CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Letupan Cinta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee3d2ff0577a95cc64bbc81/letupan-cinta

Letupan Cinta

Kumpulan Prosa dan Puisi Terbaper, Bikin Hati Merasa Sedang Jatuh Cinta

Letupan Cinta

Thread ini adalah kumpulan Prosa dan Puisi yang berjudul Letupan Cinta.

Kesunyian adalah kekasihku
Rindulah pemetiknya
Karena itulah cinta
Melahirkan seribu ungkapan
Tak terbatas
Dalam setiap segmen kehidupan
Pujangga dan sunyi
Menjadi satu kesatuan abadi

Terjebak Cinta Sahabat

Letupan Cinta
Pixabay


Kita pernah berjalan beriringan, tetapkan langkah sejajarkan irama menjadikan hentakan kaki terasa indah terdengar. Melewati bisingnya jalan perkotaan, hingga hening dan damainya jalan setapak di rimbunnya hutan. Bukan hanya jurang terjal, curamnya medan pendakian kita telah melewatinya. Hingga sejuk dan dinginnya puncak gunung tertinggi telah kita taklukan.

Kemudian kita kembali merajut mimpi baru di antara riuh kicauan Parkit kecil, yang bertengger dari dahan ke dahan. Seperti hanya kau, tetapi kita saling memandang. Menanyakan hal yang sama, tentang nyanyian burung-burung?

"Kenapa mereka meragukan kita?" katamu, tak berkedip memandang ke arah jendela.

"Salahkah kita jika menjadi sahabat selamanya," lanjutmu lagi.

Kebekuan hati telah membunuh logika sendiri, hingga aku hanya mampu mengatakan iya dalam segala hal yang kau kata. Meskipun jauh di lubuk nurani, aku ingin menjadi lebih dari itu.

Rangkaian cerita dari musim semi hingga, alam kembali putih tertutup salju. Aku masih mengharap dan menunggu pengakuan dari sosok yang lahir sempurna sebagai sahabat. Bahwa akulah bidadari yang kau tunggu.

Salahkah aku mengharap bunga cinta mekar dari kuncup persahabatan?

Sebuah tanya, yang hanya mampu ku tanyakan pada rimbun ilalang. Sesekali angin bertiup, menciptakan nyanyian lembut di antara gemercik air mengalir di sela-sela batu kali. Kedamaian tak jua merubah kenyataan. Bahwa cinta hanya bertepuk sebelah angan.

Aku dan kamu hanyalah sepasang sepatu. Berjalan seiring seirama, tetapi tak pernah menjadi satu, tetap bersama menjadi kesatuan yang berbeda.

Perih, luka tak berdarah semakin dalam dan melebar. Jauh berjalan mengiringi langkahmu. Aku semakin terseok-seok mengejar. Jawaban menyakitkan kudapatkan dari kerasnya kau mengejar merpati impian, yang kau sebut malaikat hati.

Ku sembunyikan luka, dalam selengkung senyuman. Air mata lebur dalam tawa saat ucapkan selamat menempuh hidup bahagia. Ketika singgasana cinta terhias indah, tempatmu bersanding dengannya. Malaikat hati telah resmi menjadi Permaisuri di kehidupanmu.

Tinggalah aku sendiri meratapi sepi, dan tak mungkin lagi menemanimu mengembara arungi dunia. Sebab ada dia yang tak kan rela, aku di sampingmu. Meski kata sahabat tersemat abadi, tetap saja ia takan sudi berbagi hati denganku. Seperti halnya dia, aku pun takan mau membagi hatimu dengan yang lainnya. Seandainya saja kau milikku. Aku pun ingin menjadi satu-satunya wanitamu.


Ruji, 12 Juni 2020

Letupan Cinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia

Indeks

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia

Akhir Kisah

Letupan Cinta
Pixabay


Aku kehilangan premis saat mengawali cerita yang hendak kutulis, dalam kertas usang yang kurobek dari buku diari. Hingga ujung penaku nan runcing tersentak seperti bacaan berbahasa Arab ketika bertemu hamzah sukun.

Terdiam, seluruh syarafku berhenti mengikuti gerak otak yang kebingungan hendak memaparkan apa? Haruskah kutuliskan kisah kita tentang kebenaran cerita luka tentang kamu yang memikat. Membuat mata terpana pada pandangan pertama?

Sementara fakta menentang logika bahwa cinta datang dari mata kemudian luruh pada hati. Semuanya berbalik arah menerangkan segalanya, tiada lagi tanya? Tiada rasa, juga rahasia. Hati bimbang dalam gamang, remang kemudian menghilang seperti bayangan saat bertemu cahaya paling terang.

Seharusnya semua bisa saja berlanjut, seperti bacaan saktah, berhenti sejenak tanpa napas, kemudian melanjutkan hingga akhir ayat. Aku pikir kita masih terikat seperti halnya Waqaf Muraqabah,hingga ada pilihan untuk berhenti atau melanjutkan. Namun, kenyataannya kisah kita telah sampai pada halaman terakhir sebuah jilid buku tanpa judul.

Hingga akhir cerita, diari cinta kita tetap kosong. Semua musnah saat kembali raga menyentuh tanah. Kisah asmara kita hanya tertulis dalam lembaran kisah dunia Maya. Sebatas angan dan mimpi di siang bolong belaka. Kau pergi tanpa rimba, menghilang tanpa alamat surel yang kau tinggalkan.

Mungkinkah aku masih bisa mengakses berita tentangmu? Sementara sambungan internet terputus. Sinyal hilang tanpa jaringan. SIM card pun luput dari pengisian ulang hingga masa tenggang terlewat. Membeli kartu baru haruskah itu yang kulakukan? Seperti halnya aku mencari cerita cinta baru.

Melupakanmu sebagai sosok yang pernah menghias hamparan hati. Dengan sejuta kelopak mawar angan-angan. Menyalakan api cinta yang hampir padam dan mati. Menerangi dengan sejumput kata-kata rindu dan rayuan.

Aku takan bisa lupa, pernah bahagia. Tertawa di antara riuhnya burung-burung. Mensuarakan nyanyian angin dengan sedikit mengayun dan melambai.

Kini semua tinggallah kenangan tanpa bayangan wajahmu. Hanya larik-larik puisi dengan bait-bait keganjilan. Tergolek di antara serpihan kata patah hati yang tercipta sesaat setelah kepergianmu.

Meski hadirmu semu, rasa di kalbu tersentuh nyata. Luka yang terbelah semakin menganga. Saat aku terjaga, semua tergambar jelas. Bukan ilusi, cinta maya hadirkan sakit yang nyata. Perih!


Mutia AH
RuJi, 15 Juni 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia
angkat sist kalo udah meletup.. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
miniadila dan husnamutia memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Paragraf terakhir bikin baperemoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
miniadila dan husnamutia memberi reputasi
Diubah oleh robin.finck
Lihat 3 balasan
ane suka dengan isi paragraph ke dua!
profile-picture
profile-picture
miniadila dan husnamutia memberi reputasi
Lihat 3 balasan

Prosa Rindu Untukmu

Letupan Cinta

Prosa Rindu Untukmu

Ternyata aku merindukan kita seperti dulu. Sehari terasa sewindu saat tak ada pesan masuk darimu. Dominasi kelabu di langit cinta tanpa warna canda bergulir dari sudu-sudut asmara yang tercipta saat bersama

Kenapa, percakapan kita hanya sebatas rutinitas keseharian? Tentang bisingnya kenalpot kendaraan berlalu-lalang sepanjang siang. Kemudian malam menjelang hingga kau rebah dalam pangkuan

Salahkah jika aku merindukan?
Kata-kata picisan meriah yang pernah terlontar indah, darimu. Saat kita masih terpisah dalam dua raga yang saling merindu menjadi satu?

Ingin rasanya, hati ini kembali berwarna merah muda seperti saat kita mengawali kisah antara kau dan aku. Meski darahmu telah mengalir di tubuhku hingga merubah warna hati menjadi merah tua, dan mungkin juga bisa menjadi abu-abu. Jika tak lagi kau sentuh dengan kuas kemesraan.

Meski terkadang kata-kata menjadi berlebihan, penuh kebohongan, rayuan receh bermakna gombal. Namun semua itu terdengar begitu romantis.

Bukankah kemesraan seharusnya menjadi milik kita? Sepasang kekasih yang telah terikat dalam kesakralan sebuah kalimat penyerahan diri dengan kesaksian Pemilik alam?

Tidak, tidak setiap hari kuinginkan setangkai mawar yang kau beri sebagai tanda. Bahwa aku wanita sangat ratu maghligai hatimu. Cukuplah sesekali saja. Melantunkan nada-nada asmara, meramaikan ruang hati yang mulai sunyi.

Aku takut, saat kekosongan jiwa ini, tanpa gurau canda cintamu. Kemudian aku berlari mencari semilir angin segar. Namun asyik berkelana hingga lupa untuk pulang dan terlena dalam dekapan gelombang. Meliuk-liuk menari mengikuti gerak angin melambai.

Tidak, bukan? Kau tidak inginkan itu semua? Demikian juga denganku.

Mengertilah aku cuma rindu kita semesra dulu.

Mutia AH
Ruji, 27 Juni 2020

Gambar Pixabay
profile-picture
profile-picture
miniadila dan cerita33 memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia
Jadi terhuray bacanya... emoticon-Maluemoticon-Malu

Gak sampe nangis gulung-gulung di tanah sih, malu d liat orangemoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
miniadila dan husnamutia memberi reputasi
Lihat 5 balasan

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Kasih Tak Sampai

Letupan Cinta

Sekuat apa pun aku menahan jariku untuk mengetik pesan, tetap saja, selalu ada alasan untuk mengirimkan.

Padahal hanya berupa emot lucu tuk mengawali perbincangan. Sedemikian sepi kah duniaku? Hingga harus mengusik duniamu.

Candu semkin kuat, saat kau buka pintu lebar-lebar. Dengan sesungging senyum kau pun berkata, "masuklah, peri tak bersayap." Hinaan, celaan ataukah candaan? Tak ingin aku memaknainya.

Namun bunga-bunga kian merekah, keharumannya serupa kasturi, mengalahkan wangi mawar merah muda yang pernah ia kirimkan untukku.

Bukan, cinta tanpa logika, sekadar eforia yang bertamu. Tersebab lagu merdu yang kita dendangkan. Di antara desau ilalang tersapu angin.

Aku sedikit melompat, girang menggiring tawa meledak. Memecah kesunyian malam. Aku dan kamu menari dan meliuk mengikuti dentang waktu berirama rindu.

Bukan rindu kita, tetapi rinduku juga rindumu yang tak pernah sampai pada arunika. Karena kita adalah ilusi yang hadir dalam mimpi sang pungguk.

*****

Kejora

Letupan Cinta

Kita bertemu di antara ribuan aksara-aksara yang berbicara. Tentang amarah, serapah, eksotis hingga hal magic tak logis. Kemudian kita terjebak pada perdebatan panjang tanpa kata, saling menyerang, tetapi kemudian terbahak-bahak menjadi akhir perseteruan tanpa tujuan.

Pada akhirnya kita saling melempar tanya dalam tawa, menjadi perkenalan tanpa jabat tangan, hingga terjalin ikatan pertemanan. Bertukar informasi tentang diri hinga bercerita tentang hari-hari bersama mentari.

Kau seperti kejora, yang hadir kala gelap. Hilang senyap saat surya menyapa dunia. Kita seperti sepasang bintang yang bersinar saat malam, kemudian hilang tanpa jejak untuk kemudian hadir kembali di malam-malam berikutnya.

Akankah kita selamanya menjadi dua kejora yang bersinar sepanjang malam?

*****

Fireflies

Letupan Cinta

Kudengar lantunan lagu merdu dari tengah kegelapan. Tentang rindu dan kesunyian. Merentas dalam ke lubuk perih, aku yang kesepian.

Terhenyak, sejurus memandang ke tengah belantara hitam. Ribuan kunang-kunang terbang berkerumun pada satu cahaya paling terang. Kau tersenyum, riang mendendangkan lagu kemesraan dengan petikan gitar di tangan.

Kunang-kunang semakin abai pada pendar cahaya yang semakin lindap. Kau kehilangan caya, saat satu persatu kunang-kunang berlalu dengan seberkas cahaya yang mereka bawa. Meninggalkanmu dengan sebongkah luka, membusuk menguar nestapa.

Kembalilah menjadi lampion malam. Meskipun remang, bertahanlah hingga pagi menjelang. Jangan biarkan bidadari di sampingmu mati berkorban seperti lilin yang padam sebelum mentari kembali bersinar.

RuJi, 8 Juli 2020
Gambar Pixabay

Letupan Cinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cerita33 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia
Lihat 2 balasan
Jangan biarkan bidadarimu menari membentuk siluet sendiri, di bawah temaramnya sinar rembulan. Rengkuhlah dengan hangat hingga tak bersekat tuk mengarungi malam yang pekat.
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan cerita33 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kasih tak sampai
Seperti judul lagu favorit ane
Indah terasa indah
Bila kita terbuai
Dalam alunan cinta
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan cerita33 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Cinta
terlalu dalam untuk dikenang,
terlalu kelabu untuk dilupakan
profile-picture
cerita33 memberi reputasi
Diubah oleh miftakhana
inginmu menjadi satu-satunya adalah keniscayaan
bahkan semesta turut mengaminimu tawanan
canda, kamu adalah kekasih dalam dekapan
pertama dan terakhir dalam kencan😅
Cinta hanya kamu yang bisa membawa hati untuk tetap bersama dalam suka dan duka
Sepi adalah teman abadi bagi diri yang sunyi
ratapan jiwa bak goresan tinta dari nirleka
menorehkan gubahan syair penuh elegi
mengantarkan impian yang kini menguap bersama sunyi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di