CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edf2ceafacb951b6e2d3b4f/tentang-agama-dan-rasa-kemanusiaan-opini-pribadi

Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)


Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)
Gbr diambil dr : Kompas.com

(Disclaimer: TS menulis trit ini setelah membaca trit lain di kaskus ttg pendidikan atheisme di Irlandia, sehingga jadi tergelitik utk membahas ttg suatu ajaran agama dan pengaruhnya pada penganut agama tsb).

Negara Indonesia punya dasar Pancasila, dari satu sila ke sila berikutnya, saling berkaitan dan seperti belajar fisika, tiap sila merupakan turunan dari yang sebelumnya (rumus kecepatan jadi rumus percepatan, dst; ini pemahaman TS ya... monggo kalau punya opini berbeda).

Contohnya adalah Sila : Ketuhanan Yang Maha Esa, yang disusul dengan sila kedua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Kenapa muncul rasa kemanusiaan? Karena menyadari Tuhan Yang Maha Pencipta, memahami sekalian manusia sebagai sesama ciptaan, sebagai sesama saudara yang sederajat, memiliki martabat dan hak yang sama. Demikian pula seterusnya, dari kemanusiaan lahir persatuan, dst, dst.

Akan tetapi dalam kenyataan-nya kita dipaksa untuk melihat realita yang tidak sesuai dengan "teori". Teori-nya ketika seseorang itu ber-agama, ber-Tuhan, maka dia menjadi berperi kemanusiaan. Tetapi sajian berita yang kita baca, seringkali justru menampilkan sosok yang katanya beragama, ternyata justru menjadi beringas dan tidak berperi kemanusiaan.

Lalu apakah teori-nya itu salah?

Atau cara-cara orang itu dalam ber-agama-nya yang salah?

--------

Daripada menjawab secara langsung, TS ingin menyajikan sesuatu yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut. Sementara jawaban dari pertanyaan tersebut, silahkan dijawab oleh masing-masing pembaca.

Ada sebuah eksperimen sosial, di Tuczon, Arizona, di mana 22 orang hakim dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama, sebelum mereka diminta untuk mengambil keputusan, terlebih dahulu diminta untuk menjawab sebuah quesioner yang topiknya adalah kematian. Jadi mereka diminta untuk mendeskripsikan perasaan mereka tentang kematian mereka, proses kematian, dst.

Sementara kelompok kedua tidak.

Setelah menjalani prosedur yang berbeda tersebut, ke 22 hakim itu, diminta memutuskan sebuah kasus perkara prostitusi.

Hasilnya, kelompok yang pertama, yang dihadapkan pada kematian mereka sebelum mengambil keputusan, memberikan hukuman denda yang jauh lebih besar dari kelompok kedua.

Ada banyak eksperimen psikologi lain yang serupa, yang kurang lebih membuktikan bahwa ketika seseorang "dicekam" atau dibayangi oleh rasa takut, orang tersebut akan kehilangan empati terhadap manusia lain, terutama terhadap mereka yang dipandang menjadi ancaman bagi dirinya atau kelompoknya, atau menjadi ancaman terhadap cara hidup dan tatanan masyarakat yang ada.

Kalau dipikir-pikir, itu sesuatu yang wajar ya? Bahwa rasa takut, dalam kasus ini rasa takut terhadap kematian, yang terjadi di alam bawah sadar, bisa mempengaruhi perilaku dan emosi kita dalam berhubungan dengan manusia lain.
Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)
Gbr diambil dr : popsci.com

------------------

Lalu apa hubungannya dengan agama dan kemanusiaan? Bagaimana eksperimen-eksperimen psikologi di atas berkaitan dengan pertanyaan yang TS ajukan di awal tulisan?

Jadi menurut opini TS, salah satu peranan agama bagi sebuah masyarakat, adalah untuk mendamaikan antara rasa takut seseorang pada kematian, dengan realita akan kepastian datangnya kematian itu sendiri.

Agama memberikan sebuah frame di mana kematian itu jadi tidak "menakutkan". Kematian sebagai masa transisi pada bentuk kehidupan yang baru. Atau dalam kepercayaan tertentu yang mempercayai reinkarnasi, maka kematian hanyalah satu periode dalam sebuah siklus. Kematian dalam frame setiap agama, bukanlah sebuah akhir.

Dalam kerangka berpikir semacam ini, artinya dia menjadi obat penawar rasa takut, dan karena rasa takut (dalam alam bawah sadar) sudah diobati, maka penganut agama ini pun, jadi bisa lebih ber-empati pada sesama-nya.

Sehingga agama kemudian hadir, membawa kedamaian pada masyarakat di mana agama tersebut dianut.

Ketika pengajaran agama memperkenalkan "Tuhan" yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Pemurah, dst; maka penganutnya akan merasakan kedamaian, rasa aman, dst, yang kemudian sebagai efeknya, dia menjadi sosok manusia yang lebih punya empati, menjadi sosok manusia yang pemurah, dst.

Sampai di sini, masih cocok dengan teori, bahwa agama membawa damai. Ketuhanan Yang Maha Esa, berlanjut pada Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Lalu di bagian mana kok kemudian meleset, sehingga justru kehadiran agama membawa kekerasan?

--------

Mengacu pada eksperimen psikologi yang sama, maka TS ber-opini, bahwa ada sisi lain dari agama, yang seringkali justru memperbesar rasa takut dan bukan meredakan rasa takut pada penganutnya.

Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)Gbr diambil dr : TribunNews.com


Selain memberikan "jaminan" akan keselamatan, dan/atau memberikan kerangka berpikir yang damai tentang kematian. Agama juga memiliki peranan dalam memberikan tatanan nilai hidup dan cara hidup dalam bermasyarakat.

Agama mengatur tentang hubungan antar manusia, dan hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya. Di sinilah sisi hukum dan sisi lain dari Tuhan ditampilkan.

Tergantung pada pengajar-nya, tergantung pada ajaran agamanya. Dalam beberapa kasus, Tuhan ditampilkan menakutkan dan di satu sisi ada gambaran tentang surga yang memberi kedamaian, tapi di sisi lain ada gambaran tentang neraka yang bahkan lebih mengerikan dari kematian fisik.

Diperparah lagi, terkadang diajarkan bahwa seseorang bukan cuma bertanggung jawab atas dosa-dosanya secara pribadi, tapi juga bertanggung jawab secara kolektif terhadap dosa-dosa lain yang terjadi di sekitarnya.

Di sinilah kemudian, agama kemudian hadir bukan memberikan kedamaian, tetapi menghadirkan rasa takut yang lebih besar, dan seperti yang terbukti dalam banyak eksperimen-eksperimen psikologis, rasa takut membuat seseorang kehilangan empati dan menjadi lebih "kejam".

Dalam opini pribadi TS, ketika agama hadir dalam konteks tersebut, di situlah kemudian terjadi kontradiksi, bagaimana sebuah agama yang seharusnya membawa kedamaian, justru membawa kekerasan.

Jadi apakah agama membawa pada perdamaian, atau kekerasan? Menurut TS, hal itu tergantung pada bagaimana ajaran agama itu di-interpretasi-kan. Ketika seorang pengajar agama menyampaikan ajaran, sosok Tuhan seperti apa yang diajarkan pada pendengarnya? Sosok Tuhan seperti apakah yang dikenal atau dialami secara pribadi oleh seseorang?

Apakah sosok Tuhan Yang Maha Pengampun, Penyayang, dst?

Atau sosok Tuhan yang marah dan akan menghukum seseorang, bahkan untuk dosa/kesalahan, yang dilakukan oleh orang di luar dirinya?

---------------------

Sebagai penutup tulisan, ini cuma opini pribadi. Terbuka untuk dikritik, didiskusikan dan diperdebatkan.




Sumber referensi :
1. https://www.researchgate.net/publica...agement_Theory
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reasius dan 8 lainnya memberi reputasi
kalo menurut gw sih perilaku manusia atas nama agama bisa jadi karena interpretasi atau bisa jadi emang begitu ajarannya.
Lihat 4 balasan
ada agama yg didasari oleh kasih ada yg didasari oleh karma, tp yg berbahaya adalah jika agama didasari oleh diskriminasi dan kebencian...
Lihat 3 balasan
tuh bilangin tuh sama kaum yang suka larang larang, mereka takut kena azab berjamaah
profile-picture
profile-picture
dogmagila dan lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mmm mmm belajar agama, masuk didalamnya belajar menjadi manusia, tapi belajar menjadi manusia tanpa agama, mmm mmm kemanusiaan bangsa mana yg akan menjadi pelajaran ? emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
aji.bram dan lonelylontong memberi reputasi
Lihat 30 balasan
Kebanyakan para penganut agama sekarang ini tanpa di sadari lupa sama tuhan dg menuhankan diri mereka sendiri dan apa yg mereka ucapkan bernilai mutlak Tentang Agama Dan Rasa Kemanusiaan (Opini Pribadi)



Batain ane bray emoticon-Bata (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manasyegultom dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
AGAMA..
yang mengikuti nya dijanjikan kenikmatan abadi..
Tapi yang mengingkari nya dijanjikan kesengsaraan abadi.. emoticon-Takut (S)

Saudara sesama manusia adalah sederajat, tapi yang tidak seiman derajatnya jauh lebih rendah..
Tepuk tangan... emoticon-Swedia

apabila punya iman yang sama, agama adalah adil.. yang berbuat baik dapat surga, yang berbuat jahat kena neraka..

tapi kalau ga punya iman, mau sebaik apa juga tetap masuk neraka emoticon-Takut (S)

apa kesimpulannya ? emoticon-Smilie
Iyaak benar sekali..
ada agama yang ternyata tidak sesuai dengan nilai Pancasila..
tidak adil, dan tidak menjunjung persamaan derajat.. emoticon-Malu
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Well hebat bersni menulis tentang hal ini, dua hal yang dirasa sangat penting kehadirannya dalam kehidupan manusia di bumi, tumbuhnya harus terus diawasi dan disirami sama ilmu, semangat terusss ✨
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Ane sendiri ngga mau jadi orang yang beragama cuma karena "takut" sih gan, karena efeknya bukannya malah damai hidup malah jadi ke "force" melakukan sesuatu krn kita takut. Lagi menata diri beragama untuk kedamaian diri sendiri dan tentunya punya efek bagus juga untuk lingkungan sekitar.
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Orang takut itu muncul juga karena rasa bersalah, ketika terlalu banyak melakukan kesalahan munculah rasa takut

Jadi untuk mengurangi rasa takut krn murka tuhan maka kurangilah kesalahanmu kisana

Byk byk minta maaf krn tuhan itu pemaaf maka hiduomu akan damai
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Ane masih animisme Ganemoticon-Leh Uga
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
menurut ane ya, bila hubungan seseorang dengan Tuhannya baik, maka hubungan dia dengan manusia pasti akan baik
demikian sebaliknya bila hubungan seseorang dengan sesamanya TIDAK BAIK, kemungkinan besar hubungan dia dengan Tuhannya juga tidak baik.

karena dua hal tersebut saling mengikat. coba koreksi dgn diri kita? benarkah??? hehehe.
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Opini merupakan hal yang bisa muncul dari dalam manusia gan, jadi ya relatif saja. Maka dari itu tentang itu akan muncul banyak. Ane tidak terlalu segera ikut opini.
Lihat 1 balasan
Penawar rasa takut darimana,
agama lahir dari rasa takut dan menguatkannya...
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wahhh jejak dulu nihh
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Apapun itu manusia tidak bisa menolak
Bahwa Tuhan hanyalah satu dg agama yg diridhoiNya hanyalah satu
Tuhan tidak mungkin memberikan ajaran berbeda2 kepada umat manusia
Yg artinya 1 agama benar yg lain hanyalah kepalsuan
Semua itu memang hidayah, ada yg lurus dan ada yg sesat
Lihat 3 balasan
Menurut ane, ane ga tau nanti setelah kematian akan kaya gimana dan seperti apa? apakah benar ada kehidupan setelahnya atau setelah mati cuma ada gelap dan tidak terjadi apa-apa?. yang jelas ada dan tiada kehidupan setelahnya ga jadi masalah buat ane pribadi kalau adanya salah satu dari itu mau apalagi?. buat ane biar kehidupan berjalan sebagaimana mestinya; hargai waktu dengan orang-orang terdekat karena hidup itu bukan besok, bukan kemarin, tapi yang terjadi sekarang ini dan kita berusaha bisa menjadi berguna (sebisa mungkin) pada sesama, kalau nggak ya minimal buat diri sendiri.
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
agama itu cuman pedoman kalo menurut gw, harus diperlakukan secukupnya, tidak berlebihan semua agama ngajarin kebaikan terlepas dari siapa orangnya dan agamanya,

sayangnya di indo agama kayak orang, Tuhan disamakan sama manusia yang harus dibela, orang orang yang katanya alim harus di junjung sampe ke akhirat, padahal kelakukanya juga bgst

agama bukan orang, bukan instansi, bukan almamater yang harus dibela, agama tuh ibarat pedoman, jalan hidup, prinsip. ga ada yang tau cuman lo harusnya,

balik lg, negara mental terbelakang yang nganggep agama itu sesuatu yang sakral ya sampe mati kita akan jadi negara terbelakang, mau contoh?

india agamanya kental banget? ancur!
Indo? gausah dibahas deh, muak emoticon-Ngakak

Jepang? yang katanya atheis nyembah banyak dewa murtad, kafir.

eh malah jadi negara tersopan di dunia, malah jd negara maju, tau budaya antri, tau budaya sopan, tau cara jaga lingkungan,

Tar kalo gw bilang agama jadi untuk buat orang ngebom doang, lo kadrun pada marah2,

tar kalo gw blg agama ada untuk blg kafir lo pada marah.

tar kalo gw blg agama ada buat bilang halal bunuh orang selain muslim, tar lo laporin gw ke polisi pencemaran agama.

Tersinggung setelah baca statement gw?

I dont fucking care :fuck

atleast gw jg bukan orang baik, tp kalo gw mati pun mau masuk neraka atau surga gw selalu percaya kok gan.

mau gw nanti mati masuk neraka kek, mau masuk surga kek.

bagi gw idup ya di dunia cuman buat menjalani hidup sesuai yang agama lo mau kan? berbuat baik? apalagi?

kalo itu dirasa Tuhan kurang dan gw masuk neraka? yowes!

siapa tau neraka cuman anget, ga panas2 banget hahaha cheersemoticon-Shakehand2
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Diubah oleh TheNoobChild
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di