CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee003ba09b5ca5a6030a070/the-dark-side

The Dark Side

Gadis kecil berumur sepuluh tahunan itu terduduk dibawah pohon sambil menangis tersedu-sedu. berjongkok diantara kegelapan hutan yang pekat. ia tidak ingat telah berjalan terlalu jauh dari villa hingga masuk ke dalam tempat yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

ia menatap sekitar, gelap dan suara suara aneh hewa terdengar di seluruh penjuru membuatnya lebih ketakutan lagi. ia menyesal sekali telah berjalan-jalan sendirian seperti ini. sekarang bagaimana caranya untuk bisa pulang? pasti keluarganya juga tengah mencari dirinya sekarang.

gadis itu lalu tersentak kaget karena tiba tiba terdengar suara berisik dari semak semak didepannya. ia tidak bisa jelas melihat karena gelap, yang pasti diantara rimbunan semak semak itu ada dua buah bola mata yang bersinar memantulkan cahaya. ia Cumiik histeris.

gadis kecil itu semakin ketakuran dan berpikir didepan sana pasti hewan buas yang kelaparan yang akan mengincar dirinya untuk santapan.

ia menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah. ia tidak bisa berbuat apa apa karena ketakutan, walaupun hanya untuk bergerak. ia berharap ini hanya mimpi yang akan cepat berlalu. suara itu semakin terdengar mendekat. ia biasa merasakan sesuatu tengah bernafas tepat didepannya. dan makhluk itu sudah pasti akan memangsa dirinya detik ini juga.

tapi... untuk beberapa saat berlalu dan tidak ada sesuatu yang terjadi. gadis itu heran. ia memberanikan diri untuk mengintip di celah jarinya. tanpa diduganya.. seekor anjing berukuran besar duduk dihadapannya, menatap dirinya sambil menjulurkan lidah lalu menjilati bulu di kaki kanannya. selain ukurannya yang tidak biasa, anjing itu mempunyai ekor yang aneh. ada dua ekor panjang menjuntai disana.

gadis itu mengerjap. seakan heran kenapa ada dihutan mengerikan seperti ini. dengan ragu gadis itu bangkit, ia mengulurkan tangan kanannya ke atas kepala anjing itu. setelah mengetahui anjing berwarna putih itu tidak berbahaya baginya, di usapnya kepala hewan itu dengan lembut. si anjing juga terlihat menyukai perlakuan gadis itu. ia menggerak gerakan ekornya riang.

"kau sendirian? aku juga" gumam gadis berambut pendek itu seakan si aning mengerti akan ucapannya

dengan kehadiran anjing ini, gadis itu yang mulanya merasa takut karena sendirian ditengah hutan merasa lebih baik daripada sebelumnya. apalagi anjing ini sangat manis. walaupun sekilas anjing itu mirip serigala dengan telinga besar

"Kau punya nama?" tanya si gadis, dengan masih mengelus anjing besar yang sedang meringkuk disampingnya, "Namaku Kinta. asal kau tau saja. sepertinya aku harus memberimu nama, biar aku gampang memanggilmu.
bagaimana kalau Benji? seperti nama kakakku. tapi dia sudah berada disurga bersama mamaku."

kinta mulai berbicara banyak hal, tentang alasan kakaknya meninggal dan juga papanya yang selalu super sibuk dalam pekerjaannya. dan juga bercerita tentang liburannya di pulau bali saat ini, serta ketidak sukaannya tinggal di vilaa yang sangat disukai mamanya karena saat di dalam sana, kinta amat merindukan mamanya. setidaknya sekarang di tengah hutan ini, dia merasa tidak sendirian.

tak lama, benji tiba tiba berdiri, membuat kinta heran dengan tingkah anjing itu. benji berlari kecil kedalam semak semak sampai tidak terlihat lagi keberadaannya. kinta memanggil manggil benji, tapi sesaat kemudian benji keluar dari sana dengan perilaku aneh. seperti sedang kebingungan.

kinta berdiri, " kau mau kemana?" lalu benji berputar putar di kaki kinta sesaat lalu kembali menuju semak semak.
"kau mau kemana? benji jangan pergi. disini saja" kata kinta bingung

lalu anjing itu melangkah lagi kedalam semak, kinta mau tidak mau mengikuti benji karena takut ditinggal sendirian. anjing itu terus berjalan melewati rimbunan pepohonan dan semak hutan. kinta mengekor dibelakang. sampai akhirnya kinta melihat sinar, bukan sinar dari bulan. tampak lebih jingga dari tempatnya sekarang. ia tersenyum karena menyadari itu adalah sinar sebuah lampu.

benji kemudian berhenti dan duduk menunggui kinta mendekat kearahnya

"kau memberiku jalan pulang. bagus anjing pintar!" puji kinta sambil mengelus kepala benji senang

ia sedikit melangkah maju dan keluar dari hutan. jalanan aspal sepi terlihat didepan matanya. ia tau jalanan ini tidak jauh dari villanya berada dan.. kinta merasa sangat senang sebentar lagi ia akan bisa pulang kerumah.

ia membayangkan betapa khawatirnya ayahnya sekarang, apalagi ini cukup larut malam. ia menoleh kearah benji tapi matanya seketika melebar benji tidak ada dimanapun. dimana anjit itu? kenapa dia menghilang? padahal kinta berencana akan membawanya pulang karena sepertinya anjing itu tidak berpemilik. ia memanggil manggil nama anjing itu berulang kali tetapi si anjing tidak segera muncul kembali. kinta sangat kecewa, akhirnya dengan  terpaksa ia beranjak dari tempatnya dan melangkah pulang menuju villa...

*****

sekarang, sebelas tahun kemudian..

"iya.. gue ada di villa bokap yang ada dibali. liburan disinilah sekali kali menjauh dari hiruk pikuk jakarta, Gi. lo sendiri jadi ke jogja?" tanya kinta pada seseorang di ujung ponselnya.

Gigi, sahabat kinta yang kuliah satu jurusan dengannya menjawab dengan nada sebal, "belum nih. lusa palingan. nunggu gue mendingan flunya, Ta"

kinta menarik simpul tali sepatunya dengan lebih kencang, ponselnya masih berada ditelinganya, ia mengimpit benda itu dengan bahu kirinya, "oh, Get Well Soon, sayang. ini gue siap siap mau ke rumah Harris, teman baru gue disini. dia mau nunjukin hasil foto fotonya ke gue. gue dah ceritakan klo dia punya hobby yang sama kaya gue?"

"cieh.. belum seminggu aja dah punya gebetan.. Good luck ya Ta. gue juga mau mandi dulu."

kedua tali sepatu kinta dah terikat dengan sempurna, ia memegang ponselnya seraya berdiri dari kursi, sebelah tangan meraih tas berbahan jeans dan mencangklongnya, "oke. nati telepon lagi ya. bye"

"Bye!" balas gigi. kinta mematikan panggilannya lalu segera menuju garasi. pak hilman sudah ada disana untuk menunggu majikan mudanya sambil membersihkan kaca mobil

" pak. kita berangka sekarang ya." kata kinta bersemangat. gadis itu segera saja masuk kedalam mobil putih itu dengan perasaan bahagia.

*****

kinta akhirnya tiba didepan rumah Harris. mobilnya kemudian berhenti dari kaca mobil dilihatnya rumah megah berwarna putih itu dengan senyum mengembang. laki laki berkacamata yang ditemuinya di kafe beberapa hari lalu telah memenuhi hatinya dengan bunga bunga sepanjang waktu. senyum laku laki itu yang membuat kinta merasa tertarik dan juga ternyata mereka mempunyai hobi yang sama, yaitu fotografi.

kinta keluar dari mobil. lalu berkata pada pak sopirnya dari jendela, "nanti nunggu saya kirim pesan ya pak klo mau menjemput."

"siap, den" jawab pak hilman. sudah setelah itu, mobil hitam itu bergerak pergi

saat kinta membalikan badan hendak memasuki halaman luas rumah Harris, betapa terkejutnya ia ketika mendapati Harris sudah berdiri dibelakangnya, menatapnya dalam sambil menyunggingkan senyum yang sangat ia kagumi itu. kinta membalas senyumannya dengan kikuk, masih terkejut dengan kehadiran Harris, ia bertanya dalam hati sejak kapan harris berada disana?

"aku sudah menunggumu, bagaimana klo kamu segera masuk saja? dan kutunjukan hasil potretanku?" tanya Harris ramah

kinta segera mengangguk. memang itulah alasan dirinya kemari. mereka berdua masuk kedalam rumah, mata kinta melebar kagum dengan desain interior rumah haris. klasik

*****

Spoiler for Next Part:


The Dark Side
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anon009 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pearlly
Halaman 1 dari 2
Perasaan yang aneh


nyaris semuanya di dominasi warna putih tulang. tapi anehnya kinta malah merasa kurang nyaman. aura rumah ini tampak dingin, kaku dan tidak bersahabat. kinta sendiri bingung kenapa dia berasumsi demikian dan satu lagi, rumah ini sangat sepi, mungkinkah Harris tinggal sendirian?

"Harris, kamu ga tinggal sendirian kan dirumah sebesar ini? kenapa sepi sekali?" tanya kinta akhirnya

Harris menoleh dan menjawab, " tentu saja tidak, kinta. ada ayahku dan asisten asisten kami."

kinta mengangguk atas jawaban itu. sampai kemudia mereka berdua sampai di depan pintu suatu ruangan. Harris membukannya. kinta melangkah masuk sambil menggumamkan suatu kekaguman. ruangan yang lumayan besar itu ternyata khusus dipergunakan untuk keperluan hobby Harris sebagai street fotografer. disatu sisi dinding menempel ratusan foto foto berukuran sedang dengan gambar. mulai dari foto pemandangan sampai foto candid orang orang yang tanpa sadar aktivitasnya sedang diabadikan oleh Harris. Harris menunjukan juga foto foto dilaptopnya. dan lagi lagi membuat kinta semakin kagum akan sosok Harris. laki laki ini berbakat!

tanpa terasa tiga jam berlalu dengan cepat. dan waktu sudah menunjukan pukul lima sore. kinta harus segera pulang. ia sudah mengirim pesan pada pak hilman agar segera menjemputnya. mungkin dalam beberapa menit lagi, laki laki setengah paru baya itu akan sampai di tempat. kita sendiri merasa hari ini berlalu begitu cepat. padahal ia masih ingin berada di tempat ini dan mengobrol banyak dengan harris.

kinta dan harris keluar dari ruangan itu kemudian laki laki berkacamata itu minta ijin sebentar untuk mengangkat sebuah panggilan telepon. kinta mengangguk sambil menunggu harris, gadis itu berjalan sambil mengamati properti rumah harris. rumah ini menurutnya memang terkesan kaku, tetapi arsitekturnya sangat indah dan jarang sekali kinta menemukan rumah bergaya seperti ini.

langkah kinta terhenti di depan sebuat ruangan berpintu tinggi. ia bertanya dalam hati ruangan apakah itu. mungkin sebuah kamar, pikirnya kemudian. kinta tersentak dan melangkah mundur ketika pintu itu tiba tiba terbuka sedikit dengan sendirinya. padahal ia sama sekali belum sempat memegang daun pintunya. alis kinta menyatu karna heran. dan sekaligus membangkitkan rasa penasarannya untuk melihat ruangan apakah itu sebenarnya. kaki kinta melangkah dengan hati hati, dicondongkannya kepala kedalam untuk melihat isi ruangan itu, bener apa yang diduganya, sebuah kamar, kamar yang amat luas. tapi suasananya terasa sangat menakutkan.

itu yang kinta rasakan pertama kali saat melihat ke dalam sana. penerangan kamar itu sangat buruk untuk rumah semewah ini, kinta menyapukan pandangannya lagi. sesaat kemudian dengan sangat cepat, sebuah bayangan hitam tampak jatuh ke samping ranjang, posisinya seperti orang berjongkok, tapi kinta tidak bisa melihatnya dengan jelas. bulu kuduk kinta langsung merinding, mungkinkah ia sedang melihat hantu? karena bukankah manusia tidak bisa menembus langit langit? mata kinta melebar begitu makhluk hitam itu mendongak dan mengarahkan pandangannya kepada dirinya. tubuh kinta kaku karena takut. ia tidak bisa bergerak walaupun hanya untuk menjauh dari tempat itu. sampai dia sadar sedetik kemudian ada seseorang yang menarik pergelangan tangannya. kinta melihat harris segera menutup pintu itu kembali dengan raut muka yang tidak bisa dijelaskan. kinta sendiri bingung, tentu saja juga masih ngeri dengan apa yang baru saja diliatnya. dan juga ia merasa malu sudah dengan lancang melihat lihta ke dalam ruangan tersebut.

kinta menatap raut muka harris yang tegang. diucapkannya permintaan maaf berulang kali. kemudian laki laki itu tersenyum tipis, walaupun kinta masih bisa melihat rasa tegang itu. tetapi kenapa harris begitu panik? apakah dirinya baru saja membuka suatu ruangan yang sangat penting?

"itu kamar kakakku. sebenarnya kau tidak seharusnya masuk kesana." kata harris

sangat tidak mungkin klo kinta menceritakan tentang makhluk hitam yang tadi dilihatnya dikamar kakaknya, bisa bisa harris akan menertawakannya karena menganggap dirinya mungkin sedang berhalusinasi, "sekali lagi maaf ya, harris. tapi kenapa kamar itu terlihat kosong?"

harris lega mendengar pertanyaan itu. berarti kinta tidak melihat siapapun di dalam sana, "mmm.. dia tidak disini, dia ada diluar negri untuk kuliah" jawabnya kemudian

"wah.." sahut kinta sambil mengangguk. ia kemudian teringat jika mungkin pak hilman sudah menunggunya didepan halaman harris. "aku harus segera keluar, aku pasti sudah ditunggu pak hilman didepan."

"aku akan mengantarkanmu"

kinta mengangguk. ketika melewati aula rumah, mereka berdua berpapasan dengan dua orang pria berkaos hitam dan salah satunya berkacamata hitam. kedua menundukan kepala sejenak kepada harris kemudian berlalu. tubuh mereka yang tinggi dan kekar membuat kinta membayangkan bodyguard di film film.

"mereka itu siapa, harris?" tanya kinta penasaran

"oh.. mereka assisten assisten kami" jawab harris

"mirip bodyguard di film, ris"

harris tersenyum, "seperti itulah mereka"

kinta mengangguk. kinta berfikir mungkin ayah harris adalah orang yang penting jadi butuh bodyguard untuk keamanan mereka dirumah ini, "dua orang itu ayau masih ada yang lain?"

haris tampak berfikir lalu menjawab, "mungkin duapuluh.. mmm atau lebih.. aku tidak pernah menghitungnya."

"kenapa? apa ada yang salah dengan itu, Ta?" tanya harris terkejut dengan pekikan kinta yang spontan itu. sebenarnya harris ingin sekali berbohong dengan jumlah mereka. supaya kinta tidak akan berpikir macam macam tentang dirinya dan keluarganya dengan banyak bodyguard. dan juga agar kinta tidak takut jika suatu saat akan berkunjung lagi kerumaghnya klo diberitahu lebih dulu tentang keadaan dirumahnya

"maaf..maaf. hanya aku terkejut saja. itu jumlah yang lumayan banyak loh,ris. aku keliatan norak ya. maaf" sahut kinta sambil menggaruk tengkuknya.

harris tersenyum geli dengan tingkah kinta itu. tetapi ia menyukainya, "tidak kok, kami memang mempunyai seseorang yang harus selalu kami jaga. ayahku mungkin terlalu berlebihan dengan ini. tapi santai aja"

kita tersenyum kikuk. jawaban itu membuat kinta berasumsi jika ayah harris pastinya adalah seseorang yang mempunya status penting dan pengaruh di masyarakat. atau mungkin saja ayahnya harris seorang politikus atau pengusaha kaya raya yang terkenal di daerahnya ini. sehingga membutuhkan pengamanan yang lebih untuk dirinya dan keluarganya.

*****
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pearlly
Kenyataan yang pahit


Lamunan kinta melayang kemana mana sampai tidak sadar jika ia sudah berada didepan mobilnya sendiri.

"Thank, Ris. aku sangat senang bisa mengunjungi rumahmu. mm.. soal kelancanganku tadi, sekali lagi aku minta maaf." kata kinta dengan nada menyesal, "dan.. aku sangat kagum dengan semua hasil potretanmu. kau membuatku terinspirasi." lanjutnya

harris mengacak rambut kinta dengan lembut, "lupakan saja. aku harap lain waktu kamu mau datang kesini lagi."

"tentu saja." sahut kinta dengan menganggukan kepalanya. sebenarnya dadanya berdesir ketika harris mengacak rambutnya barusan. kemudia ia berpamitan

harris melambaikan tangan ketika mobil hitam itu mulai menjauh dan kemudian tidak terlihat lagi. sejauh ini, ia tidak pernah begitu menyukai seseorang seperti ini. terlebih lagi kinta adalah seorang manusia seutuhnya.

"kenapa kau membawa manusia itu ke rumah kita?" ayah harris menatap anak bungsunya tajam sambil menghujamkan sebuah pukulan keras ke meja kerjanya.

harris tidak bisa menjawab. klo sudah begini, ia sebaiknya diam dan menunggu saat yang tepat untuk memberi penjelasan. yang pasti sesaat setelah ayahnya mengeluarkan semua amarahnya itu.

"kau tau? tadi dia nyaris masuk ke kamar leon? jadi dengan cara bagaimana lagi ayah harus memperingatkanmu untuk tidak terlalu akrab dengan manusia? itu bisa berbahaya bagi kita, harris. ayah minta padamu untuk yang terakhir kalinya, jangan tempatkan kita dalam masalah. terutama bagi kakakmu. dan ingatlah satu hal ini, harris. manusia itu bisa terancam hidupnya jika terlalu dekat dengan kita." kata ayah harris serius. raut mukanya juga menegang. lalu ia melanjutkan dengan suara yang lebih rendah, "seharusnya kau sudah mengerti hal itu. ayah mohon. ini demi kebaikan semuanya."

harris menarik napas dan menghembuskannya dengan frustasi. harus berapa lama lagi ia harus menyimpan semuanya sendiri. klo sebenarnya ia sudah bosan dengan aturan aturan yang mengikatnya selama ini. ayahnya selalu melarangnya agar jangan membuat hubungan apapun dengan manusia. menurutnya ini sudah tidak benar. ia tidak pernah mempunya seorang teman pun karena terlalu menutup diri. apakah lagi lagi ia harus melepaskan sesuatu yang berarti untuknya?

"tapi ayah, aku tidak bisa" jawabnya. ia menunduk menatap lantai. lalu mendongak menatap kedua mata sang ayah yang sudah terlebih dahulu menatapnya dengan heran. baru pertama kali ini haris berani membantah perkataan sang ayah. harris melanjutkan dengan nada suara setenang mungkin, "dia berbeda ayah. aku percaya dia tidak akan membuat masalah untuk kita. aku berjanji untui itu. karena aku mencintainya"

mata sang ayah melebar, rahangnya mengeras. kepalan tangannya menguat. tapi kemudian ia malah tertawa, penuh misteri. harris sendiri pun heran dengan sikap ayahnya itu.

"kau tidak tahu perasaanmu itu, harris. kau pasti mengerti klo manusia itu cepat menua dan akhirnya mati. sedangkan kau bisa hidup dalam sepulu kehidupan manusia itu sendiri. apakah kau siap untuk kehilangan dia suatu saat nanti? merka juga akan cepat menjadi tua dan keriput. wajah mereka tidak akan terus menerus sama. ayah hanya mengingatkan ini padamu, kau kita yang menjalin hubungan dengan manusia pasti akan mengalami keburukan, ingat itu. aku juga berharap kau mengingat ibumu sendiri."

kalimat demi kalimat yang meluncur dari mulut sang ayah semakin membuat dada harris sesak. tatapannya semakin menajam kepada ayahnya. ia dilema. semua yang dikatakan ayahnya memang benar. ibu harris yang seorang manusia harus meninggal dalam sepuluh tahun pernikahan dengan ayahnya karena penyakit aneh yang menyedihkan setelah melahirkan anak anaknya. sedangkan ayah harris, semenjak ia menjalin hubungan dengan istrinya, selama itu pula setiap malam bulan purnama ia harus mencari asupan darah seorang manusia untuk dirinya dan menjauhkan diri dari sang istri. karena setiap mencium aroma darah sang istri, ayah harris jadi kehilangan kendali. pernah suatu ketika karena kehilangan kesadaran dirinya, ayah harris nyaris menggigit istrinya itu. beruntung, para bodyguard segera datang.

ayah harris bangkit dari kursinya. lalu berjalan mendekati putranya itu. tepat dihadapan harris ia tersenyum tipis, "jangan mengulangi kesalahan yang ayah buat. ayah menginginkan keamanan dan kedamaian untuk keluarga kita, hanya itu" ditepuknya bahu harris sambil berlalu. harris masih terdiam ditempatnya berdiri, merenungkan semua perkataan yang terucap dari mulut sang ayah.

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan cumibakar217 memberi reputasi
Takdir


setelah sarapan pagi ini, entah mengapa harris ingin sekali menemui kakaknya. karena tidak setiap saat harris bisa menemui leon dikarenakan suatu waktu kakaknya bisa berubah total dari biasanya, sesuatu yang brutal dan mengerikan.

harris memasuki kamar kakaknya lalu menutup pintu. leon tidak sedang dalam pengawasan saat ini, jadi tidak masalah untuk harris menemuinya sekarang. ketika hendak berbalik setelah menutup pintu, terdengar suara berat lebih dulu menyapanya, "setidaknya ketika kau masuk kemari, kau memang membawa berita bagus untukku"

harris mengangkat sudut bibirnya dan menatap leon yang sedang duduk di kursi panjang dekat jendela kaca besar kamarnya.

"sudah lama semenjak kita terakhir keluar bersama. bagaimana klo malam ini kita pergi kehutan? berburu seperti dulu?" kata harris

leon balas tersenyum, lalu menjawab, "ide yang bagus. tapi .. sepertinya aku harus menolaknya."

harris menganggukan kepala mengerti. dari hubungan orang tua mereka yang seorang darah warbesh sejati (makhluk bertubuh anjing berukuran besar dengan sepasang tanduk dan berekor ganda) dengan manusia, akhirnya melahirkan seorang harris yang setengah manusia setengah warbesh. sedangkan leon, mempunyai darah warbesh yang mendominasi daripada darah manusianya. harris masih bisa mengontrol dirinya setiap kali ingin berubah wujud dan sama sekali tidak kehilangan kesadaran selama berubah. sedangkan leon tidak, ia tidak bisa mengontrol diri ketika berubah di saat kondisi tertentu. dirinya akan dikuasai oleh sifat Warbesh-nya. untu suatu waktu ia dapat berubah ke wujud warbesh begitu saja, dan sebaliknya tanpa alasan jelas, tanpa terkendali.

oleh sebab itulah ayah mereka mengurung leon pada saat saat kritis, seperti bulan purnama. sifat leon juga berbeda dengan kaumnya ketika berubah dalam bentuk warbesh. dia lebih kuat, lebih buas, dan lebih ganas. naluri membunuhnya tanpa ampun. bisa jadi masalah jika leon keluar dengan kondisinya yang seperti itu.

lima tahun yang lalu.. saat bulan purnama merah. leon berubah wujud dan berhasil kabur dari penjagaan. insting membunuhnya juga sedang memuncak untuk mencari mangsa. ia dalam keadaan dimana sangat bergairah terhadap darah. malam itu juga ia menghabisi satu keluarga yang berjumlah sembilan orang disebuah rumah. tentu saja tanpa kesadarannya.

akhirnya setelah kejadian itu, sang ayah mengawal dengan ketak anak sulungnya itu. leonpun juga merasa sangat bersalah dan terpukul dengan kejadian itu. ia memilih mengurung diri dari dunia luar, menjauh dari makluk yang disebut manusia. ia tidak ingin ada yang terluka apalagi terbunuh karena dirinya, lagi.

"apa kita akan selamanya seperti ini?" tanya harris sembari berjalan mendekat kearah leon. ia berdiri di depan jendela kaca sambil menerawang ke luar. dari situ harris bisa melihat hutan lebat dan pantai. karena posisi kamar leon berada disisi rumah dan rumah mereka ada di puncak bukit yang lumayan tinggi. harris melanjutkan, "aku jatuh cinta pada seorang manusia. tapi aku harus menjauhinya. terlahir seperti ini memang sebuah kutukan."

terdengar leon tertawa pendek, "kau lebih beruntung"

harris menoleh dengan alis yang menyatu, "tidak, kau dan aku sama saja"

"setidaknya kau masih bisa menikmati kehidupan di sekitar manusia, kuliah dan berbicara dengan mereka. terkadang aku iri padamu" kata leon sambil tersenyum pahit

harris jadi merasa bersalah, tetapi kemudia ia tersnyum tipis "apa gunanya berbicara dengan orang yang kau suka tanpa bisa memilikinya? kau bercanda jika aku beruntung, leon. dan kenyataannya, sebentar lagi dia dan aku tidak akan bisa bertemu lagi. ayah akan marah jika aku masih bertemu dengannya." hening sejenak, kemudia harris melanjutkan, "bukankah terkadang kau keluar kamar tanpa sepengetahuan kami saat tidak sedang dalam penjagaan?"

leon tertawa, sudah seharusnya harris mengetahui hal itu. memang sesekali ia pergi untuk menghirup udara bebas diluar. tentu saja pada saat ia berada dalam kondisi kesadaran penuh, "aku bisa mati bosan jika harus didalam sini terus. aku hanya jalan jalan sebentar saat bosan." jawabnya. lalu leon segera mengalihkan pembicaraan mereka, "siapa nama gadis itu?"

*****
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan 2 lainnya memberi reputasi
nandain dlu gan emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan pearlly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Nenda d mari gan
profile-picture
profile-picture
cumibakar217 dan pearlly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bertemu Lagi


"Kinta Anatasya Brahmantya."

"dia amat berani masuk ke kamarku kemarin. dan sejujurnya, dia mempunyai aroma yang menggiurkan." kata leon sambil tersenyum

Harris menoleh. dipandangnya leon dengan tatapan tidak suka, "jangan pernah kau mendekati gadisku, Leon. aku tidak akan berpikir dua kali untuk menyerangmu lebih dulu jika dibutuhkan." kata harris serius di ikuti suara tawanya. leon juga tidak ketinggalan tertawa mendengar hal itu

*****

pesisir pantai lama kelamaan mulai sepi ditinggal para pengunjungnya. kinta yang sedari tadi asyik memotret keadaan sekitar pantai kemudian sadar jika senja telah menampakan wajahnya. ia melihta jam di pergelangan tangan kirinya. setengah lima sore. gadis itu mengecek lagi hasil potretan di kamera. Hasil yang menurutnya sudah lumayan untuk hari ini. banyak moment yang telah diabadikannya melalui lensa kameranya.

kinta menatap matahari diujung cakrawala, menyenangkan sekali jika bisa mengabadikan sang matahari terbenam dengan sinar jingganya yang memantul di laut, ia memutar pandangannya untuk memperoleh sudut yang paling strategis untuk memotret. akhirnya dengan sedikit pertimbangan, ia memutuskan untuk naik ke tebing yang tak jauh dari tempatnya berdiri. pasti dirinya akan memperoleh gambar yang bagus, pikirnya.

lima belas menit kemudian, dengan susah payah dan sedikit berlari untuk mengejar waktu agar mataharinya tidak keburu tenggelam akhirnya kinta sampai ditebing itu. seperti yang diinginkannya, angle-nya sangat bagus. tinggi tebing ini sekitar 10 meter dari permukaan pantai, dari sini kinta akan mendapat gambar matahari tenggelam beserta pemandangan alam sekitar yang sangat indah. kinta pun mulai mengabadikan senja di sore itu dengan antusias.

"done." gumam kinta setelah selesai mengambil gambar

kinta mengemas kameranya kedalam pembungkusnya. ia hendak berbalik dan pergi begitu kakinya menampak pada bebatuan kecil yang licin. tubuh kinta terjatuh dan berseluncur ke samping tebing yang curam. untuk sepersekian detik, kinta bisa sudah membayangkan tubuhnya akan segara jatuh kebawah sana dan ia akan mati saat itu juga.

tapi tidak, beberapa menit kemudian ia yang sedang menutup mata tidak merasakan sesuatu yang menyakitkan pada tubuhnya. dengan ragu ia membuka matanya. betapa terkejutnya ia melihat seseorang diatasnya sedang memegangi pergelangan tangan kirinya. ia bahkan tidak menyadari seseorang telah memegang tangannya. kinta melirik ke bawah. ia merasa pusing setelah melihat ketinggian itu lalu ia meneguk ludah.

"cepat tarik aku!" pekik kinta histeris pada laki laki asing itu

kemudia dengan hati hati, kinta ditarik keatas sampai akhirnya dia sudah berada diatas tebing bersama dengan penyelamatnya. spontan kinta langsung memeluk laki laki itu karena masih ketakutan dengan apa yang dialaminya barusan.

"sudah tidak apa apa." kata laki laki itu menenangkan sambil mengelus punggu kinta agar baikan.

"terima kasih" gumam kinta sebelum akhirnya gadis itu pingsan di pelukan orang asing itu.

*****

kinta membuka matanya lalu setengah bangkit dari posisi tidurnya. ia mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan mendapati dirinya sudah berada dikamar. ha... bagaimana bisa aku sampai dirumah?

kinta teringat kejadian di tebing dan orang asing yang menolongnya. kemudia ia juga ingat sempat pingsan. tapi bukan itu yang menganjal dipikirannya, kenapa dia mendapat ingatan jika dirinya sempat terbangun di atas punggung seekor anjing putih besar yang sedang berlari melintasi hutan? anjing yang sama yang ia temui saat masih kecil dulu. kinta menggeleng. itu jelas hanya sebuah mimpi yang terjadi karena kenangannya sewaktu kecil. lamunannya buyar ketika si mbok masuk kedalam kamarnya membawa segelas susu.

"loh.. den kita sudah bangun" sapa si mbok ramah

"mbok.. kok kinta ada di rumah?" tanya kinta langsung

setelah meletakan segelas susu ke meja kecil dekat ranjang, si mbok menjawab, "temennya aden yang nganter kemarin malam"

alis kinta bertautan, " teman yang mana mbok?"

si mbok berfikir sejenak, "den Benji, den"

"benji?" gumam kinta tambah bingung sana

*****

leon menatap gelang yang di genggaman tangan kirinya, "kita bertemu lagi, kinta"

*****
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fiqihism dan 2 lainnya memberi reputasi
Rasa Senang


kamu adalah sesuatu yang ingin kumiliki di dunia ini meskipun itu tidak mungkin.

Benji? Benji yang dikenalnya hanyalah nama dari almarhum kakaknya sendiri. sedangkan wajah orang asing itu sama sekali tak ia kenal, dan.. bagaimana dia tau tempat tinggalnya sehingga orang itu bisa membawa dirinya pulang? pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan dibenak kinta. walaupun begitu kinta merasa sangat berhutang budi. mungkin jika dirinya diberi kesempatan untuk bertemu dengan sang penyelamat lagi, kinta akan mengucapkan banyak terima kasih. selai itu, kinta merasa sangat penasaran tentang siapa sebenarnya seorang yang bernama benji itu.

sore itu, kinta memberanikan diri untuk menaiki tebing yang nyaris membuat dirinya kehilangan nyawanya. sekedar untuk berjalan jalan menikmati angin sore dan melihat apakah benji emmang suka berada disekitar tempat itu. akan menjadi sebuah keberuntungan jika dirinya bisa bertemu lagi dengan laki laki itu disana. tapi kali ini kinta tidak akan berani untuk berada dekat dekat dengan ujung tebing. ia hanya akan berdiri lumayan jauh dari bibir tebing.

kinta melihat kearah laut. menikmati sinar senja yang agak kemerahan berpendar di permukaan laut dengan indahnya, matahari yang tadinya bersinar dengan terang lama kelamaan mulai redup karena tenggelam di ujung cakrawala. dan burung camar pun masih banyak beterbangan diatas laut untuk mencari santapannya. sunggu menyenangkan menikmati senja seperti ini, pikir kinta. sangat disayangkan hari ini ia tidak membawa kamera kesayangannya untuk mengabadikan keindahan alam itu.

"ternyata kejadian kemarin tidak membuatnya jera untuk datang kemari"

suara berat yang tiba tiba muncul membuat kinta tersentak dan berbalik, ia menolah ke kanan kiri mencari dimana suara itu berasal, "siapa disana?"

laki laki itu lalu muncul dari balik pepohonan. ia menatap kinta sambil menyunggingkan senyum, "bagaimana kabarmu, kinta? kamu sduah dewasa ya sekarang

mata kinta langsung menyipit mengetahui siapa yang datang, dia laki laki yang kemarin! ya dia benji, tapi kenapa laki laki itu berbicara seolah olah merak sudah saling kenal sangat lama? kinta jadi merasa aneh. benji makin mendekat. entah kenapa kinta jadi merasa takut dengan kehadiran laki laki itu. padahal kan sedari tadi ia memang sengaja mencarinya. semakin menatap benji, kinta merasa jika laki laki itu mempunyai aura dingin yang menakutkan yang terpancar dari wajahnya. padahal laki laki itu kini tengah tersenyum! bahkan tatapan mata benji yang sangat tajam itu mampu mengintimidasi seseorang yang melihatnya. kinta bergerak mundur perlahat.

melihat gerak gerik kinta, benji langsung menghentukan langkahnya sambil memiringkan kepala, "kau takut padaku? padahal aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama" ujarnya

deg! sebenarnya apa yang sedang dibicarakan orang itu daritadi? sekian lama? padahalkan baru kemarin mereka saling bertemu?

"benji? kita kan baru ketemu kemarin? kenapa memakai kata sekian lama?" tanya kinta dengan nada suara yang bergetar karena tiba tiba ia diselimuti rasa takut. benji berada sekitar 5-7 meter didepan sana. tapi rasa takut itu tidak bisa disembunyikannya. kinta juga bingung sendiri, kenapa dirinya jadi seperti ini? tapi bagaimanapun ia sudah menjaga jarak aman yang lumayan jauh dari jangkauan laki laku itu untuk berjaga jaga. setidaknya dari jarak ini, kita bisa leluasa berlali ke segala arah jika dibutuhkan.

"bukan sekarang waktunya menjelaskan.. suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri." jawab benji singkat

kalimat yang singkat itu justru terkesan misterius di benak kinta. membuat dirinya makin bertanya tanya. dilihatnya benji melangkah lagi kearahnya, ia pun otomatis melangkah mundur, tapi sayangnya saat itu juga kinta merasakan kakinya tersandung batu yang membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan. ia akan ambruk kebelakang dengan cepat

kejadiannya berlangsung dengan sangat cepat. kinta terhuyung kebelakang dan sudah siap jika punggunya akan menghantam tanah dibelakangnya. tapi kejadian itu tidak seperti yang dibayangkan. dengan sangat cepat, benji sudah menangkap tubuhnya dengan kedua tangan sehingga ia tidak sampai terjatuh kebawah. adegan itu seperti di film film romantis ketika seorang laki laki menangkap tubuh si gadis. tetapi bukan itu yang dirasakan kinta. mata mereka saling tatap untuk beberapa saat. kinta menatap iris mata benji yang berwarna biru gelap. indah. tapi sangat misterius. lalu akal sehatnya segera bekerja, bagaimana dengan waktu sepersekian detik itu benji bisa menjangkau ke tempatnya berdiri? jaraknya lumayan jauh untuk laki laki itu berlari sampai ke tempatnya! jantungnya berdetak sangat kencang karena menemukan hal ganjil lagi. ia masih syok hanya untuk bergerak. bukan syok karena kejadian itu membuatnya hampir terjatuh, bukan.
benji.. dia manusia atau hantu? yang bisa berpindah tempat dengan begitu cepat?

"kau bisa berdirikan?" tanya benji

mata gadis itu mengerjap berkali kalo setelah mendengar pertanyaan dari benji. membuyarkan segala lamunannya. ia meneguk ludah, "bbb-bis-bisa" jawabnya gugup.. kemudia perlahan ia mencoba berdiri walaupun dengan kedua kaki yang terasa lemas karena pemikirannya yang menakutkan tentang benji barusan.

"kam-kamu bukan hantu,kan?" tanya kinta setelah bisa menguasai dirinya

benji tersenyum tipis, "kamu takut?" tanyanya balik

"iya.. maksudku kalau kamu memang hantu, aku akan berlari sekarang juga"

laki laki itu tidak bisa menahan geli dan akhirnya tertawa sambi menepuk bagu kanan kinta beberapa kali. kinta yang melihat kelakuan benji hanya bisa melongo dan bingung. setidaknya kinta merasa lega, laki laki itu biasa ketawa dan tidak terlihat menakutkan seperti beberapa saat yang lalu

*****

"terimakasih sudah menyelamatkanku kemarin, benji" ucap kinta tulus. ia sedang berjalan beriringan bersama benji sambil menuruni bukit. kesan menakutkan dari laki laki itu sudah tidak dirasakan lagi oleh kinta. malah ia merasa bahwa benji adalah seseorang yang baik

benji menoleh sambil menatap kinta, "sama-sama"

"kamu tinggal dimana,ben?"

"tidak jauh dari sini" jawab benji singkat, lebih tidak ingin memberi tahu kinta kalo sebenarnya gadis itu sudah pernah berkunjung kerumahnya, "kamu suka pantai? bisakah kita berjalan kesana? atau kamu ingin pulang sekarang?"

"tidak.. tidak.. ini masih jam enam dan aku rasa, itu ide yang menarik" kinta menyetujuinya

angin pantai langsung menerpa wajah kinta begitu ia tiba di pesisir pantai bersama benji. suara deburan ombak yang sedang pasang membuat kinta senang. ditambah cahaya bulan malam itu membuat suasananya menjadi menenangkan

rambut panjang terurai yang diterpa angin itu membuat leon terpana. ia ingin terus berada disituasi seperti ini. ternyata anak kecil yang ditemuinya sepuluh tahun lalu sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa yang cantik. manusia pertama yang tidak merasa takut saat bertemu dirinya dengan sosok warbeshnya. itu membuat hati leon tersentuh dibagian yang paling dalam.

bagaimanapun dari dulu, semua orang bahkan kaumnya akan merasa ketakutan melihat dirinya dalam sosok mengerikan itu, warbesh yang terkutuk. tetapi tidak dengan kinta kecil. sejak saat itu leon menyukai kinta dan berharap bisa bertemu lagi dengannya.

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan banditos69 memberi reputasi
Cinta??


memiliki postur tubuh jangkung dan tegap, berkulit putih dengan wajah yang terkesan oriental itu terlihat sempurna dimatanya yang seorang perempuan. apalagi tatapan mata beriris biru gelap itu seperti mempunyai sihir yang mampu membius siapapun yang melihatnya. tapi kesan misterius benji masih terasa. kinta mencoba meyakinkan diri, mungkin itu karena mereka baru saja mengenalnya

"kinta"

lagi lagi suara benji membuyarkan lamunannya, "kenapa, ben?"

"aku ingin berteman denganmu"

*****

aku ingin bertemu denganmu..

kinta tersenyum sendiri sambil mengingat permintaan benji tadi. ia menggelengkan kepala. lalu membayangkan kembali wajah benji saat mengucapkan permintaan itu. hanya terasa lucu saja. ia menaruh novel yang sedari tadi dipegangnya di meja kecil dekat ranjang, walaupun ia tak jadi membacanya karena terlalu sibuk melamunkan kejadian sore tadi. benji.. sosok laki laki itu membuat kinta penasaran dengan kemisteriusannya

kinta sudah bersiap siap tidur ketika suara ponselnya berdenting menandakan sebuah pesan telah masuk. ia meraihnya di meja. setelah dibuka ternyata sebuah pesan dari harris. astaga.. seharian ini bagaimana mungkin ia sama sekali tidak teringat dengan harris.

Selamat tidur, Kinta. Have a nice dream.

Kinta tersenyum. kemudian langsung membalas pesan itu.

You too, Harris.

pesan yang singkat, tapi membuat kinta merasa senang.

*****

"kau pergi keluar lagi kan?" tanya harris ketika memasuki kamar leon.

leon yang sedang berdiri sambil memandang ke luar jendela besar kamar langsung berbalik setelah mendengan pertanyaan adiknya itu

"seperti yang kau tau" jawabnya, leon tak sedikitpun berniat berbohonng karena pasti harris sudah tau semuanya. termasuk pertemuannya dengan gadis itu.

raut wajah harris berubah, "aku tidak ingin kau melukai siapapun"

leon menatap mata adiknya lurus lurus dan menemukan kegelisahan disana. tau bener siapa yang dimaksud, ia lalu berkata, " aku tidak akan melukai gadis itu."

"bagaimana kau yakin klo kau tidak akan melukainya?" suara harris meninggi. sedangkan harris tau sendiri bagaimana keadaan yang sebenarnya. bagaimana klo suatu saat leon tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga membahayakan orang orang disekitarnya, termasuk kinta? ia sebenarnya juga heran, baru kali ini leon sering pergi keluar dan tadi sore ia melihatnya bersama kinta.

"karena aku mencintai gadis itu" jawab leon dengan tegas

jawaban yang diucapkan kakaknya dengan penuh keyakinan itu membuat harris tidak percaya. bersamaan dengan pengakuan yang meluncur dari leon, dada harris seketika terasa sesak. kenyataan itu membuat patah hati. ia dan leon mencintai seseorang yang sama. kenapa harus kinta?

*****

besok malam..

leon memasuki ruang pribadi ayahnya. yang membuar dirinya heran, disana terlihat ketiga pamannya dan beberapa saudara laki laki lain. ada yang duduk di sofa panjang ada juga yang berdiri. wajah mereka juga terlihat tidak seperti biasanya. ia menghampiri ayahnya yang duluan menghampirinya.

melihat wajah leon yang bingung, ayahnya langsung berkata,"apa yang ayah takutkan selama ini akhirnya terjadi juga"

"maksud ayah?" tanya leon makin bingung, sekilas ia melihat wajah waja serius saudaranya sedang menatap kearahnya.

"kau ingatkan tentang warbesh utara? mereka kaum yang bengis, jahat dan brutal. mereka menginginkan anggota baru yang sangat kuat untuk memperkuat kaumnya dan juga kekuasaan mereka diatana kaum warbesh lain dan mereka tau tentangmu. mereka menginginkan mu untuk menjadi bagian dari mereka" jelas sang ayah

"itu tidak akan terjadi" sahut leon

"tadi malam salah satu utusan mereka mendatangi ayah dan mengatakan hal itu. mereka mengancam jika kau tidak mau menjadi anggota dari mereka, maka meraka akan menghabisi golongan kita" lanjutnya

"lalu jawaban ayah?"

"tentu saja kau tidak akan pernah jadi salah satu dari gologngan mereka. menyerahkanmu sama halnya dengan menghancurkan kaum warbesh lain"
"padahal kita sudah lama tidak berurusan dengan mereka. tapi ternyata sekarang mereka menginginkan perang" ayah leon menghembuskan napas panjang sambil menatap anak sulungnya, "aku tau kau bukan warbesh pembunuh secara alami, tapi sangat mungkin mereka mengubahmu menjadi yang mereka inginkan. menjadi anggota mereka yang brutal dan haus darah"

"seharusnya masalah ini tidak terjadi jika aku lenyap saja ddari dunia ini" kata leon dingin

salah satu paman yang daritadi duduk mendengarkan kemudian berdiri menghampiri keduanya, "tidak perlu berpikir seperti itu, leon. kaummu ada disampingmu. kami akan senantiasa ada untukmu. jika mereka menginginkan sebuah perang. maka baiklah, kami ladeni keinginan mereka. karena seperti yang dikatakan ayahmu, melihatmu bergabung menjadi kaum mereka sama saja melihat kehancuran kaum kita dan juga kehancuran manusia yang tidak bersalah. itu sangat mungkin terjadi."

leon diam seribu bahasa mendengar penjelasan sang paman, apa yang dikatakan oleh sang paman sangat mungkin terjadi. dan itu membuatnya makin merasa bersalah karena harus terlahir ke dunia ini dan menjadi sumber masalah

"kau tidak usah takut dan khawatir, leon. percaya kan semua pada kami. paman akan segera mengumpulkan kaum kita agar bersiap dengan segala kemungkinan." sambung paman leon sambil menepuk bahu kanan keponakannya.

"yang perlu kau lakukan hanyalah tetap menjaga agar dirimu tidak kehilangan kendali seperti lima tahun yang lalu. dan ayah lihat kau tidak pernah menunjukan tanda tanda yang mengkhawatirkan itu lagi. ayah bangg kau sudah bisa mengendalikan sisi gelapmu." kata ayahnya sambil tersenyum

*****

kinta baru saja memasak omlete bersama si mbok didapur ketika suara bel pintu berbunyi nyaring. ia hendak berjalan kedepan untuk membuka pintu tapi si mbok mencegahnya.

"biar si mbok aja den yang buka, aden terusin masaknya."

kinta mengangguk mengiyakan lalu memeriksa sayur yang sedang dimasak si mbok. ia mencicipi kuah sayur sop buntut yang mendidih itu dengan sendok kecil. ia meniup niup sebentar lalu menyesapknya. enak seperti biasanya, si mboknya adalah andalannya setelah ibu kinta meninggal beberapa tahun yang lalu

"den, dicari den harris. dia ada diruang tamu sekarang" kata perempuan yang hampir berumur enam puluh itu

kinta menoleh ke arah si mbok dengan alis tertaut. kenapa harris datang sepagi ini?

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan banditos69 memberi reputasi
Bimbang


senyum harris mengembang begitu kinta menghampirinya di ruang tamu. ia bangkit dari tempat duduknya seraya bertanya, "kamu sibuk hari ini?"

"mmm.. tidak. aku tidak punya rencana apapun hari ini, harris. ada apa?"

"bagus. sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan jalan. bagaimana menurutmu?"

tanpa berpikir panjang, sambil tersenyum kinta langsung menjawab, "iya, aku mau."

*****

malamnya..

kinta duduk termenung diatas kasurnya. pandangannya menerawang ke depan sambil mengingat kembali bagaimana hari ini haris telah mengutarakan perasaan kepada dirinya. seharian ini harris mengajaknya jalan jalan ke tempat tempat wisata yang belum pernah disinggahinya dibumi bali.

menemaninya ke pasar tradisional untuk membeli oleh oleh dan bermacam macam souvenir. harris juga mengajak dirinya ke tempat yang sangat disukai harris, yaitu pantai karma kandara.
menurut kinta pantai itu adalah pantai terindah yang pernah ia kunjungi, sebuah keindahan tersembunyi yang ada di pulau ini. pantai dengan air laut hijau kebiruan sebening kaca serta pasir putihnya yang bersih dan halus. setiap suduh tempat itu sangat indah. kinta merasa takjub karena baru pertama kalinya singga ke tempat se-eksotis pantai karma kandara ini. dan ia sangat berterimakasih kepada harris karena telah mengajaknya kesana

setelah makan siang di tempat makan di pantai itu,harris mengajaknya berjalan jalan ketepian pantai. sesekali laki laki itu memotret pemandangan sekitar dengan kamera yang sengaja dibawanya. sayang sekali kinta sendiri tidak membawa kameranya saat itu. sampe dimana kinta mendapati laki laki itu menatap dirinya dengan serius dan juga terlihat gugup. suasana saat itu membuat mereka berdua tiba tiba merasa canggung. lalu akhirnya.. harris mengutarakan isi hatinya! sejujurnya ia sangat senang.

tetapi kinta tidak bisa menjawab perasaat harris saat itu juga. ia berkata akan memberikan jawaban esok hari. entahlah apa yang dipikirkannya saat itu, bukannya harris adalah orang yang sangat baik kepadanya? kenapa tidak langsung saja menerima permintaan harris untuk menjadikannya pacar? kinta menarik napas panjang lalu menarik selimutnya dan bersiap tidur. kenapa ada juga perasaan ragu ragu itu? padahal kan ia sendiri memang menyukai harris? ah sudahlah, kinta tidak ingin memikirkan hal itu sekarang

tidak terasa empat hari lagi ia sudah harus kembali ke jakarta. karena liburan semesternya hampir usai. kinta merebahkan tubuhnya, ia menatap langit langit sambil mengingat begitu banyak kejadian yang sudah terjadi selama di sini. awalnya kinta tidak ingin pergi ke tempat ini hanya untuk sejenak menenangkan diri. menjauh dari hingar bingar dunianya di jakarta. tetapi alasan yang sebenarnya adalah untuk mencari kegiatan agar bisa melampiaskan perasaan yang kacau karena hubungannya dengan wisnu baru saja berakhir.

ia butuh pengalihan agar tidak terlalu lama larut dalam kesedihan itu. wisnu adalah pacarnya selama hampir tiga taun sampai ia tau laki laki itu ternyata juga menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri, Alexa. kinta patah hati tetapi ia mencoba mengambil hikmah dari itu semua, lebih baik sakit hati sekarang daripada nanti.

baru saja kinta ingin menutup mata dan mencoba tidurm ia merasakan tenggorokannya terasa kering. ia bangkit lagi dengan malas dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, ketika kinta menuruni tangga ia melihat ruang tamu dalam keadaan gelap. tidak biasanya si mbok mematikan lampu dijam segini. apalagi sekarang masih jam sembilan malam. kinta meneruskan langkahnya melewati ruang tamu kemudia berjalan menuju kulkas.

kinta terkejut bukan main sesaat melihat si mbok, pak hilman dan satpam ditempat tinggalnya pak joko berada di bawah meja makan dalam keadaan kaki dan tangan terikat.
mulut mereka juga disumpal dengan kain. ketiga orang itu menatapnya dengan tatapan minta tolong. sejenak kinta terpaku mendapati pemandangan mengerikan itu. hausnya langsung hilang seketika. kemudian ia segera berderap menghampiri si mbok dan berusaha memotong ikatan wanita berumur enam puluhan tahun itu dengan pisau yang diraihnya di atas meja makan. perasaan takut, bingung dan marah semuanya bercampur jadi satu. siapa yang melakukan ini semua?

akhirnya semua ikatan si mbok terlepas. kinta beralih memotong ikatan tali pak hilman

"den, ada perampok masuk kesini!" kata si mbok dengan suara bergetar

ia menoleh. kaki kinta terasa lemas seketika mendengar penjelasan si mbok, "terus perampoknya kemana mbok? sudah pergikan?" tanya gadis itu berharap

belum sempat si mbok menjawab. terdengar beberapa suara langkah kaki berjalan mendekat. was was. kinta berbalik untuk mengetahui siapa yang datang. matanya melebar menatap dua orang laki laki bertubuh tinggi besar dengan pakaian serba hitam dan juga menutup kepala. jantung kinta berdebar sangat kencang karena ketakutan yang amat sanga.

ia meneguk ludah lalu bangkit dari posisi jongkok, "apa yang kalian inginlan?"

kedua orang itu sekilas saling berpandangan. kemudia salah satu dari orang itu menjawab, "hartamu"

"ambil apa yang kalian mau dan segera pergi!" teriak kinta. ia benar benar tidak bisa memikirkan hal laim. lebih baik kehilangan harta daripada melihat seseorang terluka disini.

salah satu orang bertubuh agak kurus lalu tertawa, "tapi ternyata ada yang lebih menarik disini, wanita cantik!"

mata kinta melebar, "klo kalian berani macam macam. kalian akan menerima akibatnya." tambah kinta sambil mengacungkan pisau yang ada digenggamannya

"den.. jangan nekat den. mereka bahaya!" kata si mbok sambil memegangi tangan kiri kinta

kinta menoleh, "mbok.. tolong lepaskan ikatan pak joko dan pak hilman"

si mbok langsung menuruti perkataan tuan mudanya itu

"jangan banyak omong! kau harus menuruti keinginan kami" kata orang bertubuh agak kurus lalu berderap kearah kinta dan menyeret gadis itu sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan. kinta memberontak dna mencoba melepaskan diri dari genggaman orang itu tapi sia sia, ia bukan lawan yang seimbang untuk perampok bertubuh tinggi besar itu.

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan banditos69 memberi reputasi
Mksh updatenya gan
profile-picture
pearlly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kentang
profile-picture
pearlly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pertolongan datang


"Aden! Tolong! Tolong!" teriak si mbok dengan sekuat tenaga tapi percuma saja. villa ayah kinta berada jauh dari villa villa lain disekitarnya. kemudian wanita paruh baya itu berlari ke arah tuan mudahnya yang tengah diseret ke arah ruang tamu.

ternyata di ruang tamu masih ada satu orang lagi yang sedang menunggu. kinta sudah pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. ia tidak mungkin bisa melawan ketiga pria bertubuh besar itu seorang diri. lalu orang yang menyeretnya tiba tiba melemparkan tubuhnya ke sofa panjang dengan sangat kasar.

kinta mendesis kesakitan sambil memegangi bahu kanannya yang terbentur bagian sofa yang keras. si mbok yang dari tadi histeris segera diatasi oleh salah satu dari mereka, wanita paruh baya itu diikat lagi dan disumpal mulutnya. kinta ingin menangis saat itu juga. entah bagaimana malam ini akan berakhir. apakah akhir hidupnya ada ditangan para perampok ini?

"bos, bagaimana klo sebelum kita pergi, kita sikat cewek ini kan lumayan,bos!"

kinta bergidik mendengar perkataan mereka. tatapan ketiga orang itu kini sedang tertuju kearahnya. tatapan tatapan yang membuatnya ngeri.

"bagus juga idemu"

tak lama seseorang yang di panggil bos oleh kedua orang itu segera mendekati kinta. ia dengan kasar membuka baju kinta sampai terdengar robekan.

"Tolong!! apa yang akan kau lakukan? Brengsek!" teriak kinta histeris sambil menendang nendang orang itu

Plak!! sebuah tamparan bersarang di pipi kirinya. membuat kepala kinta pusing karna saking kerasnya tamparan itu. perih dan panas rasanya bercampur jadi satu

kali ini orang yang di panggil bos oleh yang lainnya itu memegangi kedua tangan kinta dengan sebelah tangannya yang berukuran besar dan sebelah tangan yang lain mencoba meraba dadanya. kinta tidak bisa berkutik, ia hanya bisa berteriak jisteris sambil menutup mata, kemudian..

terdengar suara gedebuk yang kencang di depannya. kinta membuka mata dan mendapati orang itu tersungkur dibawah laintai sambil meringis kesakitan dan ternya seseorang yang telah membuat perampok itu terjatuh adalah benji!!

betapa bahagianya kinta melihat laki laki itu berada disini. ia menangis sejadi jadinya karena sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. takut dan terguncang. benji menoleh kearah kinta dengan tatapan sedih dan marah, ia segera melepaskan jaket yang dikenakannya untuk diberikan pada gadis yang pakaiannya tengah robek robek tidak karuan itu

"pakai ini dulu" kata laki laki itu seraya menyelimutkan jaketnya ke dada kinta

"kau datang kesini hanya untuk mencari mati?" tanya orang bertubuh agak kurus dengan suara tinggi. disusul suara seringai

benji menoleh dan menatap tajam kearah dua orang didepannya, "kalian pergi sekarang atau malam ini akan menjadi mimpi buruk untuk kalian semua!" katanya penuh kemarahan

melihat orang yang disayanginya diperlakukan dengan kasar seperti tadi membuat benji tidak bisa menerima dan juga membuat dadanya sakit. ia sudah cukup bersabar dengan membiarkan para bedebah itu masih bisa menghirup udara di detik ini

"jangan banyak omong, bocah tengik!"

kedua orang itu langsung saja bergerak kearah benji dan melancarkan pukulan pukulannya. kinta sanggup melihat benji sendirian melawan dua orang jahat itu

kemungkinannya akan sangat kecil untuk bisa menang. karena dari postur tubuhnya saja, tubuh benji tidak sebesar kedua orang itu. ia berdoa dalam hati agar benji tidak akan terluka sedikitpun.

tetapi tanpa disangka benji pandai berkelahi. benji dapat mengatasi ketiga orang itu secara bersamaan. sedikit dari pukulan mereka yang mengenai laki laki itu. malahan benji berhasil memukul mundur mereka semua. benji seperti dirasuki setan. benji menyarangkan pukulannya tanpa ampun sampai salah satu dari mereka berlari kabur. salah seorang lagi terkena hantamannya dan terjatuh diatas meja ruang tamu sampai meja itu roboh berantakan. kinta sebenarnya heran, ukuruna tubuh benji tidak sebesar mereka tapi kekuatan laki laki itu sungguh diluar perkiraan, benji sangat kuat

"jika kalian masih disini, itu artinya kaliat siap mati!" ancar benji

suara benji menbuat kinta yang mendengarnya jadi merinding. kesan menakutkan benjii muncul lagi. kedua orang yang terkapar diatas lantai itu tampak sudah tidak bisa berbuat apa apa. setelah bisa menguasai diri, kinta teringat dengan si mbok. ia segera bergerak kearah si mbok yang berjarak lima meter dari tempatnya sekarang untuk melepaskan ikatannya. dengan tangan bergetar, kinta akhirnya bisa melepas semua ikatan si mbok

duarr!! sebuah letupan keras dari sebuah pistol membuat kinta menoleh. "Benji!!" pekik kinta histeris karena ternyata satu tembakan itu telah diarahkan kearah benji. ia sudah bangkit untuk menghampiri laki laki itu ketika melihat sebuah peluru berdenting jatuh keatas lantai dengan cucuran darah diiringi suara tawa menyeringai

"astaga!" gumam kinta. ia dapat melihat tembakan itu tidak berpengaruh apa apa pada benji. laki laki itu masih berdiri tegak disana. itu tidak mungkin!

dan lagi.. satu tembakan.. dua tembakan.. tiga tembakan terdengar, "Benji!!" teriaknya lagi. kinta menangis melihat laki laki itu ditembaki dengan membabi buta, ia tidak ingin benji mati

sungguh tidak bisa di percaya!! kinta melihat sendiri dengan matanya, lagi lagi tembakan yang bersarang di tubuh benji tidak berpengaruh apa apa. satu per satu peluru yang bersarang ditubuh benji keluar dengan sendirinya jatuh keatas lantai. suara tawa benji menggema dengan keras menertawakan kebodohan yang dilakukan oleh manusia manusia didepannya.

"kalian masih mau bermain-main?" tanya benji dengan suara yang terdengar berbeda

*****
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan ariefdias memberi reputasi
Kenyataan yang Terungkap


menyadari sesuatu yang lain itu kinta yang tadinya menunduk mendongak menatap kearah benji. ia lalu terduduk dengan lemas melihat penampakan didepannya sekarang. itu benji dengan ekor putih yang panjang menjuntai. tangan dan kaki laki laki itu tampak menyeramkan dengan kuku kuku tajam dan runcing. terlihat seperti manusia setengah anjing.

kinta juga melihat kedua perampok itu melotot ketakutan sambil bergerak mundur dengan posisi masih terbaring diatas lantai. suara dari sosok itu kini mengeram dengan sangat mengerikan. walaupun posisinya membelakangi kinta, tetapi ia tahu sosok itu tengah menatap kearah dua orang perampok itu seperti bersiap melumat keduanya

"benji sudah cukup!" pekiknya. bagaimanapun ia tidak ingin benji membunuh kedua orang itu. ia tidak ingin benji menjadi seorang pembunuh

"kalian manusia yang panta mati!" erang benji

"sudah cukup benji. jangan biarkan dirimu menjadi sama dengan mereka!"

benji sudah akan bergerak maju dan menghabisi para bedebah itu ketika sebuah pelukan melingkar ditubuhnya dari belakang. membuat dirinya menghentikan langkah. kedua perampok itu segera menggunakan kesempatan yang ada untuk melarikan diri. kinta mendekat benji dengan erat berharap laki laki itu akan tenang. hening. waktu seperti berhenti

amarah benji sedikit demi sedikit mulai redam. perlahan tangan dan kaki laki laki itu kembali berubah normal. ekor yang menjuntai itu kini juga memendek dan akhirnya menghilang. mereka masih berpelukan dengan posisi benji membelakangi kinta

"sekarang kamu tau siapa aku sebenarnya" gumam benji. ia sungguh menyesal karena telah memperlihatkan wujud aslinya didepan mereka semua. sebenarnya ia sudah mati matian menahan emosinya agar sosok warbeshnya tidak sampai muncul tapi semuanya terlanjur terjadi. ia masih belum berani berbalik dan menatap gadis itu. ia sangat khawatir klo kinta akan merasa takut kepadanya setelah melihat apa yang terjadi

"terima kasih sudah menyelamatkanku, lagi" kata kinta tulus

alis benji menyatu, "apa kau tidak takut padaku?"

"aku lebih takut membayangkan jika tadi aku benar benar akan kehilangan penyelamatku."

ia berbalik dan menatap wajah kinta, "apa itu artinya kau tidak akan menjauhiku setelah mengetahui semua ini?" tanya benji sangat ingin tahu

terlihat kinta tersenyum sambil menatapnya kemudian menggelengkan kepala, "tidak akan pernah"

jawaban itu membuat hati leon tersentuh. ia benar benar merasa bahagia

*****

setelah melepaskan ikatan pak hilman dan pak joko. kinta membawa benji kekamarnya untuk memastikan bahwa laki laki itu bener baik baik saja. ia menyuruh benji duduk di atas ranjang. memang ada beberapa bekas lubang tembakan dibaju benji dengan banyak bercak darah yang masih segar. tapi saat kinta meminta benji melepaskan bajunya, tida ada satupun luka yang ada ditubuh laki laki itu. sungguh menakjubkan tubuh benji ini , pikir kinta. bahkan diseluruh tubuh itu tidak ada sebuah goresan pun yang diakibatkan perkelahian tadi

"sel sel ditubuhku ini bisa ber-regenerasi sangat cepat, kinta. puluhan kali lebih cepat dibanding dengan regenerasi sel pada manusia" jelas benji begitu melihat raut keheranan pada gadis itu

kinta menatap kedua mata benji, "jadi.. makhluk seperti apa dirimu itu..."

kau ingat anjing yang mengantarkanmu pulang sewaktu tersesat dihutan sepuluh tahun yang lalu?" tanya laki laki itu

kening gadis itu langsung berkerut "jangan jangan.."

"benar. itu aku" sahut benji, "kau yang menamaiku benji, kan? dan namaku yang sebenarnya adalah leon" laki laki itu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah benda yang kemudian diperlihatankan pada kinta, "milik gadis kecilku"

"itu milikku" sahut kinta. baru saja hendak mengambil gelang masa kecilnya, leon langsung menyimpan benda itu kembali ke sakunya

"gelang itu sekarang jadi milikku, jangan pernah memintanya kembali" kata leon sambil tersenyum tipis, "karena benda itu pengobat rinduku sealam ini. benda yang selalu mengingatkanku pada .."

"rindu?" kinta buru buru menyela

laki laki itu menarik napas panjang, " kau membuatku menyukaimu semenjak kita pertama kali bertemu" ia membuat jeda sambil memandang gadis didepannya, "dan sekarang, aku tau apa sebenarnya perasaanku itu.. cinta. aku mencintaimu kinta"

kinta masih terpaku ditempatnya saat sebuah pelukan yang hangat melingkar di tubuhnya, "meskipun memilikimu hal yang sangat tidak mungkin, aku hanya ingin kau tau bagaimana perasaanku" gumam leon setengah berbisik

kinta membalas pelukan itu sambil berkata, hatinya berdesir mendengar ucapat laki laki itu, "walaupun sekarang aku belum mengerti perasaanku padamu. terima kasih atas apa yang sudah kau lakukan untukku. leon"

*****
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan ariefdias memberi reputasi
Rasa Gelisah


hal pertama yang leon cium ketika ia bangun adalah aroma sedap dari masakan yang belum pernah ia cium sebelumnya. walaupun tidak semua makanan manusia dapat ia makan, tetapi aroma harm itu membuat perutnya keroncongan, ia setengah bangkit dari sofa tempatnya tidur

semalaman ini leon menginap dirumah kinta atas permintaan semua orang disini. laki laki itu menurutinya saja karena menyadari mereka semua pasti trauma dan menginginkan perlindungan. baru jam 2 pagi ia dan kinta pergi tidur karena mengobrolkan banyak hal berdua. mulai dari masa kecil mereka sampai kehidupan yang mereka jalani

leon melihat pemandangan didepannya. ruang tamu yang masih dalam keadaan sedikit berantakan walaupun sebagian kekacauan sudah dibereskan membuatnya ingat dengan perlakuan yang diterima kinta semalam. hatinya sakit lagi dibuatnya. seandainya ia datang lebih awal. ah perampok brengsek! umpatnya dalam hati

ketika hendak berdiri, ia menyisihkan selimut berwarna merah jambu yang menyelimutinya itu ke pinggiran sofa. semalam diam diam gadis itu menyelimutinya, leon tau karena ia hanya pura pura tidur saja. lagi lagi kinta berhasil membuatnya tersentuh dengan hal kecil itu. hal kecil yang hanya pernah dilakukan orang lain selain ibunya dulu. hal kecil yang membuatnya ingat, setidaknya ada beberapa orang yang mampu menerima kehadirannya walaupun mereka tau siapa dia yang sebenarnya

leon bangkit dna berjalan keasal aroma sedap itu berasal. mengetahui kehadirannya, kinta dan si mbok yang sedang memasak di dapur menoleh dan menatap kearahnya. gadis itu tersenyum, senyum termanis yang pernah leon lihat, ia seolah ingin setiap hari melihat senyum itu ketika ia bangun tidur. walaupun ia tau,makhluk seperti dirinya tidak akan pernah bisa bersama manusia seperti gadis itu. ia membalas senyuman itu dengan sedikit grogi, entah kenapa jantungnya jadi berdegup dengan kencang

"den leon tunggu sebentar ya.. sebentar lagi sarapannya sudah siap kok" kata mbok ramah

"eee..iya" jawabnnya canggung sambil melihat dua perempuan didepannya sedang sibuk menyiapkan makanan

leon senang melihat raut wajah mereka yang sudah biasa saja karena apa yang telah terjadi semalam

"duduk saja dulu" kata gadis itu sambil mengarahkan pandangan ke kursi meja makan didekatnya agar dirinya menunggu disitu, ia menuruti perkataan gadis itu dan duduk di kursi

tak berapa lama kemudia kinta berjalan kearahnya sambil melepaskan celemek yang ia pakai. "tunggu dulu ya, setelah aku manggil pak hilman dan pak joko kita sarapan bareng bareng"

"iya" kata leon sambil mengangguk. makan bersama sama? hal yang sudah sangat lama sekali tak ia rasakan

kinta melangkah pergi untuk menghampiri pak hilman dan pak joko, sementara si mbok menata makanan yang ada dimeja makan di depan leon

lalu wanita paruh baya itu berkata sambil sesekali memandang orang yang diajaknya bicara "den leon tinggal sama siapa disini?" tangannya masih sibuk menata piring dan masakan yang sudah siap

"saya tinggal bersama ayah dan saudara laki laki saya, mbok"

si mbok menghentikan kegiatannya sesaat seraya menatap laki laki bermata biru gelap itu, "terimakasih atas apa yang aden lakukan tadi malam ya. si mbok tidak tau bagaimana nasib kami semua klo aden leon tidak datang. sekali lagi terima kasih ya den" kata si mbok tulus

leon tersenyum tipis mendengarnya, "saya senang bisa membantu"

"leon. ada orang orang yang mencarimu" kata kinta yang baru saja datang

"siapa, Ta?" tanya leon. perasaannya jadi tidak enak karena gadis itu terlihat panik

kinta menggeleng lalu mengatakan, "orang orang dengan penampilan aneh, pak hilman dan pak joko ada didepan bersama mereka. sepertinya mereka bukan orang baik dan merak mencarimu, aku taku kalo..."

kening leon berkerut. sejenak berpikir siapa sebenarnya yang dimaksud kinta. kemudia ia bangkit dari tempatnya duduk, "akan kutemui mereka"

leon berjalan menuju depan rumah, kinta dan si mbok mengekor dibelakangnya dan saat keluar dari pintu, langsung tercium aura yang tidak asing bagi leon, ia jadi waspada. mereka berjumlah sekitar delapan orang dengan penampilan yang aneh, seperti apa yang dikatakan kinta. semuanya laki laki dewasa yang bertubuh tinggi tegap dengan pakaian gelap. pakaiannya pun tidak seperti pakaian pada umumnya. sebagian dari mereka berambut panjang gondrong dan gimbal dengan warna rambut abu abu bercampur hitam. sebagian lagi berambut pendek dengan ikat kepala yang aneh. dan tatapan mereka terlihat sangat tidak bersahabat

setelah melihat kedatangan orang yang mereka cari, akhirnya satu dari mereka menghampiri leon. sambil meberikan sulas senyum misterius ia berkata, "Leon putra dari thomas. salam kenal. namaku Lucas, sepertinya kau sudah mulai mengelaiku. mungkin kita perlu bicara sebentar. empat mata, ada sesuatu yang harus kusampaikan terlebih dahulu" tatapa laki laki berambut gimbal yang sepertinya ketua dari orang orang itu mengarah pada kinta dan yang lain

"oke" leon harus mengiyakan permintaan laki laki itu sekarang

leon dan lucas hendak berjalan menjauh untuk berbicara dengan cepat kinta yang tadi berada disebelah leon langsung memegang sebelah pergelangan tangan laki laki itu, leon menoleh dilihatnya gadis itu menatapnua dengan tatapan memohon sambil menggeleng. mengisyaratkan agar dirinya tidak ikut bersama orang yang bernama lucas itu. lalu leon mengatakan kata "don't worry" tanpa suara agar kinta tetap tenang akhirnya kinta mau melepaskan genggamannya

ada sekitar lima menit leon dan lucas berbicara secara empat mata, kinta hanya melihat mereka berbicara dari kejauhan,si mbok turut menenangkan dengan memeluk tuan mudanya dengan sebelah tangan, kemudian leon kembali menghampiri kinta dengan gelisah. sementara lucas sudah menunggu leon di depan mobil hitam dihalaman villa kinta bersama dengan orang orangnya. ada dua mobul hitam yang mereka kendarai

leon menatap mata kinta menyesal, lalu tangan kirinya meraih tangan kanan gadis itu, "aku harus pergi bersama mereka"

"kenapa? siapa mereka leon?" tanya kinta resah

"orang orang yang bisa melakukan segala hal kalau permintaan mereka tidak dituruti" jawab leon

jawaban yang membuat kinta jadi panik. kalau perkataan itu meluncur dari seorang leon yang menurutnya sangat kuat, itu artinya mereka benar benar sebuat ancaman

"mas, saya dan pak joko siap bantu. apa perlu saya teleponkan polisi?" tanya pak hilman

*****
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan ariefdias memberi reputasi
kerennn...marathon nech...lanjuttttt
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan pearlly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
d tnggu lg
emoticon-Cendol Gan
Perasaan Terjawab


"iya mas, klo mas minta kita melawan, mari kita lawan" timpal pak joko

"tidak perlu, pak. tidak ada yang bisa kita lakukan, kita bukan lawan mereka, yang saya minta hanya untuk kesediaan bapak untuk menjaga kinta" leon menatap kinta sekilas lalu kembali menatap pak hilman, "yang mereka cari itu saya,jadi saya harus ikut mereka" lanjutnya

"eee. iya den. tenntu saya akan menjaga den kinta" jawab pak hilman

"bisakah aku minta agar kamu tidak ikut saja?" pinta kinta. mata gadis itu terlihat mulai berkaca kaca

sejujurnya leon sendiri tidak ingin meninggalkan kinta dengan cara seperti ini. tetapi cara satu satunya agar orang orang itu tidak menyakiti siapapun. sebenarnya leon tidak menyangka klo warbesh utara akan mencarinya sampai kesini. ia sendiri tidak yakin bisa melawan semuanya jika harus bertarumh dengan mereka sekarang apalagi jika ada resiko mereka akan menyakati orang yang tidak bersalah. leon tidak ingin mengambil resiko itu

"tenang saja kamu tau kan aku sekuat apa, jadi tidak perlu khawatir" kata leon mencoba menenangkan kinta, lalu ia melanjutkan, "aku mau kamu berjanji, setelah kami pergi, kamu dan semuanya harus berkemas dan pergi dari sini, pulanglah ke jakarta saat ini juga"

"lalu.. kamu sendiri? aku tidak bisa membiarkan kamu pergi bersama mereka, leon" tidak terasa bulir bulir bening mengalir ke pipi kinta

melihat kinta seperti ini membuat leon sendiri jadi sedih, "aku janji, kita akan segera bertemu lagi. secepatnya. tolong dengarkan aku, berkemas dan pulanglah, disini sudah tidak aman"

"bapak yakin den leon pasti bisa mengatasi mereka, non kinta jangan cemas ya den" tambah pak joko ikut menenangkan

"betul apa kata pak joko, den" timpal si mbok sambil mengusap usap bahu kinta

"jaga dirimu baik baik" ujar leon sambil menyeka air mata kinta lalu mengusap kepala gadis itu lembut, laki laki itu menatap mata kinta dalam dalam, "just remember, i love you" sesaat kemudian leon melangkah pergi

jarak beberapa langkah kinta memanggil nama leon, laki laki itu menoleh, "Love you too. aku akan menunggu kamu kembali" kata gadis itu lirih tapi leon dapat mendengarnya dengan jelas, kinta juga mencintainya? dada leon terasa berat setelah tau perasaan kinta padanya. lebih baik ia tidak mendengar balasan perasaan dari gadis itu di saat seperti ini. hal itu hanya membuatnya tidak ingin meninggalkan kinta, tapi alasan untuk ikut para bedebah itu lebih kuat. ia tak berdaya, leon tersenyum ke arah kinta sesaat kemudian meneruskan langkahnya

kinta melihat leon masuk kedalam mobil bersama dengan orang orang itu, dadanya sesak sekali ia merasa tidak rela leon ikut bersama orang orang itu, perasaannya jadi tidak enak. walaupun si mbok dna yang lain berusaha membuatnya tenang tapi tetap sja ia merasa gelisah

*****

seperti apa yang disuruh leon, kinta segera membereskan barnag barangnya dan akan segera meninggalkan tempat ini, ia memasukan baju terakhir ke tas besarnya lalu menutup resleting tas itu,ia bergerak turun keruang tamu sambil menunggu si mbok dan yang lain siap. gadis itu duduk di sofa panjang lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tanga, ia menghela napas panjang dengan frustasi. pikir kinta melayang kemana mana. memikirkan apa yang akan terjadi pada leon, ia tidak mau sesuatu buruk terjadi pada laki laki itu. leon sudah berbuat banyak untuknya, laki laki itu istimewa walaupun ia baru mengenalnya tetapi ia bisa yakin laki laki itu tulus dan baik

*****
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
Gadis yang Terkejut


sejujurnya laki laki itu berhasil mendapatkan hatinya semenjak pertemuan di tebing saat itu, sikap misterius dan bagaimana berkali kali leon menolongnya disaat yang dibutuhkan membuat kinta diam diam sudah menyukai laki laki bermata biru gelap itu, tetapi kenapa disaat ia menyadari rasa itu bukan sekedar rasa suka melainkan sesuatu yang lebih, kenapa hal seperti itu harus dialami leon?

suara bel pintu membuatnya sedikit tersentak, kinta menarik napas panjang untuk menenangkan hatinya sebelum melangkah untuk membuka pintu

"harris?" kinta terkejut laki laki itu berada dibalik pintunya

"dimana leon,kinta? tanya harris langsung, perasaannya jadi tidak enak karena belum lama ini merasakan kedatangan aroma kau warbesh utara, maka dari itu ia segera menuju rumah kinta untuk memastikan leon baik baik saja bersama kinta dan betapa terkejutnya harris ternyata dirumah kinta ia malah mencium aroma itu sangat kuat

"kamu kenal leon?" kinta balik bertanya karena bingung, harris dan leon saling mengenal?

"dia kakakku, kinta" jawab harris lalu melanjutkan, "aku tau semalam dia berada disini dan mungkin kamu sudah tau siapa kakakku yang sebenarnya, tapi dimana dia sekarang?"

keterkejutan kinta bertambah, leon adalah kakak harris? memang benar dirinya dan leon sudah saling bercerita banyak hal semalam tetapi leon tidak membicarakan soal harris, kinta masih diam mencoba memahami semuanya

melihat gadis didepannya syok, harris mencoba menjelaskan, "aku mau mengakui sesuatu padamu, kinta. kami.. aku.. bukalah manusia seperti yang kamu tau, aku sama seperti leon maaf jika sebelumnya aku belum bisa memberitahumu aku takut klo kamu akan menjauhiku dan merasa takut jika berada dekat denganku, maafkan aku, kinta. maafkan aku"

tanpa disangka oleh harris, gadis itu malah memeluknya dan menenggelamkan wajahnya di dadanya, untuk beberapa saat harris dapat merasakan jika dadanya basah, kinta menangis

"dia dibawa oleh orang orang itu, aku takut sesuatu terjadi pada leon, tolong bantu dia, harris. bawa dia kembali" pinta gadis itu dengan suara yang parau

menyadari sesuatu, harris bertanya, "kinta.. apa kamu mencintai kakakku?"

"dia baik sekali padaku" jawab kinta

dada harris terasa nyeri, yang dicintai kinta adalah kakaknya, cintanya sekarang hanya bertepuk sebelah tangan. harris memegang kedua bahu kinta dan melepaskan pelukan itu, kinta mendongak menatap dirinya, ia bisa melihat mata gadis itu memerah karena nangis, ia menatap manik mata hitam itu lurus lurus

"jangan khawatir, kinta. aku akan membawanya kembali..untukmu"

gadis itu tersenyum tipis, "terima kasih harris" kinta lalu menceritakan tentang orang orang yang membawa leon, ciri cirinya dan leon yang menyuruhnya segera meninggalkan tempat ini karena hal itu

"benar, sebaiknya kamu segera kembali ke jakarta, kinta. itu untuk keamananmu, dan aku juga akan segera mencari leon"

kinta mengangguk, "jaga dirimu, harris. aku tidak ingin kalian kenapa kenapa"

"tentu, kamu juga hati hati dalam perjalanan pulang, aku pergi dulu" setelah berpamitan harri segera melangkah pergi dan masuk kedalam mobilnya kemudia mobil berwarna putih itu keluar dari gerbang.

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan banditos69 memberi reputasi
Diubah oleh pearlly
Perkelahian


"pa.. aku berangkat dulu ya" pamit kinta kepada papanya yang sedang duduk santai disofa ruang tamu sambil membaca koran

"sudah sarapan sayang?" sang papa melipat korannya lalu menyodorkan telapak tangan kanannya

kinta mencium telapak tangan papanya sambil menjawab, "sudah dong"

"si fano jemput kan? apa dianter pak hilma saja?" tanya laki laki berkumis itu

"sama si fano pa, dia dah didepan, ngobrol sama pak hilman"

"hati hati klo begitu, klo si fano masih demen kebut kebutan bilang sama papa"

kinta tersenyum tipis, " iya pak siyap" lalu gadis itu segera melangkah ke depan

tentang kejadian di bali, mulai dari leon dan perampokan di villa, kinta sengaja merahasiakan semuanya dari sang papa, ia juga meminta agar si mbok dan yang lainnya menyembunyikan kerjadian itu agar tidak sampai ditelinga papanya, ia tidak mau papanya sedih alasan lainnya adalah kinta takut klo papanya tidak akan mengijinkannya untuk berlibur sendirian seperti kemarin, itu artinya ia tidak akan bisa bertemu dengan harris dan leon lagi

sampai didepan, laki laki berseragam putih abu abu yang duduk diatas motor bekjul 70-an sudah menunggunya, fano tampak asik berbicara dengan pak hilman di pos satpam dna setelah menyadari dirinya keluar dari pintu rumah, laki laki itu terlihat melemparkan senyum tipis kearahnya, fano adalah temannya sejak kecil, teman yang dikenalnya saat baru pindah di komplek perumahan ini, sahabat yang baik sekaligus orang terkonyol yang pernah ia kenal, walaupun fano adalah anak dari orang kaya tetapi laki laki itu tidak sombong malah terkesan sangat sederhana terbukti dengan kendaraan yang dimilikinya

fano bisa saja membeli motor motor mahal atau mobil sekalipun tapi dia selalu membawa motor vespa kesayangannya pemberian dari almarhum sang kakek atau motor bekjul 70-an yang sudah di modif seperti yang sedang dia pakai sekarang ini

"yuk berangkat sekarang" ajak kinta setelah berada di hadapan fano

"pak hilman.. dia dibali ngapain aja?" tanya fano kepada laki laki paruh baya yang ada disampingnya sambil sekilas menatap kinta yang baru datang

"liburan lah den" jawab pak hilman

"kenapa sih fan?" kinta tidak tahu ekpresi macam apa yang diperlihatkan fano padanya sekarang

fano menatap kearah kinta dengan ekpresi serius, "chat ga dibalas, ditelpon ga di angkat, maksud kamu itu apa, Ta? kabur? habis putus cinta lalu kabur dari kenyataan? bikin aku khawatir aja bisanya. terus terasa ga bersalah gitu sekarang?"

pak hilman yang mulai menyadari pembicaraan itu mulai out of topic kemudian perlahan meninggalkan tempat, membiarkan kedua anak itu bertengkar seperti biasa

kening kinta berkerut mendengar celotehan fano, ia sama sekali tidak marah karena terlampau biasa menghadapi sikap fano yang cerewet itu

"sudah ngomongnya?" tanya kita setelah fano berhenti bicara, "tinggal sepuluh menit dan kita bisa terlambat" kinta memperlihatkan jarum jam tangannya pada fano

"jawab dulu" pinta fano, lalu ia menambahkan, "aku tau kamu patah hati gara gara si wisnu playboy cap kadal got itu, tapi jangan kabur terus ga ada kabar seperti kemarin, aku kan khawatir,Ta.. khawatir!"

kinta menghela napas, "klo kamu masih mau bicara panjaaaaang lebar lagi, biar aku jalan kaki aja kesekolah" gadis itu kemudian membuktikan ucapannya dan berjalan berlalu meninggalkan fano

"ta.. tungguin! yaelah.." teriak fano seraya menghidupkan motornya menyusul kinta yang berbalik kesal padanya

*****

bel istirahat berbunyi..
"gimana, Ta kemarin liburannya? terus harris gimana?" tanya gigi, teman sebangku kinta

"yah begitulah,kamu mungkin ga akan bisa percaya, gi" walaupun gigi adalah sahabatnya, ia benar benar tidak ingin menceritakan seluruh kejadian di bali kemarin

"ga percaya gimana sih, Ta?" tanya gigi bingung

"ya..mm.. aku belum bisa cerita sekarang. tapi suatu saat aku pasti cerita"

"bikin kepo saja." sahut gigi kecewa, "oh iya, ta. selama kamu dibali, fano kaya orang senewen tau. hampir tiap hari dia nelpon aku, nanyain kamu. kamu sih telp dimatiin segala"

*****

sebulan kemudian..

"Ta.. aku ingin minta maaf"

kinta menelan ludah memandang wajah laki laki didepannya kini, wajah itu memang tampak penuh penyesalan tapi hatinya menolak melupakan ketidak setiaan yang telah wisnu lakukan. rasa cinta yang dulu sudah berubah menjadi rasa benci yang sangat padanya

"lu.. lebih baik pergi sekarang atau lu mau ngerasain bogem gue hah?" ancam fano yang bergerak maju di depan kinta sambil menatap kedua bola mata laki laki yang telah menyakiti hati kinta itu

"minggir.. gue ga ada urusan sama lo" kata wisnu dingin sambil mendorong fano kesamping dengan sebelah tangan

tapi apa yang kemudian wisnu dapat adalah bogem mentah dari fano yang saat ini sudah seperti orang kesurupan, perkelahian pun tak bisa dihindari lagi, yang tadinya kantin dalam suasana tenang kemudian dengan sesaat berubah riuh karena adegan tinju antara wisnu dan fano, kintapun hanya bisa berteriak meminta mereka berhenti berkelahi sampai akhirnya datang gurup BP di tempat itu, seperti yang seharusnya, pak bima menyuruh keduanya keruang BP

setelah memperoleh ceramah yang luar biasa panjang dan dihukum membersihkan laboratorium, fano melangkah ke kelas sambil memijit lengan kirinya yang terasa ngilu karena perkelahian tadi, ia melihat jam tangannya, waktu menunjukan pukul dua siang dan anak anak yang lainnya sudah pulang dari setengah jam yang lalu, kinta juga pastinya sudah pulang dari tadi, pikirnya. suasana sekolah saat itu sangat sepi hingga fano bisa mendengar suara langkahnya sendiri sampai ia masuk kedalam kelas dan melihat gadis itu masih duduk dibangkunya

"kok kamu belum pulang si, Ta?" tanya fano heran

"kan aku berangkatnya sama kamu, jadi pulangnya juga harus sama tukang ojekku dong" jawab kinta

*****
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan banditos69 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di