CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi Amerika
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edf56b228c9915eff3b9562/keluarga-george-floyd-minta-pbb-selidiki-kebrutalan-polisi-amerika

Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi Amerika

Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi AmerikaKeluarga George Floyd meminta Dewan HAM PBB turun tangan menyelidiki kebrutalan polisi AS. Foto/VOA
A+ A-


WASHINGTON - Keluarga George Floyd, sejumlah keluarga korban yang dibunuh oleh penegak hukum dan kelompok aktivis menuntut Dewan HAM PBB untuk menyelidiki kebrutalan polisi Amerika Serikat (AS).

Keluarga para korban - termasuk keluarga George Floyd, Breonna Taylor, Michael Brown dan Philando Castile, yang semuanya terbunuh di tangan polisi - melakukan seruan bersama dengan American Civil Liberties Union (ACLU) dan sekitar 600 kelompok hak asasi manusia.

Dalam sebuah pernyataan, mereka meminta Dewan HAM PBB untuk memberikan pengawasan internasional terhadap masalah kebrutalan polisi dan penindasan selama aksi protes yang dipicu oleh pembunuhan Floyd pada akhir Mei.

“Saya ingin orang-orang di seluruh dunia dan para pemimpin di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melihat video saudara saya George Floyd, untuk mendengarkan teriakan minta tolong, dan saya ingin mereka menjawab teriakannya,” kata saudara lelaki Floyd, Philonese, di Pernyataan ACLU, merujuk pada rekaman mengejutkan dari penangkapan fatal Floyd di Minneapolis.

"Saya ingin meminta PBB untuk membantunya. Tolong saya. Tolong kami. Tolong pria dan wanita kulit hitam di Amerika," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (9/6/2020).

Pihak keluarga dan kelompok-kelompok HAM menuntut penyelidikan independen atas pembunuhan yang dilakukan polisi terhadap warga kulit hitam AS yang tidak bersenjata dalam beberapa tahun terakhir, di samping respons penegak hukum yang keras terhadap pemrotes

Seperti diketahui, pembunuhan atas George Floyd memicu aksi demonstrasi di seluruh 50 negara bagian AS. Aksi tersebut berlasung panas dan berujung pada kerusuhan, penjarahan dan pembakaran.

Pihak berwenang kemudian memanggil Garda Nasional dan bala bantuan polisi di sejumlah kota untuk memadamkan kerusuhan. Dalam prosesnya, terkadang menimbulkan kekerasan pengunjuk rasa yang damai dan wartawan.

“Sudah saatnya Amerika Serikat menghadapi pengawasan dan penilaian yang sama dengan yang cepat diteruskan ke negara lain,” kata direktur program hak asasi manusia ACLU, Jamil Dakwar.

"Ketika masyarakat di Amerika Serikat menyerukan para pemimpin mereka untuk melepaskan diri dari kepolisian dan mengakhiri rasisme struktural, PBB harus mendukung tuntutan domestik ini dengan meminta Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusianya," imbuhnya.

Belum diketahui apakah seruan ini mendapat tanggapan dari Dewan HAM PBB atau seberapa cepat pertemuan dilakukan, mengingat bahwa badan PBB terpaksa membatalkan sesi terakhirnya pada bulan Maret karena kekhawatiran Covid-19 dan merencanakan sesi kedua dari tiga sesi tahunan pada bulan Juni.

Setidaknya sepertiga dari 47 anggota Dewan HAM PBB harus menyetujui sesi khusus sebelum dapat dilakukan; belum ada suara yang diadakan. Masalahnya semakin diperparah oleh kebijakan pembatasan virus Corona yang diberlakukan pemerintah Swiss, yang masih melarang pertemuan lebih dari 300 orang, yang mempersulit pertemuan di masa depan di Jenewa.

AS sendiri telah menarik diri dari Dewan HAM PBB pada 2018, bersikeras badan itu bersikap bias terhadap Israel.

https://international.sindonews.com/...as-1591693591
profile-picture
nona212 memberi reputasi
PBB Pulak dimintak, emang ada gunanya? pemimpin tertinggi PBB itu siapa coba? ya AS!
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
emoticon-Najis trump si bule paok malah bilang polisi amerika itu hebat
Polisi Amrik lawan penjarah ga ada apa apanya bre
kalau di sini mah orang nyolong liat kiri kanan mau mampus di gebukin orang sekampung
di Amrik doang nyolong bisa sambil selfie poto poto udah kaya acara kimpoian

bener bener negara idaman para kadrun

emoticon-Ngakak
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Diubah oleh ThinSkunk
Lihat 2 balasan
udah mulai Halu nih sampe ke PBB segala, pelaku udah diadili juga.

Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi Amerika
Diubah oleh jhonlenon60
Lihat 1 balasan
Lah polisinya sudah d penjara
Trus nuntut apa lagi
Lihat 1 balasan
Semisal gua Donald Trump bakal gua buka lebar buat PBB melakukan penyidikan. Terus lewat jaringan Republic kasih instruksi buat Fox mengabarkan 24 jam penyidikan PBB.

Dengan begitu bakal kelihatan bobroknya Kota hingga Negara Bagian yang dikuasai democrat emoticon-Ngakak (S)
Akan jadi suatu perbandingan suasana wilayah yang dikuasai Democrat dan yang dikuasai Republican.

Wilayah democrat isinya banyak black & hispanik dekil miskin tingkat kriminalitas tinggi. Sedangkan wilayah Republican isinya black & hispanic santun terpelajar pekerja keras.

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
SELIDIKI MAYOR MINNEAPOLIS JACOB FREY DAN GABENER MINNESOTA MARK DAYTON DARI PARTAI DEMOKRAT (PARTAINYA ENGKONG BIDEN)

karena minneapolis police departement adalah tanggung jawab beliau beliau. Bukan tanggung jawab presiden.


Sekian
Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi Amerika

nigger gonna nig

emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)
profile-picture
profile-picture
reita96 dan neopolite memberi reputasi
kebrutalan polisi AS?

berarti (seharusnya) sudah gak lagi terkait masalah ras ini... krn korban dan pelaku bisa dr ras mana aja
blom tau ya kebrutalan police cina ..miting cwe ampe patah leher....trus dibanting....ga kebayang klo gw sebar tuh video difb..besok langsung kena tangkep ..di tuduh pasal ujaran kebencian....
gan ane cuma mau ngeluarin pendapat aja ni gan
mohon disimak kalo ada salah mari diskusi sehat

https://youtu.be/Cy_06XSPjyA
enak ya Minority di First World Country, dapet Previlege ngadu ke PBB... emoticon-Ngakak


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di