daerah dan gw balik 4 bulan sekali cuma lampu depan dinyalain tagihan bisa beda-beda tiap bulan kan lucu.emoticon-Leh Uga
Lihat 1 balasan
kalo emang skema awal bayarnya mirip prepaid gini ya mbok disosialisasikan dulu, masak sampe jadi polemik gini kan kliatan kalo omongan reaktif jadinya apalagi pambayaran di ambil pas pandemi yang orang lagi susah cari duit
maap ye bang erick respek ai berkurang 25% ma yu gara2 jawaban kayak gitu, awal2 sangat ok waktu gercep masalah covid ga taunya gini juga emoticon-Malu
Yang bikin aneh kenaikan ga cuma dirasakan 1 atau 2 orang tapi banyak banget kejadiannya. Punya gue sendiri juga naik yg biasanya 800rb an jadi 1,5jt, pemakaian kurang lebih sama paling mentok itu 1 jt ga pernah lebih.
Lihat 1 balasan
untung udah pakai pra bayar..
rugi donk ya pakai pasca bayar gitu..
ada abodemennya..
perhitungannya progresif gak kaya pdam?
jd makin banyak yg kepake makin besae pengali per kwh nya.
Lihat 2 balasan
Tetangga ane wirausaha...pemakaian listrik normal... Tp tagihannya membengkak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di