CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Pelajaran Keluarga Old Money, Rich Dad Poor Dad dan Keluarga PNS Zaman Orba
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ededdb97e3a7223c54a16c2/pelajaran-keluarga-old-money-rich-dad-poor-dad-dan--keluarga-pns-zaman-orba

Pelajaran Keluarga Old Money, Rich Dad Poor Dad dan Keluarga PNS Zaman Orba

Kemarin nggak sengaja baca thread di twitter tentang sebuah keluarga Old Money, gimana cara mereka mendidik anak mereka sekalipun Old Money punya privilege dan gimana keluarga  Rich Dad Poor Dad memastikan anak mereka, bisa memiliki masa depan yang cerah. Terus saya tersentak begitu sadar gimana saya dibesarkan oleh kedua orang tua PNS zaman ORBA.

Pelajaran Keluarga Old Money, Rich Dad Poor Dad dan Keluarga PNS Zaman OrbaPelajaran Keluarga Old Money, Rich Dad Poor Dad dan Keluarga PNS Zaman Orba

Saya bukan bermaksud menjelek-jelekan tapi, dengan kedua orang tua PNS yang memang nggak pernah update seumur hidup dan terbiasa santey kek di pantai. Tapi, terpampang jelas gimana mindset yang ujung-ujungnya bikin kualitas anak nggak maju dan banyak banget yang begini. Punya keluarga tapi, asal punya saja, nggak pernah memperhatikan kualitasnya.

Old Money, Rich Dad Poor Dad VS PNS Dalam Build Skill

Saya baca, kalau anak dari keluarga old money terlebih anak pertama secara nggak langsung sudah menyerahkan hidupnya sebagai penerus dinasti keluarga. Artnya dia dari kecil sudah dipersiapkan, beragam building skill seperti les bahasa, music sampai les table manner jadi makanan sehari-hari setelah pulang sekolah. Memang build skill Old Money belum tentu disukai si anak tapi, lebih mementingkan mempersiapkan si anak sebagai calon penerus kekayaan keluarga.

Sedangkan keluarga Rich Dad Poor Dad lebih perhitungan, anak mereka akan di build skill sesuai dengan kebutuhan dan investasi masa depan. Artinya  les yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan anak di masa depan. Misalkan les computer atau les coding, jika si anak memang berbakat maka akan di leskan sesuai dengan bakatnya.

Kalau Bokap sama Nyokap dengan mindset PNS rada susah karena dulu kebetulan ada tempat les music classic di belakang sekolah, terus saya minta les piano di situ. Mau tahu jawaban orang tua saya apa? Bokap bilang, “les piano, buat apa? Mau main di gereja?” Terus dulu saya juga mau les renang sama ambil softball. Lagi-lagi orang tua rewel, bilang “nggak usah macem-macem.” Padahal kalau soal duit sih bukan masalah, secara PNS zaman ORBA yang bisa dapet amplop tanpa batas.

Akhir saya masa remaja nggak dipake buat build skill, cuma abis buat hal-hal nggak jelas dan nonton TV saja.

Investasi VS Asal Berkembang biak

Bagi Old Money dan Rich Dad Poor Dad family, punya anak adalah investasi jadi mereka tahu kenapa punya anak dan kenapa saya punya tiga atau dua anak saja. Beda sama Bokap dan Nyokap dengan empat anak tapi, nggak tahu kenapa punya empat anak? Karena Mindset ‘asal dikasih saja’ tanpa memikirkan bahwa anak adalah investasi masa depan, maka otak kudu muter apakah saya bisa invest waktu, tenaga dan uang.

Investasi Waktu

Old money juga Rich Dad dan Poor Dad family mengerti akan investasi sebab, meng-invest waktu untuk anak sama saja mendidik anak itu. Old Money nggak segan-segan ngajarin anaknya gimana mempertahankan bisnis, dibawa ke perusahaan dan dikasih tahu segala hal yang harus ditangani serta dikenalkan pada relasi bisnis.

Rich Dad dan Poor Dad family, akan selalu datang setiap kali si anak punya event. Misalkan si anak les music maka pas resital seluruh keluarga bakal nonton, selain itu Rich Dad dan Poor Dad family cenderung mempunyai high quality time bagi keluarganya.

Terus Bokap sama Nyokap PNS saya gimana? Punya empat anak tapi, nggak pernah invest waktu. Mereka cuma invest tenaga dan uang saja. Padahal PNS zaman orba loh yang jam empat sore bahkan kurang sudah nongkrong di rumah.

Nggak ada niat buat  invest waktu. Misalkan saya ada acara di sekolah, mereka nggak minat tuh buat nonton atau sekadar anterin ke sekolah. Ada pertandingan bola di sekolah dan saya masuk tim, mereka juga nggak minat datang ke sekolah buat nonton. Padahal di rumah ngapain? Nggak  ada kerjaan, cuma nonton TV doang sama molor. Dulu saking kesalnya, Bokap pernah saya counter  “Ngapain punya anak banyak?” Ujungnya setiap ada cara dapet duit 50 rebu tapi, tetep tuh dia nggak anterin atau nonton.

Makanya, pelajaran punya keluarga tuh bukan asal punya saja bukan, yang penting kimpoi terus bisa pamer dan shared via medsos. Tapi harus bisa invest waktu, tenaga dan uang buat build kualitas bukan sekadar kuantitas. Kalau tanya sekarang gimana keadaan keluarga? Silahkan buka link di bawah.

Baca Ini Dong : Satu Keluarga Pengangguran Pemalas


profile-picture
profile-picture
profile-picture
kudanil.la dan 2 lainnya memberi reputasi
Judulnya bagus cmn kurang dikembangkan aja isinyaemoticon-Jempol
profile-picture
masbisbus memberi reputasi
Si goblok yg belum laku dan iri hati melihat abangnya nge.we tiap hari bikin thread goblok lagi.

Baca buku jangan langsung ditelan mentah, bego. Anak itu bukan investasi orang tua. Anak yg kamu bilang dikasi les ini itu, dikasi waktu dan perhatian sama orang tua, dipersiapkan masa depannya, itu karena orang tua bahagia melakukan itu.

Tipe orang itu beda goblok. Ada ibu yang senang memasak makanan bergizi buat keluarganya, ada pula yg senang cari duit. Ada ayah yang senang menghabiskan waktu bersama anak lelakinya, ada pula ayah yang senang main game di kala libur daripada main sama anak. Jadi, gak bisa disamaratakan, goblok.

Semua kemarahan kamu salah sasaran. Kamu cuman iri hati saja melihat saudara kamu uda pada nikah, sementara kamu gak laku-laku. Orang tua kamu memang goblok, tapi dengan bikin thread goblok kayak gini cuma reinforce pikiran negatif kamu dan gak mengubah keadaan sama sekali.

Mending energi kamu dihabiskan buat cari bini. Dan ntar kalo uda punya anak, ingat bahwa anak itu sumber kebahagiaan, bukan investasi buat masa depan.

Keep goblok.
profile-picture
profile-picture
masbisbus dan icekacang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Lah rich dad poor dad wkwk, tiati salah konsep ekonomi. Tanya aja tu si penulis apa bener dia punya rich dad 🤣
Koq rich dad poor dad jadi satu kesatuan term?


Bukan nya seharusnya itu terpisah.



Ada rich dad. Ada poor dad.



Rich dad punya mindset yg bertolak belakang dengan poor dad.







Soal pns zaman orba .. ya semua juga tau. Jaman itu kan kkn sangat tinggi.


Kebanyakan pns nya jadi pns bukan karena skill. Ya makanya hancur hancuran mindset nya.


Yg ada di pikiran nya gmn caranya agar tetap bisa kkn tanpa susah susah berusaha.

Si anak bukan nya dilatih agar punya skill tapi malah dibentuk mindset nya agar mau menerima kecurangan.






Kalau saja pns zaman orba ditest ujian cpns saat ini .. saya yakin banyak yg ga lulus.


Tapi kalau ngomong ke anak berasa paling hebat.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di