CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee455a910d29529d24d7892/masih-mau-jadi-bucin-pemerintahan-pak-jokowi-pada-situasi-begini

Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?

MOJOK.CO – Kalau ente kritik pemerintah, jadi hal biasa kalau ente dianggap salah satu di antara kampret gagal move on atau kadrun, bagi bucin pemerintahan Pak Jokowi.

Kurva pandemi terus menanjak, seiring jumlah kasus terkonfirmasi, ODP, PDP, dan pasien yang dinyatakan sembuh maupun meninggal juga terus bertambah. Belum ada kepastian tentang vaksinnya, apalagi soal nasib masyarakat yang terancam maupun yang telah menjadi korban terdampak langsung maupun tak langsung dari wabah ini. Tak seorangpun sudi bertanggung jawab atas nasib mereka (dan kita).

Kepastian lainnya, ke depannya kita akan semakin sering menjumpai bucin politik yang militan mengabdikan dirinya demi membela tegaknya citra pemerintahan Pak Jokowi. Termasuk ihwal langkah-langkah dalam menghadapi pandemi—wabilkhusus di medsos. Saking militannya, mereka ini lebih mirip bucin ketimbang lovers. Sejak bertahun lalu, saya lebih suka menyebut spesies hibrida satu ini sebagai bucin politik.

Narasi inti yang diusung itu-itu saja: Pokoknya apa yang dilakukan pemerintah PASTI benar. Ente mengritik pemerintah, ente pasti salah satu di antara kampret gagal move on, kadrun, atau keduanya sekaligus di mata bucin Pak Jokowi. Elu boleh meragukan Tuhan, tapi jangan sekali-sekali berani mencela pemerintahan Pak Jokowi. Kira-kira gitu.

Segala jurus akan dipakai untuk menyangkal kritik. Mulai dari penyederhanaan masalah, hingga pembunuhan karakter. Praktik “kill the messenger” mulai sering kita temukan lagi. Misalnya, ketika Dandhy Dwi Laksono dituding sebagai keturunan dan antek PKI karena gemar mengritik pemerintah.

Lucunya, tak sedikit di antara mereka yang gencar mem-“PKI”-kan Dandhy ini adalah orang-orang yang sama yang tadinya menertawakan isu kebangkitan PKI dan komunisme ketika disuarakan Kivlan Zen dan orang-orang sebarisannya.

Demikian pula dengan Ravio Patra, aktivis lainnya, yang ketika sempat ditangkap aparat, langsung dijelek-jelekkan beramai-ramai, termasuk oleh mereka yang sebelumnya bahkan belum pernah mendengar namanya.

Ketika akhirnya Ravio dilepas karena tidak terbukti bersalah, adakah di antara para bucin dan buzzer itu berani meminta maaf telah menuduhnya macam-macam? Padahal, ketika Pak Jokowi yang diserang, mereka sering sekali berkoar tentang tabayun.

Baca juga:  Antara AHY, Anies, dan Sandi, Siapa yang Lebih Menguntungkan Bagi Prabowo?

Absurd, kan? Tapi, demi ngebucin, apa sih yang nggak?

Namanya juga budak cinta. Soal cintanya itu akhirnya berbalas indah atau tidak, tidak masalah benar. Yang penting, militan dulu, berpikir kemudian. Apalagi nyesel. Apalagi berubah.

Sama aja kayak sekarang ini, ketika kurva terus menanjak. Berbagai cara dilakukan untuk mendelegitimasi fakta, mulai dari menyangsikan validitas data, integritas WHO dan para nakes yang berjibaku di lapangan, bergunjing soal konspirasi global, hingga menyalahkan masyarakat yang tak mematuhi PSBB.

Bagi bucin politik model begini, semua jadi salah, kecuali… pemerintahan Pak Jokowi.

Demi  apa? Ya, selain demi menjaga citra pemerintah, sekaligus mencari pembenaran atas langkah pemerintah menerapkan New Normal tanpa persiapan memadai.

Ketika ada info orang wafat dengan status positif, bucin akan berkata, “Yakin itu karena corona? Siapa tahu dia punya penyakit lain. Mayoritas korban meninggal itu bukan karena coronanya, tapi karena penyakit lainnya. Sudah, tak usah berlebihan.”

Itu analoginya kira-kira sama kayak kalo ada orang wafat akibat tertabrak truk. Bucin ini mungkin juga bakal bilang, “Yakin itu akibat kesenggol truk? Bisa jadi dia meninggal akibat nggak kuat berbenturan sama aspal. Kebanyakan orang meninggal kecelakaan itu bukan akibat ketabrak truknya, melainkan karena gak kuat nahan benturan. Jadi bukan truknya yang bahaya, melainkan aspalnya. Sudah lah, nggak usah lebay.”

Well, bisa saja kita bertanya pada para pakar differential diagnosis misalnya, untuk mencari tahu mana di antara COVID-19 dengan penyakit lain itu yang paling berperan memicu kematian sang pasien?

Tentu, idealnya setiap kasus bisa diperiksa satu per satu.

Tapi, nyatanya kan nggak begitu. Tidak mungkin kita bisa mengotopsi semua jenazah satu-satu. Terlebih ketika Pada saat yang sama pasien baru terus berdatangan. Kita tidak punya cukup sumber daya, waktu, dan kemauan untuk itu.

Apa sih yang mau diharapkan dari negara yang sudah terkenal enggan menelaah dan meluruskan sejarah ini? Apalagi untuk “sekadar” menelaah histori COVID-19.

Baca juga:  5 Nama Cantik Untuk Cucu Kedua Jokowi

Lagipula skeptisisme soal validitas data jumlah korban meninggal itu juga bisa dibalik: Bagaimana dengan jumlah mereka yang wafat akibat pandemi tanpa sempat dites, atau wafat sebelum hasil tesnya keluar?

Faktanya adalah, terlepas dari apakah dia wafat karena COVID-19, ataukah pendarahan di otak, terbentur aspal, tersedak muntahannya sendiri, atau apalah itu, orang yang wafat itu terkonfirmasi positif. Jenazahnya wajib dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Sama seperti korban tewas dalam kecelakaan tadi. Mau dia meninggalnya akibat murni kesambar truk, atau karena terhempas ke aspal, atau karena jantungan akibat kaget ditabrak, tetap saja dia dicatat sebagai korban kecelakaan tabrakan dengan truk. Dan yang ditangkap ya tetap saja si supir truk, bukan tukang aspalnya.

Faktanya lagi adalah, belum seorangpun yang benar-benar tahu soal COVID-19 dan mampu mengatasinya. Begitu banyak klaim-klaim tentangnya yang terus berubah seiring munculnya temuan baru, menunjukkan betapa misterius dan berbahayanya pandemi ini. Dan akan terus menjadi berbahaya, sebelum tersedia penangkalnya yang bisa diakses oleh segenap manusia.

Jadi, selama penangkal itu belum tersedia, berhentilah mengaku menjadi yang paling tahu untuk membereskan masalah ini, terlepas kubu manapun yang kemarin kalian dukung.

Terimalah kenyataan bahwa kita dipaksa untuk menjalani Normalitas Baru kini, karena pemerintah tak sanggup memilih jalan lain yang lebih baik. Sadarilah bahwa hidup dan mati kita saat ini benar-benar tergantung pada takdir Ilahi dan kedisiplinan kita menjaga diri.

Soalnya di mata bucin pemerintahan Pak Jokowi yang mati-matian dibela itu, bisa jadi nyawa kita tak lebih sekadar angka. Kita baru benar-benar dianggap ada dan berharga ketika tiba waktunya bayar pajak dan coblosan. Sad, but true.

Cukuplah cintai negeri dan bangsanya saja. Pemerintahnya, hormati sewajarnya saja. Contohlah para suporter sepakbola sejati, yang cinta mati pada timnya, namun bukan manajemennya.





BuzzeRp Cebong DUNGU di TIPU JOKOFLOK

emoticon-Lempar Bata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan 37 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
yang dungu itu rakyat. disaat susah begini masih mau aja dihasut/diarahkan sama buzzer dari kubu kampret cebong kadrun.

tapi memang dikondisi susah/lemah, manusia paling gampang untuk diraih. CMIIW

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubebe dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
sembah joko tapi protes listrik naik.
harusnya lu jilat pantat joko sampe kinclong siapa tau tarif listrik lu dikurangi emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan 14 lainnya memberi reputasi
curhat? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qwerty25 dan 4 lainnya memberi reputasi
this is kaskus... cebonger basecamp...
disini semua puja puji hanya buat wiwi...sang nabi cahaya asia...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 20 lainnya memberi reputasi
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evildankside dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
njiirr croot moncroot Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 7 lainnya memberi reputasi
Apa dikaskus banyak yg kecewa dulunya belain skr mbelot emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
altara96 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 62 balasan
kami ogah banget jd bucin jokowi

kami maunya jd bucin anies
profile-picture
profile-picture
profile-picture
absurdpeople dan 4 lainnya memberi reputasi
pendukung jokowi d kaskus sekarang tinggal yang berbayar dan yang tolol2 aja. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
l4uts3latan dan 10 lainnya memberi reputasi
Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yfel dan 3 lainnya memberi reputasi
kalo bucin sih nggak y....
cuma gk mau segolongan sm kadrun, kampret, nasbung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bingsunyata dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ga suka bucin
profile-picture
profile-picture
anon009 dan jeffm12 memberi reputasi
habib rizieq for president 2024 emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lsenseyel dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 3 balasan
Mending daripada jadi nasbung kadrun. Banksad emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
silvershark008 dan 4 lainnya memberi reputasi
Gw pilih jokowi tp gw akui pemerintah sekarang gagal. Pandemi dianggap main2, pilih mentri asal2an sampai ada yg hilang tanpa jejak ga diapa2in. Sampah.
Gw ga mau dianggap nasbung tp mungkin emang bener jokowi cm pemimpin boneka yg ga ada taringnya. Kalah sama kepentingan.

Walaupun begitu gw ga nyesel karena ga ada pilihan lain. Kl pilih prabowo gw rasa sama aja atau jauh lebih parah. Kl prabowo bisa2 usulan cetak duit bener2 dilakukan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh vangoz
Lihat 6 balasan
Narasinya PKI mulu sih, gimana ga enek emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pertotperbaik dan 5 lainnya memberi reputasi
bucin kilapak lebih hina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lsenseyel dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di