CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Pacaran atau Taaruf, Pilih Mana?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee090cf8d9b171c0425915c/pacaran-atau-taaruf-pilih-mana

Pacaran atau Taaruf, Pilih Mana?



Pacaran atau Taaruf, Pilih Mana?

Assalamualaikum Agan/sista semua?.

Apa kabar hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya dimanapun berada. Kali ini Ane ingin mengajak kalian semua untuk duduk manis sambil berbincang tentang pacaran dan taaruf. Kira-kira apa yang Agan semua pilih setelah membacanya. Simak penjelasannya.

Di era sekarang, tentu pacaran bukanlah hal asing lagi. Di mana dua insan di mabuk cinta pasti akan merasa bahwa dunia hanya milik mereka sendiri. Itu memang hal yang wajar karena saat merasakan cinta, otak secara otomatis terkendalikan untuk memikirkannya.

Justru mereka yang tidak berpacaran ada yang bilang (maaf) tidak laku. Padahal tidak semua orang yang single atau jomblo itu tidak laku, tetapi mereka memang memilih sendiri karena tak ingin bermain dengan hubungan yang tak pasti. Menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak di inginkan. Sebut saja patah hati.

Selain itu, tak jarang hal negatif lainnya bisa terjadi karena pacaran (tidak ada maksud untuk menyudutkan orang yang sedang berpacaran ya!). Semisal bunuh diri karena tahu bahwa si dia sudah memiliki tambatan hati lain atau di tinggal nikah, hamil di luar nikah, atau pembunuhan karena terbakar api cemburu. Kasus-kasus seperti itu banyak sekali dalam pemberitaan.

Namun, semua itu kembali lagi pada yang bersangkutan, bagaimana mereka menyikapi sebuah perasaan. Bagaimana cara menyikapi saat menghadapi masalah.

Dalam Al-Quran juha di sebutkan walaa taqrobuzina (jangan mendekati zina). Sudah jelas bahwa mendekati saja di larang apalagi hingga berbuat zina. Pacaran juga termasuk taqrob.

Nah, ada juga proses mengenal lawan jenis yang di pe4bolehkan yakni bertaaruf. Ini adalah sebuah langkah yang baik untuk mengenal calon pendamping hidup. Titik tekannya terdapat pada calon pendamping hidup bukan calon pacar. Jadi, tidak ada alasan mengulur-ulur waktu dalam proses taaruf.

Proses taaruf tidak sama dengan pacaran, jadi harus ada orang ketiga untuk mendampingi saat mereka bertemu, itupun bukan sekedar untuk basa basi, ngajak nonton semisal (heheh itu sama sekali gak ada ya dalam proses taaruf).

Jatuh cinta itu memanglah hal yang wajar, tetapi juga bisa berakibat fatal bagi empunya jika salah di dalam menempatkan.

Lebih jelasnya seperti yang di lansir dalam artikel merdeka.com menjelaskan tentang perbedaan pacaran dan juga taaruf.

Jika memang memiliki perasaan yang berbeda pada lawan jenis, segera istikharah agar di permudahkan. Jikalau berjodoh pasti akan ada jalan. Jika tidak mampu menahan ya puasa sunnah agar terhindar dari hal yang kurang baik.

Jika mencintainya tak perlu mengajaknya berpacaran, akan lebih indah jika bisa ke pelaminan. Lagi pula akan aman dari fitnah sekaligus cemoohan orang.

So, apa pilihan Agan/Sista semua?.

Setiap orang memiliki argumen tersendiri, setuju atau tidak itu hak Agan/Sista.

Selamat beraktifitas, jangan lupa bahagia dan belajar bersama bisa
.

Sumber tulisan : Opri
Sumber gambar : di sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sofiayuan
Halaman 1 dari 3
Hanya mengekspresikan sebuah argumen. Setuju tidaknya itu tergantung masing-masing Agan/Sistaemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ukhtyfit81 dan 11 lainnya memberi reputasi
Mari berdiskusi dengan secangkir kopi dan semangkuk cendol segaremoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ukhtyfit81 dan 7 lainnya memberi reputasi
cuma beda istilah aja kok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
pacaran dulu, tes dulu biar tau biar paham luar dalem calon istri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
ngalamin semuanya. jadi sekarang bisa tau kudu jawab apa buat yang down dari kedua pilihan itu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Pacaran dulu lah. Penjajagan dan saling kenal pribadi dulu. Pikiran jangan maen kimpoi melulu. Gak cocok tinggal cerai. Enak betul.

Emangnya kalo pacaran mau ngapain? Kalo gak mau tergoda, pacaran dengan sehat. Hindari tempat gelap yang sepi. Bukan alasan buat cepet kimpoi kalo pacaran takut kebablasan. Itu sih entenya yang udah nepsong duluan. Alasan aja di halalin dengan topeng agama. emoticon-Ngakak

Duid blom punya, mau kasih anak makan apa kalo trus kimpoi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh greengeckoijo1
Lihat 6 balasan
FWB aja
emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Saya sekarang lg ta'aruf (maybe).
Tpi kenapa pihak laki-laki nya sering berkunjung kerumah ya, meskipun gk ketemu saya, kog risih ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ane sih lebih milih ta'aruf, karena ane kagak demen pacaran, dah itu aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
pilih ta'aruf dong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pilih pacaran ....takut seperti yang udah udah kejadian,
yang dikimpoiin ternyata PRIA jugaaa

emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Pacaran/temenan sehat enggak yang cabul2 mesum! Sewa kamar/hotel! emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
gua ada komen receh nijh....tapi pasti kalian2 pada seneng bacanya...


TAARUF DULU...SETELAH NIKAH BISA PACARAN

PACARAN DULU....SETELAH NIKAH UDA TELAT UTK TAARUF
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Taaruf aja kan bisa foligami
klo pacaran bisa kena hukum chambuk...
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
ane sih pengennya sama calon yaaa mau pacaran apa taaruf yg mane sah sah aja, yg jelas ane pengen tau dia bgt jangan sampe pas udh nikah ane gabisa nerima kekurangan doi wkwkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Yuup selow aja guys, pendapat berbeda dihargai, open minded aja bertukar sudut pandang hehehe 😁

Okay TS, lets have a healty discussion.
First thing first, saya ngga anti ta'aruf dan saya jelas anti pacaran yang sampe grepe-grepe ala fakboy gajelas.

Tapi kok pernyataan-nya gitu banget ya hihi. Yaa saya komentar dikit deh biar ideal meet truth.
Okay ada yang bilang tidak pacaran = tidak laku. Itu bener menurut banyak orang sih, apalagi orang² tua kaum baby boomer hadeeuh. But is it the truth? Yaa kalau ketua OSIS/ketua Himpunan single kemungkinan bener dia jomblo prinsip. Tapi coba bayangin orang cuek, bego, jual mahal, ngobrol garing & ga ada prestasi (abis sekolah pulang & rebahan no eskul no sosialisasi) terus dia bilang "gue jomblo karna prinsip, toh kalau gue mau pacaran juga bisa dapet kok". Geli ngga sih ketemu yang begituan? Tapi sayangnya mayoritas (yang saya temui) begitu. Not aware of their self worth, yet blaming ta'aruf for their incompetence. Saya yakin kalaupun ada orang berprestasi, supel, banyak kenalan dan dia single, ga ada yang pada ngatain "Ga laku loe yaaa", kalaupun ada dia ngga minder & treat it as a joke, atau yang bilang gitu biasanya lawan jenis yang pingin dinotice 😁

Next, oh bunuh diri karena si doi selingkuh, hamil dan cemburu? Yeah that news are real. Tapi di ingat juga lebih banyak kasus KDRT setelah menikah, apalagi angka perceraian dari pernikahan seumur jagung. Untuk perceraian ini saya berani adu data sih sama statistik bunuh diri. Jadi yaa mau yang pacaran mau yang ta'aruf, please pretty please, belajarlah tentang cinta, hubungan dan dirimu sendiri. Cinta & merawat hubungan bisa dipelajari, sifat & ego diri juga bisa digali, apalagi parenting merawat & mendidik anak juga ada ilmunyaa. Yet Indonesian be like "Ah pendidikan pra nikah apaan pula, mau halal kok dipersulit" 😑 (I mean come on, malulah kita kaum mayoritas kalah ama warga kristiani yang udah memulai sekolah pranikah dari dulu, ayolah lebih berilmu dalam relationship guys??!)

Nah paragraf selanjutnya saya setuju sepenuhnya, setiap orang harus mampu menyikapi perasaan & permasalahannya. Banyak ilmunya, ada mentornya, konvensional maupun syariah. I think both have plus minus, but picking one are better than don't even know they're exist.

Skip-skip karena teknis.

Nah ini, ta'aruf bertitik pada calon pendamping hidup yaa. Well saya kenal banyak kok yang pacaran-pun memang diniatkan menikah, cuma yaa mereka trial dulu, cocok ngga ngobrolnya, sama ngga hobinya, gimana respon kalau lagi marahan, gimana cara dia atur waktu antara hubungan & pekerjaan. Tapi fakta juga sih kalau ta'aruf juga bisa gitu, cuma ya "pihak ketiga"nya tolong yang ngerti tentang ilmu hubungan yaa, secara keilmuan psikologi juga kalau bisa. Karena takutnya ngga bisa menggali lebih dalam tentang "hidden traits" pasangan dan karena agan ngga bisa "dekat" dengan dia, kan juga relatif lebih butuh effort untuk tau daripada yang pacaran. Oke sih "kan pakai CV gan, isinya harus jujur" Well, iya itu benar juga, tapi masalahnya dia punya ilmu ngga untuk tau dirinya sendiri? Ya bener sih kalau dia ngisinya jujur dalam artian dia isi sesuai yang dia tau, tapi hal-hal wajib yang jarang diisi seperti tingkat kecemburuan, cara dia marah, cara dia minta maaf, minder, kabur-kaburan ketika ada masalah, suka hutang, sikap people pleaser (misal kalo orang tua nyuruh balik, dia iyain aja tanpa minta izin agan), manja, cara apresiasi, dll. Ini agan wajib cari tau, entah wawancara temennya atau tetangganya. Karena dia sendiri pun kadang tidak sadar/tidak mengakui punya sikap² seperti itu.

Dan kalau cinta ya habis istikharah berusaha gan, cari info & cari tau prinsip hidupnya dulu. Kalau dia orangnya mau pacaran/deket dulu sebelum nikah, terus agan belum apa-apa udah maju nawarin ta'aruf, it would be weird to her, walaupun menurut agan engga... Trust me in this one.

Yaa in my opinion, sesuaikan lingkungan saja, kalau mau ta'aruf ya seringlah ikut kajian-kajian yang ustadznya kadang nawarin ta'aruf, atau ikut komunitas halaqoh. Jangan diem aja di lingkungkan sekarang, karena mayoritas orang masi ingin pacaran sebelum nikah 😉.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Taaruf itu enaknya pas pacaran setelah nikah

Biasanya jok belakang kosong melompong, tiba2 ada cewek yg nongkrong di belakang yg bikin hati gemetaran
emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan sofiayuan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ane paste sini ya biar kebaca....wkwkkwk

kalo pacaran ama orang yang serius dan otaknya dipake bisa sis,
bukan maksut kasar pake kata otaknya dipake ya.....
cowok bener tu bakal nahan diri, kalo ampe gak nahan dia harusnya jujur dan ngasih tahu pacarnya biar gak kebablasan, dan respon cewek harusnya ikut bantu biar cowok nyaman dengan komitmen awalnya.... itu cowok bener,
pacaran jangan di tempat sepi, jangan sering ketemu, tapi komunikasi gak boleh putus, ane selama pacaran gitu, sampe ane nikah baru deh ane tanya gini gitu.....
Cowok jaga nama baik cewek dan keluarga masing masing..... jadi jangan dipancing ke arah yang negatif...... cewek tu juga jadi faktor negtif kalo nafsuan, penasaran plus sok sokan bego...
Jadi sehatnya pacaran dari ke dua pihak ya.....


Aku sih pacaran baru nikah, gak jauh beda sifatnya, karena dari awal dia gak nutupin sifatnya, main ke rumahnya ato ketemu keluarganya..... aku takut kalo taaruf, gak berani ......jujur ne
Aku maunya kenal pasangan luar dalem, keluarganya juga
Karena menurtku... nikah tu emang antara aku sama dia.... tapiiiii..... ada 2 keluarga yang dilibatkan.... kita hrus menghargai mereka dong....

Itu aku ya,
Aku gak nganggep taaruf buruk ato gimana, coz temenku taaruf juga langgeng aja, dia taaruf beneran, ketemu pas di KUA doang, bukan taaruf taarufan jaman sekarang yang gak jelas..... dan aku gak pro ama taaruf model gitu ya..... malah mending pacaran sekalian..... lebih gak sehat dari pacaran malah taaruf model begitu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydfarly dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yang pasti harus test drive dulu sebelum menikah, daripada ntar kejadian lagi keduanya sama2 cowok
profile-picture
sofiayuan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Taaruf tapi sama temen yang udah kenal bertahun2..
jadi sudah tahu karakternya bagaimana 😄
profile-picture
sofiayuan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di