CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kekhawatiran Indonesia dan Malaysia terseret konflik di Laut China Selatan menguat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edf1b5b8d9b172e9f08de32/kekhawatiran-indonesia-dan-malaysia-terseret-konflik-di-laut-china-selatan-menguat

Kekhawatiran Indonesia dan Malaysia terseret konflik di Laut China Selatan menguat

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. China semakin agresif mengklaim kepemilikannya di Laut China Selatan. Hal ini berpotensi memicu perang di wilayah ini apalagi klaim China itu mengusik kedua kekuatan utama di kawasan yang Indonesia dan Malaysia.
Para pengamat internasional mengkhawatirkan kondisi ini bisa meningkatkan tekanan terhadap Indonesia dan Malaysia sebagai kekuatan utama di kawasan untuk mengambil sikap atas klaim Tiongkok.
Mengutip CNN, Senin (8/6), kapal-kapal China dan Malaysia terperangkap dalam konflik besar selama lebih dari satu bulan sejak awal tahun 2020 di dekat Pulau Kalimantan di Laut China Selatan. Konflik itu terjadi saat kapal Malaysia, Capella Barat, tengah mencari sumber daya di perairan yang juga diklaim Beijing.

Saat itu, sebuah kapal survei Tiongkok, disertai dengan kapal penjaga pantai, berlayar ke daerah tersebut dan mulai melakukan pemindaian, menurut gambar satelit yang dianalisis oleh Institut Transparansi Maritim Asia (AMTI).
Hal itu kemudian direspons Malaysia dengan mengerahkan kapal ke daerah itu, yang didukung kapal perang Amerika Serikat yang melakukan latihan bersama di Laut China Selatan.
Beijing mengklaim tengah melakukan kegiatan normal di perairan di bawah yurisdiksi Tiongkok. Kendati selama berbulan-bulan kapal-kapal China dituding memburu kapal-kapal negara lain yang mencoba mengeksplorasi sumber daya di perairan yang diklaim China miliknya.
Sekarang para ahli mengatakan, China mengadopsi taktik yang semakin kuat dan berisiko memicu konflik baru dengan kekuatan regional utama seperti Malaysia dan Indonesia.
Baca Juga: Rusia mengaku khawatir militer China dan India sudah diambang perang
Direktur AMTI, Greg Polling, mengatakan, Indonesia dan Malaysia menganggap gangguan China ini lebih serius daripada sebelumnya. Saat ini, kapal-kapal China memperluas jangkauan mereka di kawasan itu, sebagian besar karena keberadaan pulau-pulau buatan Beijing di Laut China Selatan.
"Pulau-pulau buatan itu menyediakan pangkalan terdepan untuk kapal-kapal China, dan hal itu secara efektif telah mengubah Malaysia dan Indonesia menjadi negara-negara yang berada di garis depannya," ujar Polling.

"Pada hari tertentu, di sana sekitar selusin kapal penjaga pantai berdengung di sekitar Kepulauan Spratly, dan sekitar seratus kapal nelayan, siap berangkat," terangnya.

Laut China Selatan adalah daerah yang paling diperebutkan di dunia, dengan tumpang tindih klaim dari China, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, Taiwan dan Indonesia.

Klaim teritorial Beijing, yang dikenal dengan sembilan garis putus-putus, karena tanda yang tercetak peta China di wilayah tersebut, sejauh ini merupakan yang terbesar dan mencakup hampir keseluruhan Laut China Selatan, dari Pulau Hainan hingga ke puncak Natuna di Indonesia.

Kendati klaim China tidak memiliki dasar di bawah hukum internasional dan dinyatakan tidak sah dalam putusan pengadilan internasional 2016.

Meski demikian, sejak 2015, China mulai meningkatkan ambisi teritorialnya dengan membangun pulau-pulau buatan di atas terumbu dan beting di Laut China Selatan dan kemudian memiliterisasi daerah itu dengan fasilitas pelabuhan, dan landasan pesawat tempur.

Baca Juga: Bawa 1.000 ton senjata, AS kirim kapal induk Ronald Reagen ke perairan Indo-Pasifik

"Pulau-pulau ini penuh dengan radar dan kemampuan pengawasan, mereka melihat semua yang terjadi di Laut China Selatan," kata Polling. "Di masa lalu, China tidak tahu di mana kamu mengebor. Sekarang mereka pasti tahu," imbuhnya.

Para ahli mengatakan, Beijing telah menciptakan armada penjaga pantai dan kapal penangkap ikan yang dapat dikerahkan di Laut China Selatan untuk mengganggu kapal penuntut lain atau berlayar di daerah yang sensitif secara politik.


https://internasional.kontan.co.id/n...menguat?page=2

Vs persemakmuran Inggris, Amerika, Filipina, Vietnam, dan Indonesia?

Nyari mati...
profile-picture
profile-picture
nona212 dan Lockdown666 memberi reputasi
Di sebelah barat lagi ribut Ama India.

Kalau Amerika ngeliat ini sebagai peluang buat ngancurin CCP, sekarang sih waktunya.
profile-picture
profile-picture
Lockdown666 dan qulit.qulup memberi reputasi
disini lagi fokus supaya bisa solat di mesjid lagi
profile-picture
uclim.uclim memberi reputasi
Peluang buat US..kapan lagi dapat cash unlimited, pampasan perangnya bisa bikin US dan sekutu makin dominan
Lihat 1 balasan
perang perang aja , dunia biar reset ulang dari NOL , mirip di spbu di mulai dari angka 0
Di udara Shield nya China pakai apaan sih? Sepertinya China gak bakalan maju, hanya bertahan, walaupun maju juga US pasti udah hitung cara cegat..beda dengan strategi perangnya US yg memang hobi maju ke daerah musuh untuk nambah kerusakan pihak lawan, serang dari pinggir ketengah.
Makan tuh china yg elu bangga banggain....
profile-picture
Lockdown666 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kekhawatiran Indonesia dan Malaysia terseret konflik di Laut China Selatan menguat

Di sebelah barat juga ga lebih Baek.

Gua kasian turunan Tionghoa yg bukan warganegara China sih.

Kalau beneran jadi perang, loh ya.

Pasti kena getahnya.
profile-picture
Lockdown666 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Udah saatnya indo keluar kandang.
Bikin pakta pertahanan untuk asia tenggara.

Jangan di kandang mulu, cupu beud dari dulu gk punya sikap.

Bebas aktip mata mu soak.
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan Lockdown666 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Berangkatkan 7jt onta idiot ke natuna untuk mengusir kapal perang cina.
saatnya kirim pasukan angka emoticon-Merdeka
lamaa, cuman buang2 solar doank di tengah laut.
Wah bisa jadi ajang real ff dan pubg semacamnya🤣🤣
asean belum bersatu dalam masalah laut cina selatan ⚓⛵🚢 emoticon-Big Grin
tiongkok kalau ribut dengan amrik itu rugi & nggak etis. pertama, tiongkok pegang surat utang amrik paling besar. kedua, tiongkok bakal dianggap kacang lupa kulitnya, mereka bebas dari jajahan jepang karena amrik.
Ya pasti keseret lah tinggal kita pilih tetep jadi jongos CN ato kita ambil untung dari konflik, damai or leave me alone is no option karena bisa jadi kena gilas dari CN & US ntar
mau nggak mau Indonesia harus merapat ke US masalah 9 dash line ini.
sayang kalau sampai kehilangan sebagian ZEE.
Gak usah khawatir lah Indonesia.Gunakan sdm 7 juta alumni buat jaga natuna udah lebih dari cukup.
indo jgn cupu harus berani ambil sikap


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di