CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tersangka Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid Terancam 7 Tahun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee0adf228c991017d6e3010/tersangka-jemput-paksa-jenazah-pasien-covid-terancam-7-tahun

Tersangka Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid Terancam 7 Tahun

Tersangka Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid Terancam 7 Tahun

Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Sulawesi Selatan menangkap 31 orang yang diduga terlibat dalam pengambilan paksa jenazah pasien virus corona (covid-19) di tiga rumah sakit di Makassar. Sedikitnya 12 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan para tersangka dijerat Pasal 214, 335, 207 KUHP dan Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Ibrahim melalui keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/6) malam.

Ibrahim mengatakan, sejak Selasa siang, tim penyidik Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar telah melakukan gelar perkara. Kesimpulan gelar perkara, kasus ini dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka.

"Kemungkinan para tersangka akan bertambah karena tim masih melakukan upaya penangkapan," ujarnya.

Dia menjelaskan, gelar perkara itu dipimpin langsung oleh sejumlah pejabat utama (PJU), yakni Dirreskrimum Polda Sulsel, Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut.

Tompo mengatakan kasus pengambilan jenazah itu terjadi di beberapa rumah sakit yang berada di wilayah hukumnya, seperti RS Dadi Makassar, RS Stella Maris, RS Labuang Baji, dan RS Bhayangkara.

"Para tersangka akan bertambah karena akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan di lapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari tim Resmob Polda, Brimob, Shabara Polda, Jatanras Polrestabes Makassar," lanjut dia.

Lihat juga: 12 Orang Jadi Tersangka Ambil Paksa Jenazah PDP Makassar

Sebagai informasi, menyikapi sejumlah kasus jemput paksa jenazah PDP itu, kemarin Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan perintah lewat surat telegram kepada jajarannya di seluruh Indonesia.

Isi telegram itu meminta aparat kepolisian untuk dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan pasien Covid-19 sehingga dapat memastikan status dari pasien yang dirawat ataupun meninggal.

Lihat juga: Driver Ojol Dimakamkan Ratusan Rekan, Hasil Tes Positif Covid
Sejumlah kasus serupa sebenarnya juga terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu belakangan ini. Salah satunya di RS rujukan corona di Bekasi Timur, kota Bekasi. Jenazah tersebut diketahui berasal dari Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Lalu, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terjadi peristiwa jatuhnya jenazah hingga keluar dari peti pada proses pemakaman menggunakan protokol Covid-19.

Di Surabaya, Jawa Timur, pun terjadi kejadian serupa. Pasien kecelakaan lalu lintas dalam pemeriksaannya positif covid. Jenazah pasien yang merupakan pengemudi ojol itu kemudian (mjo/svh/osc)

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...rancam-7-tahun


Tetsangka ada yg positif rapid test,apa iya mau dimasukin bui,pak pol?emoticon-Request
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 3 lainnya memberi reputasi
ambil paksa mungkin takut bangkenya gak disolatin kaliemoticon-Kagets
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Harus tegas emang biar gak makin ngelunjak. Tiap hari ada aja yg dijemput paksa dari rs emoticon-Matabelo
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
goa jepang sama goa belanda aja noh buat penjarain kaum barbar goblogemoticon-Leh Uga
Diubah oleh ruuki
Gitu dong. Kasi sangsi tegas, biar kegoblogan berhenti... Jangan dibiarkan emoticon-Angkat Beer
biar ada efek jera....kata humas polda sulsel...emoticon-Leh Uga
Diubah oleh jurumudi75
Lumayan sih, cuman nanggung emoticon-Big Grin
sekalian tembak di tempat aja emoticon-Ngakak (S)
setuju kasih tindakan tegas
jangan dipenjara. di test swab aja.

kalo tersangka nya positif, ya udah isolasi aja. kalo mau di rawat ya kudu bayar sendiri. jangan minta ama negara.
kalo tersangkanya negatif, ya di gabung bareng sama yang positif.
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Knp tho orang pada takut kl jenazahnya positif covid? Kan ya sdh d prepare sesuai agama si jenazah juga dr pihak RS. Misal kl yg islam dah dmandikan, dkafani juga, kl ga bs dsholati ama keluarga kan bs sholat ghaib d rumah...

Nih orang2 lebay bener ngadepin covid, malah nyusahin diri sendiri. Skr nih kl d sby apa orang ga parno kl mo pesen gojek/grab? Takut ketularan covid dr drivernya. Imbasnya kan pendapatan jd menurun juga dr gojek/grab. Apa ga kasian ama rekan2 gojek yg ga ikut2an tp kena imbasnya? Ini blom lg penularan antar driver2 kl mrk lg pd ngumpul. Kyk gini nih yg bikin sby tambah hitam...

Asli goblok...


emoticon-Hammer2
profile-picture
black_robo memberi reputasi
Diubah oleh jazzcoustic
katanya status nya PDP, koq dibilang nya positif ? ga jelas juga polisi. harusnya jangan pakai istilah PDP dan ODP. bikin binggung.
iya deh setuju dipenjarakan saja biar jadi pembelajaran juga buat yang lain dan nggak ada kasus kasus serupa terulang lagi emoticon-Hammer2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di