CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Daftar Kecamatan dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19 di Kota Medan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee42bafa7276831a75f881d/daftar-kecamatan-dengan-angka-kematian-tertinggi-akibat-covid-19-di-kota-medan

Daftar Kecamatan dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19 di Kota Medan

Daftar Kecamatan dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19 di Kota Medan

MEDAN - Angka kematian (mortalitas) akibat terinfeksi corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Medan masih menunjukkan tren peningkatan.

Sebagai salah satu wilayah zona merah, jumlah korban meninggal akibat covid-19 di Kota Medan masih jadi yang tertinggi untuk wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Perceparan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, hingga Jumat (12/6/2020), tercatat jumlah korban meninggal akibat virus corona di sudah mencapai 35 orang.

Angka ini bertambah 2 dari sebelumnya 33 orang.

Dari peta sebaran korban meninggal tersebut, tercatat ada tiga kecamatan yang menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di kota Medan.

Tiga kecamatan tersebut adalah Medan Kota, Medan Area, dan Medan Sunggal
dengan masing-masing 5 korban meninggal akibat covid-19.

Sementara itu, empat kecamatan lainnya yakni Medan Denai, Medan Selayang, Medan Amplas dan Helvetia tercatat masing-masing Sudah ada tiga orang korban meninggal.

• SAH, Tahun Ini USU Adakan Wisuda Online, Wisudawan Bikin Video Sendiri Pakai Toga Berdurasi 20 Detik

• Plt Wali Kota Medan Dipanggil Ditkrimsus Polda Sumut Terkait MTQ, Akhyar: Saya Hanya Ditanya

Sedangkan 8 korban meninggal lainnya tercatat berasal dari Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur masing-masing 2 orang, serta Medan Tuntungan dan Medan Johor masing-masing 1 korban jiwa meninggal akibat covid positif.

Untuk diketahui, hingga saat ini, 21 kecamatan di Kota Medan seluruhnya sudah berstatus zona merah (red zone).

Artinya, minimal sudah terdapat kasus positif covid di daerah tersebut.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution sebelumnya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Medan masih belum akan menerapkan new normal.

Akhyar mengatakan pihaknya masih melakukan persiapan. Menurutnya, yang terpenting adalah terbangunnya sebuah kultur baru di tengah masyarakat di tengah pandemi yang masih belum usai.

"Dari semua hal ini, yang terpenting adalah pembangunan sebuah kultur baru. Kultur baru yaitu masyarakat hidup di dalam suasana pandemi Covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit blak-blakan menyebutkan bahwa Kota Medan tidak bisa menerapkan aturan New Normal.

Menurut dia, ketidakpatuhan masyarakat di Kota Medan untuk menerapkan protokol kesehatan membuat jumlah kasus meningkat, bukan menurun.

"Semua syarat (New Normal) tidak terpenuhi. Bukannya turun (kasus) yang kena malah makin naik positif," kata Alwi belum lama ini.

• Pemuda 19 Tahun Cabuli Balita di Siantar, Terungkap Saat Korban Kesakitan Buang Air Kecil

• Ketua DPRD Sumut Sesalkan Ucapan Gubernur Edy soal KPK Harus Minta Izin untuk Periksa Kepala Daerah

Sementara itu, angka pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara kembali melonjak drastis dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan menginformasikan ada tambahan sebanyak 88 kasus positif baru pada hari ini, Jumat (12/6/2020).

"Pasien positif metode PCR berjumlah 768 dari sebelumnya 680 orang. Penderita covid positif kembali melonjak, hari ini bertambah 88. PDP 163 orang, pasien Covid aktif 506 orang," ujarnya, Jumat sore.

Whiko memaparkan, dari 88 kasus covid-19 baru yang bertambah dalam sehari di Sumut, kota Medan masih menjadi penyumbang terbanyak pasien positif.

Daerah zona merah di Sumut juga kembali bertambah menjadi 9 wilayah, setelah masuknya Kabupaten Langkat terhitung hari ini, Jumat (12/6/2020).

Kabupaten Langkat telah menjadi kawasan zona merah Covid-19 usai mengalami kenaikan pasien positif dimana total menjadi 6 orang. Sedangkan pasien sembuh ada 2 orang dan meninggal 1 orang.

Berikut daftar 9 wilayah dengan Zona Merah di Sumut:

1. Kota Medan dengan 525 kasus positif Covid-19

2. Kabupaten Deliserdang dengan 97 kasus positif Covid-19

3. Kota Pematangsiantar dengan 37 kasus positif Covid-19

4. Kabupaten Simalungun dengan 22 kasus positif Covid-19

5. Kota Binjai dengan 13 kasus positif Covid-19

6. Kabupaten Serdangbedagai dengan 13 kasus positif Covid-19

7. Kabupaten Asahan dengan 7 kasus positif Covid-19

8. Kabupaten Karo dengan 7 kasus positif Covid-19

9. Kabupaten Langkat dengan 6 kasus positif Covid-19.

Bertambah 1.111 Pasien Se-Indonesia

Sementara itu, pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di Indonesia, sehingga kasus Covid-19 terus bertambah hingga saat ini.

Berdasarkan data pemerintah hingga Jumat (12/6/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 1.111 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kini ada 36.406 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Jumat sore.

"Kami dapatkan kasus Covid-19 yang positif ada 1.111 orang, sehingga totalnya menjadi 36.406 orang," ujar Yurianto.

Data yang sama juga memperlihatkan bahwa ada penambahan 577 pasien covid-19 yang dinilai sudah sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali tes berdasarkan polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, saat ini ada 13.213 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada penambahan 48 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 11 - 12 Juni 2020.

Total ada 2.048 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia.

https://medan.tribunnews.com/2020/06...nggal?page=all
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, duta penyebaran corona dan kematian tertinggi di medan kota adalah bocah pesantren al kuntuliyah dan al mekiliyah kampung badur dan aur yang 24 jam keliaran di kampung2 orang lain beserta imam2 parkir dan palak laknattullah dari majlis Al-Muntahib kampung badur/aur yang berak, kencing, malak, aniaya kaum kafir, kejawen, cinak didukung oleh aparat jenderal petak emoticon-Shakehand2

Dan untuk medan area adalah jamaah petaklimin petaklimun dari tepi rel kereta api jalan tembaga dan sekitarnya yang malak parkir di asia megamas depan BCA dan KFC, alias geng mujahidin romadhoni yang dibekingin ketua ranting PP sekaligus merangkap tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh pantad syurgawi, tokoh 2 perawan dan 70 l0nte akhirat emoticon-Shakehand2

Tagih uang darah beserta bunga dari para jenderal petak, jamaah setan kampung badur/aur + tepi rel kereta api beserta keluarga mereka emoticon-Shakehand2

Toh jamaah yang paling peribumi dan paling Islami di muka bumi nusantara ini tidak takut bayar uang darah+bunga kan ?

MEDAN MENUJU ZONA HITAM COVID19, SEHITAM LOBANG KNALPOT BAWAH MAMAK KALI DELI YANG MELAHIRKAN BINATANG BERIMAN DAN BERTAKWA SELAMA TUJUH TURUNAN emoticon-Ultah

Ok gaes, round up dari berbagai media sosial, mulai hari lebaran hingga saat ini (13 Juni 2020)

1. Petaklimin petaklimun kampung badur ngincer rumah cinak sekitaran medan kotak buat mintak bantuan duit cekolah bocah2 dajjal mereka

2. Bocah2 dajjal kampung badur rutin lemparin rumah warga sekitaran kantor camat medan kota setiap malam seusai maen judi bola, terakhir katanya rumah nenek maria dilemparin (entah yang mana rumah nenek maria, ane kaga tau, tapi banyak emak2 kampung sekitaran medan kota yang geram, bilang kalau ada bocah badur masuk kampung mereka, siram saja pakai air panas) emoticon-Embarrassment


3. Santri parkir dari pondokan Al Kuntulliyah kampung badur+ Al Pepekliyah tanpa masker malak parkir ke jamaah mesjid di multatuli (mesjid resmi berdiri diatas tanah resmi, lengkap dengan surat2 resmi, jelas meteran listrik dan air nya), dimana tindakan ini sama sekali sangat tidak menyinggung perasaan ummat Muslim dan halal berdasarkan fatwa majlis al Muntahib dari kali deli yang bermarkas di tepi kali dengan marbot2 bau aer tinjak mamak badur/aur

4. Tarif palak parkir, thr, keamanan makin meningkat, gosipnya sultan kali k0ntol deli, si batudarah atau batup3p3k atau apalah namanya (kurang jelas), minta setoran gede karena lagi butuh duit buat diangkat jadi PNS, calo nya kader pksh1t katanya

5. Kaum ibu kampung badur terbagi dua rutinitas sehari2, ada yang jalan dari tepi kali, pakai jilbab hitam di tepi paret rumah warga, terus malak/ngemis di lampu merah bersama anak? nya, dan ada yang rajin jualan makanan seperti sate,soto,sll dengan naik becak makanan di sekitar taman ahmad yani, seputaran kali deli, dimana tentu saja makanan dagangan mereka ini kaya nutrisi hepatitis, typus, coronak ? emoticon-Rate 5 Star

6. aktivitas pemuda kampung badur dan aur juga rutin, pagi hingga siang ngemis di lampu merah dgn mata merem atau main gitar kecil sambil gebrak kaca mobil, sore malak parkir atau bawa map sumbangan ke restoran2 padang (tiba2 bisa melihat, muzizat Allah, lae), malam hingga subuh, patroli setengah teler tuak di perumahan warga baik2 sambil takbiran teriak pepekbaikanying emoticon-Selamat

7. Gardu listrik jalan letjen suprapto, dekat kampung badur/aur wajib hukumnya meledak sekali tiap 2-3 minggu, karena overload (mungkin pengaruh radiasi setan kali deli)

8. H+1 s/d H+2 Lebaran, rombongan bocah2 umur 7 tahunan berpeci dan berkerudung dari kampung Badur dan kampung Aur, rajin bersilaturahmi ke kampung2 orang lain, sering mondar mandir, sambil menghisap rokok filter ngitung2 angpaw lebaran (terbagi dua rombongan, rombongan peci dan rombongan krudung)

9. Sering terdengar jeritan salam bocah2 kampung badur dan aur dan ditimpali suara pemilik rumah jawab 'GA DAK!' emoticon-Rate 5 Star

10. Santri2 kampung badur dan aur dari pesantren Al kuntuliyah dan Al pepekliyah rajin patroli ke kampung2 warga 24 jam untuk mantau rumah cinak/kejawen mana yang ditinggal mudik

11. marbot2 dan imam2 majelis al muntahib kali deli rajin mengingatkan untuk bayar zakat ke mereka, kalau ga bayar melalui perantaraan mereka, maka ente bukan muslim, bukan pribumi, bukan laki2 sejati, tapi kaum BBK (Banci Bencong Kejawen)emoticon-Shakehand2

12. Palak parkir oleh geng hafiz dan arif harahap dari kampung badur dan aur menggila di daerah belakang perisai plaza dekat rel kereta api pemuda dan sekitarnya, sementara saudara2 dan bapak2 mereka malak parkir di jalan multatuli, jalan juanda, jalan wajir, jalan palangkaraya

13. Geng alex dan jek dari pesantren tepi rel kereta api jalan mahakam dan jalan pantai burung, rajin malak sekitar jalan pemuda, jalan katamso,jalan rel kereta api, jalan pandu

14. geng petak jenggotan kampung aur, badur, sei mati juga ramai disekitar jalan bogor, jalan bandung, jalan merbabu, hingga pusat pasar

15. Remaja masjid jalan tembaga tepi rel kereta api bersama geng romadhoni malak parkir depan KFC dan BCA asia megamas

16. Bocah2 petak dan pengamen petak malak paksa di lampu merah perempatan gatsu, perempatan aceh hardware juanda, putaran balik gatsu, putaran balik monginsidi, putaran balik dimanapun p3p3k anj1ng petak ngeden

17. Semua aktivitas2 diatas dibarengin dengan rutinitas kencingin pintu besi jalan belakang ruko warga, pintu ruko cinak sampai berkarat, dinding rumah warga, meludah kanan kiri depan atas bawah, dan semuanya tidak memakai masker

Demikian lah reportase Pola Hidup Binatang Khas Petak yang didukung oleh aparatur mukapetak sipil dan non sipil emoticon-Selamat

Hasil prestasi gugus petak covid19 hingga kini :

1. Angka positif covid 19 melonjak tajam

https://medan.tribunnews.com/2020/06...rona-meningkat

2. Kali deli di medan maimun sebagai pusat preman, narkoba, perek,mujahidin anti kejawen, rosul parkir, imam jambret semakin bersinar, mengingat kali deli terutama kampung badur dan aur sudah tersohor melebihi kali jodo di pulau jawa, 20 kali lebih besar, 20 kali lebih biadab dan jauh lebih tua dari umur kali jodo dan umur kita2 semua, legenda 11 turunan (11 kali masa keluar dari lobang mamak petak hingga lobang kubur, lae)

3. Sama halnya dengan sekarang dimana nama ketua ormas preman jadi nama jalan, nama donator tempat ibadah, zaman dulu juga sama, dimana nama jenderal peternak ormas preman dijadikan pahlawan dan nama jalan nasional/nama tugu

10-30 tahun mendatang, nama jenderal2 petak sumut yang kita tahu baiknya sekarang, juga akan masuk jadi nama pahlawan di buku pahlawan dan nama2 jalan protokol di masa depan, masa2 dimana kita2 semua mungkin sudah tiada/sudah pikun/sudah naik kursi roda emoticon-Cendol (S)

Dan anak cucu cicit kitak akan menyanyikan lagu hymne menghormati serta mengenang para 'pahlawan' petak tanpa sadar siapa sebenarnya yang mereka hormati emoticon-Najis

Kalau ada petak membual ke ada atau anda baca tulisan mengenai tokoh petak, anak petani jadi jenderal/pahlawan/tokoh pemuda/tokoh agama/tokoh pantad, maka tanggapi saja dengan N-A-L-A-R (sesuatu yang jarang dimiliki gen taktak) emoticon-Maaf Aganwatiemoticon-Maaf Agan

Hint : Cari google/dark net, dimana Jenderal Petak waktu "revolusi" di medan, dimana semua bangsawan2 melayu dijarah dan diperkosa serta dibakar hidup2, kecuali keluarga inti emoticon-Shakehand2

Jenderal Petak, Dajjal Kali Deli, tepi rel kereta api adalah duta penyebaran corona dan mematikan WNI, TAGIH UANG DARAH KEPADA MEREKA DAN KELUARGA MEREKA DAN ROBOHKAN MONUMEN PAHLAWAN PETAK DI DAERAH PROPINSI ANDA MASING2
Bentar lagi corona minggat dari gotham karena takut sama ormas mak petak
uda lama ga dengar berita dari gotham yg disiarkan langsung oleh lukobelita ... emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di