CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee0da9b337f9329fe3a0b64/pengemudi-ojol-yang-dimakamkan-ratusan-rekan-dengan-normal-ternyata-positif-covid-19

Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19

Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Prosedur Normal Ternyata Positif Covid-19

Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19

SURABAYA, KOMPAS.com - Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Surabaya, Joni Wahyuhadi mengonfirmasi bahwa hasil swab PCR test DAW (39), driver ojek online (ojol) yang meninggal dan dimakamkan tanpa protokol kesehatan, ternyata positif virus corona atau Covid-19.

Pengemudi ojol asal Surabaya ini meninggal pada Minggu (7/6/2020) akibat mengalami kecelakaan saat dijambret.

Saat itu, pihak RS menyatakan bahwa DAW berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Hasil swabnya positif, diketahui setelah beliau wafat," kata Joni, saat dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Joni menyebut, saat mengalami kecelakaan akibat dijambret, DAW awalnya dibawa ke salah RS swasta di Surabaya.

Di RS tersebut, kata Joni, dokter telah melakukan pemeriksaan awal, yakni melakukan rapid test dan CT scan kepada DAW.

"Di sana, dokternya cukup teliti, (DAW) dilakukan pemeriksaan ketat sesuai prosedur kesehatan yang seharusnya dilakukan," ujar Joni.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapid test, DAW dinyatakan non-reaktif.

Namun, hasil CT scan, paru-paru DAW menunjukkan gejala yang khas dengan penderita Covid-19, yakni terdapat bercak putih atau ground glass opacity.

"Nah, di CT-scan ada yang disebut dengan ground glass," ucap dia.

Setelah itu, lanjut Joni, DAW dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan dilakukan skoring lanjutan terhadap pasien.

Ternyata, DAW juga mengalami gejala klinis seperti Covid-19, yakni suhu badan panas hingga sesak napas.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, dokter RSUD dr Soetomo melakukan tes swab kepada DAW.

Menurut Joni, DAW sejatinya bakal menjalani operasi akibat kecelakaan yang dialaminya.

Namun, itu urung dilakukan karena DAW meninggal dunia, bahkan sebelum hasil swab PCR-nya keluar.

Ia memastikan jenazah DAW dirawat dengan protokol pemulasaraan pasien Covid-19.

Hal itu dilakukan sesuai pedoman untuk mengantisipasi risiko penularan saat proses pemakaman.

Namun, pihak keluarga dan ratusan ojol yang juga rekan DAW menolak.

Ratusan ojol dan keluarga tetap nekat agar DAW dapat dimakamkan sesuai prosedur normal.

Joni memahami, banyak ratusan ojol yang memprotes rumah sakit.

Sebab, kata Joni, ratusan ojol itu hanya berpatokan pada hasil rapid test DAW yang hasilnya non reaktif.

Padahal, rapid test merupakan tahap awal dan hasilnya belum sepenuhnya benar.

Karena itu, diperlukan langkah pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dan swab PCR test.

Ia menambahkan, semestinya pemulasaran kepada jenazah DAW mengikuti kaidah pasien yang menderita Covid-19.

Namun, ratusan ojol tetap bersikeras menganggap jenazah DAW meninggal murni karena kecelakaan atau bukan karena terjangkit Covid-19.

"Jadi, mohon kawan-kawan, walaupun rapid test negatif, orang itu bisa menderita Covid-19. Justru yang rapid test negatif itu yang harus kita waspadai karena dia belum terbentuk antibodi," kata Joni.

Sebelumnya diberitakan, ratusan ojek online (ojol) mendatangi kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo pada Minggu (7/6/2020) malam.

Mereka nekat menjemput rekannya, DAW (39) yang meninggal akibat kecelakaan saat dijambret di Jalan Darmo Harapan Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (4/6/2020).

Mereka memprotes rencana pemakaman jenazah DAW sesuai prosedur Covid-19.

Sebab, RSUD Soetomo mengumumkan jenazah tersebut masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Pupilsxone dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Sleipnir9
Halaman 1 dari 2
Tak usah khawatir gampang tracing nantinyaemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
hore bakal ada cluster baru emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
cluster baru nih, cluster ojol surabaya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
PDP bisa tetep beraktifitas ngojol?
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan galuhsuda memberi reputasi
Lihat 3 balasan
wah2 covid19 dianggap enteng
ga takut tertular
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
Tunggu beritanya aja deh
suka suka mereka deh.
yang penting kita jaga keselamatan diri dan keluarga kita aja.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
ingat, terkena covid itu bukan aib.

hidup dan mati memanglah di tangan Tuhan. tp manusia diberi akal untuk menjalani dan mempertahankan hidupnya.
pemulasaran dan pemakaman jenazah dengan protokol covid tidak sedikitpun mengurangi kemuliaan almarhum dan MUI pun menegaskan itu. justru dengan kita mengikuti protokol covid, kita berikhtiar menjauhi wabah. toh bukannya sama saja bunuh diri klo kita ikut kena corona dan meninggal?

Rt di surabaya masih di 1,07. kebayang gak tuh ratusan ojol yg beresiko kena tular kira2 berapa banyak nyebarin ke orang lain. udh boleh angkut penumpang blm di surabaya? dari tangan driver pegang helm trus kasih penumpang aja udh ngeri. yakin penumpang mau bawa helm sendiri? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 48y24rd memberi reputasi
SBY kan zona merah kandang banteng
profile-picture
binokulars memberi reputasi
Cluster Ojek
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Quote:


Woi bagudung diterima tantangan kaw buat debat soal utang ...dah 2 orang noh...kapan mulai debat klenemoticon-Leh Uga
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Di Makassar, Bekasi, Surabaya dll lagi rame berita jenazah diambil paksa. Gw mahfum alasan mereka rata2 pasti takut dikuburnya ga dimandikan. Tapiiiii...
Ayolah lihat lg dong gaes 2 fatwa MUI ini

Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19

Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19


Masih pada ngeyel juga...?

Nih idola ente yg bilang
Pengemudi Ojol yang Dimakamkan Ratusan Rekan dengan Normal Ternyata Positif Covid-19

Jadi lo2 pada cuma mau nurutin nafsu buat nguburin secara normal?
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 48y24rd memberi reputasi
Protap cebong
Kl di jkt. Salah bang anies

Kalo di sby, salah warganya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
warbound dan 2 lainnya memberi reputasi
Mereka lagi membunuh rezeki sendiri..

Kalau udah gini, apa masih ada yg berani naik tuh ojol didaerah sana?
makan tuh solidaritas...


sekarang gw yakin makin sepi dah tuh ojol...

makanya punya otak dipake... emoticon-Gila



karepmu lah...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan .Orenji. memberi reputasi
wadu! sue amat yg dapet driver salah satu dari mereka?????😵😵😵😵
profile-picture
.Orenji. memberi reputasi
ane bingung masih saja ditemukan orang orang yang bandel begini? nggak ada takut takutnya sama ini virus dianggap enteng saja emoticon-Hammer2 disini mati-matian kaga kesehatan supaya tidak tertular virus corona diluaran sana malah nantangin kaya nggak ada takut takutnya padahal sudah banyak kasus meninggal akibat virus corona
Lihat 2 balasan
Ya kalo pinter ga jadi ojol emoticon-Smilie
profile-picture
kuciank memberi reputasi
Nasib
bisa jadi kluster baru nih kalau begini terus.

dijambret mengakibatkan patah tulang, menurut diagnosis nya

driver ojol kudu diberi edukasi, probabilitasnya kecil orang meninggal karena patah tulang.

kekurangan oksigen karena sesak nafas (karena covid-19) lebih mungkin untuk menyebabkan kematian

kekurangan oksigen dalam beberapa menit saja bisa membunuh sel-sel otak
Diubah oleh kampret.strez
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di