CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edeeec7365c4f16ad69250f/suara-suara-aneh---kisah-hotel-berhantu

Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu

Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
Perkenalkan panggil saja aku Garry Ninawaty, dengan nama seperti lelaki aku cukup sering diolok dan dibully teman teman di sekolah maupun di kampus ku tetapi karena aku cuek dan ceria maka itu tidaklah pernah aku masukan ke hati untuk setiap jokes jokes setiap kali nama ku diteriakan oleh guru ataupun dosen pas absensi,
terlahir dan besar di kota plat KB yang nama kota nya sendiri diambil dari nama makhluk halus kuntilanak maka hal mistis seakan sudah menjadi sesuatu yang biasa bagiku. Menurut beberapa orang, aku terlahir dengan perawakan yang menarik, mata yang tajam dan tidak sipit (tidak seperti tipikal kebanyakan orang keturunan), rambut ku lurus dan panjang, dan tubuh langsing dan kulit kuning langsat yang saat ini mulai kecoklatan karena tugas lapangan yang mengharuskan ku menghabiskan banyak waktu dilapangan. Terkadang, saat aku berjalan di keramaian aku dapat merasakan beberapa pasang mata lelaki yang mencuri pandang kearah ku.
Terlahir sebagai seorang warga keturunan, dengan separuh darah Bali sekaligus keturunan Tionghoa. Dalam diri ku mengalir darah Tionghoa dari leluhur Tionghoa dan darah Bali dari ibu kandung ku.


Aku bekerja di sebuah media terkemuka di Indonesia sebagai jurnalis, dan sebagai anak baru di media, aku harus bersiap ditempatkan di bidang mana saja. Termasuk yang receh-receh. Tapi buatku tak receh sebab tugas yang diberikan membutuhkan nyali besar. Pernah aku harus terlibat dalam membuat sebuah laporan kecelakaan dan aku ditaruh (bahasa kerennya, penempatan) di sebuah rumah sakit di bilangan pedalaman Kalimantan Barat.

Kali ini ketika gelaran event olahraga di Asia Tenggara, aku sempat diutus untuk membuat laporan bersama sama para atlet yang latihan dalam persiapan. Kala itu usai latihan, aku turut mengantar mereka tim panahan kembali ke sebuah hotel di bilangan jakarta yang layaknya sudah seperti mess karena mereka telah tinggal berbulan bulan di sana.

Suasana gelap dan hanya beberapa lampu kuning menghiasi. Dari sekelabat aja aku tahu hotel ini indah dengan desainnya yang masih mempertahankan kearifan lokal. Aku pun berujar ke salah satu ibu si atlet “Bagus yah hotelnya”.

“Iya tapi banyak hantunya,” jawabnya tanpa tedeng aling-aling. Wow cukup membuat aku syok!

DEG!

Aku langsung tak jadi mengiyakan ajakan mereka melihat-lihat kamar. Bukan kenapa-kenapa, tapi gak usah jauh-jauh wong hotel yang kuinapi sendiri, juga tak kalah serem.

Beberapa hari sebelumnya, aku check-in. Teman-temanku belum datang dan masing-masing kami diberikan satu kamar. Sehabis check-in aku langsung naik dan mencari kamarku. Begitu ketemu, aku langsung masuk. Kesan pertama begitu masuk adalah kamarnya panas banget. Aku tahu sih Jakarta memang pada saat itu sedang lagi terik-teriknya dan tirai terbuka lebar sehingga sinar matahari masuk dengan leluasa. Apalagi aku ada di lantai yang cukup atas.

Segera aku mencantolkan kunci agar AC cepat hidup dan aku tak gerah. Setelah itu aku perhatikan, karpet kamar tepat di depan kamar mandi sudah usang. Aku melepas sandalku dan terasa banget bahwa karpet tua ini sudah lama tidak divakum. Aku bahkan bisa merasakan debu-debu karpet itu hinggap di telapak kakiku. Kondisi kamar juga tak kalah ngenes. Aku cek ke balik tirai ada sarang laba-laba. Bahkan di samping kasur, ada coretan tangan serta dinding yang mengelupas sedikit. Kentara sekali bahwa kamar ini sudah lama tak dibersihkan atau dihuni. Namun satu yang sangat mengganjal adalah aku seperti masuk ke dimensi lainnya. Kamar ini seperti luas sekali dan aku seorang diri di dimensi tersebut. Aku berusaha menepis pikiran negatif yang mulai hinggap di otakku.
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu


Sebagai gantinya, aku menelpon resepsionis.

“Mbak, boleh minta ganti kamar gak? Di sini kamarnya kotor…” aku berusaha menjelaskan keluhanku.

Sayangnya, hotel full dan tidak ada pengganti.

“Semua kamar seperti itu mbak.” jawabnya diplomatis.
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
“Kami akan kirim orang untuk membersihkannya yah.” kalimat terakhir tersebut dirasa menjadi satu-satunya solusi yang bisa ditawarkan.

Aku tak puas dengan jawaban tersebut. Suasana di kamar membuatku ingin pipis. Namun melihat kaca kamar mandi dan toilet yang tepat berada di belakang daun pintu, membuatku mengurungkan niat. Aku langsung kabur dan memutuskan ke resepsionis lagi. Dengan pintarnya, aku mengakali dengan membujuk salah satu temanku, kak Eda, rekanku sesama jurnalis untuk sekamar denganku tapi di kamarnya yang lain. Setelah diskusi alot, akhirnya disetujui begitu.
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
Aku pun lega dan kembali ke kamar. Hanya berpikir bahwa aku harus kembali ke kamar itu pun membuat bulu kudukku berdiri. Sebagai gantinya aku beralasan minta office boy untuk ikut ke kamar mengambilkan barang. Padahal ku tahu aku hanya membawa satu koper kecil yang bisa kutenteng sendiri. Namun aku tak mau tahu, harus ada orang yang menemaniku kembali ke sana.

Ketika tiba di depan kamarku, aku melihat dua orang house keeping telah selesai membersihkan. Ketika kucek, tidak banyak perubahan yang terlihat. Tapi ini bukan lagi perkara debu yang nempel di meja atau noda di seprei. Hawa aneh seperti ada hantu di kamar itu tetap janggal dan menggelayut tak mau pergi. Aku berkemas secepat mungkin. Bahkan tak sempat untuk sekadar memasukkan laptop ke tas. Semua barang kuangkut begitu saja. Pokoknya aku tak ingin barang sedetik pun berada di kamar itu.
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
Untunglah kamar temanku, jauh lebih nyaman. Entah kenapa meski berada di sisi yang sama (hanya beda lantai), tapi kamar ini beda dengan kamar sebelumnya. Perabotan yang di kamar juga tampak lebih baik dan auranya bersahabat. Siangnya. temanku datang dan dikasih kamarku sebelumnya yang horor itu. Aku tak berkata apa-apa. Tak lama, dia pun mencariku dan curhat bilang tak betah di kamarnya. Aku pun minta maaf dan “buka kartu” bahwasanya aku juga merasa ada yang tak beres dengan kamar itu. Kami berdua tipe yang cuek akan hantu dan hal mistis karena tak punya indera keenam. Tapi bahkan itu saja tak menghalangi kami untuk merasakan hal-hal aneh tersebut.

Sorenya temanku dari media lain juga telah tiba dan kami ajak ke kamar itu. Dia lebih sensitif soal beginian. Setelah dari sana, dia lantas bersendawa selama lebih dari sejam. Kasian banget liatnya. Susah ngomong dan susah napas jadinya. Akhirnya kami putuskan bertiga untuk tidur sekamar saja dan bahkan satu ranjang (meski beda kelamin) untuk menghindari pengalaman buruk. Saking takutnya kami sempat berpikir untuk pindah hotel namun untunglah tidak perlu sampai begitu ketika temenku udah gak sendawa (T.T)

Setelah liputan, aku menyempatkan diri beristirahat, dan tiba tiba salah satu kakiku malah sakit bukan main padahal aku tidak jatuh atau gimana-gimana. Sakitnya sampai bikin pincang sebelah. 
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
Sebelumnya jujur aku gak pernah tuh ngerasain begitu atau melihat hantu. Tapi aku jadi inget pengalamanku yang lain di Hotel Solo P. Aku sih baik-baik saja. Justru temen-temen yang nginap di sana yang punya banyak kejadian horor seperti tengah malam pintunya diketok kencang sekali, lalu ada yang bisa masuk ke kamar lain padahal itu bukan kamarnya. Denger-denger Solo P ini memang sudah terkenal horor karena awalanya adalah bekas RS Belanda dan kabarnya di situ juga tempat pembantaian. 

Pada hari ke 3 liputan ku...
Hari itu aku ingat langit pun mulai gelap, aku pun memutuskan untuk mandi. Langit di luar mulai mendung dan hujan pun turun dengan begitu derasnya, dalam kamar aku sudah membuka semua outfit kerja dan rebahan. Berbaring kelelahan sambil berharap semua rasa capek yang aku rasakan hilang. Setelah aku selesai mandi, aku pun keluar dan merasa terkejut lantaran aku melihat semua gorden dan jendela terbuka. Sehingga angin pun dengan bebas masuk ke dalam kamar, karena sudah magrib aku pun bergegas menutupnya.
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
“Jederrrrrr…….!” Aku pun terperanjat kaget ketika mendengar pintu kamar mandi tertutup dengan keras. Kali ini bulu kuduk aku benar-benar berdiri. Aku menatap ke arah kamar mandi sejenak sebelum membuka kunci kamar dan keluar.

Aku menceritakan kepada teman ku tentang kejadian yang baru saja aku alami dan menanyakan kepadanya juga apakah dia yang membuka semua jendela dan korden kamar? Tapi teman ku hanya menjawab bahwa dia baru saja datang ke hotel dan belum masuk ke dalam kamar. Lalu siapa yang membuka gorden dan jendela?
Suara suara Aneh - Kisah Hotel Berhantu
Akhirnya kami bertiga pun tidak mengindahkan dan aku memutuskan untuk beristirahat sementara ke 2 rekanku masih harus ke lapangan untuk mengerjakan deadline mereka.
Dalam deras hujan dan waktu tengah malam, tiba tiba aku tersadar akan suara berisik di tengah malam yang tak diketahui dari mana asal muasalnya.
Terkadang aku malas untuk menghiraukan keadaan sekitar saat bermalam di hotel. Terlebih bila kondisi badan sudah lelah. Setelah masuk ke dalam kamar, hal yang aku pikirkan adalah tidur. Tapi naas, malam itu aku tidak bisa tidur.

Berbagai hal aku lakukan, mulai dari chat sama teman-teman, mendengarkan musik hingga membaca buku. Biasanya, bila mata aku capek maka akan terpejam dengan sendirinya. Aku melirik jam pada layar smartphone aku. Tak terasa sudah jam 12 malam.

Ketika mata sudah mulai berat, aku meletakkan buku yang aku baca dan tidur. Baru memejamkan mata, aku pun terpaksa membuka mata dan bangun. Aku mendengar suara anak-anak bergurau kencang sekali. Aku diam dan mencoba mencari sumber suara tersebut. Semakin kencang dan semakin berisik.

“Duh, ini anak, mak bapaknya kemana sih? Jam segini belum tidur malah berisik!”

Aku bergumam meluapkan kekesalan. Pertama aku masih bisa sabar, lama-lama aku merasa teganggu karena semakin berisik dan gaduh. Dengan sedikit rasa kesal, aku menelpon receptionist. Agar pihak hotel yang menegur tamu sebelah. Tapi informasi dari pihak hotel justru membuat aku semakin kaget.

“Maaf Ibu, sebelah kamar Ibu sudah melakukan check-out tadi siang, dan sekarang kosong.”

Lalu siapa yang berisik malam-malam begini? Sampai pagi menyingsing aku tidak mendapatkan jawabannya.

Yang paling menyeramkan, ketika harus bertatap muka dengan makhluk yang harusnya tak kasatmata
Pengalaman aneh yang aku alami bersama seorang teman di suatu hotel di Belitung selalu menjadi obrolan menarik. Entah kenapa setiap kali bertemu dengannya, kami semangat membahas hotel tersebut yang menurut kami itu adalah hotel teraneh.

Malam terakhir dari event ....
Saat itu, aku dan Eda tidak ikut jurnalis lainnya untuk mengikuti penutupan event. Kami sudah capek, dan aku sendiri menderita radang tenggorokan. Dari sore kami hanya melakukan kegiatan di kamar, aku tidur begitu juga Eda. Sekitar jam 10 malam, aku terbangun dan aku mendapati Eda sedang memainkan smartphone miliknya.

Kami pun ngobrol dan aku mengajak dia untuk keluar ke lobi karena bosan di kamar. Tanpa pikir panjang Eda pun mengiyakan ajakan aku. Setelah puas di lobi, kami pun masuk ke dalam kamar dan aku berkata padanya “Sepertinya aku akan susah tidur deh, seharian tidur kebangun jam segini.” Eda hanya terkekeh. Setelah itu aku pun tidak ingat apa-apa.

***
Malam itu, pada saat kami masuk ke dalam kamar, rupanya aku sudah terlelap sejak badan aku menyentuh kasur. Sementara Eda justru tidak bisa tidur dan berusah tidur sambil bermain handphone. Namun tiba-tiba dia melihat sosok wanita putih berada tepat di bawah kaki aku. Berdiri dengan rambut panjang yang terurai dan posisi kepala yang menunduk.

Sontak Eda pun kaget dan teriak. Tapi, aku tidak merespon teriaknnya dan masih terlelap dalam tidur. Ibarat mimpi buruk dia pun segera memejamkan mata dan komat-kamit membaca doa-doa. Malam itu seolah menjadi malam terburuk untuk Eda dan rasa aneh yang aku rasakan sejak menempati kamar tersebut pun terjawab sudah.

Spoiler for Penutup:




Quote:


Quote:


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amyjk02 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gangel160487
sundul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
srusuut dan 4 lainnya memberi reputasi
Salken tees sepertinya spesialisasi underground yaaemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
amyjk02 dan gangel160487 memberi reputasi
Saya komen dulu dah.. mumpung sepi.. ntar sorean baru baca.. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
gangel160487 dan amyjk02 memberi reputasi
serem2 amat sih
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
ih Alhamdulillah ngga pernah ngerasain nginep di kamar hotel yg berhantu...
kalo hotel kelas atas, kaya hyatt, Shangrila, Hilton, atau yg menengah kaya ibis ,ada kamar berhantunya juga ngga ya..
Hotel berhantu emoticon-Takut





Batain ane bray emoticon-Bata (S)
coba aja ke puncak juga banyak kok, bagi yg bisa rasain mah hhe


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di