CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PSBB Transisi Bikin Jakarta Macet dan Berjubel, Kebijakan Anies Dikritik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edf5959facb95685558fded/psbb-transisi-bikin-jakarta-macet-dan-berjubel-kebijakan-anies-dikritik

PSBB Transisi Bikin Jakarta Macet dan Berjubel, Kebijakan Anies Dikritik


PSBB Transisi Bikin Jakarta Macet dan Berjubel, Kebijakan Anies Dikritik
Jakarta - 

Untuk masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, Gubernur Jakarta Anies Baswedan sudah memerintahkan kegiatan perkantoran hanya boleh diisi setengah kapasitas dengan modelshift. Namun justru, PSBB transisi bikin Jakarta menjadi ramai berjubel, kepadatan dan kemacetan terjadi. Kebijakan Anies kini dikritik.

Pengamat perkotaan dan transportasi dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengamati kepadatan di stasiun KRL, berduyun-duyunnya pesepeda motor ke Jakarta, hingga kemacetan di jalan tol. Ditengarai, perusahaan-perusahaan masih belum sepenuhnya taat terhadap imbauan untuk mempekerjakan setengah kapasitas kantornya.

"Di balik ini, ketika orang menolak, ada resistensi karena kebijakan itu dinilai terlalu kaku, kebijakan itu terlalu membelenggu, kebijakan itu kurang memberdayakan, kebijakan itu terlalu banyak aturan, tapi tanpa pendampingan," kata Yayat kepada detikcom, Selasa (9/6/2020).

Baca juga:Jakarta Dikepung Macet Saat Perkantoran Buka Perdana di Masa PSBB Transisi

Namun, ketidaktaatan pihak perkantoran di Jakarta juga bisa dimaklumi. Di era ini, semuanya takut bangkrut.

"Jadi, ketidaktaatan itu muncul karena mereka dalam risiko ancaman kerugian dan ancaman kebangkrutan. Mereka berani tidak taat karena tidak ada yang melindunginya," kata Yayat.

Baca juga:Polisi Sebut Kepadatan Lalin Meningkat 13% di Hari Pertama Perkantoran Buka

Saat ini perlu kebijakan 'ku tahu yang kau mau'. Anies perlu mendengar apa yang dimaui oleh perusahaan yang mengelola perkantoran di Jakarta. Kebijakan perlu dilaksanakan, tapi juga perlu tetap solutif untuk masalah yang ada.

Kenyataannya, tiap perusahaan tetap menerapkan aturan sendiri, tidak menaati kaidah 50% kapasitas, Jakarta malah ramai di masa wabah Corona ini.

"Semua terlihat jalan sendiri-sendiri. Semua kebijakan tidak akan pernah ditaati kalau pemegang kebijakan tidak memberi perlindungan dan solusi yang bisa membantu. Ujung-ujungnya SDM: selamatkan diri masing-masing," tutur Yayat.

Solusi

Yayat memetakan masalahnya. Untuk sektor transportasi, kelas pekerja yang bermukim pada jarak 20-60 km akan menggunakan KRL untuk ke Jakarta.

Namun para pekerja yang punya rumah cukup jauh itu banyak yang hanya berangkat ke Jakarta pada Senin dan menghuni Jakarta sampai Jumat. Maka kepadatan di hari Senin cenderung lebih parah.

Stasiun Bogor padat oleh warga yang hendak berangkat kerja pada Senin (8/6) kemarin. Begitu pula, Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Bekasi, itu adalah stasiun tempat para pekerja mengakses transportasi ke Jakarta.

Baca juga:Cililitan Arah Kalibata Macet Saat Kantor di DKI Mulai Buka

Di Bogor, headway (jarak antara bagian depan suatu kendaraan dan bagian depan kendaraan berikutnya pada suatu waktu) berkisar 5 menit saja, maka stasiun cenderung tidak terlalu padat. Ini juga dipengaruhi faktor pelataran Stasiun Bogor yang relatif luas.

Namun di Stasiun Rangkasbitung, pengguna KRL harus menunggu lebih lama lantaranheadway lebih lama, yakni bisa sampai 30 menit. Di Bekasi, headway berkisar 10-15 menit.

Baca juga:Mengabaikan Syarat Kenormalan Baru

Pekerja yang bermukim kurang dari 20 km akan menggunakan sepeda motor ke Jakarta. Pekerja yang bermukim di daerah-daerah tanpa akses angkutan umum akan ke Jakarta lewat jalan tol, sehingga jalan tol menjadi macet.

Apa solusi supaya warga tak harus berdesak-desakan di stasiun dan bermacet-macetan di jalan?

"Jam masuk kerja perlu diatur, jangan jam 8 pagi semua masuknya. Kantor harus menerapkan shift. Karyawan yang ber-KTP Bogor, Bekasi, atau Rangkasbitung perlu diperbolehkan masuk siang hari," kata Yayat.

Lalu bagaimana supaya aturan itu efektif? Dialog dengan kalangan usaha adalah kunci supaya mekanisme terbaik dapat dipatuhi. Dialog bukan untuk mencari kompromi, melainkan agar aturan bisa tegas diterapkan.

"Bisa nggak Pak Gubernur sekali-sekali berbicara dengan Apindo, Kadin, dan asosiasi pengusaha untuk berdialog. Selama ini, belum pernah ada pembicaraan khusus secara terbuka dengan asosiasi pengusaha," tuturnya.

Baca juga:Soal PSBB Transisi DKI, Sandiaga: Ambil Keputusan Harus Berdasarkan Data

Dia juga mendorong perusahaan serius menyiapkan bus-bus penjemput karyawan. Bus-bus ini tidak harus gratis, melainkan karyawan tetap membayar layaknya menggunakan transportasi lain. Namun, biayanya perlu diatur supaya tidak memberatkan.

Bus-bus penjemput karyawan ini diyakininya bisa mengurangi kepadatan dari arah permukiman Sentul, Cibubur, dan Bekasi. Dengan demikian, kemacetan di jalan tol bisa diminimalkan.

"Untuk pengguna mobil, rata-rata mereka tinggal di wilayah yang tidak dilayani transportasi publik. Saya usulkan agar perusahaan-perusahaan menyediakan bus-bus untuk karyawan. Bus jemputan point to point," kata Yayat.

Pengamat Tata Kota dan Transportasi Universitas Trisakti, Yayat Supriatna (Ari Saputra/detikcom)

Sebelumnya, Anies Baswedan menyatakan kegiatan perkantoran di Jakarta bisa dimulai kembali, tapi ada syarat yang mesti dipenuhi. Pertama, perusahaan hanya boleh mempekerjakan karyawannya sebanyak 50% saja di kantor. Sisanya tetap diminta bekerja dari rumah.

Baca juga:Jakarta Dikepung Macet Saat Perkantoran Buka Perdana di Masa PSBB Transisi

"Proporsi karyawan adalah separuh dari seluruh karyawan. Jadi 50% harus kerja di rumah," jelas Anies dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/6) pekan lalu.

Kemudian dari 50% jumlah karyawan yang bekerja dari kantor, Anies mengatakan harus dibagi lagi menjadi dua shift jam kerjanya. Sebagai perumpamaan, shift yang pertama masuk pukul 07.00 WIB dan yang kedua masuk pukul 09.00 WIB. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan pada jam berangkat dan pulang kerja.

https://m.detik.com/news/berita/d-50...ies-dikritik/3

Luar biasa prestasi aniesemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Uprutz dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
macet tanda perekonomian begerak sesuai intruksi presiden
ini kan memang new normal kembali ke normal
emank jakarta normal gimana?
ya macet
profile-picture
muka.id.ot memberi reputasi
Relaksasi ~ new normal ~ transisi
Terserahemoticon-Traveller
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Ini bukan salah anis. Ini salah pusat, sesuai dgn SOP Kadrun. Semuanya salah pusatemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
elbe94 dan gabener.edan memberi reputasi
Emang jakarta sebelum ada covid sikon nya gimana bambang junaedi sukaesih......
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Cebong mah serba salah..
psbb semi lockdown teriak2 rakyat mau makan apa ...pas rame mulai ber aktifitas cari makan nyinyir lagi

mati aja lu bong emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
PekoponKeropon dan muka.id.ot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
gelar duta penyebaran memang layak disematkan ke doi

emoticon-Ngakak
semuanya balik lagi ke duit...seperti pengamat tadi bilang takut dengan ancaman bangkrut, dan pemerintah juga gak berani ngasih jaminan kompensasi andai itu terjadi
jadi mau pusat mau dki sama aja emoticon-fuck
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Fair aja, walo gada covid juga jakarta macet sama semrawut

Bukan salah transisi, memang penduduk mari selain kurang disiplin juga walo tanpa covid dah pasti tetap acak2an

Blm warga komuter jam pulang kantor ma masuk dah pasti bejubel, naik aja mepet semua bejubel. Dah cocok itu kalo mau syuting film jav hehehe
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
salah jokowi dong,..emoticon-Jempol
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Mangkanya lockdown sjk januari
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
New Kejut
emoticon-Ngakak
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi

horee.. macet lagi,berdesakan lagi,ekonomi jalan,rakyat bisa cari duit lagi.

bener2 udah normal,eh belom deh,baru separuh normalemoticon-Ngakak
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
kejutan baru dari wan transistor
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Jidatlu mau ana gambarin?

PSBB Transisi Bikin Jakarta Macet dan Berjubel, Kebijakan Anies Dikritik
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
ya masyarakat juga nyadar kali, ini ujungnya seleksi alam. tinggal seberapa kuat sistem imun dan daya tahan tubuh aja. Selama vaksin dan obat belum ketemu, perut tetap harus diisi, cicilan dan tagihan tetap harus dibayar...
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Pengamat sontoloyo...
Panjang lebar ngebacot.


Otak wan badut mana nyampe kesitu sih.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Gubernur tolol emoticon-Ultah
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Disuruh masuk kantor shift gantian aja salah..
Disuruh PSBB salah kata nya ekonomi ga jalan
Gimana disuruh masuk semua tambah bejubel itu
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
salah jokowi....titikemoticon-Marah
Emang masih semrawut sih. Semoga evaluasinya maksimal biar lebih baik lagi kebijakannya
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di